13 Tempat Wisata di Indonesia Dengan Mitos Cinta Yang Wajib Diketahui Travellers

13 Tempat Wisata di Indonesia Dengan Mitos Cinta – Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak tempat wisata alam dengan pemandangan yang indah serta suasana alami nan tenang, sejuk dan damai. Hampir semua objek wisata di Indonesia memiliki kisah atau legenda dibaliknya, namun tercatat ada 13 tempat wisata yang memiliki mitos tentang cinta.

Coban Rondo Atau Coban Janda, Tempat Wisata dengan mitos Cinta
Coban Rondo Atau Coban Janda, Tempat Wisata dengan mitos Cinta

Penyebab munculnya mitos tersebut beraneka macam seperti asal-usul kisah percintaan leluhur, kutukan, peristiwa  yang terjadi lalu menjadi semacam sugesti sehingga  dipercaya oleh masyarakat setempat maupun dari adat istiadat yang berlaku di tempat wisata tersebut. 

Memang apa hubungannya berwisata dengan mitos-mitos tersebut?

Jika dipikir menggunakan nalar memang tidak ada hubungannya antara kunjungan ke tempat wisata tersebut dengan kelangsungan hubungan cinta di kemudian hari. Akan tetapi, mitos ini sudah terlanjur berkembang dan mengakar dalam kehidupan masyarakat. 

Sehingga, jika kita ragu-ragu dalam menyikapi mitos tersebut, maka di kemudian hari saat terjadi masalah dengan hubungan cinta kita, maka kita lalu menghubungkannya dengan tempat wisata tersebut.

Terlalu panjang untuk dijelaskan, tapi sebaiknya, tetapkan hati untuk percaya atau tidak percaya sama sekali.

Sahabat dolenners, sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan kita tentang 13 objek wisata yang memiliki mitos cinta, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini. 

13 Tempat Wisata di Indonesia Dengan Mitos Cinta Yang Wajib Diketahui Travellers

Berikut ini adalah 13 Tempat wisata di Indonesia yang memiliki mitos tentang cinta.

1. Jembatan Cinta Pulau Tidung

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu tak hanya menawarkan pemandangan indah. Disana ada Jembatan Cinta yang memiliki mitos pasangan dan jomblo.

Jembatan Cinta Pulau Tidung
Jembatan Cinta Pulau Tidung
Gambar : merdeka.com
Jembatan dengan ketinggian 5 meter dari permukaan air ini sering dijadikan tempat melompat. 

Selain menantang, mitosnya juga mengatakan kalau seorang jomblo  melompat dari atas jembatan maka katanya bisa mendapatkan jodoh dengan lebih cepat. Sedangkan bagi pasangan yang ingin hubungannya langgeng sebaiknya menyeberangi jembatan melengkung ini bersama-sama. 

2. Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor adalah salah satu tempat wisata yang menawarkan keindahan alam dari hutan yang asri. Namun dibalik keindahan alamnya  ternyata mempunyai mitos putus cinta yang dipercaya oleh masyarakat.

Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor
Gambar : Trip jalan-jalan

Mitosnya adala jika pasangan kekasih mengunjungi tempat wisata ini maka di kemudian hari hubungan percintaan di antara mereka akan putus ditengah jalan.

3. Pohon Jodoh Kebun Raya Bogor

Namun ada sepasang pohon yang disebut Pohon Jodoh yang memiliki mitos siapa saja yang bertemu di depan pohon jodoh ini mereka bisa menikah. Mitos ini diperkuat dengan adanya makam Ratu Galuh, istri Prabu Siliwangi, yang terletak di dekat pohon ini yang mitosnya dapat menarik jodoh.

4. Pulau Asmara Situ Patenggang

Di Lembang, Bandung terdapat Pulau Asmara lengkap dengan batu cinta yang berada di Situ Patenggang, sebuah danau yang memiliki pemandangan indah dan menyejukkan. Mitosnya, siapa saja yang datang kesana berpasangan bisa memiliki hubungan yang langgeng.

Batu Cinta Pulau Asmara Situ Patenggang, Bandung
Batu Cinta Pulau Asmara Situ Patenggang, Bandung
Gambar : Tempat Wisata Bandung

5. Tanjakan Cinta Gunung Semeru

Setelah menikamati indahnya danau Ranu Kumbolo di gunung Semeru, ada sebuah jalur menanjak  yang memiliki mitos yang kuat di kalangan pendaki gunung yang dinamakan Tanjakan Cinta.

Tanjakan Cinta, Gunung Semeru
Tanjakan Cinta, Gunung Semeru

Konon, siapa saja yang melewati Tanjakan Cinta dengan membayangkan orang yang dicintainya maka akan dapat bersama sampai akhir hayatnya. Namun akan gagal apabila kita menengok ke belakang meskipun hanya sekali.

Sehingga para pendaki yang menginginkan pasangan akan berjalan dengan konsentrasi tinggi menghadap ke depan berusaha sekuat mungkin agar tidak menengok ke belakang.

6. Dermaga Hati Ancol

Di kawasan Ancol, Jakarta, terdapat suatu dermaga yang berbentuk hati sehingga diberi nama Dermaga Hati. Mitosnya, pasangan yang tengah jatuh cinta akan abadi cintanya apabila mereka memasang gembok di Dermaga Hati ini. Meskipun jumlahnya tak sebanyak tempat-tempat legenda love lock di luar negeri, beberapa pasangan masih melakukan tradisi ini.

