ARK Corner Jl. Latifah II Puncak Dieng, Malang : Tempat Hangout Penggemar Kelinci

ARK Corner Jl. Latifah II Puncak Dieng, Malang – Tepat berada di pojok Jl. Latifah II, perumahan Puncak Dieng, sebuah lahan kosong diubah oleh pemiliknya menjadi  satu tempat rekreasi dan olahraga serta menyalurkan hobi. ARK Corner merupakan kebun dengan beberapa tanaman buah, lapangan basket kecil, kandang kelinci, tempat nongkrong dan saung untuk istirahat.

Daniel Matondang pemilik ARK Corner
 Ownre ARK Corner

Satu tempat multi fungsi yang menjadi dambaan dan angan-angannya diwujudkan tepat disamping rumahnya. Mengusung konsep klasik dan antik, tempat bercengkerama ini dilengkapi dengan meja kursi  warna coklat dari kayu serta peralatan lainnya. Lokasinya dikelilingi beberapa tanaman yang hijau sehingga membuat tempat ini menjadi teduh dan asri.

ARK Corner Jl. Latifah II Puncak Dieng, Malang : Tempat Hangout Penggemar Kelinci

Buah-buahan di ARK Corner
Mangga Manalagi, Arum Manis dan Rambutan Binjay

Sebuah saung dari bambu berwarna coklat muda dilengkapi dengan pernak-pernik hiasan tradisional seperti topeng-topeng Malangan, blangkon dan beberapa ikat kepala khas Bali semakin membuat unik tempat santai bagi pecinta hewan imut ini.

Saung unik di ARK Rabbit
Daniel dan Rahmad mengenakan blangkon dan ikat kepala
di ARK Corner
Main Catur di ARK Corner
Main Catur terasa lebih seru di ARK Corner

Diskusi di ARK Corner
Diskusi pun jadi lebih menarik di ARK Corner
Alumni Stetsa '88 Malang di ARK Corner
Arisan Alumni Stetsa Malang di ARK Corner

Dan, sebagai tampilan utamanya adalah beberapa kelinci hias berbagai jenis yang ditempatkan dalam kandang-kandang terbuat dari kawat stainless yang tertata rapi dan terjaga kebersihannya. Selain memiliki peternakan di perumahan Sawojajar, di sinilah, pemilik ARK Rabbit ini, mengembang-biakkan dan menjual beberapa jenis kelinci hias maupun pedaging.

Moment unik di ARK Rabbit
Moment unik, sarapan nasi kuning sambil memandang kelinci kesayangan

ARK Corner ini biasa digunakan oleh pemiliknya untuk menerima tamu terutama teman-teman dekat, saudara dan para penggemar hewan yang menjadi simbol Playboy ini. Tempat di pojok jalan Latifah II ini sering juga digunakan sebagai tempat berkumpulnya beberapa komunitas alumni dan para rabbitry yang dgawangi dan dikelolah oleh Frangky Wowor atau lebih dikenal dengan nama Kekey Kyute di kalangan pecinta kelinci.

Di sisi luar, sebuah lapangan basket setengah lapangan, dibuat untuk berolahraga khusunya bagi putra-putrinya yang gemar bermain basket.

Mangga di ARK Corner
Sudut menggemaskan dengan buah mangga di ARK Corner
Pohon Mangga Kio Jay asal Thailand dan sepiring Mangga Mahathir

Ada satu sudut yang menggemaskan dari ARK Corner ini dimana sebuah pohon mangga dengan tinggi sekitar 2 meter namun sudah menghasilkan buah yang besar dan ranum. Saat musimnya tiba, buah-buah Mangga itu bergelantungan terbungkus plastik. Sungguh satu pemandangan yang menggugah selera terutama bagi penggemar buah manis dan asam ini.

Tampaknya, tuan rumah memang telah mempersiapkan segala kebutuhan untuk menjamu tamu-tamunya. Peralatan dapur, perangkat makan minum dan yang spesial adalah peralatan untuk membuat kopi beserta bungkusan kopi dengan berbagai jenis dan berbagai daerah, tersedia dalam rak-rak yang tertata rapi.Terutama jenis kopi dari Kedai Koopen Klojen.

Peralatan dapur dan persediaan kopi di ARK Corner
Peralatan dapur dan persediaan kopi original di ARK Corner
Saat penulis berkunjung ke ARK Corner ini, tuan rumah mengeluarkan bungkusan kopi Arabica yang diperoleh dan dipelajari teknik meracik serta menyajikannya dari Kedai Kopi Koopen, satu kedai kopi di ujung Klojen yang menjual kopi-kopi original dari berbagai daerah di Malang termasuk juga peralatan membuatnya.

