Jalan-jalan Ke Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari

Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari – Candi yang terletak di desa Toyomarto, kecamatan Singosari, Malang ini merupakan candi Budha yang berbentuk stupa dan adalah salah satu peninggalan kerajaan Singosari yang masih lestari hingga kini. Keberadaan Candi Sumberawan, yang ditemukan pada tahun 1904 ini, menjadi salah satu bukti bahwa sejarah kerajaaan Singosari bukanlah dongeng pengantar tidur belaka.

Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari
Alumni smanda88 dengan latar
Candi Sumberawan
Pada hari Kamis, 28 Desember 2017, beberapa alumni smanda88 yang tergabung dalam komunitas pecinta sejarah, mengunjungi candi Sumberawan dipandu oleh Yu Anny (Anny Widhi)  yang sangat mengenal seluk beluk wilayah Singosari. Setelah makan hidangan di rumahnya, dengan menggunakan sepeda motor, mereka beriringan menuju tempat bersejarah ini.

Berikut ini adalah ulasan mereka tentang Candi Sumberawan.

Baca Juga : 

Sejarah Candi Sumberawan

Candi Sumberawan adalah peninggalan sejarah kerajaan Singosari yang berasal dari sekitar abad 14 atau awal abad 15. Menurut prasasti Negarakertagama, disebutkan jika Candi Sumberawan merupakan “Kasuranggan” atau Taman Surga Nimfa. Sebutan sebagai taman surge sepertinya masuk akal karena meskipun hanya sisa-sisanya saja, keindahan tempat ini memang seperti surga atau tempat peristirahatan yang nyaman.

Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari
Candi Sumberawan dan pemandangan di sekitarnya
Dahulu, pada tahun 1359, Raja Hayam Wuruk, Raja Majapahit yang termasyur dan putra dari Tribuana Tunggadewi, Putri Raja Kertanegera, telah berkunjung atau bahkan sering mengunjungi taman Kasuranggan ini.

Keberadaan Candi Sumberawan ini, pertama kali ditemukan pada tahun 1904 lalu diadakan pemugaran pada tahun 1937 oleh pemerintah Hindia Belanda, terutama pada bagian kaki candi. Dan, Candi Sumberawan merupakan satu-satunya candi yang berbentuk stupa di Jawa Timur.


Daya Tarik Candi Sumberawan 

Pemerintah daerah Kabupaten Malang telah menyulap Candi Sumberawan yang memiliki mitos angker dan penuh misteri menjadi salah satu tempat wisata yang layak dikunjungi. Selain dapat menikmati sejuknya udara pegunungan dibawah hamparan pohon pinus yang tertata rapi, pengunjung juga dapat belajar mengenal sejarah Kerajaan Singosari.

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi daya tarik dari Candi Sumberawan.


1. Sumber Air 

Melihat namanya Sumberawan berasal dari kata Sumber dan Awan yang berarti sumber yang berada di atas awan atau dapat diartikan sebagai sumber dari khayangan. Sedangkan dari fungsi Candi Sumberawan yang merupakan tempat pemujaan, sumber air tersebut digunakan sebagai tempat untuk menyucikan diri sebelum melakukan puja saji.

Sumber ini memancarkan air yang sangat jernih, konon air dari sumber ini dipercaya dapat memberikan kesembuhan dari penyakit, kesehatan dan awet muda. Sehingga banyak pengunjung tempat ini melakukan mandi keramas atau cuci muka atau hanya sekedar meneguk airnya saja. Konon, pada saat-saat tertentu air di Sumberawan ini berwarna biru.


2. Tempat Berfoto

Sebelum memasuki areal Candi Sumberawan, hamparan pohon pinus terbentang menyambut kedatangan kita. Melewati jalanan setapak, dalam setiap langkah kaki kita , tercium harum khas bunga cemara ditambah lagi udara segar yang memenuhi tempat ini menyegarkan paru paru kita.

Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari
Chudori, Fatchul, Endang dan Anny W
Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari
Endang, Anny, Fatchul dan Istri Chudori

Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari
Chudori dan Istri, Fatchul, Endang, Anny dan Sueb

Sebuah sungai kecil membentang seolah membelah tempat wisata ini dengan airnya yang sangat jernih hingga terlihat bebatuan di dasarnya. Sungguh suatu pemandangan yang indah, maka sangat pantas bila kita menyempatkan diri berfoto dengan latar alam yang indah ini.


3. Tempat Nongkrong

Selain itu pengelolah tempat wisata ini  juga menyediakan tempat-tempat nongkrong sambil menikmati kopi panas atau teh manis maupun makanan lainnya. Dengan udara yang sejuk, duduk bercengkerama bersama teman-teman terasa begitu nikmat.

4. Tempat Meditasi

Bagi mereka yang sedang mencari kedamaian batin khususnya para spiritualis, Candi Sumberawan merupakan tempat yang cocok untuk melakukan olah rasa maupun meditasi.

Suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan membuat tempat ini menjadi pilihan untuk mencari inspirasi, meditasi atau hanya sekedar uji nyali, terutama pada malam hari.

Itulah beberapa hal yang menjadi daya tarik untuk mengunjungi Candi Budha yang berada di lereng gunung Arjuno ini.

Kunjungan Alumni smanda88

Sebagai generasi yang mencintai sejarah tanah air, beberapa alumni smanda88, melakukan perjalanan ke tempat ini dengan tujuan rekreasi sekaligus mengenang kembali sejarah kerajaan Singasari.

Sambil duduk santai dibawah pohon, kami menikmati lezatnya makan nasi jagung, urap-urap, terancam dan sambel tumpang dengan lauk ikan asin, mendol dan rempeyek, semua masakan itu buatan Mbak Endang.

Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari
Mbak Endang

Ternyata selain pandai membuat olahan jamu, trampil melukis diatas media jam dinding juga kanvas, wanita ayu ini pandai memasak.

Setelah menikmati makanan khas Mbak Endang, kami duduk bercengkerama di sebuah pondok yang disediakan sambil minum kopi hitam dan teh manis. Sungguh satu perjalanan yang menyenangkan meskipun tidak harus membayar mahal.

Terima kasih, untuk Yu Anny yang telah memandu dan menjamu kami.

Penutup

Demikian ulasan tentang perjalanan beberapa alaumni smandan88 saat mengunjungi Candi Sumberawan, salah satu tempat wisata sejarah di Desa Toyomarto, Singosari, Malang.

Pada musim liburan, banyak pilihan tempat-tempat wisata yang hendak kita kunjungi, namun wisata sejarah yang murah meriah seperti Candi Sumberawan ini layak kita jadikan pilihan terutama untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak kita.

Salam Satu Jiwa smanda88

Artikel Lainnya :



Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga – Tanggamus adalah nama salah satu kabupaten di Propinsi Lampung, Indonesia. Nama Tanggamus diambil dari nama gunung yang berdiri tegak di jantung kabupaten ini yaitu gunung Tanggamus. Sedangkan menurut masyarakat setempat, nama Tanggamus memiliki makna sebagai  Tangga Menuju Surga.

Menurut kepercayaan masyarakat, gunung Tanggamus merupakan tempat untuk melakukan khalwat atau menyepi hingga mendapatkan ketenangan batin dan kedamaian batin yang merupakan tangga menuju ke surga hati.

Pada liburan akhir tahun ini, Susilowati, alumnus smanda88, bersama keluarganya berjalan-jalan ke kabupaten yang berada di ujung selatan pulau Sumatera ini. Kebetulan, suami, Albasri, adalah warga asli kabupaten Tanggamus sehingga perjalanannya kali ini merupakan perjalanan pulang kampung.

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga

Menggunakan jalur darat, dengan menggunakan mobil pribadi. Setelah menembus kemacetan Ibukota dan kepadatan antrian di pelabuhan Merak lalu menyusuri perairan selat Sunda maka sampailah di pelabuhan Bakauheni, Lampung. Perjalanan dilanjutkan lagi hingga ke bagian selatan propinsi Lampung, Kabupaten Tanggamus yang beribukota Kota Agung.