Dermaga Hati Ancol
Dermaga Hati Ancol
Gambar : bertumbuh.net

7. Batu Cinta Pantai Parangkusumo

Ada dua batu di pantai Parangkusuma, Yogyakarta, yang disebut selo gilang yang kemudian dikenal dengan nama Batu Cinta. Konon ditempat inilah, pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul, penguasa gaib Pantai Selatan, berawal yang berlanjut dengan perkawinan.

Batu Cinta Pantai Parangkusumo
Batu Cinta Pantai Parangkusumo
Gambar : budayajawa.id

Sehingga pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon banyak orang berziarah ke tempat ini dengan harapan memperoleh berkah cinta yang langgeng.

8. Pohon Cinta Pulau Kemaro 

Di tengah pulau Kemaro, Palembang , ada sebuah pohon yang dinamakan Pohon Cinta. Konon, pohon ini menjadi bukti cinta Siti Fatimah yang menyeburkan diri ke sungai Musi demi mencari kekasihnya, Tan Bun An.

Pohon Cinta Pulau Kamaro
Pohon Cinta Pulau Kemaro
Gambar : lifestyle.okezone.com

Mitosnya, dengan menuliskan nama pasangan yang tengah jatuh cinta akan membuat cinta mereka abadi seperti cintanya Siti Fatimah dan Tan Bun An.

9. Candi Prambanan

Candi Prambanan, Yogyakarta, adalah candi yang dibangun atas dasar cinta yang kemudian kandas karena penghianatan seperti kisahnya Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang. Sehingga terdapat mitos, pasangan yang berkunjung ke Candi Prambanan, cintanya akan kandas ditengah jalan layaknya cinta Bandung Bondowoso denan Rara Jonggrang.

Candi Prambanan
Candi Prambanan

10. Jembatan Putus Cinta Kebun Raya Bogor

Masih di Kebun Raya Bogor, ada sebuah jembatan gantung berwarna merah yang dinamakan Jembatan Putus Cinta. Jembatn yang melewati sungai Ciliwung ini sepintas tidak berbeda dengan jembatan-jembatan lainnya namun dipercaya memiliki mitos, jika ada pasangan kekasih yang melewati jembatan ini maka cintanya akan putus ditengah jalan.

Jembatan Putus Cinta Kebun Raya Bogor
Jembatan Putus Cinta Kebun Raya Bogor
Gambar : merdeka.com

11. Baturraden

Baturraden adalah tempat wisata yang terletak di kecamatan Baturraden, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tempat wisata yang memiliki air terjun, kolam renang air hangat hingga goa yang cantik dipercaya memiliki mitos putus cinta.

Baturraden
Gambar : Hipwee

Konon, pasangan kekasih yang mengunjungi tempat wisata ini, cintanya akan berakhir.  Hal ini dikaitkan dengan legenda asal mula tempat ini yang berasal dari tragedy kisah cinta antara seorang anak bupati (Raden) dengan anak pembantu (Batur).  Hubungan mereka tidak direstui sehingga keduanya meninggal dan tempat ini dinamakan Baturraden.

12. Air Terjun Coban Rondo

Malang, Jawa Timur juga memiliki air terjun  dengan mitos cinta yaitu Air terjun Coban Rondo. Seperti namanya Coban Rondo atau air terjun janda  ini akan membuat pasangan kekasih yang berkunjung ke tempat wisata ini mengalami keretakan hubungan cintanya atau putus cinta. 

Air Terjun Coban Rondo, Batu
Air Terjun Coban Rondo

13. Pantai Balekambang

Belum diketahui dengan pasti penyebab munculnya mitos cinta di Pantai Balekambang, Malang Selatan ini. Namun, masyarakat setempat percaya jika selain air lautnya dapat membuat awet muda, pantai ini akan membuat pasangan yang menjalin kasih akan berakhir hubungannya dan membuat pasangan yang bertemu disini menjadi kekasih selamanya. 

Pantai Balekambang, Malang
Pantai Balekambang, Malang

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang 13 Tempat Wisata di Indonesia Dengan Mitos Cinta.  

Tentang kebenarannya, kembali pada cara kita menyikapinya. Jika percaya atau ragu-ragu maka jangan dilanggar, namun jika tidak percaya sama sekali, silahkan saja datang bersama pasangan kita. Selebihnya, serahkan kepada Tuhan YME.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Merasakan Sensasi Makan Ala Bangsawan Di Gadri Resto, Jogyakarta

Gadri Resto, Satu Lagi Kuliner Jogja Tawarkan Sensasi Makan ala Bangsawan – Setiap rumah makan, restoran dan berbagai jenis usaha kuliner lainnya memang memiliki ciri khas tersendiri. Namun, resto yang memiliki suasana Jawa yang kental, makanan dan minuman para bangsawan serta interior khas Jawa, hanya ada di Gadri Resto Jogyakarta.

Gadri Resto Jogya merupakan restoran yang didirikan oleh GBPH Joyokusumo, adik kandung Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada tahun 1984. Resep makanannya merupakan resep warisan keluarga turun temurun dan dibukukan oleh BRAy. Nuraida Joyokusomo yaitu istri Gusti Joyo.