Arema asli berdarah Batak ini memang berkelas dan punya selera.

Maka, sebagai penikmat kopi murni, penulis merasa dimanjakan saat berada di ARK Corner ini. Terlebih lagi saat penjual sate keliling atau pedagang makanan lainnya lewat, dengan suara lantang Daniel memanggilnya untk menjamu para tamunya.

Matt Dolan di ARK Corner
Matt Dolan menikmati suasana malam di ARK Corner
Meskipun tidak terbuka untuk umum, saat kita ingin melihat-lihat atau membeli berbagai jenis kelinci hias di ARK Corner ini, maka dengan tangan terbuka tuan rumah akan menyambut Anda.

Ragam Kelinci di ARK Corner

Selain sebagai hobi, ARK Corner juga menyediakan dan menjual beberapa jenis Kelinci Hias atau Pedaging. Berikut ini adalah ragam kelinci yang dikembang-biakkan di ARK Corner.







Video ARK Corner

Berikut ini adalah salah satu video pendek yang diambil saat salah satu kelinci andalan ARK Rabbitry Corner Malang yang mengisi acara Pameran di Fakultas Kedokteran Hewan pada tanggal 16 sd 17 Nov '18 kemarin.



Penutup

Sahabat dolenners, inilah pengalaman penulis saat menikmati suasana asri dan nyaman serta layanan yang memuaskan dari pemiliknya saat berkunjung ke ARK Corner, Jl. Latifah II, perumahan Puncak Dieng, Malang.

Satu tanah kosong di sudut perumahan yang disulap menjadi tempat rekreasi dan olahraga bagi keluarga sekaligus mengembangkan hobi beternak kelinci.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..


Menikmati Kemeriahan Malang Night Culture and Art 2018

Menikmati Kemeriahan Malang Night Culture and Art 2018 – Hari Sabtu, Malam Minggu, 17 November 2018, sepanjang jalan Simpang Balapan hingga Gereja Ijen, Malang dipenuhi ratusan pengunjung yang menyaksikan gelaran Malang Night Culture and Art 2018. Meskipun sore harinya, hujan turun dengan lebatnya, namun hal itu tidak menyurutkan kemeriahan acara seni budaya ini.

Menikmati Kemeriahan Malang Night Culture and Art 2018
Kemeriahan Malang Night Culture and Art 2018

Tidak hanya warga Malang saja tapi para wisatawan yang tengah menghabiskan akhir pekan di Malang, berjubel menyaksikan pertunjukan berbagai ragam kesenian yang melibatkan sedikitnya seribu penari. 

Event yang baru pertama kali ini digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang ini menampilkan 20 potensi kesenian yang ada di Kota Malang pada malam hari. Selain panggung besar yang disediakan oleh penyelenggara, sepanjang jalan Simpang Balapan hingga Gereja Ijen, juga menjadi tempat menampilkan berbagai atraksi budaya ini.

Seni Leang leong di Malang Night Culture and Art 2018
Penampilan Seni Leang leong di Malang Night Culture and Art 2018

Dari setiap jenis kesenian ada menampilkan 50 orang penari, misalnya untuk seni tari Beskalan ada 50 orang, seni wayang ada 50 orang, dan begitu juga dengan kesenian lainnya. Acara seni dan budaya ini melibatkan ribuan seniman kota Malang.

Disbudpar Kota Malang berharap, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan seperti halnya Malang Flower Carnival (MFC) dan ditargetkan masuk dalam Event Wonderful Indonesia. Sehingga, Malang Night Culture and Art juga dapat menjadi referensi bagi wisatawan Indonesia maupun mancanegara untuk berkunjung ke Malang. 

Penampilan Reog Ponorogo di Malang Night Culture and Art 2018
Penampilan Reog dan Warok Ponorogo di
Malang Night Culture and Art 2018

Reog Ponorogo di Malang Night Culture and Art 2018
Reog Ponorogo di Malang Night Culture and Art 2018

Dan, ternyata antusias dan animo masyarakat sangat luar biasa. Para seniman dengan total menampilkan keindahan seni dan budaya yang ada di kota Malang sehingga penonton dibuat terkagum-kagum dan terpesona. Maka, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa event yang digelar di Simpang Balapan ini mampu menjadi langkah awal untuk memperkenalkan budaya asli Malang ke seluruh penjuru dunia.

