Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang

Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang – Jika jalan-jalan ke kota Malang tepatnya di Jl. Kuntul No. 2 Sukun, anda akan menemukan sebuah warung rumahan yang menyajikan menu Bakso dan Tahu Bumbu dengan nama Bakso Ndeso. Warung sederhana yang mengusung konsep lesehan ini layak dijadikan tujuan wisata kuliner yang nyaman dengan harga terjangkau.

Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang
Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang

Keunikan dari Bakso Ndeso ini, selain kuahnya yang bening dan rasanya enak adalah bakso dengan daging empuk dan kenyal tapi berisi sambel hijau. Ukurannya cukup besar, namun jika tidak hati-hati saat memakannya, maka bersiaplah untuk merasakan ranjau sambel dari cabe hijau yang terkenal pedas.

Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang
Bakso Ranjau Sambel Hijau
Warung Ndeso Mbak Tutik

Tapi jangan khawatir, beberapa menu minuman segar yang tersedia akan dapat menawarkan rasa pedas di mulut kita.

Tambahan potongan sayur sawi, cambah, tahu putih, siomay basah dan kering akan semakin menambah kelengkapan citarasa Bakso Ndeso ini.

Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang

Penulis sendiri pernah merasakan pedasnya ranjau sambel itu hingga keringat bercucuran membasahi wajah dan tubuh karena tidak siap menerima sensasi pedasnya. Namun, segelas es jeruk secara perlahan mengusir rasa pedas yang membuat ketagihan ini.

Mbak Tutik Dan Milagros
Mbak Tutik pemilik Bakso Ndeso mencoba Milagros
Selain bakso, menu andalan dari warung Mbak Tutik Puji Rahayu ini adalah Tahu Bumbu. Rasanya pas di lidah dan harganya pun terjangkau. Sangat cocok bagi kita semua yang merindukan suasana rumah dan menikmati kuliner warungan.

Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang
Bakso Ndeso Mbak Tutik Sukun, Malang

Bakso Ndeso terletak diujung Jalan Kuntul, Sukun, Malang. Lokasinya yang strategis membuat penikmat kuliner bakso akan mudah menemukannya. Tempatnya nyaman dengan area parkir cukup luas dan aman.

Nah, tunggu apalagi? Mari berwisata kuliner dengan konsep lesehan di warung Ndeso Mbak Tutik, Sukun Malang.


Wisata Kuliner Lainnya :


  

Menikmati Kuliner Khas Warung “Mungil” Jagalan, Mungil Warungnya Tapi Mak Nyuss Rasanya

Warung “Mungil” Jagalan,  Malang – Sebuah warung makan sederhana yang berada di ujung Jl. Nusakambangan 12, Malang ini memang kecil dan mungil ukurannya, tapi ketika anda mencoba kuliner khasnya yaitu Rawon dan Ketan Mendolnya, maka lidah akan menari merasakan sensasi rasanya. Mak Nyuss dan mantap, kata Pak Bondan Winarno.

Menikmati Kuliner Khas Warung “Mungil” Jagalan,  Mungil Warungnya Tapi Mak Nyuss Rasanya

Sepanjang pengamatan penulis, Warung Mungil ini dari hari ke hari semakin berkembang menjadi lebih baik, mulai dari penampilan fisiknya, citarasa makanan, pelayanan maupun menu yang ditawarkan.   

Dari kecil akan tumbuh menjadi besar dan akan semakin besar jika dikelolah dengan kesabaran, ketekunan dan semangat perjuangan memperbaiki diri. Semangat itulah yang melekat pada diri Tutut Handayani, pemilik warung di ujung Jagalan, kota Malang ini. Berani mencoba resep baru, menu baru dan hal-hal baru yang membuat warungnya semakin maju.

Pemilik warung mungil dan pelanggannya
Mbak Tutut (jilbab merah) dengan pelanggan setianya

Keramahan dan keluwesan sosok wanita cantik dan mungil ini, semakin menambah daya tarik warungnya. Bahkan, saat ini, warung nan mungil ini sudah memiliki pelanggan tetap dari beberapa komunitas, salah satunya adalah komunitas alumni smanda Malang angkatan 1987 dan 1988.

Alumni smanda88 di warung Mungil
Alumni SMANDA 88 di Warung Mungil

Menu andalan dari warung Mbak Tutut ini adalah Rawon, Ketan Mendol dan Kopi Lanang. Daging rawon yang empuk bercampur dengan bumbu-bumbu yang khas ditambah dengan telor asin atau krupuk, akan membuat kita mendesis saat memakannya. Tapi ingat, jangan terlalu banyak sambel karena sambelnya sangat pedas.

Rawon Warung Mungil
Rawon Warung Mungil

Jika anda sedang tidak ingin makanan berat, maka Ketan Mendol dan Kopi Lanang adalah pilihan yang tepat sambil menikmati suasana jalan Nusakambangan.

Ketan Mendol Warung Mungil
Ketan Mendol Warung Mungil

Ramuan ketan dengan berbagai varian, sudah banyak kita temukan di tempat lain. Namun, sajian ketan dengan parutan kelapa plus mendol adalah sesuatu yang berbeda dan unik. Ketika mencobanya maka ungkapan Bondan Winarno almarhum, pakar kuliner Indonesia, akan terucap dari bibir kita, “Mak Nyuss bro and sis ..”

Dan, Kopi Lanang. Dari namanya menyiratkan sesuatu tentang “lanang” yang artinya kejantanan atau kelaki-lakian, bagaimana dengan rasanya?

Bagi penggemar kopi, pasti akan merasakan sensasi rasa yang berbeda. Saat minum kopi Lanang buatan Mbak Tutut, maka mata yang mengantuk akan menjadi melek dan terbelalak, jiwa yang sedang galau akan bangkit penuh semangat hidup dan seorang laki-laki akan menjadi perkasa dan jantan luar dalam.