Merasakan Sensasi Makan Ala Bangsawan Di Gradi Resto, Jogyakarta
Rina Rayis dkk di Gadri Resto Jogyakarta

Awalnya, hanya keluarga bangsawan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saja yang dapat menikmati hidangan dengan resep rahasia ini. Namun, seiring berjalannya waktu, resto ini dibuka untuk masyarakat umum sehingga kita pun dapat menikmati sensasi makan ala bangsawan di Gadri Resto Jogya ini.

Selain itu, pengunjung diperkenankan juga untuk berkeliling menikmati rumah Gusti Joyo, panggilan akrab dari alm. GBPH Joyokusumo, yang merupakan salah satu rumah dengan arsitektur Jawa gaya Jogja asli, lengkap dengan pendopo, pringgitan, hingga ndalem ageng.

Rina bersama Pak Camat Kraton di Gadri Resto
Rina bersama Pak Camat Kraton di Gadri Resto

Wisata kuliner kali ini, dilakukan oleh Rina Rayis dkk. yang merupakan rangkaian perjalanan wisata dalam rangka reuni kost Taman Agung, Malang. Kebetulan, Bu Chotimah, saudara Rina, tinggal di Jogya, menjadi dosen UGM sekaligus menjadi istri dari Camat Keraton sehingga Rina dkk dapat dengan leluasa menikmati fasilitas yang ada di Gadri Resto ini.

Nah, untuk lebih mengenal tentang Gadri Resto Jogya, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Gadri Resto, Jogyakarta

Gadri Resto Jogya seduah berdiri selama 34 tahun tepatnya pada tahun 1984. Resto yang berada di Jl Rotowijayan ini, memiliki menu-menu masakan yang konon merupakan makanan favorit para raja di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Duduk di meja para bangsawan di Gadri Resto Jogya
Merasakan Meja kursi Bangsawan Di Gadri Resto, Jogyakarta

Seperti halnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang masih memegang teguh adat dan budaya Jawa hingga saat ini, maka Gadri Resto tetap mempertahankan resep-resep makanan yang telah diwariskan turun temurun sejak jaman Hamengku Buwono I hingga sekarang.

Saat ini, Gadri Resto dikelolah oleh istri GBPH Joyokusumo, adik kandung  Sri Sultan Hamengkubuwono X yang bernama BRAy. Nuraida Joyokusomo.

Suasana Gadri Resto Jogya

Layaknya rumah seorang Pangeran, tempat tinggal GBPH Joyokusumo  ini merupakan salah satu rumah yang masih memiliki sisa-sisa gaya arsitektur Jawa-Jogja asli. Sehingga suasana, baik di resto maupun di kediaman Gusti Joyo terasa sangat kental dengan interior, adat dan budaya Jawa.

Rina dkk bersama foto Hamengku Buono di Gadri Resto
Rina dkk bersama foto Hamengku Buono di Gadri Resto

Kesan heritage sangat terasa saat memasuki halaman depan Gadri Resto Jogya ini. Meja kursi terbuat dari kayu, pintu-pintu “slorokan” dengan warna hijau bergaris putih, pilar kayu yang menjadi soko guru, foto dan lukisan yang terpajang di dinding serta ornament dan hiasan lainnya. Semuanya menggambarkan suasana tempo dulu khas Keraton Jogya.

Suasana Rumah Gusti Joyo pemilik Gadri Resto Jogya
Suasana Rumah Gusti Joyo pemilik Gadri Resto Jogya

Pengunjung Gadri Resto juga diperkenankan berkeliling untuk melihat kemegahan rumah GBPH Joyokusumo, yang dipenuhi dengan sejumlah benda antik dan karya seni bernilai tinggi. 

Koleksi Gusti Joyo Pemilik Gadri Resto Jogya
Koleksi Antik Gusti Joyo Pemilik Gadri Resto Jogya

Bagi pengunjung Gadri Resto, disediakan beberapa paket dimana masing-masing paket menyajikan kuliner yang berbeda. Jika memilih Paket VIP, maka pengunjung dapat menikmati sejumlah hidangan favorit ala Sultan sembari menikmati pertunjukan budaya seperti tari-tarian dan lainnya.

Mencoba Kegiatan Membatik

Satu kegiatan menarik yang dapat kita lakukan di Gadri Resto adalah mencoba kegiatan membatik layaknya para putri bangsawan di dalam lingkungan keraton. 

Kegiatan Membatik di Gadri Resto Jogya
Mencoba Kegiatan Membatik di Gadri Resto Jogya

Satu tempat di pojok kanan Gadri Resto ini, terdapat sebuah sentra batik. Dimana, wisatawan yang datang dapat menyempatkan diri untuk melihat cara membuat kain dengan corak khas Indonesia tersebut.

Mencoba gamelan Jawa di Gadri Resto Jogya
Mencoba gamelan Jawa di Gadri Resto Jogya

Menu Makanan Khas Bangsawan di Gadri Resto

Gadri Resto menyediakan aneka hidangan kepada wisatawan, baik makanan tradisional maupun makanan Eropa atau makanan kekinian lainnya. Namun, yang paling istimewa di resto klasik ini adalah hidangan ala bangsawan Keraton Jogya.

Berikut ini adalah menu makanan andalan dari Gadri Resto Jogya yang resepnya menjadi rahasia dan tidak disebar-luaskan untuk umum.