Tari Beskalan di Malang Night Culture and Art 2018
Tari Beskalan di Malang Night Culture and Art 2018
Gambar : Jawapos.com

Disamping untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke kota Malang, event dengan ribuan seniman Kota Malang ini diharapkan mampu melestarikan seni dan budaya asli Malang.  Karena sudah menjadi kewajiban Disparbud untuk melestarikan seni dan budaya termasuk melakukan pembinaan hingga eksplorasi terkait karya yang dihasilkan oleh para seniman.

Ke depannya, Disbudpar kota Malang akan menggandeng Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) dan Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) Malang untuk turut menentukan waktu yang tepat dan sesuai dengan masa liburan wisatawan mancanegara.

Sahabat dolenners, itulah pengalaman saat menikmati kemeriahan acara Malang Night Culture and Art 2018, yang diselenggarakan di Jalan Simpang Balapan, Malang, Jawa Timur.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura

Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura – Jika saat ini banyak bermunculan desa-desa yang menjadi objek wisata atau desa wisata, berbeda dengan yang terjadi di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Desa ini berubah menjadi Desa Digital. Desa yang memanfaatkan teknologi internet untuk memberikan layanan maupun memantau kegiatan ekonomi dan keseharian  warganya.

Desa Pintar atau Smart Village. 

Desa Waru Barat memanfaatkan aplikasi berbasis internet untuk lebih memberi kemudahan dan kenyamanan kepada warga desanya. Hal ini di dukung dengan semakin banyaknya warga desa yang menggunakan internet baik melalui komputer maupun ponsel.

Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura
Aktivitas warga dapt di monitor langsung oleh Kepada Desa di
Desa Waru Barat, Desa Digital, Pamekasan, Madura

Dari sisi pelayanan administrasi, peragkat desa mampu memberikan layanan surat-menyurat dan lain-lain dengan cepat dan mudah.  Warga desa dapat mengakses sendiri jenis pelayanan administrasi yang dikehendaki dengan cara mengunduhnya secara langsung melalui Google Play

Desa Digital ini menggunakan Aplikasi e-Desa Same Sae. Nama Sama sae sendiri merupakan akronim dari bahasa Madura yang memiliki arti satu menit selesai.

Dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan password ke dalam aplikasi, warga dapat memilih jenis pelayanan apa  yang dikehendaki dan akan segera diproses oleh aparat desa.

Selain itu, terdapat beberapa fitur lainnya dalam aplikasi ini seperti e-surat, darurat Kamtibmas, darurat kesehatan, laporan kamtibmas, domisi warga, surat tidak mampu, catatan laporan keuangan desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) juga Dana Desa (DD). 

Sangat menarik.

Pada dasarnya, semua bentuk pelayanan yang diinginkan warga desa terdapat dalam aplikasi tersebut termasuk fitur siaga bencana. Bahkan, bila ada warga desa yang sakit mendadak dan membutuhkan mobil sehat atau jasa tenaga kesehatan desa, maka mereka tinggal membuka aplikasi dan petugas akan langsung datang ke rumahnya.

Pihak aparat setempat juga sangat menghargai hadirnya aplikasi Sama Sae ini karena Polisi menjadi cepat tanggap dalam merespon laporan warga tentang darurat keamanan seperti kecelakaan di jalan, pencurian motor, atau tindak kejahatan lainnya.

Sebagai penggagas dari Smart Village Desa Waru Barat ini adalah Abdussalam Ramli, seorang sarjana Fisika lulusan Universitas Brawijaya  yang menjadi Kepala  Desa sejak tahun 2015.

Karena  selama ini desa yang ia bangun dianggap selalu tertinggal jika dibandingkan dengan desa lainnya di selatan Pamekasan dengan alasan desanya berada di pelosok wilayah pantai utara Pamekasan. Maka, ia menggagas hadirnya sebuah desa pintar dengan basis layanan internet. Didukung dengan mayoritas warga desanya yang telah menggunakan internet.

Penghargaan kepada Desa Waru Barat, Desa Digital DiPamekasan, Madura
Abdussalam Ramli (3 dari kiri) saat menerima penghargaan
Madura Award

Kemudian  Abdussalam menggandeng konsultasn informasi teknologi dari Universitas Madura (Unira) Pamekasan. Ketika pada tahun 2016 dimana internet masih belum maksimal masuk ke desanya, ia mulai membuat data base desa yang meliputi data kependudukan, layanan administrasi yang sistematis, dan peta lokasi serta potensi desa.