Kopi Lanang Warung Mungil


Mungkin agak berlebihan, tapi jika anda mencobanya sendiri, tentunya akan membenarkan pernyataan itu ketika menikmati secangkir kopi lanang dengan merk “Jaran Ngaceng.” Anda juga dapat membelinya dalam bentuk kemasan sedang.

Nah, itulah kuliner khas dari warung “Mungil” Jagalan, Malang. Selain Rawon, menu pilihan lainnya adalah Nasi Campur dan Nasi Pecel.

Tidak hanya di warung saja, Mbak Tutut juga melayani pesanan makanan sesuai dengan keinginan anda termasuk salah satunya yang banyak digemari adalah Cake Tape. Dengan harga terjangkau namun rasanya sangat menggoda.

Cake Tape Warung Mungil
Cake Tape Warung Mungil

Untuk pemesanan silahkan hubungi nomer 08235022850 dengan Mbak Tutut Handayani baik melalui WA maupun telpon langsung.

Tunggu apalagi? Mari datang dan mencoba kuliner khas Warung Mungil Jagalan, Malang.



Wisata Kuliner Lainnya :




Jalan-jalan Ke Museum Kereta Api Ambarawa, Mengenang Heroisme Perjuangan Bangsa Indonesia

Jalan-jalan Ke Museum Kereta Api Ambarawa, Mengenang Heroisme Perjuangan Bangsa Indonesia – Banyak kenangan perjuangan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan 73 tahun yang silam dan terukir pada sosok kereta api. Perjuangan yang penuh dengan lelehan darah dan air mata hingga akhirnya merenggut jiwa para pendahulu kita.

Masih ingatkah kita dengan “Gerbong Maut” yang tersimpan di Museum Brawijaya, sudah lupakah kita dengan monument kereta maut yang berada di pusat kota Situbondo dan masih banyak gerbong-gerbong kereta api lainnya yang menjadi tempat pemakaman para pejuang Indonesia?

Sungguh miris jika membayangkan betapa berat penderitaan mereka kala itu.

Satu hal yang patut dijadikan teladan dari perjalanan wisata alumni SMP Negeri 2 Malang angkatan 1976. Mereka memilih objek-objek wisata yang mengandung nilai-nilai sejarah Bangsa Indonesia. Jika sebelumnya mengunjungi Candi Gedong Songo, kali ini mereka mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa.

Jalan-jalan Ke Museum Kereta Api Ambarawa, Mengenang Heroisme Perjuangan Bangsa Indonesia
Alumni 1976, SMP Negeri 2 Malang
Di Museum Kereta Api Ambarawa

Meskipun dengan tujuan wisata, namun secara tidak langsung, kenangan heroisme perjuangan bangsa Indonesia saat melawan penjajahan Belanda, kembali membayang dalam ingatan. Seperti Surabaya yang dijuluki sebagai Kota Pahlawan, maka nama Ambarawa merupakan nama kota yang terkenal dengan Pertempuran Ambarawa atau Palagan Ambarawa.

Jalan-jalan Ke Museum Kereta Api Ambarawa, Mengenang Heroisme Perjuangan Bangsa Indonesia
Mas Chus dkk di pintu masuk
Museum Kereta Api Ambarawa

Tentang perjuangan tentara Indonesia dibawah pimpinan Kolonel Sudirman melawan tentara sekutu yang ditumpangi oleh NICA, akan kita bahas pada artikel lainnya. Kali ini mari kita melihat dan mengenal lebih dekat Museum Kereta Api Ambarawa.

Tentang Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa memang dulunya adalah stasiun kereta api tempo dulu yang dialih-fungsikan menjadi sebuah museum pada tahun 1973. Koleksi kereta api dan aksesorisnya cukup lengkap dan unik.

Mulai memasuki pintu masuk, ruang tunggu, tempat pembayaran loket, dan hampir semua fasilitas di museum ini suasana tempo dulu terasa sangat kental, begitu pula saat keluar. 

Alumni SMPN 2 Malang di Museum Kereta Api Ambarawa
Ibu-ibu Alumni SMPN 2 Malang di Museum Kereta Api Ambarawa

Sebuah gerbong dan lokomotif tua masih terpajang dengan apik, sementara di sudut lainnya ada lokomotif uap yang antik dan diletakkan di halaman museum, seri B,C,D dan CC yang paling besar. Ditambah lagi dengan sebuah kereta api bergigi yang hanya ada 3 saja di dunia. 

Di museum ini, kita tidak hanya dapat melihat dan berfoto saja, tapi juga bisa naik kereta api uap bergerigi dengan rute Ambarawa menuju Tuntang dikenakan tarif sebesar Rp 50.000 per orang. Kita juga dapat merasakan sensasi menaiki Kereta Api Lori dengan tarif yang lebih murah yakni sebesar Rp 15.000 saja. 

Alumni SMPN 2 Malang Mencoba Gerbong KA di Museum Ambarawa
Alumni SMPN 2 Malang Mencoba Gerbong KA di Museum Ambarawa

Hal yang menjadikan kereta api uap ini unik dan menarik adalah kereta ini masih menggunakan bahan bakar berupa kayu bakar. Ditambah dengan bunyinya yang khas dan asap yang membumbung melalui cerobongnya.

Sepanjang perjalanan menggunakan kereta api uap ini, kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah berupa hamparan sawah nan hijau serta sosok Gunung Merbabu yang berdiri megah. Satu pemandangan yang akan melekat dalam benak kita.

Sejarah Museum Kereta Api Ambarawa

Pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, Ambarawa semula merupakan sebuah kota militer, namun Raja Willem  memerintahkan untuk membangun sebuah stasiun kereta api dengan tujuan memudahkan untuk mengangkut tentaranya ke Semarang. Kemudian di atas tanah seluas 127.500 m² pada tanggal 21 Mei 1873, stasiun kereta api Ambarawa dibangun.

Nama yang dikenal pertama kali adalah Stasiun Willem I

Pada awalnya, stasiun Ambarawa menjadi titik persimpangan antara kereta dengan lebar 1.435 mm ke arah Kedungjati dengan kereta lebar 1.067 mm ke arah Yogyakarta melalui Magelang. Terlihat pada kedua sisinya yang dibangun stasiun kereta api untuk mengakomodasi ukuran lebar sepur dengan ukuran berbeda.