1. Nasi Blawong

Mendengar namanya saja sudah menimbulkan penafsiran macam-macam. Dimana nama blawong sendiri sudah memiliki sejarah yang unik dan menarik. Dulu, nama blawong berasal dari warna piring sebagai tempat penyajiannya yang berwarna “blawu” atau biru. Namun, karena lebih menyesuaikan dengan lidah masyarakat Jawa, berubah menjadi “blawong”

Nasi Blawong, Kuliner andalan Gadri Resto Jogya
Nasi Blawong, Kuliner andalan Gadri Resto Jogya
Gambar : Jejakpiknik.com

Citarasanya sangat nikmat. Konon, dahulu, nasi ini hanya disajikan pada upacara atau ritual tertentu karena dipercaya membawa keselamatan. 

Hidangan Nasi Blawong, terdiri dari ayam bacem, telur pindang, dan daging bumbu kecap serta lauk lainnya.


2. Soes Songgo Buwono

Selain Nasi Blawong, kue yang menjadi hidangan favorit di Gadri Resto adalah Soes Songgo Buwono. Kulit kue ini sama seperti kue sos pada umumnya, namun berbeda pada isi dan cara penyajiannya.

Khusus dalam penyajiannya, semua isi dari kue ini diatur sedemikian rupa dengan teliti sehingga dapat menuangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Seperti namanya, “Songgo Buono” yang berarti penyangga dunia, maka komposisi, letak dan bahannya menggambarkan komponen yang ada di dunia.

Soes Songgo Buwono, Kuliner favorit di Gadri Resto Jogya
Soes Songgo Buwono, Kuliner favorit di Gadri Resto Jogya
Gambar : shasylitlekitchen.com

Sebagai symbol hidup atau kehidupan yang menyelimuti dunia adalah Selada dan diletakkan dibawah. Kulit Soes menjadi symbol bumi yang menampung aneka macam isinya, rogut melambangkan manusia, sedangkan telur menjadi symbol  gunung dan saus serta acar menggambarkan langit.

Filosofi yang terkandung pada kue ini seolah mengingatkan pada penikmatnya untuk menjaga keseimbangan dunia. Bagi seorang raja, rakyat dan kehidupannya menjadi tanggung jawabnya. Sementara bagi masyarakat umum, kehidupan pribadi atau “jagat cilik” harus selalu berada dalam keseimbangan dan keselarasan.

Kue ini menjadi salah satu makanan favorit para raja di Kesultanan Jogyakarta dan ide pembuatannya pun berasal langsung dari Sultan Hamengku Buwono VII. 

3. Bir Jawa

Minuman yang unik dan menarik sajian untuk para bangsawan di Gadri Resto adalah Bir Jawa. Meskipun diberi nama bir, namun minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol apalagi memberi efek memabukkan. Tetapi, malah memberi kesegaran dan kesehatan bagi peminumnya.

Bir Jawa, minuman khas Gadri Resto Jogya
Bir Jawa, minuman khas Gadri Resto Jogya
Gambar : shasylitlekitchen.com

Bir Jawa menggunakan bahan-bahan alami seperti jeruk nipis, rebusan air jahe, kayu manis, cengkeh, dan serai.  Sehingga ketika diteguk, akan memberikan sensasi hangat dan menyegarkan sehingga badan menjadi segar.

Sahabat dolenners, itulah beberapa hal unik, menarik dan menggoda selera yang biasa dilakukan oleh para bangsawan di Gadri Resto Jogyakarta.

Penutup

Jaman semakin berkembang dan berubah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jika pada masa kerajaan Mataram lalu, untuk dapat menghadap Raja, seorang rakyat harus “topo mepe” atau berjemur di Alun-alun terlebih dahulu, sampai Sang Raja berkenan menerimanya.

Suasana heritage khas Gadri Resto Jogya
Suasana heritage khas Gadri Resto Jogya

Namun sekarang, selain kehidupan para bangsawan,  rakyat dapat melihat-lihat istana dan menikmati kuliner para bangsawan kapan saja. Seperti yang dilakukan para sahabat dolenners ini saat melihat dan menikmati kuliner para bangsawan Jogya di Gadri Resto. Seolah menjadi bangsawan dalam sehari.

Nah, tunggu apalagi? Mari mencoba kuliner unik dan menarik serta merasakan suasana heritage di Gadri Resto Jogyakarta.


Asiknya Rame-Rame Menikmati Kelezatan Ayam Goreng Tenes Malang

Ayam Goreng Tenes, Jl. Tenes 12, Malang – Ayam Goreng Tenes Malang adalah kuliner yang pertama kali berdiri di Kota Malang sejak tahun 1991 dengan sajian khasnya ayam goreng kampung. Citarasa ayam goreng di jalan Tenes Malang ini terdapat pada cara pengolahannya yang berbeda dengan ayam goreng lainnya. Disini, ayam kampung yang telah dibumbui dengan racikan khusus kemudian diungkep hingga gurih lalu digoreng.

Maka, dapat kita bayangkan betapa lezatnya masakan ini. Daging ayam kampung dengan bumbu-bumbu yang meresap ditambah dengan rasa pedas dari sambal khas warung ini. Perpaduan citarasa yang membuat pengunjung rumah makan ini selalu ingin kembali.