Pada tahun 2018 ini, perjuangannya membuahkan hasil. Seluruh pelayanan yang ada di desanya menjadi online dan berbasis android sehingga warga desa  mendapatkan layanan yang cepat dan mudah, dalam waktu satu menit semuanya dapat terselesaikan.

Dalam kesehariannya, Kepala Desa ini selalu memberikan sapaan yang khas kepada seluruh warganya di pagi hari. Seolah pernah lelah dan tidak merasa bosan untuk selalu menyapa warganya melalu mic toa yang terpasang di 32 titik di seluruh desa.

Selain dalam bentuk sapaan yang selalu ia lontarkan setiap pagi, ia dapat memantau seluruh aktivitas serta keseharian warganya melalui kamera pemantau Close Circuit Television (CCTV) yang terpasang di desa tersebut. 

Dengan menggunakan layar televisi sebesar 55 inchi, Abdussalam dapat memantau kegiatan di pasar, puskesmas, rumah sakit, kantor Polisi dan Koramil, masjid, mushala, jalan masuk perbatasan desa, kantor perpustakaan desa, hingga beberapa titik keramaian warga yang juga dipasangi CCTV.

Terdapat juga Petugas Command Center yang menggunakan mic siaran untuk menghimbau kondisi terkini secara langsung kepada warga. Agar warga desa tidak parkir kendaraan sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan. Sementara, si lapangan juga terdapat petugas parkir desa yang ikut menertibkan kendaraan warga.

Abdussalam sendiri juga dapat menerima notifikasi permintaan pelayanan surat keterangan tidak mampu dari salah seorang warganya. Lalu, ia mengecek hal tersebut ke bagian Command Center, yang akan segera ditindak-lanjuti oleh petugasnya. Dan, ia dapat langsung  memberikan tandatangan.

Keren..

Sangat menarik inovasi yang dihadirkan oleh Alumnus Unibraw Malang ini. Harapannya, desa-desa lainnya di Indonesia juga dapat meniru apa yang dilakukan oleh Abdussalam dan semakin banyak kepala desa lainnya yang mampu menggerakkan pembaruan bagi daerahnya.

Semoga bermanfaat..

Sumber : GNFI

TMII Anjungan Jawa Timur : Gerak Jalan Dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan 2018

Gerak Jalan Dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan 2018 – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November 2018, Keluarga besar Jawa Timuran yang ada di kota Jakarta dan sekitarnya mengadakan acara Gerak Jalan.  Bertempat di TMII Anjungan Jawa Timur. Tidak hanya warga Jawa Timur yang ada di Jakarta saja namun beberapa warga dari kota-kota di Jawa Timur juga ikut serta dalam acara ini.

Surianto dan istri di TMII Anjungan Jawa Timur
Surianto dan keluarga di TMII Anjungan Jawa Timur 

Salah satunya adalah Surianto bersama istri, warga asli Mergosono yang tinggal di Pakisaji, Malang. Tujuan utama dari pria yang akrab dipanggil Cak Sur ini adalah menengok putrinya yang ada di Bekasi sekaligus memenuhi undangan komunitas Jawa Timuran yang ada di Jakarta.

Surianto dan istri di Pendopo Anjungan Jawa Timur
Surianto dan istri di Pendopo Anjungan Jawa Timur

Mumpung berada di kota metropolitan, pasangan suami-istri dengan 3 anak yang sudah tumbuh dewasa ini, melakukan perjalanan dengan menyusuri tempat-tempat bersejarah yang ada di kota Jakarta. Dimulai dari Masjid Istiqlal, Kota Tua, Lubang Buaya dan terakhir adalah TMII Anjungan Jawa Timur.

Nah, berikut ini adalah perjalanan wisata Surianto bersama keluarga saat mengikuti acara Gerak Jalan di TMII yang diadakan oleh komunitas Jawa Timuran.

Baca Juga : Memperingati Hari Pahlawan Dengan Menyusuri Kota Tua Jakarta 2018

TMII Anjungan Jawa Timur

TMII kepanjangan dari Taman Mini Indonesia Indah merupakan objek wisata di Jakarta Timur yang menempati lahan seluas 150 Hektar. Ditengah-tengahnya terdapat danau arsipelago dengan gugusan kepulauan di Indonesia.

TMII Anjungan Jawa Timur
TMII Anjungan Jawa Timur
Gambar : tamanmini.com

TMII memiliki 32 Anjungan Daerah, 18 Museum, 20 Wahana utama dan teater, 22 fasilitas, 13 taman, 7 rumah ibadah dan 13 bangunan utama yang tersebar di area Taman Mini. 