Alumni SMPN 2 Malang di Museum Kereta Api Ambarawa
Alumni SMPN 2 Malang di salah satu ruangan Museum Kereta Api Ambarawa

Setelah berakhirnya penjajahan Belanda, untuk tetap melestarikan lokomotif uap yang ada, maka pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa didirikan museum kereta api dan jalur rel 1.435 mm milik Perusahaan Negara Kereta Api yang sudah ditutup, dibuka kembali.

Sehingga museum Ambarawa Ini menjadi museum terbuka yang terdapat pada kompleks stasiun.

Penutup

Mengutip syair lagu anak-anak,
“Naik kereta api, tut tut tut. Siapa hendak turun…”
Menginjak usia jelita atau Lolita, kenangan masa kanak-kanak memang sering membayang dalam hati. Sehingga merasakan kembali perjalanan naik kereta api akan dapat mengobati kerinduan tersebut.

Gaya bebas Mas Chus dkk di Museum Kereta Api Ambarawa
Gaya bebas Mas Chus dkk di Museum Kereta Api Ambarawa

Begitu pula dengan mas Chusbianto dan kawan-kawan alumni SMP Negeri 2 Malang. Selain melakukan perjalanan wisata, mereka juga mengenang kembali heroism perjuangan para pahlawan kita saat melawan penjajah.

Tunggu apalagi? Mari jalan-jalan ke tempat-tempat bersejarah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi? 

Ayo dolen rek..

Untuk menjaga agar perjalanan wisata anda tidak terganggu dengan menurunnya kondisi fisik, maka sebaiknya anda membawa bekal Milagros, Air kesehatan alami dan kekinian.

Untuk pemesanan hubungi Sulistyo 082159098986, baik melalui SMS/WA atau telpon langsung, Milagros anda akan kami kirim ke alamat rumah anda atau akan kami lewatkan stok case terdekat dimana anda berada.

Perjalanan Wisata Lainnya :


Dari Timur Ke Utara Untuk Menikmati Durian Di Kedai Ucok Medan Yang Terkenal

Dari Timur Ke Utara Untuk Menikmati Durian Di Kedai Ucok Medan Yang Terkenal – Ketenaran kuliner di kedai Ucok Durian di Medan, Sumatera Utara, memang sudah tidak diragukan lagi. Kepopuleran kedai Ucok ini memikat hati Lila Zoehry sehingga jauh-jauh dari Jawa Timur, tepatnya dari kota Malang, mengunjungi kota Medan untuk menikmati durian Ucok.

Dari Timur Ke Utara Untuk Menikmati Durian Di Kedai Ucok Medan Yang Terkenal
Lila dkk di Kedai Ucok Durian Medan, Sumut

Tidak hanya Lila dan masyarakat umum saja yang mengenalnya, bahkan Presiden RI Joko Widodo sempat berwisata kuliner di kedai dengan ciri khas durian Medan ini. Setelah menghadiri serangkaian upacara adat pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution pada Sabtu, 25 Desember 2017, Jokowi menyempatkan diri untuk menikmati durian di kedai durian Ucok ini, bahkan beliau sempat mengunggah foto dan komentar dalam media sosial Facebook miliknya. 

 “Kata orang-orang, kalau ke Medan dan tak makan durian, serasa ada yang kurang. Semalam, saya menikmati lezatnya durian Medan bersama ibu, anak dan cucu,” tulis Jokowi dalam akun sosial medianya. 
Maka, dapat dibayangkan betapa terkenalnya kedai durian ini.

Nah, bagi Anda yang belum sempat mengunjungi Kedai Ucok Durian, maka ulasan ayodolenrek berikut ini mudah-mudahan dapat menjadi acuan atau sekedar menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang salah satu wisata kuliner terkenal di kota Medan.

Tentang Kedai Ucok Durian 

Tempat atau warung yang disebut Kedai oleh orang Medan dengan sajian utama sang raja buah ini, dimiliki oleh Zainal Abidin atau yang akrab disapa Ucok. Sehingga lama kelamaan kedai ini dikenal dengan nama Kedai Ucok Durian.

Zainal Abidin alias Ucok sudah merintis usaha berjualan durian ini sejak lama, akan tetapi baru 10 tahun belakangan ini kedainya menjadi terkenal.

Awalnya, selama sembilan tahun ia ikut orang berjualan durian, kemudian ia mencoba berjualan sendiri. Namun, tidak seperti sekarang. Ucok sempat merasakan jatuh bangun selama menjalankan bisnis raja buah ini. Usahanya diawali dari kaki lima. Alhamdulillah, sekarang kedainya sudah menjadi ikon wisata kuliner kota Medan.

Kedai Ucok Durian Medan, Sumatera Utara
Kedai Ucok Durian Medan, Sumatera Utara

Sekarang ini berbagai kalangan dari berbagai daerah di Indonesia, banyak yang datang ke Kedai Ucok Durian ini. Mulai dari pejabat, artis dan masyarakat umum.

Kedai Ucok Durian ini buka selama 24 jam sehingga kita dapat datang kapan saja untuk menikmati citarasa durian dengan berbagai olahan. Ciri khas dari durian bang Ucok ini adalah manis legit dan pahit. Satu citarasa yang diburu oleh penggemar durian.

Kedai Ucok Durian Medan, Sumatera Utara
Lila dan Tim Marketing Sun Life Insurance di
Kedai Ucok Durian Medan, Sumatera Utara

Keisimewaan dari Kedai Ucok ini adalah jaminan rasa duriannya. Jika kita makan di tempat, lalu merasa duriannya kurang enak, maka kita dapat langsung menukarkannya tanpa tambahan biaya. Maka, wajar bila kedai durian ini menjadi terkenal. Harga sesuai dengan citarasanya.