Asiknya Rame-Rame Menikmati Kelezatan Ayam Goreng Tenes Malang
Kusuma Wardhani jilbab pink bersama alumni STIKI
di Ayam Goreng Tenes Malang

Perjalanan kuliner kali ini dilakukan oleh Dhani atau Kusuma Wardhani yang sedang berbagi kebahagiaan dengan teman-teman masa kuliahnya di STIKI Malang. Kebetulan hari itu, wanita cantik asli Malang ini sedang berulang tahun, maka untuk merayakannya ia mengajak teman-temannya menikmati kelezatan Ayam Goreng Tenes sekaligus buka puasa bersama. 

Nah, untuk mengenal lebih dekat resto Ayam Goreng Tenes ini, mari ikuti sekelumit ulasan ayodolenrek berikut ini.

Ayam Goreng Tenes, Jl. Tenes No. 12 Malang

Rumah Makan Ayam Goreng Tenes ini didirikan oleh Bapak Dodit bersama istri pada tahun 1991. Semakin hari semakin ramai pengunjung yang datang untuk menikmati kelezatan ayam gorengnya. Tidak hanya warga Malang Raya saja yang menjadi pelanggannya, pengunjung dari luar kota juga banyak yang terpikat dengan citarasa makanannya.

Resto Ayam Goreng Tenes Malang
Resto Ayam Goreng Tenes Malang
TripAdvisor

Maka, setelah puluhan tahun berdiri, resto Ayam Goreng Tenes akhirnya membuka cabang di Bintaro Jakarta, tepatnya pada Agustus 2017. Sekarang ini, hanya ada dua lokasi yang membuka kuliner Ayam Goreng Tenes, yakni di Malang sebagai kota asalnya dan di Bintaro, tepatnya di Ruko Emerald Avenue Bintaro, Jl. H. Sarmah No.63, Parigi Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Ayam Goreng Tenes, asli ayam kampung yang maknyuss
Ayam Goreng Tenes, asli ayam kampung yang maknyuss
kulinermagazine.com

Ayam Goreng Tenes memiliki kekhasan  cita rasa maupun aroma yang jarang dijumpai di resto atau warung manapun. Semakin istimewa dengan sajian sambalnya yang spesial dan pastinya bikin ketagihan. 

Jka dilihat dari usianya yang sudah matang, wajar apabila resto ini memiliki pelanggan yang banyak dan setia, karena sudah memiliki pengalaman cukup panjang dalam soal rasa.

Lokasi Ayam Goreng Tenes

Ayam Goreng Tenes berada Jl. Tenes No.12, Kota Malang, Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis yakni berdekatan dengan salah satu Mall terbesar di Malang yakni Mall Olympic Garden (MOG) dan tepat disamping Stadion Gajahyana.

Menu Makanan Ayam Goreng Tenes

Tidak hanya ayam goreng saja yang menjadi sajian utama rumah makan di Jl. Tenes ini, kita juga dapat memesan menu makanan lainnya seperti lele goreng, usus ayam, gurami, kepiting, udang, cumi-cumi hingga bandeng duri lunak dan lain lain. 

Sedangkan minuman yang disajikan untuk mengobati rasa pedas akibat sambal khas Ayam Goreng Tenes, kita dapat mencoba beberapa minuman seperti es blewah, teh hangat, es teh,  jus alpukat, jus tomat, jus semangka, kopi dan lain-lainnya.

Menu Tambahan di Ayam Goreng Tenes Malang
Menu Tambahan di Ayam Goreng Tenes Malang
KulinerMagazine.com

Semakin meriah dengan tambahan lauk seperti tempe atau tahu sambal matah, tumis kangkung, kerupuk rambak dan tahu goreng krispi sambal petis.

Harga kisaran menu makanan dan minuman di Ayam Goreng Tenes mulai dari Rp.15.000 untuk bandeng presto hingga Rp.80.000,- untuk gurame goreng ukuran besar seberat 5 ons.

Resto ini buka pukul 10.00 – 22.00 WIB setiap hari. Untuk layanan pesan-antar dapat menghubungi nomor telepon : (0341) 362553. Dan, saat ini, Ayam Goreng Tenes sudah bekerjasama dengan Go Food.

Foto Kebersamaan Dhani Di Ayam Goreng Tenes

Untuk mengenang kembali momen kebersamaan yang jarang sekali terjadi di kalangan sesama alumni Kampus di Jalan Tidar Malang ini, maka berikut ini adalah foto-foto kebersamaan saat berada di resto Ayam Goreng Tenes.

Alumni STIKI 88 DI Ayam Goreng Tenes Malang
Alumni STIKI 88 DI Ayam Goreng Tenes Malang

Alumni STIKI 88 DI Ayam Goreng Tenes Malang 1
Berbagi kisah sambil menikmati makanan di Ayam Goreng Tenes

Alumni STIKI 88 DI Ayam Goreng Tenes Malang 2
Menunggu pesanan datang..

Alumni STIKI 88 DI Ayam Goreng Tenes Malang 3
Ngobrol setelah menikmati kelezatan Ayam Goreng Tenes Malang

Alumni STIKI 88 DI Ayam Goreng Tenes Malang 4
Foto bersama ala keluarga tempo dulu

Penutup

“Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu … “
Sepenggal syair lagu diatas menggambarkan suasana pertemanan para alumni ini, meskipun jarang bertemu namun ikatan persahabatan diantara mereka tetap terjalin disela-sela kesibukannya masing-masing.

Semoga pertemanan ini terus berlanjut dan dapat berubah menjadi ikatan yang indah seperti kupu-kupu.

Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama.

  
Artikel Kuliner Lainnya :



Pantai Pandawa Bali Kini : Cantik Pantainya, Cantik Pula Pemandangannya

Pantai Pandawa Bali Kini : Cantik Pantainya, Cantik Pula Pemandangannya – Pantai Pandawa Bali dulu merupakan pantai yang dijuluki sebagai “Secret Beach” ataua “hidden beach” karena letaknya yang tersembunyi dan digunakan untuk upacara Melasthi saja. Namun kini, setelah dibuka untuk umum, maka Pantai Pandawa ramai dikunjungi wisatawan baik domestic maupun mancanegara.

Pada umumnya, satu objek wisata dibuka untuk umum setelah dipermak sedemikian rupa sehingga dapat menarik wisatawan. Maka berbeda dengan Pantai Pandawa Bali, objek wisata pantai ini malah dibuka atas permintaan para wisatawan yang terpikat akan keindahan dan kecantikannya yang masih alami.

Wawan dan Ndock di Pantai Pandawa Bali
Wawan dan Ndock di Pantai Pandawa Bali

Pantai Pandawa yang terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung ini merupakan salah satu pantai pasir putih terkenal di Bali yang wajib dikunjungi. Wisatawan mancanegara khususnya Australia menyebutnya dengan nama secret beach, sedangkan masyarakat lokal lebih mengenal dengan nama Pantai Kutuh atau Pantai Melasthi.



Meskipun kerahasiaan pantai ini sudah diketahui umum, bukan berarti pesonanya juga memudar. Justru Pantai Pandawa terlihat semakin berbenah dan mempercantik diri  dengan menambah fasilitas-fasilitas pendukung yang memanjakan wisatawan. Pemandangan alam di Pantai ini juga semakin cantik dan menarik.

Sapta Wibawa di Pantai Pandawa Bali
Sapta Wibawa bersama turis mancanegara di Pantai Pandawa Bali

Perjalanan wisata kali ini, dilakukan oleh beberapa sahabat dolenners yaitu Wawan dan Ndock serta Sapta Wibawa saat bersama-sama mengunjungi Pantai Pandawa Bali.

Nah, untuk lebih mengenal lebih jauh tentang sejarah Pantai Pandawa Bali, silahkan baca artikel sebelumnya yang berjudul “Menyusuri Jejak Mahabharata di Pantai Pandawa Bali.”

Kali ini, mari kita simak tentang hal-hal menarik yang dapat kita lakukan di pantai yang dijuluki “secret beach” ini termasuk kegiatan yang dilakukan oleh beberapa sahabat dolenners.

Hal-Hal Menarik di Pantai Pandawa Bali

Banyak hal menarik yang dapat kita lakukan di Pantai yang memiliki pasir putih dan pemandangan alam yang indah ini. Berikut ini adalah beberapa kegiatan menarik yang dapat kita lakukan di Pantai Pandawa Bali.

Jalan-jalan Sambil Berfoto Ria

Nah, aktifitas inilah yang dipilih oleh dua orang sahabat dolenners yakni Wawan dan Ndock, jalan-jalan menyusuri Pantai Pandawa Bali sambil berfoto ketika menemukan satu spot foto yang dianggap unik dan menarik.

Wawan di tangga menuju Pantai Pandawa Bali
Wawan di tangga menuju Pantai Pandawa Bali

Saat mereka mengunjungi Pantai Pandawa Bali, kebetulan banyak wisatawan mancanegara yang berlibur ke pantai ini. Sehingga, selain pemandangan alam dan spot-spot foto menarik di lokasi ini, pemandangan saat turis mancanegara ini berjemur menjadi satu objek yang menarik.

Wawan dengan latar turis yang berjemur di Pantai Pandawa Bali
Wawan dengan latar turis yang berjemur di Pantai Pandawa Bali

Para guide dan masyarakat setempat menyebutnya “sumur” kepanjangan dari “susu dijemur”, satu gambaran tentang kebiasaan wisman saat berada di pantai. Berjemur dengan mengenakan bikini sehingga terlihat anggota tubuh yang jarang dipamerkan oleh masyarakat Indonesia.

Wawan dan Ndock dengan latar Pantai Pandawa Bali
Wawan dan Ndock dengan latar Pantai Pandawa Bali

Bagi Wawan dan Ndock, dua orang asli Jawa yang masih memegang erat adat ketimuran, ketika menyaksikan pemandangan menarik ini, merasa risih dan berusaha memalingkan mukanya. Namun, lama kelamaan mereka bisa menyesuaikan diri  lalu menikmati keindahan pemandangan di hadapan mereka yang semakin melengkapi pesona pantai ini.

Sapta dengan latar tebing di Pantai Pandawa Bali
Sapta dengan latar tebing di Pantai Pandawa Bali

Berjemur sambil Menikmati Panorama

Kegiatan menarik ini yang banyak dilakukan oleh wisatawan mancanegara, berjemur sambil menikmati pemandangan alam. Hal ini, memang sudah menjadi kebiasaan mereka saat berwisata ke pantai. Bertelanjang dada bagi pria dan mengenakan bikini bagi para wanitanya.

Berjemur di sisi tebing Pantai Pandawa Bali
Berjemur di sisi tebing Pantai Pandawa Bali

Konon, menurut mereka, kulit yang gosong kecoklatan karena terkena sinar matahari terlihat eksotis dan menarik. Selain itu, juga menunjukkan bahwa mereka menikmati hidup dengan sering berwisata atau bepergian ke pantai.