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Perjalanan darat menuju Tanggamus
Kegiatan pertama yang dilakukan Susilowati di Kota Agung, bersama keluarga adalah mengikuti prosesi pernikahan keponakan mereka menggunakan adat Lampung. Berada di tengah kesibukan persiapan pernikahan, prosesi pernikahan dan kegiatan paska pernikahan membuatnya larut dalam pekerjaan dapur bersama kerabatnya.

Setelah  larut dalam hingar bingar prosesi pernikahan, Susilowati, berjalan-jalan ke dermaga 3 Kota Agung, Lampung Selatan. Menikmati keindahan pantai serta mengamati kesibukan para nelayan pulang dari menangkap ikan, memberikan nuansa tersendiri. Seperti terlihat pada foto dan video berikut ini.

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Susilowati dengan latar pemandangan indah
di Dermaga 3 Kota Agung, Tanggamus
Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Suasana kesibukan nelayan di Dermaga 3, Kota Agung, Tanggamus
Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Sri Andini (Susi Junior) bersama saudara di Dermaga 3
Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Sri Andini dengan pemandangan laut yang indah di Dermaga 3

Kemudian, mereka mengunjungi salah satu usaha keluarga yaitu usaha pengolahan kopra, yang sudah lama dirintis oleh suaminya sejak lama, seperti terlihat pada foto berikut ini.

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Usaha Pengolahan Kopra
Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Usaha Pengolahan Kopra Susilowati
Pada hari berikutnya, Susilowati bersama putri semata wayanganya, Sri Andini Puspitasari, berjalan-jalan ke kebun mereka di daera Way Awi, desa Ciawi, Kota Agung, Lampung Selatan. Berikut ini adalah beberapa moment yang sempat diabadikan.

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Sri Andini di Kebun Way Awi

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Susilowati di Kebun Way Awi, Desa Ciawi
Berikut ini adalah video kenangan Sri Andini saat berjalan-jalan bersama orangtuanya ke kebun di Way Awi, desa Ciawi, Kota Agung, Tanggamus.


Banyak kegiatan lainnya yan dilakukan Susilowati bersama keluarganya selama berada di Kota Agung, Lampung Selatan. Tentunya, lebih menyenangkan dibandikan saat berada ditengah kesibukan kota Jakarta.

Jalan jalan Ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga
Kegiatan Lain dari Susi : Menggoreng Kopi dan Memasak

Baca Juga :

Penutup

Demikian sekelumit ulasan perjalanan Susilowati ke Kota Agung, Tanggamus, Lampung Selatan.  Dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang dapat memberikan ketentraman, kenyamanan dan keindahan akan dapat menjadi sarana refreshing, lepas dari kesibukan pekerjaan dan sejenak melepakan beban kehidupan.

Refreshing tidak harus mahal dan mewah, dimanapun kita berada, asalkan hati kita merasa tenang, nyaman dan damai maka itulah tempat rekreasi kita.

Bagi teman-teman yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota atau mengunjungi tempat-tempat wisata dimanapun berada, silahkan berbagi sehingga informasi tentang tempat-tempat wisata tersebut dapat menjadi acuan bagi lainnya.

Salam Satu Jiwa smanda88

Artikel Lainnya :



Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal

Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal – Bila anda berfikir untuk menjadi bahagia harus mengeluarkan biaya yang banyak, mewah dan mahal maka mari berfikir kembali. Mengapa? Karena bahagia bukan terletak pada materi dan kekayaan belaka namun terletak di hati kita. Sehingga dengan cara sederhana dan hati yang sederhana pula kita dapat merengkuhnya.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Bahagia Itu Sederhana
Pola fikir yang menyatakan jika kita akan bahagia apabila sudah memiliki rumah mewah, harta melimpah dan istri atau pasangan yang sempurna , sebaiknya mulai kita kikis lalu mulai menggali lebih dalam ke diri kita sendiri.