Kuliner Olahan Durian Di Kedai Ucok

Untungnya bisnis durian ini salah satunya adalah semua bagian buahnya tidak akan terbuang sia-sia. Durian yang sudah terbuka atau reject dapat dipasok ke usaha rumahan untuk dibuat aneka camilan berbahan dasar durian. 

Olahan Durian di Kedai Ucok Medan
Olahan Durian di Kedai Ucok Medan

Menu sajian Kedai Ucok Durian tidak hanya buah durian saja atau durian kupas, namun juga menyediakan pancake durian, daging durian, durian beku, buah durian utuh, dan es krim durian dengan kisaran harga mulai dari Rp 40.000 per buah. Selain itu ada juga paket durian kemasan dengan harga mulai dari Rp 100.000 hingga Rp. 500.000. 

Durian Ucok Sebagai Oleh-oleh 

Tidak enak jika makan durian sendirian, ketika teringat dengan keluarga atau kerabat, maka kita juga bisa membawa durian tersebut sebagai buah tangan. Kita dapat memilih duriannya terlebih dahulu lalu akan dikupas kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat kemudian dikemas dengan rapi dan aman sehingga citarasanya tidak berkurang.

Untuk menjaga citarasa durian agar tetap enak, durian yang sudah dikemas rapi tersebut harus disimpan di ruangan dingin atau menggunakan AC selama 24 jam. 

Perjalanan Kuliner Lila Zoehry

Setelah mengunjungi Istana Maimun Medan, Lila bersama tim Marketing Sun Life Insurance, mengunjungi Kedai Ucok Durian. Pada dasarnya, wanita ulet dan tangguh ini adalah seorang durian lover sehingga perjalanan dinasnya ini sekaligus menjadi perjalanan kuliner berburu durian dengan citarasa pahit dan legit.

Durian di Kedai Ucok Medan, Sumut
Durian di Kedai Ucok Medan, Sumut

Dan, Kedai Ucok Durian adalah tempat yang tepat.

Puas menikmati citarasa durian di Kedai Ucok, Lila melanjukan perjalanan wisata dan kulinernya selama berada di kota Medan. Tujuan wisata selanjutnya adalah Danau Toba.

Dari Timur Ke Utara Untuk Menikmati Durian Di Kedai Ucok Medan Yang Terkenal
Kedai Ucok Durian Medan, Sumatera Utara

Durian memang memiliki citarasa yang menggoda selera, namun jangan terlena karena kandungan koleterolnya yang tinggi. Maka sebaiknya, habis makan durian minumlah Milagros, air yang mengandung Alkali dengan PH>8, anti oksidan dan skalar energi.

Akhir Wisata Kuliner di Kedai Ucok Durian

Mengutip peribahasa lama,
“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”
Semakin sering kita melakukan perjalanan mengunjungi berbagai daerah, maka kita akan semakin mengenal masyarakat, budaya, adat istiadat dan kulinernya.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Mau Wisata Spiritual?

Kami menyediakan paket wisata spiritual sebagai berikut :

  • Paket Wisata Wali Songo
  • Paket Wisata 7 Sumber Mata Air

Bagi anda yang berminat atau ingin mendapatkan informasi lebih detail silahkan menghubungi nomer 0821 5909 8986 baik SMS, WA maupun telpon langsung.

Sumber : Kompas.com

Artikel Wisata Lainnya :


Solo Traveller? Ini Tips Terbaik Agar Perjalanan Aman dan Menyenangkan

10 Tips Jitu “Solo Travelling” Bagi Si Penyendiri – Kadang kita ingin menikmati sesuatu seorang diri terutama saat sedang putus cinta, ada masalah keluarga dan sedang ingin mencari ide atau sedang menginginkan suasana tenang. Ketika saat itu datang menghampiri kita, maka melakukan perjalanan wisata seorang diri menjadi satu pilihan.

Solo Traveller? Ini Tips Terbaik Agar Perjalanan Aman dan Menyenangkan
Solo Traveller? Ini Tips Terbaik Agar Perjalanan Aman dan Menyenangkan

Alasan lainnya adalah rasa ketertarikan terhadap suatu objek wisata tidak sama dengan teman lainnya. Sebagai contoh, kita suka wisata alam yang tenang dan damai sementara teman lainnya menginginkan wisata yang ramai sehingga ada sedikit rasa enggan jika kita mengikuti perjalanan wisata teman-teman, demikian pula sebaliknya.

Sehingga jalan terbaik adalah melakukan perjalanan seorang diri yang sesuai dengan keinginan kita.

Melakukan perjalanan wisata seorang diri atau disebut solo travelling, single travelling, atau alone travelling, memang banyak resikonya. Namun, dengan solo travelling akan membuat kita menjadi pribadi yang mandiri. Karena akan sendirian tanpa teman yang sudah kita kenal dengan baik.

Tak jarang kita tersesat dan harus mencari jalan sendiri, bertemu dengan orang-orang asing, merasakan suasana yang asing dan menghadapi bahaya seorang diri.

Namun, semua itu akan membentuk kita menjadi sosok pribadi yang lebih matang dan mandiri.

Untuk mengurangi resiko yang mungkin akan terjadi sehingga perjalanan wisata kita terasa nyaman dan menyenangkan meskipun hanya seorang diri, maka berikut ini adalah beberapa 10 tips terbaik bagi seorang solo travelling.

10 Tips Terbaik Bagi “Solo Travelling”

1. Menggali informasi sebanyak mungkin

Sebelum melakukan solo travelling, sebaiknya kita menggali informasi sebanyak dan selengkap mungkin tentang objek wisata yang akan kita tuju. Baik dari orang-orang yang sudah pernah kesana maupun informasi yang banyak bertebaran di internet. Mbah Google merupakan tempat yang tepat untuk bertanya.

Menggali Informasi Sebanyak Mungkin
Menggali Informasi Sebanyak Mungkin

Dengan semakin banyak informasi yang kita dapat, maka akan semakin mudah perjalanan yang akan kita lakukan.