Berjemur di hamparan pasir putih Pantai Pandawa Bali
Berjemur di hamparan pasir putih Pantai Pandawa Bali

Namun, jika kita ingin kulit kita terlihat semakin eksotis, maka berjemur di Pantai Pandawa ini dapat kita lakukan. Meskipun tidak terlalu sering kita lakukan, berjemur dapat membuat kita merasa santai dan relaks sambil menatap air laut yang berwarna biru dan hamparan pasir putih serta langit yang cerah. Seolah membuat hati menjadi damai.

Berjemur dengan payung di Pantai Pandawa Bali
Berjemur dengan payung di Pantai Pandawa Bali

Jika tidak ingin kulit kita bertambah coklat atau gosong, maka kita dapat menyewa peralatan berjemur berupa 2 buah kursi panjang untuk berjemur disertai dengan satu payung besar di atasnya dengan harga Rp. 50.000.

Para penjual makanan dan minuman yang ada di pinggir pantai, banyak yang menyewakannya termasuk makanan dan minumannya.

Berselancar atau Surfing

Jika memiliki hobi berselancar, maka Pantai Pandawa Bali ini merupakan lokasi yang tepat. Selain pengunjungnya tidak sepadat Pantai Kuta, ombak di pantai ini cukup bagus untuk aktifitas ini.
Peralatan surfing dapat kita sewa di pinggir pantai. Waktu yang tepat bagi peselancar professional adalah bulan Oktober dan April. Sedangkan bagi pemula, bulan Maret sampai November adalah waktu yang tepat karena ombaknya lebih ramah.

Massage Refleksi

Jika kita lelah sehabis menempuh perjalanan jauh, ketika sampai di pantai ini, kita dapat menyegarkannya kembali menggunakan jasa pijat refleksi di obyek wisata ini dengan kisaran harga antara Rp. 40.000 hingga Rp130.000.

Nilai tarifnya disesuaikan dengan lama waktu pemijatan dan jenis pijatnya. Lama pemijatan antara 30 sd 90 menit. Sedangkan jenis massage-nya antara lain adalah Balinese massage, pijat refleksi kaki, pijat relaksasi, Pandawa massage, Shiatsu massage, manicure dan pedicure.

Bermain Kano

Selain hal-hal menarik diatas, kita juga dapat mencoba mengendarai kano membelah ombak yang landai di Pantai Pandawa Bali. Tarif kano per jamnya sekitar Rp25.000 untuk yang sendiri, sedangkan untuk yang berdua, harga sewanya Rp. 50.000 per 1 jam.

Persewaan Kano di Pantai Pandawa Bali
Persewaan Kano di Pantai Pandawa Bali

Paralayang atau Paragliding

Untuk aktifitas yang satu ini memang dibutuhkan keberanian lebih dan biaya yang cukup mahal. Dan, untuk mencoba olahraga Paralayang ini, kita harus pergi ke Bukit Timbis terlebih dahulu dengan jarak 4 km dari pantai ini. 

Di bukit Timbis ini setidaknya ada 3 penyedia jasa paralayang bersertifikat yang bisa membantu kita melakukan atraksi adu nyali dengan biaya sekitar Rp. 450.000 untuk wisatawan domestik dan $73 untuk wisatawan asing. 

Penutup

Pantai Pandawa Bali, selain memiliki pemandangan alam yang indah, hamparan pasir putih dan ombak laut yang menarik minat para peselancar, juga memiliki kisah perjuangan masyarakat Desa Kutuh Bali, lepas dari keterasingan.

Kisah yang hampir sama dengan apa yang dialami oleh Pandawa dalam epos Mahabharata, ketika harus diasingkan ke hutan selama dua belas tahun lamanya.

Maka, untuk mengabadikan kisah dan nilai-nilai moral perjuangan Pandawa lima bersama Dewi Kunti, ibunya, pantai di desa Kutuh ini diberi nama Pantai Pandawa. Sehingga sangat disayangkan apabila pantai yang indah ini tidak kita lestarikan dan kita jaga dengan sebaik-baiknya. Baik kebersihan, keamanan dan kesuciannya.

Upacara Melasthi di Pantai Pandawa Bali
Upacara Melasthi di Pantai Pandawa Bali

Karena sebelum dibuka untuk umum, pantai ini merupakan tempat untuk melakukan upacara suci Melasthi. Upacara sakral masyarakat Hindu Bali dalam rangka membersihkan jiwa dan raga menyambut datangnya Hari Raya Nyepi.

Nah, tunggu apalagi? Mari kita jaga bersama kelestarian Pantai Pandawa Bali sehingga tetap bersih, suci dan nyaman.





Hangout Bersama Keluarga Di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi

Hangout Bersama Keluarga Di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi – Jika berkunjung ke pulau Bali menggunakan jalan darat dan singgah di Ketapang atau sengaja ingin berlibur ke kota di ujung timur pulau Jawa ini, maka jangan lewatkan untuk menikmati kuliner dan sensasi café di atas bukit kapur Ketapang, yaitu Three-B Café.

Café unik ini menyajikan pemandangan alam selat Bali nan indah dan beberapa kapal yang melintas antara pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Selain itu kita juga disuguhi pemandangan alam yang hijau menawan dari hutan di Taman Nasional Bali Barat.