Kali ini, ayodolenrek mengulas tentang Anjungan Jawa Timur yang menjadi bagian dari Taman Mini Indonesia Indah.

Sekilas Tentang Propinsi Jawa Timur

Jawa Timur adalah propinsi dengan ibukota Surabaya yang menjadi kota terbesar kedua di Indonesia dan dikenal sebagai kota Pahlawan. 

Pada masa lalu, di propinsi ini berdiri kerajaan-kerajaan besar yang menjadi cikal bakal Nusantara yang kemudian menjadi Indonesia yaitu Kerajaan Singosari dan Majapahit. Terbukti, sampai sekarang masih banyak situs-situs peninggalan kerajaan-kerajaan tersebut yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

Selain itu, banyak tradisi dan budaya serta objek-objek wisata yang terkenal hingga manca negara berada disini seperti Tradisi Karapan Sapi Madura, Reog Ponorogo dan Gunung Bromo serta objek wisata lainnya.

Anjungan Jawa Timur

Pembangunan Anjungan Jawa Timur di kompleks TMII dimulai pada tanggal 20 April 1975 dilakukan oleh Bapak Moh. Noer, Gubernur Jatim pada masa itu. Dengan memanfaatkan lahan seluas 1 hektar pemberian pemerintah pusat, pemprov Jatim membangun berbagai macam bentuk bangunan rumah dan miniatur bangunan bersejarah di anjungan ini.

Anjungan Jawa Timur TMII merupakan anjungan daerah yang menggambarkan propinsi Jawa Timur dalam lingkup yang lebih kecil. Anjungan ini terbagi dalam tiga bagian yaitu halaman depan, halaman tengah dan halaman ketiga.

Apa saja yang terdapat dalam tiga bagian tersebut?

Halaman Depan
Pada halaman depan atau halaman pertama diisi dengan berbagai hal yang menggambarkan sejarah dan kesenian Jawa Timur.

Gapura Anjungan Jawa Timur Dengan Patung Kembarnya
TMII Anjungan Jawa Timur : Gerak Jalan Dalam Rangka Memperingati Hari Pahlawan 2018
Gambar : cendana news

Pintu masuk bagian depan berupa gapura yang dijaga oleh dua buah patung penjaga yaitu Kotbuto dan Angkobuto. Kedua patung tersebut merupakan gambaran dari patih kembar dari kerajaan Blambangan pada masa raja Menak Jinggo.

Setelah memasuki gapura, kita akan menemukan replika Candi Penataran yang berada di Blitar dalam ukuran yang sebenarnya, dilengkapi dengan sebuah patung Ganesha di dalamnya. Dalam mitologi Hindu, Ganesha merupakan Dewa keperkasaan dan ilmu pengetahuan.

Karapan Sapi Madura di TMII Anjungan Jawa Timur
Karapan Sapi Madura di TMII Anjungan Jawa Timur
Gambar : wikimapia

Tepat disamping replika Candi Penataran, terdapat dua patung orang sedang berlomba mengendarai sepasang sapi dengan latar belakang perbukitan kapur utara. Itulah Kerapan Sapi, tradisi dan perlombaan dari pulau Madura yang terkenal.

Sementara gambaran tentang kejayaan dan keagungan kerajaan Majapahit dilukiskan dalam bentuk relief. Dalam relief tersebut terlukis kisah Raden Wijaya saat dinobatkan sebagai Raja Majapahit Pertama.

Relief penobatan Raden Wijaya di Anjungan Jawa Timur
Relief penobatan Raden Wijaya di Anjungan Jawa Timur

Adegan Sumpah Amukti Palapa juga terlukis dalam bentuk relief yang menggambarkan saat Mahapatih Majapahit, Gadjah Mada, bersumpah tidak akan makan buah Palapa sebelum dapat  menyatukan Nusantara. 

Halaman Tengah
Sedangkan halaman tengah atau halaman kedua dari Anjungan Jawa Timur berisi berbagai hal tentang masa perjuangan terutama mengenai Pertempuran 10 November 1945. Dimana di halaman ini berdiri tegak tugu tiruan dari Tugu Pahlawan Surabaya dengan ukuran lebih kecil menggunakan skala 1:15.

Halaman tengah Anjungan Jawa Timur
Halaman tengah Anjungan Jawa Timur

Lalu sebuah patung seorang pejuang dengan senjata bambu runcing dengan posisi siap menghadapi musuh, berada di depan tugu. Nampak gagah dan penuh semangat, seolah mengingatkan kita betapa gigihnya para pejuang dalam melawan dan mengusir penjajah, meskipun banyak yang gugur sebagai pahlawan bangsa. 