Lalu informasi apa saja yang harus kita kumpulkan? Berikut ini adalah beberapa inormasi yang sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan wisata.
  • Lokasi wisata
  • Jenis transportasinya
  • Hotel dan Penginapan
  • Rute perjalanan
  • Rumah sakit dan Kantor Polisi
  • Tradisi dan budaya masyarakat setempat

2. Packing sederhana

Sebagai seorang solo traveller, sebaiknya kita membawa perlengkapan seperlunya saja agar barang bawaan kita mudah dibawa.  Hal terpenting adalah surat-surat identitas diri dan jangan lupa untuk mempersiapkan scan atau fotocopy identitas semisal pasport, SIM, KTP lalu dikirim melalui akun email atau anggota keluarga. 

Packing Sederhana
Packing Sederhana

Dengan tujuan akan sangat membantu jika seandainya barang-barang yang kita bawa hilang selama melakukan perjalanan wisata atau ada resiko lainnya.

3. Membuat itinerary perjalanan

Mengutip dari explorediengtour.com , pengertian Itinerary secara bahasa artinya adalah rencana dan secara istilah adalah daftar yang mengurutkan kegiatan perjalanan wisata secara kronologis. Lengkap dengan informasi pendukung seperti lokasi, jumlah hari, kegiatan wisatawan, informasi meals (makan), akomodasi dan transportasi, serta hal-hal pendukung lainnya seperti include, exlude, biaya tambahan dan catatan lainnya. 

Membuat itinerary perjalanan
Membuat itinerary perjalanan

Bagi wisatawan, membuat rencana perjalanan baik perjalanan pendek maupun panjang sangatlah penting sebagai pegangan atau panduan. Disamping akan menghemat waktu juga akan menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hal-hal yang tidak penting.

4. Hindari perjalanan malam hari

Melakukan perjalanan pada malam hari memang cukup beresiko apalagi ditempat asing dengan lingkungan dan orang-orang yang tidak kita kenal dengan baik. Sehingga sebaiknya hindari perjalanan malam hari.

Hindari perjalanan malam hari
Hindari perjalanan malam hari

Jika memang harus dilakukan, sebaiknya pastikan dulu segala sesuatunya dengan baik dan hindari tempat-tempat sepi yang jarang dikunjungi orang banyak pada malam hari.

5. Mempelajari bahasa setempat

Satu hal yang tidak dapat dihindari ketika melakukan perjalanan adalah bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang baru. Sehingga penguasaan bahasa menjadi salah satu kuncinya.  Disamping bahasa utama seperti bahasa Inggris, bahasa lokal atau bahasa setempat sedikit banyak harus kita pelajari sehingga tidak mengalami kesulitan pada saat berada dalam situasi di mana kamu memerlukan bantuan orang lain. 

Mempelajari bahasa setempat
Mempelajari bahasa setempat

6. Bersikap tenang dan tidak mudah panik

Bersikap tenang, wajar dan jangan mudah panik adalah salah satu bekal yang harus kita miliki saat melakukan perjalanan seorang diri. Jika belum memiliki ketiga hal tersebut, berlatihlah sebelum melakukan solo travelling.

Bersikap tenang dan tidak mudah panik
Bersikap tenang dan tidak mudah panik

Karena ketika kita terlihat bingung, takut atau panik maka dengan mudah orang yang berniat jahat akan memanfaatkannya. 

7. Jangan mengaku seorang solo traveller kepada orang asing

Satu hal yang harus kita ingat ketika berada di tempat yang asing dengan orang-orang yang baru saja kita kenal, jangan mengaku sebagai solo travelling. Hal ini untuk menjaga dan menghindar dari niat buruk orang-orang yang baru saja kita kenal karena kita berada seorang diri di tempat asing.

Jangan mengaku seorang solo traveller
Jangan mengaku seorang solo traveller

8. Memberi kabar kepada keluarga

Komunikasi dengan keluarga atau kerabat harus sering kita lakukan dengan memberikan kabar posisi, tempat tinggal, keadaan dan rencana perjalanan kita berikutnya. Selain membuat mereka merasa tenang, hal ini juga akan memudahkan kita apabila tersandung masalah di perjalanan.

Memberi kabar pada keluarga
Memberi kabar pada keluarga

9. Hati-hati Dengan Barang Bawaan

Pada jaman dimana kejahatan semakin menggila, sebaiknya kita harus berhati-hati saat melakukan perjalanan seorang diri terutama dengan barang bawaan kita. Jangan mau jika ada orang lain menitipkan barang dan perhatikan tas, ransel atau koper kita agar jangan sampai tertukar dengan milik orang lain.

hati-hati dengan barang bawaan
hati-hati dengan barang bawaan

10. Berdoa Memohon Perlindungan Tuhan YME

Dan yang terakhir, jangan lupa memanjatkan doa kepada Tuhan YME memohon perlindungan, kesehatan dan keselamatan serta dihindarkan dari marabahaya.

Berdoa memohon perlindungan Tuhan
Berdoa memohon perlindungan Tuhan

Nah, itulah 10 Tips terbaik bagi seorang Solo Travelling. Jika kita sudah dapat melakukan 10 hal tersebut, maka dapat dikatakan perjalanan wisata kita akan aman dan menyenangkan meskipun hanya seorang diri.

Satu hal lagi yang sangat penting, jagalah kesehatan!!!

Untuk menjaga kondisi tubuh, mencegah dan melindungi diri dari penyakit, silahkan minum Milagros, Air "Three in One" yang mengandung Antioksidan, alkali dengan PH>8 dan skalar energi.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..


Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan – Salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara yang terkenal adalah Istana Maimun, istana yang indah dan menyimpan banyak peristiwa sejarah. Sehingga dapat menikmati keindahan dan mengenal sejarah istana Maimun merupakan satu hal yang menyenangkan dan diinginkan semua orang terutama yang jauh dari Medan.

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Kesempatan itu datang ketika Lila Zoehry menjalankan tugas dari perusahaannya, Sun Life Insurance berkunjung ke kota Medan. Maka, sambil menyelam minum air, wanita yang hobi travelling ini sekaligus menikmati keindahan dan mengenal sejarah Istana Maimun.