Memang tidak dapat dipungkiri bila pada jaman sekarang, materi dan kekayaan mampu membuat seseorang dihargai, disegani dan dihormati oleh orang lain. Sehingga kita melihatnya, mereka sudah bahagia, segala kebutuhannya dapat dengan mudah didapatkan. Namun, apa yang kita lihat dari sisi luar belum tentu sama dengan apa yang mereka rasakan.

Begitu pula, seseorang yang terlihat kekurangan belum tentu dia susah hatinya. Seperti kisah Nabi Ayub, yang tidak ada hentinya dikaruniai musibah, apakah beliau merasa susah? Justru dengan musibah dan penderitaan tersebut menjadikan beliau merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Sementara Fir’aun yang di beri harta dan kekayaan melimpah ruah, apakah merasa bahagia? Bahkan dalam tidurnya pun, dia gelisah dan ketakutan, kalau-kalau ada orang lain yang akan merebut dan mengambil alih harta dan kekuasaannya. Harta Kekayaan mengikatnya dengan erat lalu menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Padahal harta benda tersebut hanya titipan saja dan akan kembali kepada pemilikNya, kelak.

Satu peribahasa dalam bahasa Jawa yang dapat mewakili kondisi tersebut adalah :
Sawang Sinawang

Maknanya, sebagai manusia yang hidup dalam peradaban dimana harta dan materi adalah segalanya sebaiknya kita mencari kebutuhan kita yang hakiki sehingga tidak silau dengan gemerlapnya harta. Dan, apa yang kita lihat dari luarnya saja belum tentu sesuai dengan kondisi di dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa cara sederhana dari para alumni smanda88 saat mengisi liburan akhir tahun dan mencari kebahagiaan.

Bahagia Itu Sederhana

1. Jalan-jalan Bersama Keluarga

Slamet Wahyudi, alumni smanda88, sosok sederhana yang aktif di berbagai kegiatan alumni, mengisi liburan akhir tahun dengan berjalan-jalan bersama keluarganya ke tempat wisata alam yaitu Sumber Maron.

Berikut ini adalah beberapa foto kenangan Slamet bersama keluarganya.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Slamet dan Anak-anaknya di Sumber Maron

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Slamet Bersama Istri di Sumber Maron
Baca Juga :

2. Bertemu Teman-teman

Beda lagi dengan Agustin Setyorini dan Maria Rosita, mereka mengisi liburan akhir tahunnya dengan cara bertemu dan berkumpul dengan teman-teman lama. Menjalin silaturahmi bersama teman-teman merupakan salah satu pintu merengkuh bahagia. Tentunya lebih murah dan tidak butuh biaya mahal.

Berikut ini foto kenangan Agustin Setyorini dan Maria Rosita saat bersama teman-teman mengunjungi kampong warna-warni, Jodipan, Malang.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Maria Rosita, Rini dkk di Kampung Warna-warni

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Agustin Setyorinin dkk dengan latar payung warna warni

Baca Juga : Kampung Jodipan : Habis Gelap Terbitlah Pelangi

3. Berkumpul Dengan Keluarga Besar

Susilowati, sang “Kabag WA” smanda88, menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga mengunjungi keluarga besar suaminya yang berada di Tanggamus, Lampung, Sumatera Selatan. Kebetulan bertepatan dengan adanya hajatan pernikahan keponakannya.

Berikut ini foto kenangan yang dikirimkan Susi saat berada bersama keluarga besarnya, Dia terlihat larut dalam suasana kekeluargaan dan  indahnya kebersamaan keluarga besarnya.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Susilowati Bersama Keluarga
Dalam acara pernikahan adat Lampung

Penutup

Demikian ulasan tentang artikel “Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal.” Harapan dengan membaca artikel ini, kita senantiasa berbahagia dimanapun, dalam kondisi apapun serta kapan saja.

Karena bahagia itu sederhana.

Salam Satu Jiwa smanda88

Artikel Lainnya :