Three-B Café terletak di sebuah bukit kapur di sekitar terminal bus Ketapang. Sehingga cocok digunakan sebagai tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau Dewata maupun tempat hangout bersama keluarga. Tempatnya pun bersih dan nyaman, sehingga cocok untuk berkumpul dengan keluarga. Bercengkerama sambil menikmati udara laut serta pemandangan alam yang indah.

Hangout Bersama Keluarga Di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi
Rina Rayis Bersama Keluarga Di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi

Perjalanan kuliner kali ini dilakukan oleh sahabat dolenners yaitu Rina Rayis saat pulang ke kampung halamannya di Banyuwangi. Kesempatan mudik digunakan oleh wanita ayu meskipun sudah jelita ini untuk berkumpul dan bercengkerama bersama keluarganya di Three-B Café, Ketapang, Banyuwangi.

Rina Rayis Di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi
Rina Rayis Di Three-B Café Ketapang, dengan latar
Hutan Taman Nasional Bali Barat

Nah, untuk lebih mengenal tentang Three-B Café di daerah Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Three-B Café Ketapang, Banyuwangi

Three-B Café berdiri diatas bukit kapur dengan bangunan dua lantai dan mengusung konsep semi outdoor. Posisinya yang berada diatas bukit, membuat pengunjung café ini dapat menikmati pemandangan alam di sekitarnya dengan leluasa.

Tiga Putri Oseng di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi
Tiga Putri Oseng di Three-B Café Ketapang, dengan latar
pemandangan Selat Bali

Pemandangan Selat Bali dengan lalu lintas kapal yang hilir mudik membelah ombak lautan dari Ketapang menuju Gilimanuk atau sebaliknya terlihat indah dari lantai 2 café ini. Pemandangan dari sisi lain dari Three-B Café berupa hamparan pohon dari hutan di Taman Nasional Bali Barat.

Satu tempat hangout yang menawarkan view nan indah.

Baca Juga : 

Harga Makanan di Three-B Cafe

Harga makanan dan minuman di buku menu Three-B café ini tercantum mulai dari IDR 5K ke atas. Harga yang sepadan dengan view dan fasilitas yang di tawarkan. Karena cafe ini memang lebih menjual view yang sangat indah dan membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong di cafe ini. 

Lantai 2 Three-B Café Ketapang, Banyuwangi
Putri Rina di Lantai 2 Three-B Café Ketapang, Banyuwangi

Ditambah dengan layanan yang ramah dari waiter dan kasir akan membuat pengunjung tempat ini akan kembali lagi.

Fasilitas Three-B Cafe

Fasilitas yang disediakan oleh pengelolah Three-B Café ini tergolong cukup lengkap sehingga pengunjung merasa betah dan nyaman ditempat ini. Berikut ini adalah beberapa fasilitas di Three-B café, Ketapang, Banyuwangi.

1. VIP Room
Bagi pengunjung yang ingin menikmati cafe ini dengan keluarga atau rekan kantor secara private, maka dapat menggunakan VIP Room ini. VIP Room ini terpisah dengan ruangan pengunjung lainnya. Selain itu, ruangan ini juga dilengkapi dengan AC dan kamar mandi dalam sehingga acara yang kita buat tidak akan terganggu oleh pengunjung lain dan aktifitas buang air.

2. Mushola
Bagi pengunjung yang ingin menjalankan ibadah sholat, Three-B Café juga menyediakan sebuah mushola yang dilengkapi dengan sarung dan mukenah.

3. Ruangan Yang Luas
Three-B Café menyediakan 2 lantai dimana lantai 1 digunakan untuk pemesanan, bar dan beberapa tempat duduk. Sedangkan lantai 2 tanpa atap sehingga memberikan sensasi  sky dining.

4. Akses Wifi Gratis
Three-B café juga menyediakan akses Wifi gratis kepada setiap pengunjungnya sehingga kita tidak perlu bingung saat kehabisan kuota internet.

5. Toilet
Toilet di Three-B Café bersih dan dilengkapi dengan tisu dan cermin. Lokasinya terletak di lantai 1 bersebelahan dengan musholla. 

Rina dan putrinya di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi
Rina dan putrinya di Three-B Café Ketapang, Banyuwangi

Akses Yang Mudah

Tidak sulit untuk menemukan lokasi Three-B Café ini karena lokasinya berada di belakang terminal bus Ketapang dan terminal ini merupakan terminal utama Banyuwangi yang terletak di jalur pantura. Selain itu, bagi kalian yang baru turun dari kapal laut di penyeberangan, kalian bisa naik angkot menuju terminal bus dengan hanya membayar sekitar IDR 3K.

Penutup

Padhang Ulan ring pesisir Banyuwangi
Keclang-keclong segarane koyo koco
Keclang-keclong segarane koyo koco
Lanang adhon soren-soren podho teko

Sahabat dolenners, sepenggal syair tersebut diatas menggambarkan pemandangan alam yang dapat kita saksikan dari Three-B Café, Ketapang, Banyuwangi. Bahkan, pemandangan bulan purnama yang indah di pesisir Banyuwangi atau selat Bali, dapat kita saksikan dari tempat ini.

Nah, Tunggu apalagi? Ayo dolen ke Banyuwangi..

Artiketl Tentang Banyuwangi Lainnya :