Untuk lebih mengenal istana kebesaran kerajaan Deli ini lebih detail, mari kita ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Istana Maimun Medan 

Ada tiga hal yang menarik dan menjadi ciri khas dari Istana Maimun ini yaitu aristektur bangunan yang indah, keunikan meriam puntung dan legenda Putri Hijau. Sehingga selain menikmati keindahan arsitektur istana, alangkah baiknya jika kita juga mengenal sejarah dan asal usul Meriam Puntung dan Putri Hijau.

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Lila dkk di Istana Maimun Medan


Sejarah Istana Maimun

Istana Maimun dibangun pada masa kekuasaan Sultan Makmun al-Rasyid Perkasa Alamsyah, putra sulung Sultan Mahmud Perkasa Alam, pendiri kota Medan, pada 25 Agustus 1888 Masehi. Istana yang menjadi kebesaran Kerajaan Deli ini didominasi dengan warna kuning, yang merupakan warna kebesaran kerajaan Melayu. 

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Lila dkk di Pintu Masuk Istana Maimun, Medan

Setelah kemerdekaan Indonesia, istana yang pernah dikuasai Belanda ini mulai tahun 1946 dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli. Layaknya istana raja, berbagai jamuan, pertemuan dan perhelatan  acara keluarga sultan dilaksanakan disini seperti pesta perkawinan, pertunjukan musik tradisional Melayu dan kegiatan sukacita lainnya. 

Acara rutin yang dilakukan oleh keluarga besar istana antara lain adalah acara silaturahmi antar keluarga besar istana yang diadakan dua kali dalam setahun  dan acara Rawatib yang diselenggarakan setiap malam Jumat.

Balairung Istana Maimun
Balairung Istana Maimun

Selain menjadi kediaman keluarga besar Sultan, Istana Maimun juga menjadi objek wisata andalan kota Medan. Para pengunjung dapat melihat-lihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata. 

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Koleksi Istana Maimun Medan

Dan yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan adalah meriam buntung yang memiliki kisah tersendiri. Meriam Puntung nama yang diberikan oleh orang Medan.

Kisah Meriam Puntung Dan Putri Hijau

Dalam kisahnya, diceritakan jika meriam puntung ini erat kaitannya dengan kisah Putri Hijau. Dimana pada masa lalu ada satu kerajaan di Medan bernama Kerajaan Timur Raya. Dan, disitulah Putri Hijau tinggal. Seorang putri yang cantik jelita dan tubuhnya memancarkan warna kehijauan sehingga dijuluki sebagai Putri Hijau. 

Putri Hijau tidak sendiri melainkan bersama dua orang saudara laki-lakinya yang bernama Mambang Yasid dan Mambang Khayali. 

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Koleksi Istana Maimun Medan

Ketentraman keluarga Kerajaan Timur Raya ini terusik ketika Raja Aceh datang dan berniat meminang Putri Hijau. Akan tetapi, kedua saudara sang putri menolak pinangan tersebut sehingga Raja Aceh menjadi marah, lalu menyerang Kerajaan Timur Raya. 

Pertempuran sengit pun terjadi, namun Raja Aceh berhasil mengalahkan pasukan yang dipimpin oleh Mambang Yasid. Setelah memenangkan pertempuran, Raja Aceh memerintahkan pasukannya untuk menculik Putri Hijau.

Namun, sebelum niatnya itu terlaksana, secara ajaib, Mambang Khayali marah dan berubah menjadi sebuah meriam lalu menembak membabi-buta tanpa henti menyerang pasukan Aceh. Karena menembakkan peluru tanpa henti lama kelamaan meriam itu panas dan terpecah menjadi dua.

Meriam PuntungIstana Maimun Medan
Meriam PuntungIstana Maimun Medan
Gambar : TripAdvisor

Ketika ditemukan, bagian depannya berada di daerah Surbakti, dataran tinggi Karo, dekat Kabanjahe sedangkan bagian belakangnya terlempar ke Labuhan Deli, kemudian dipindahkan ke halaman Istana Maimun.

Itulah sepenggal kisah Meriam Puntung dan Putri Hijau.

Lokasi Istana Maimun

Karena kepopulerannya, cukup mudah bagi kita untuk menemukan Istana Maimun ini, tepatnya berada di Jl. Brigadir Jenderal Katamso, kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara.

Luas Istana Maimun

Istana kebesaran Kerajaan Deli ini sangat luas, luas istananya saja kurang lebih sekitar 2.772 m, sedangkan luas halamannya mencapai 4 hektar kemudian panjang dari depan kebelakang mencapai 75,50 m dan tinggi bangunan mencapai 14,14 m. Istana dengan bangunan bertingkat dua ini ditopang oleh tiang kayu dan batu. 

Arsitektur Istana Maimun

Bangunan Istana Maimun ini menggunakan arsitektur perpaduan antara ciri arsitektur Moghul, Timur Tengah, Spanyol, India, Belanda dan Melayu. Ciri khas arsitektur Belanda tampak pada bentuk pintu dan jendela yang lebar dan tinggi sementara beberapa pintu lainnya menunjukkan pengaruh Spanyol. 

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Lila Zoehry di beranda Istana Maimun Medan

Sedangkan ciri arsitektur Islam tampak pada keberadaaan lengkungan atau arcade pada atapnya dengan tinggi lengkungan berkisar antara 5 sampai 8 meter. Di kawasan Timur Tengah, India dan Turki, bentuk lengkungan seperti ini sangat populer.

Terdapat tiga ruang utama di Istana Maimun, yaitu : 

  1. Bangunan induk atau Balairung  dengan luas 412 m2, dimana singgasana kerajaan berada. Singgasana kerajaan digunakan dalam acara-acara tertentu, seperti penobatan raja, ataupun ketika menerima sembah sujud keluarga istana pada hari-hari besar Islam.Di Balairung ini terdapat sebuah lampu kristal besar bergaya Eropa yang menambah keindahannya.
  2. Bangunan Sayap kanan 
  3. Bangunan Sayap kiri

Istana Maimun juga memiliki 30 ruangan dengan desain interior yang unik, merupakan perpaduan seni dari berbagai negeri. 