Sementara pada dinding halaman tengah, terpahat relief  perjuangan Arek-arek Suroboyo dalam pertempuran 10 November 1945. Kisah heroik kepahlawanan para pejuang dengan senjata sederhana melawan sekutu yang bersenjata lebih modern terpampang di dinding itu.

Ikon lainnya dari Jawa Timur juga ada di halaman ini berupa bangunan tiruan Menara Mesjid Ampel. Tercatat dalam sejarah bahwa penyebaran agama Islam dengan tokoh Wali Songo, berawal dari propinsi ini. Bahkan kerajaan Majapahit yang kemudian berubah menjadi Demak, juga berada di Jawa Timur.

Halaman Ketiga
Sedangkan pada halaman ketiga, berisikan suasana yang menggambarkan kehidupan alam pedesaan, dimana terlihat beberapa rumah adat Jawa yakni sebuah rumah kepala desa lengkap dengan pendopo dan kenthongannya, yang menjadi bangunan induk dari halaman ini.

Rumah tersebut dibawa dari Ponorogo, sedangkan rumah dalem yang menyatu dengan pendopo itu berasal dari Pacitan, yang sengaja diboyong ke TMII untuk menggambarkan bentuk arsitektur tradisionalnya secara asli dan utuh.

Bangunan rumah lainnya memperagakan bentuk rumah yang berasal dari daerah Madura yang diwakili oleh Kabupaten Sumenep, Pamekasan, bangkalan dan rumah Situbondo, yang merupakan model  perpaduan arsitektur Jawa dan Madura.

Terdapat pula sebuah “langgar” atau mushola kecil, pir yang merupakan alat transportasi dari Bangkalan, perahu-perahu nelayan dan pagupon atau tempat memelihara burung Merpati dalam penampilan yang khas. 

Sementara di sudut-sudut halaman ini ditanam pohon-pohon yang banyak ditemukan di jawa Timur, seperti : Maja, Srikaya, Kelapa gading, Sawo Kecik, Mangga, Kayu Jati dan lain-lain.

Untuk lebih mengenal Anjungan Jawa Timur di Kompleks TMII, mari kita saksikan video berikut ini.


Gerak Jalan Komunitas Jawa Timuran

Tepat pada tanggal 10 November 2018, Komunitas Jawa Timuran yang berada di Jakarta dan sekitarnya mengadakan acara Gerak Jalan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan bertempat di Anjungan Jawa Timur, TMII, Jakarta Timur.

Mbak Dewi dan Nonik di Pendopo Anjungan Jawa Timur
Mbak Dewi dan Nonik di Pendopo Anjungan Jawa Timur

Sebelum berangkat, ratusan peserta berkumpul di pendopo Anjungan Jawa Timur. Tepat pukul 06.00 WIB peserta gerak jalan diberangkatkan oleh Ketua Komunitas Jawa Timuran yaitu Bapak Sanusi yang sekarang menjabat sebagai Walikota Blitar, Jawa Timur.

Surianto dan keluarga di depan Anjungan Jawa Timur
Surianto dan keluarga di depan Anjungan Jawa Timur

Suasana Gerak Jalan Komunitas Jawa Timur di Anjungan Jatim
Suasana Gerak Jalan Komunitas Jawa Timur di Anjungan Jatim

Rute gerak jalan masih di seputaran Taman Mini dan finish di Anjungan Jawa Timur lagi. Para peserta berkumpul di Pendopo Anjungan Jawa Timur dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah.

Paguyupan Probolinggo Di Acara Gerak Jalan Komunitas Jawa Timuran
Paguyupan Probolinggo Di Acara Gerak Jalan Komunitas Jawa Timuran

Paguyuban AREMA pada acara Gerak Jalan Komunitas Jawa Timuran
Paguyuban AREMA pada acara Gerak Jalan Komunitas Jawa Timuran

Pengalaman Naik Kereta Gantung

Mumpung berada di TMII, Cak Sur bersama istri mencoba naik kereta gantung atau Cable Car atau lebih dikenal dengan nama Gondola. Satu pilihan untuk berekreasi melihat Taman Mini dan Miniatur Pulau-Pulau Indonesia dari ketinggian.

Naik Gondola di TMII
Naik Gondola di TMII

Satu pengalaman baru yang cukup memicu adrenalin.

