Home » » Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal

Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal – Bila anda berfikir untuk menjadi bahagia harus mengeluarkan biaya yang banyak, mewah dan mahal maka mari berfikir kembali. Mengapa? Karena bahagia bukan terletak pada materi dan kekayaan belaka namun terletak di hati kita. Sehingga dengan cara sederhana dan hati yang sederhana pula kita dapat merengkuhnya.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Bahagia Itu Sederhana
Pola fikir yang menyatakan jika kita akan bahagia apabila sudah memiliki rumah mewah, harta melimpah dan istri atau pasangan yang sempurna , sebaiknya mulai kita kikis lalu mulai menggali lebih dalam ke diri kita sendiri.

Memang tidak dapat dipungkiri bila pada jaman sekarang, materi dan kekayaan mampu membuat seseorang dihargai, disegani dan dihormati oleh orang lain. Sehingga kita melihatnya, mereka sudah bahagia, segala kebutuhannya dapat dengan mudah didapatkan. Namun, apa yang kita lihat dari sisi luar belum tentu sama dengan apa yang mereka rasakan.

Begitu pula, seseorang yang terlihat kekurangan belum tentu dia susah hatinya. Seperti kisah Nabi Ayub, yang tidak ada hentinya dikaruniai musibah, apakah beliau merasa susah? Justru dengan musibah dan penderitaan tersebut menjadikan beliau merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Sementara Fir’aun yang di beri harta dan kekayaan melimpah ruah, apakah merasa bahagia? Bahkan dalam tidurnya pun, dia gelisah dan ketakutan, kalau-kalau ada orang lain yang akan merebut dan mengambil alih harta dan kekuasaannya. Harta Kekayaan mengikatnya dengan erat lalu menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Padahal harta benda tersebut hanya titipan saja dan akan kembali kepada pemilikNya, kelak.

Satu peribahasa dalam bahasa Jawa yang dapat mewakili kondisi tersebut adalah :
Sawang Sinawang

Maknanya, sebagai manusia yang hidup dalam peradaban dimana harta dan materi adalah segalanya sebaiknya kita mencari kebutuhan kita yang hakiki sehingga tidak silau dengan gemerlapnya harta. Dan, apa yang kita lihat dari luarnya saja belum tentu sesuai dengan kondisi di dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa cara sederhana dari para alumni smanda88 saat mengisi liburan akhir tahun dan mencari kebahagiaan.

Bahagia Itu Sederhana

1. Jalan-jalan Bersama Keluarga

Slamet Wahyudi, alumni smanda88, sosok sederhana yang aktif di berbagai kegiatan alumni, mengisi liburan akhir tahun dengan berjalan-jalan bersama keluarganya ke tempat wisata alam yaitu Sumber Maron.

Berikut ini adalah beberapa foto kenangan Slamet bersama keluarganya.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Slamet dan Anak-anaknya di Sumber Maron

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Slamet Bersama Istri di Sumber Maron
Baca Juga :

2. Bertemu Teman-teman

Beda lagi dengan Agustin Setyorini dan Maria Rosita, mereka mengisi liburan akhir tahunnya dengan cara bertemu dan berkumpul dengan teman-teman lama. Menjalin silaturahmi bersama teman-teman merupakan salah satu pintu merengkuh bahagia. Tentunya lebih murah dan tidak butuh biaya mahal.

Berikut ini foto kenangan Agustin Setyorini dan Maria Rosita saat bersama teman-teman mengunjungi kampong warna-warni, Jodipan, Malang.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Maria Rosita, Rini dkk di Kampung Warna-warni

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Agustin Setyorinin dkk dengan latar payung warna warni

Baca Juga : Kampung Jodipan : Habis Gelap Terbitlah Pelangi

3. Berkumpul Dengan Keluarga Besar

Susilowati, sang “Kabag WA” smanda88, menikmati liburan akhir tahun bersama keluarga mengunjungi keluarga besar suaminya yang berada di Tanggamus, Lampung, Sumatera Selatan. Kebetulan bertepatan dengan adanya hajatan pernikahan keponakannya.

Berikut ini foto kenangan yang dikirimkan Susi saat berada bersama keluarga besarnya, Dia terlihat larut dalam suasana kekeluargaan dan  indahnya kebersamaan keluarga besarnya.

Ternyata Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal
Susilowati Bersama Keluarga
Dalam acara pernikahan adat Lampung

Penutup

Demikian ulasan tentang artikel “Bahagia Itu Sederhana dan Tidak Mahal.” Harapan dengan membaca artikel ini, kita senantiasa berbahagia dimanapun, dalam kondisi apapun serta kapan saja.

Karena bahagia itu sederhana.

Salam Satu Jiwa smanda88

Artikel Lainnya :



1 comments:

  1. bukankah kebahagiaan itu tertera dalam hati, bukan materi,..... selama kita bisa menerima anugerah ilahi, insyaa'allah bahagia kan selalu menyertai,.... tak perlu kita iri dengan apa yang tetangga miliki

    ReplyDelete