Balairung Istana Maimun
Lila dkk di Balairung Istana Maimun Medan

Jika dilihat dari sisi luar, istana kerajaan Deli yang menghadap ke timur ini terlihat seperti istana para raja Moghul.

Arsitek Istana Maimun

Belum ada kejelasan tentang perancang sebenarnya dari Istana yang indah ini. Sebagian sumber menyebutkan jika perancangnya adalah seorang arsitek berkebangsaan Italia, sedangkan sumber lainnya, mengungkapkan bila arsiteknya adalah seorang Kapitan Belanda bernama T. H. Van Erp.

Akhir Perjalanan Di Istana Maimun 

Setelah menikmati keindahan dan mengenal sejarah Istana Maimun Medan, terasa semakin lengkap perbendaharaan wisata seorang Lila Zoehry. Sudah cukup banyak objek-objek wisata baik di tanah air maupun manca negara yang pernah dikunjunginya.

Menikmati Keindahan Dan Mengenal Sejarah Istana Maimun Medan
Lila di Singgasana Raja Istana Maimun Medan

Tapi, tidak hanya Istana Maimun yang dikunjunginya. Danau Toba yang sangat indah dan memiliki kisah legenda adalah target berikutnya.

Sebagai penutup,
“Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai.”
Semoga perjalanan wisata ini dapat menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan kita tentang objek wisata di tanah air.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Perjalanan Wisata Lainnya :

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina  - Pencak Silat adalah seni bela diri asli Nusantara yang berkembang sejak jaman kerajaan dahulu, mulai dari Mataram Kuno hingga Majapahit. Namun, semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit, banyak warisan budaya maupun pusaka leluhur yang turut lenyap dari perbendaharaan sejarah. Salah satunya adalah aliran bela diri yang bernama Sundang Majapahit.

Bela diri Asli Majapahit
Sundang Majapahit, Bela diri pasukan Majapahit
Gambar : idsejarah.net

Hingga sekarang di Indonesia, aliran pencak silat yang tercatat di organisasi IPSI tidak ada yang bernama Sundang Majapahit. Namun, di negeri tetangga Filiphina justru aliran bela diri ini sangat populer hingga menjadi salah satu teknik bela diri yang wajib dikuasai oleh petugas kepolisian di sana dengan nama Kali Majapahit.

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Kali Majapahit, Populer di Filiphina
Gambar : Boombastis.com

Hingga detik ini, aliran bela diri warisan kerajaan Majapahit ini menjadi olahraga bela diri yang sangat populer dan menjadi ciri khas negara Filiphina.

Sungguh Ironis ! Terlupakan di negeri asalnya namun terkenal di negeri lain.

Apakah negara Filiphina mencurinya dari Indonesia? Tidak. Tapi perjalanan sejarah yang membawa aliran bela diri ini masuk ke negeri Ferdinand Marcos melalui Kerajaan Sulu yang kala itu di bawah kekuasaan Majapahit.

Nah, biar gak salah paham, silahkan minum Milagros dulu biar lebih fokus lalu mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini. 

Sejarah Sundang atau Kali Majapahit 

Bila kita berfikir jika kejayaan kerajaan Majapahit  hanya rekaan saja, sungguh sangat disayangkan, terlebih lagi jika yang berfikir itu adalah anak bangsa Indonesia sendiri. Karena,
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawan dan Leluhurnya.”
Mari kita camkan dalam benak kita, jika Nusantara atau Majapahit adalah cikal bakal dari negeri Indonesia yang kita cintai ini. Pada masanya, Majapahit adalah  kerajaan terbesar di Nusantara ini dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas hingga mencakup berbagai wilayah yang kini telah menjadi negara tersendiri seperti Laos, Kamboja, Malaya dan Filiphina.

Wilayah kerajaan Majapahit
Wilayah kerajaan Majapahit
Gambar : Historiana

Dan, Majapahit banyak meninggalkan warisan budaya yang tersebar ke negeri seberang termasuk Filiphina. Salah satunya adalah warisan ilmu bela diri Sundang Majapahit.

Adalah Mahesa Anabrang, Senopati perang kerajaan Singhasari yang dikirim ke manca negara dalam Ekspedisi Pamalayu, yang mengenalkan pertama kali seni bela diri Sundang Majapahit.

Dalam buku “Senopati Pamungkas” karya Arswendo Atmowiloto, disebutkan jika pada masa Kerajaan Singhasari dibawah pimpinan Raja Kertanegara, telah membentuk satu kesatuan khusus yang digembleng dengan berbagai ilmu bela diri, tata negara dan keprajuritan dengan nama “Satria Pingitan.

Dan, Mahesa Anabrang adalah salah satunya. Sehingga jika dikatakan Sundang Majapahit berasal dari kerajaan Singhasari adalah sangat beralasan karena Anabrang adalah gemblengan senopati pada masa kerajaan Singhasari berdiri.

Mahesa Anabrang Laksamana Laut Singhasari
Ilustrasi Mahesa Anabrang Laksamana Laut Singhasari
Gambar : Indocropcircles

Namun, karena melaksanakan tugas dalam Ekspedisi Pamalayu, Mahisa Anabrang tidak mengetahui jika Singhasari telah runtuh di saat para senopati perangnya dikirim ke manca negara. Jayakatwang memanfaatkan kemarahan Pasukan Tartar untuk menguasai kerajaan Singhasari yang sedang ditinggalkan oleh para senopati perangnya.

Sepulang dari Pamalayu, Mahesa Anabrang tidak mendapatkan lagi kerajaan Singhasari sehingga ia menemui Raden Wijaya, pewaris kerajaan Singosari yang telah mendirikan kerajaan baru bernama Majapahit. Maka sejak saat itu, Mahisa Anabrang bergabung dalam kerajaan Majapahit.