Dengan membayar sebesar sebesar IDR 40K untuk weekday dan IDR 50K untuk weekend, maka kita akan mendapatkan pengalaman yang seru dan menegangkan sambil menikmati keindahan TMII.

Video Perjalanan Ke Jakarta 2018

Berikut ini adalah video perjalanan Surianto bersama keluarga saat mengunjungi objek-objek wisata yang ada di kota metropolitan, Jakarta.


Penutup

Sahabat dolenners, itulah perjalanan wisata sekaligus silaturahmi dari Surianto bersama istri saat mengikuti acara Gerak jalan yang diadakan oleh Komunitas Jawa Timuran yang ada di Kota Jakarta dalam rangka memperingati Hari pahlawan.


9 Hal Menarik Bersama Keluarga Di Alun-Alun Kota Malang

9 Hal Menarik Bersama Keluarga Di Alun-Alun Kota Malang – Menikmati liburan bersama keluarga di Kota Malang tidak perlu bingung harus pergi kemana. Alun-alun”kotak” Kota Malang, adalah destinasi wisata murah meriah yang dapat menjadi pilihan di hari libur. Apalagi sejak alun-alun ini selesai di revitalisasi sehingga banyak hal menarik yang dapat kita lakukan bersama keluarga di tempat ini.

Alun-alun Kota Malang
Fery Feriansyah di Alun-Alun Kota Malang

Saat ini, wajah Alun-Alun Kota Malang atau lebih dikenal dengan nama Alun-Alun Kotak ini terlihat semakin indah dan menawan dengan perbaikan infra struktur jalan, penambahan fasilitas dan wahana permainan anak serta spot-spot foto yang unik, menarik dan instagramable.

Rina rayis di Alun-alun Kota Malang
Rina rayis di Alun-alun Kota Malang

Sehingga tidak hanya warga Malang Raya saja yang menjadikan Alun-alun Kotak ini menjadi destinasi wisata pilihan di hari libur, tapi juga wisatawan dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Selain wajah baru yang semakin menawan, banyak tempat-tempat menarik lainnya di sekeliling Alun-Alun Kota Malang ini.

Sisi lain Alun-Alun Kota Malang
Sisi lain Alun-Alun Kota Malang
Nah, untuk mengetahui hal-hal menarik yang dapat kita lakukan di Alun-Alun Kota Malang ini terutama bagi sahabat dolenners yang berada diluar kota Malang, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

9 Hal Menarik Di Alun-Alun Kota Malang

1. Jalan-jalan Keliling Alun-Alun

Jalanan berpaving membelah Alun-Alun dan menjadi penghubung antara satu tempat dengan tempat lainnya sehingga memudahkan pengunjung jalan-jalan mengelilingi tempat ini tanpa harus menginjak rerumputan.

Jalanan berpaving di Alun-alun Kota Malang
Jalanan berpaving di Alun-alun Kota Malang
Gambar : Halo Malang
Sambil berjalan, kita dapat melihat gedung dan bangunan yang berdiri sejak jaman kolonial dulu seperti Gereja, Masjid Jami, Kantor Pos dan gedung kantor Kabupaten Malang.

Jalanan lebar di Alun-alun Kota Malang
Dua jelita di jalanan paving di Alun-alun Kota Malang

2. Menikmati Keindahan Air Mancur

Lelah berjalan, kita dapat duduk di bangku taman yang nyaman sambil menikmati keindahan air mancur atau pemandangan indah di sekeliling alun-alun. Air mancur di alun-alun Kota Malang ini, akan terlihat semakin indah ketika malam hari, saat lampu-lampu di sekelilingnya menyala memberikan efek cahaya yang mempesona.

Air Mancur di Alun-alun Kota Malang
Air Mancur di Alun-alun Kota Malang
Gambar : Halo Malang

3. Memberi Makan Burung Merpati

Memberi makan burung-burung Merpati di Alun-Alun Kotak ini merupakan kegiatan yang menarik dan menyenangkan terutama bagi anak-anak. Burung-burung Merpati itu akan terbang menghampiri ketika kita menaburkan biji-bijian lalu dengan paruhnya yang mungil mematuki makanannya.

Memberi makan burung Merpati di Alun-alun Kota Malang
Memberi makan burung Merpati di Alun-alun Kota Malang

Terlihat jinak, namun ketika kita berusaha menyentuhnya, maka burung itu akan terbang menjauh seperti peribahasa, “jinak-jinak Merpati.” Satu perumpamaan yang menggambarkan seorang gadis yang sedang di dekati calon pacarnya.

