Home » » Kampung Warna Warni, Jodipan : Habis Gelap Terbitlah Pelangi

Kampung Warna Warni, Jodipan : Habis Gelap Terbitlah Pelangi

Kampung Jodipan : Habis Gelap Terbitlah Pelangi – Kampung Jodipan 29 tahun yang lalu saat kami alumni SMA Negeri 2 Malang masih bersekolah adalah sebuah kampung kumuh dan rusuh. Pada era 80 an, nama Jodipan adalah nama kampung yang disegani di kota Malang karena warganya terkenal kompak, berani dan sering terlibat tawuran serta perkelahian sehingga jarang orang berani memasuki kampung di bantaran sungai Brantas ini jika tidak memiliki kenalan penduduk setempat.

Namun sekarang, Kampung Jodipan yang dulunya kumuh berubah menjadi kampung yang menarik wisatawan untuk menikmatinya, Kampung Warna Warni seperti Pelangi sebutan kampung ini. Seperti peribahasa dalam buku R.A. Kartini, “Habis gelap terbitlah terang,” maka peribahasa untuk Kampung Jodipan adalah “Habis gelap terbitlah pelangi.


Dengan terbitnya pelangi di kampung Jodipan seolah menerangi dan mengusir sisi-sisi gelap yang menyelimuti kampung preman ini. Kampung yang dulunya gelap dengan sudut-sudut gang dipenuhi pemabuk sekarang berubah 180 derajat menjadi kampung yang ramah, bersih dan berwarna-warni.


Jodipan terletak di pusat kota Malang, Jawa Timur, tepatnya di jalur utama Malang-Blitar sehingga kampung ini cepat dikenal di mata masyarakat dengan sebutannya Kampung Warna Warni. Perkampungan yang berada di bantaran sungai Brantas kecamatan Blimbing, Kota Malang ini menjadi kawasan wisata baru di Kota Malang. Keindahan warna warni rumah warga menjadi daya tarik yang mengundang banyak orang untuk mengunjunginya.

Baca Juga : https://spot-misteri.blogspot.co.id/2016/10/asal-usul-kota-malang.html 

Bagi kami, Alumnus SMA Negeri 2 Malang, Jodipan adalah kampung yang menyimpan banyak kenangan terutama bagi teman-teman yang berasal dari kampung ini. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari SMA Negeri 2 membuat kampung ini akrab di kalangan murid-murid SMANDA Malang.

Kampung Jodipan sekarang menjadi tempat wisata yang setiap harinya ramai dukunjungi para wisatawan khususnya ABG untuk berselfie ria atau sekedar menyaksikan pemandangan. kepopuleran Kampung Jodipan tersebut tak lain karna banyaknya gambar-gambar selfi yang bertebaran di media social seperti FB, TWEET dan sebagainya yang sangat cepat membuat berita tersebut buming hingga ke penjuru kota.

Sejarah Kampung Warna Warni

Awal terciptanya Kampung Warna Warni ini adalah hasil ide dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memenuhi tugas mata kuliahnya, dan mereka mengajukan kerjasama dengan perusahaan Cat Lokal yang ber-merek Decofresh untuk menjadikan Kampung Jodipan menjadi warna-warni. Dalam pelaksanaan ide tersebut dibantu peran anggota Paskhas dari Lanud. Abdurahman Saleh yang membuat proses pengecatan kampong ini menjadi semakin mudah dan cepat selesai.

Mengusung konsep “Decofresh Warnai Jodipan” secara bertahap rumah dan lingkungan kampong Jodipan berubah menjadi warna warni. Apalagi lokasi kampong yang unik yaitu di bantaran sungai Brantas dimana rumah-rumah berdiri sesuai kontur tanah sehingga terlihat seperti bersusun. Tak hanya pada dinding – dinding yang terlihat dari jalan Raya Gatot Subroto, dinding dan pintu rumah yang terletak di gang sempitpun di sulap menjadi berwarna – warni, genteng yang awalnya tanpa warna sekarang menjadi cantik penuh warna sehingga membuat indah untuk di dokumentasikan.

Di dinding tembok kampong juga terdapat lukisan mural yang menjadikannya makin keren dan kece terutama bagi para pecinta selfie, bahkan tidak hanya wisatawan lokal saja yang berkunjung kesini, wisatawan mancanegara juga tertarik untuk berkunjung.


Kita hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 2.000 saja saat masuk ke kawasan Kampung Warna Warni ini. Kampung ini terletak di sebelah selatan stasiun Kota Baru (Kota Malang). Dari stasiun Anda bisa menuju Jalan Gatot Subroto (Pecinan). Ketika melewati jembatan, arahkan pandanganmu ke sebelah kiri bawah jembatan. Akan ada sekumpulan rumah warna warni yang sangat mencolok dan menarik perhatian, itulah kampung Jodipan.

Apabila anda ingin berkunjung ke Kampung Warna Warni Jodipan, disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua agar bisa parkir dekat dengan pintu masuk yang berada di ujung selatan jembatan Jalan Gatot Subroto. Jika naik mobil pun tidak masalah karena banyak ruko yang terletak di sebelah selatan persimpangan jalan, bisa parkir di lahan ruko yang mayoritas tutup saat sore hari. Disarankan juga untuk berkunjung pada sore hari agar dapat mengelilingi Kampung Warna Warni tanpa takut kepanasan.

Kesimpulan

Demikian sekelumit ulasan tentang Kampung Jodipan yang berubah dari gelap menjadi pelangi, kampung kumuh yang mau merubah dirinya sehingga saat ini menjadi salah satu tujuan wisata murah meriah dan populer di kota Malang.

Artikel Lainnya :

1 komentar:

  1. Suuiip... mugo2 pas pulkam bisa mampir. Makasih buat sang penulis...semangat dan terus berkarya

    BalasHapus