Kemudian, Mahesa Anabrang mendapatkan tugas untuk memadamkan pemberontakan Ranggalawe. Terjadilah perang tanding antara dua teman seperjuangan ini, dalam pertempuran tersebut, Anabrang berhasil mengalahkan Ranggalawe, namun akhirnya ia sendiri terbunuh oleh Lembu Sora, paman Ranggalawe yang menuntut balas. 

Akan tetapi, sebelumnya, Mahesa Anabrang telah mewariskan ilmu bela diri yang dimilikinya  pada keturunannya yakni Mahesa Teruna atau lebih dikenal dengan nama Adityawarman. Kemudian, Adityawarman menggabungkan seni bela diri militer yang dimiliki oleh Kerajaan Singasari itu dengan bela diri dari Kerajaan Dharmasraya sehingga seni bela diri inilah yang akhirnya bernama Sundang Majapahit.

Perjalanan Sundang Majapahit Dari Nusantara Sampai ke Filipina

Setelah tewasnya Mahesa Anabrang, Adityawarman yang juga adalah penguasa Kerajaan Malayapura dengan ibukota di Dharmasraya, negara dibawah kekuasaan Majapahit, yang mengajarkan seni bela diri ini kepada para prajuritnya. 

Kemudian berkembang hingga ke kerajaan-kerajaan yang masih dibawah kekuasaan Majapahit seperti Riau, Semenanjung Melayu, Bugis, Wajo dan Sulu atau Mindanau, Filiphina.

Mengutip dari laman historia.id, Mark V.Wiley mengatakan jika penyebaran seni bela diri Sundang Majapahit ini berasal dari migrasi orang-orang Melayu ke wilayah Filipina bagian selatan, tengah dan utara pada abad ke 14.

Ketika kerajaan Majapahit runtuh, Sundang Majapahit sebagai seni bela diri para prajuritnya, secara perlahan hilang, sementara di Mindanau, Filiphina,  seni bela diri ini berkembang pesat dalam kehidupan masyarakatnya hingga sekarang ini.

Nama Sundang Majapahit berubah menjadi Kali Majapahit. Hal ini diakui oleh Fred Edvard, seorang praktisi Kali Majapahit yang menyatakan jika Kali Majapahit memang berakar dari Kerajaan Majapahit Kuno, kemudian berpadu dengan  budaya Filipina.

Ilustrasi Mahesa Anabrang
Ilustrasi Mahesa Anabrang
Gambar : indocropcircles

Sesuai dengan perjalanan Mahesa Anabrang ke manca negara, maka selain pencak silat terdapat unsur bela diri lain dari negeri yang pernah disinggahinya seperti Muaythai, Hakka Kuntao serta Chen Taijin Quan. 

Kemudian, Kali Majapahit mengalami perkembangan sehingga muncul aliran baru dengan nama Eskrima yang berakar dari kata Esgrima, dalam Bahasa Spanyol berarti anggar atau pedang. Selanjutnya, Kali Majapahit menjadi salah satu seni bela diri yang makin digemari hingga sekarang.

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Gambar : mediumpress

Perkembangannya semakin meluas, tidak hanya warga Filiphina saja namun warga negara asing seperti Perancis juga menyukai olahraga ini. Dan, di Filiphina, Kali Majapahit menjadi satu dari sekian jenis bela diri yang harus dikuasai oleh pasukan khusus militer dan kepolisian Filipina.

Keistimewaan Bela Diri Kali Majapahit

Kali Majapahit merupakan teknik bela diri yang sangat mematikan, mengingat seni bela diri ini berasal dari Majapahit, kerajaan besar dengan pasukan militer yang kuat dan gagah perkasa. Hanya pasukan elit dalam militer Kerajaan Majapahit, yakni mereka yang berada dalam jajaran pasukan terbaik kerajaan yang dapat mempelajari  teknik bela diri Sundang Majapahit ini.

Teknik pertarungan yang digunakan adalah kombinasi teknik patahan dengan beberapa senjata, seperti pedang dan keris. Maka, bukan tidak mungkin apabila lawan bisa dikalahkan dalam waktu yang cukup singkat.

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Kali Majapahit
Gambar : Goodnewsfromindonesia.com

Sebagai bela diri khusus untuk pasukan elite Majapahit, maka Sundang Majapahit memiliki kelengkapan unsur, mulai dari cara bertahan, cara menyerang, penaklukan, penyusupan serta perlindungan.

Kelima unsur tersebut diberi nama sesuai sifat alam semesta dimana Sundang Gunung digunakan untuk kemampuan pertahanan, lalu untuk menyerang dan menaklukan, dinamakan Sundang Kali dan Sundang Laut. 

Sedangkan teknik penyusupan, diberi nama Sundang Angin  serta kemampuan untuk melindungi raja dan keluarganya disebut teknik Sundang Matahari. Kombinasi senjata pedang dan keris di kedua tangan, menjadikan seseorang yang menguasai kelima teknik Sundang ini akan menjadi tidak terkalahkan dalam pertarungan.

Penutup

Itulah ulasan ayodolenrek tentang salah satu warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia berupa seni bela diri bernama Sundang Majapahit yang tidak dikenal di negara asalnya tapi terkenal di negara Filipihina.

Satu pertanyaan yang mengusik dalam hati, 
“Benarkah seni bela diri Sundang Majapahit sudah hilang di Indonesia?”
Jika benar, memang sangat disayangkan. Akan tetapi, Senopati Perang pada jaman kerajaan Singhasari cukup banyak, tidak hanya Mahesa Anabrang saja melainkan banyak Senopati lainnya yang tidak tercatat dalam sejarah. Sehingga kemungkinan, seni bela diri Sundang Majapahit ini juga dikuasainya namun tidak diajarkan secara terbuka melainkan diturunkan kepada anak-cucunya.

Semoga warisan budaya adiluhung ini masih tetap ada di bumi Nusantara ini. Entah kapan, akan muncul seni bela diri Sundang Majapahit yang asli?