Burung-burung Merpati ini memang sengaja ditempatkan di sini untuk memberi daya tarik dan mempercantik suasana alun-alun kota Malang.

4. Menikmati Keindahan Pohon Tabebuya Kuning

Terdapat sebuah pohon Tabebuya atau Sakura berwarna kuning di area Alun-alun ini. Tapi sayang, tidak dapat kita saksikan keindahannya setiap hari, kita harus menunggunya saat musim semi tiba. Akan sangat beruntung saat kita berada di alun-alun ini dan dapat menyaksikan keindahan bunga Sakura yang bermekaran lalu berguguran.

Seperti yang dilakukan oleh gadis kecil ini bersama bapaknya.

Pohon Tabebuya Kuning di Alun-alun Kota Malang
Pohon Tabebuya Kuning di Alun-alun Kota Malang

Dan, sayang hanya satu pohon saja. Mungkin akan terlihat lebih indah apabila ditanam beberapa pohon yang sama seperti yang terdapat di Jalan Ksatrian Arhanud, Pendem, Kota Batu.

5. Sholat di Alun-Alun Kota Malang 

Khususnya pada hari Jum’at, jamaah yang melaksanakan sholat Jum’at atau sholat Ied sampai meluber hingga ke jalanan. Sehingga pengelolah alun-alun menyediakan shaf-shaft untuk sholat tepat menghadap ke Masjid Jami.

Shaft-shaft untuk sholat di Alun-alun Kota Malang
Shaft-shaft untuk sholat di Alun-alun Kota Malang

Dengan demikian, kita tidak bingung mencari masjid lain untuk melaksanakan sholat. Kita dapat sholat di Alun-Alun Kota Malang.

6. Hangout Sambil Menikmati Wifi Gratis

Nongkrong bersama teman atau pasangan di ALun-Alun Kotak akan semakin betah dan lama dengan adanya fasilitas WiFi gratis yang memang disediakan untuk pengunjung tempat ini.

7. Menikmati Keindahan Masjid Jami

Masjid Jami kota Malang memiliki desain arsitektur yang indah dan megah. Dengan kubah dan kedua menaranya serta menara kecil lainnya membuat Masjid di depan ALun-Alun Kota Malang ini terlihat megah seperti masjid-masjid di Timur Tengah.

Menikmati Keindahan Masjid Jami Malang
Raline dengan latar Masjid Jami Malang

Nah, saat berada di alan-alun ini, kita dapat menyaksikan keindahan Masjid Jami sambil duduk di bangku taman atau sekedar menatapnya sambil berjalan.

Masjid Jami Malang Dari Alun-alun Kota Malang
Masjid Jami Malang Dari Alun-alun Kota Malang

8. Menjajal Spot-spot Foto Yang Unik Dan Menarik 

Meskipun tiap sudut alun-alun Kota Malang dapat menjadi spot foto yang menarik, namun pihak pengelolah telah menyediakan spot-spot unik dan menarik bagi para penggemar fotografi, seperti berikut ini.

Spot Foto Menarik Di Alun-alun Kota Malang
Spot Foto Menarik Di Alun-alun Kota Malang

Wisatawan dari Serpong menjajal spot foto di Alun-alun Malang
Wisatawan dari Serpong menjajal spot foto di Alun-alun Malang

9. Mencoba Wahana Permainan

Bagi pengunjung yang membawa anak, jangan khawatir bila anak anda merasa tidak betah berada disini karena pihak pengelolah telah menyiapkan wahana permainan khusus anak-anak. Sehingga sambil mengawasi anak-anak kita bermain, kita dapat menikmati keindahan Alun-Alun Kota Malang.

Wahana Permainan di Alun-alun Kota Malang
Wahana Permainan di Alun-alun Kota Malang

Penutup

Sahabat dolenners, itulah beberapa hal menarik yang dapat kita lakukan saat berada di Alun-Alun Kota Malang. Sebetulnya, masih banyak hal-hal menarik lainnya yang dapat kita lakukan disini tergantung pada ketersediaan waktu kita. Namun 9 hal tersebut sudah cukup mewakili.

Sebagai warga kota Malang, tentunya akan merasa bangga dengan keindahan Alun-Alun yang menjadi milik bersama warga Malang ini. Namun, membangun dan memperbaiki memang lebih mudah daripada mempertahankannya.

Maka, mari kita jaga dan kita lestarikan objek wisata murah yang menjadi salah satu ikon kota Malang ini.