Jambore American Jeep 2018 Cibubur Dengan Tema Hari Pahlawan

Jambore American Jeep 2018 Cibubur Dengan Tema Hari Pahlawan – Pada tanggal 10 – 11 Nopember 2018, Bumi perkemahan Cibubur  berubah seolah menjadi medan pertempuran pada jaman revolusi fisik. Ratusan Jeep Willys dengan berbagai aksesoris perang  berkumpul memadati camping ground Cibubur, Jakarta Timur. Suasana perang semakin kental dengan berdirinya tenda-tenda dan peralatan pertahanan lainnya. 

Jambore American Jeep 2018 Cibubur Dengan Tema Hari Pahlawan
Jambore American Jeep 2018 Cibubur Dengan Tema Hari Pahlawan

Itulah peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember yang diadakan oleh komunitas American Jeep dari seluruh penjuru tanah air yang dikemas dalam acara Jambore American Jeep 2018. Event yang menjadi agenda tahunan ini memang dilaksanakan pada setiap tanggal 10 Nopember.

Budi Wijaya di Jambore American Jeep 2018 Cibubur
Budi Wijaya di Jambore American Jeep 2018 Cibubur 

Pengalaman mengikuti Jambore American Jeep 2018 di Cibubur ini dituturkan oleh Budi Wijaya alias Bewe, sahabat dolenners yang tergabung dalam Komunitas Jeep Jabodetabek.

Nah, untuk lebih mengenal tentang American Jeep dan Jambore American Jeep 2018 di Cibubur dengan tema Hari Pahlawan, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Sejarah American Jeep

Pada tanggal 15 Juli lalu, perusahaan mobil Jeep merayakan ulang tahunnya yang ke-75. Merek mobil legendaris dari Amerika Serikat ini pertama kali lahir sebagai Willys-Overland Motor yang ditugasi membangun MB Willys.

Kemudian, ikon mobil tempur era Perang Dunia II ini menampilkan edisi spesial yaitu Wrangler 75th Salute sebagai versi modern Willys MB dengan mengambil basis Wrangler Sport dilengkapi mesin V6 3,6 liter dengan warna hijau dan velg kaleng.

American Jeep di Jambore American Jeep 2018 Cibubur
American Jeep di Jambore American Jeep 2018 Cibubur

Istilah Jeep berasal dari penyebutan akronim GP dengan kepanjangan general purpose, sedangkan nama GP aslinya bukan merupakan permintaan angkatan darat AS, melainkan Light Reconnaissance And Command Car (LRACC). Mobil inilah yang disebut juga sebagai L-Rack.

Mengutip dari Forbes, prototipe Jeep pertama kali dikembangkan oleh American Bantam Car Company of Butler dan diuji coba oleh AD di Camp Holabird, Baltimore pada tanggal 23 September 1940.

Salah satu mobil American Jeep yang dipamerkan di Cibubur
Salah satu mobil American Jeep yang dipamerkan di Cibubur

Sebelumnya, Angkatan Darat memesan kendaraan tempur ringan pengganti Ford Model T pada Juli 1940. Dengan catatan, mobil ini diharuskan memiliki spesifikasi daya angkut 272 kilogram, ground clearance kurang dari 914 milimeter, bobotnya 590 kilogram dengan sistem penggerak empat roda. Sedangkan, spesifikasi lainnya memiliki tiga kursi dan kaca depan yang bisa dilipat. 

Meskipun telah menawarkan Ford Pilot Model GP, Ford kalah tender dan yang menjadi pemenangnya adalah Spicer Manufacturing. Perusahaan otomotif yang kini dikenal sebagai Dana Corporation yang mengembangkan cikal bakal Jeep modern yang disukai baik kalangan sipil maupun mliter untuk American Bantam. 

Jeep dengan aksesoris senjata lengkap di Jambore American Jeep 2018 Cibubur
Jeep dengan aksesoris senjata lengkap di Jambore American Jeep 2018 Cibubur

Telah terjadi perubahan desain GP mulai dari prototipe hingga versi produksi. Pada awalnya, pada tahun 1940, kisi-kisi grill mobil tersebut berjumlah 13 bilah, lalu berganti jadi sembilan bilah pada konsep produksi perdana 1941 hingga akhirnya berganti menjadi tujuh bilah pada 1945 sampai saat ini.

Willys Overland baru menjual GP alias Jeep pada 1944 sebagai CJ atau Civilian Jeep. Willys Overland melucuti segala perlengkapan militer dan menambahkan lampu belakang. Kemudian, perusahaan ini dijual ke Kaiser Motor pada tahun 1953 dan memperpendek namanya menjadi  'Willys', lalu berganti nama lagi sebagai Willys-Jeep dan akhirnya hanya 'Jeep' saja.

Jeep Willys model baru di Jambore American Jeep 2018 Cibubur
Jeep Willys model baru di Jambore American Jeep 2018 Cibubur

Pada tahun 1970, Merek ini dijual kembali ke American Motor Co. Kemudian perusahaan ini menjalin kemitraan dengan Renault pada 1980. Akhirnya, AMC juga tidak bisa bertahan lama karena diakuisisi oleh Chrysler.

Saat ini, cikal bakal GP atau Jeep garapan Ford pada tahun 1940 hanya  tinggal dua unit saja yang tersisa yaitu Ford Pilot Model GP No. 1 dengan sebutan Pygmy dipajang di U.S. Veterans Memorial Museum, Huntsville, Alabama.

Jambore American Jeep 2018

Acara pembukaan Jambore American Jeep 2018 ini dimulai dengan digelarnya drama teatrikal Perang 10 Nopember dengan pemain para peserta sendiri. Berikut ini adalah rangkaian acara Jambore di Cibubur ini.

Tenda Panitia Jambore American Jeep 2018 Cibubur
Tenda Panitia Jambore American Jeep 2018 Cibubur

Dengan mengenakan baju militer lengkap dengan senapan, pistol dan peralatan perang lainnya, suasana bumi perkemahan Cibubur berubah menjadi medan pertempuran antara tentara Sekutu yang di domplengi Belanda melawan tentara Indonesia.

Drama teatrikal Pertempuran 10 Nopember di Jambore American Jeep 2018
Drama teatrikal Pertempuran 10 Nopember di Jambore American Jeep 2018
Gambar : merahputih.com

Kedua pasukan menggunakan kendaraan Jeep Willys dari berbagai jenis lengkap dengan tentara dan persenjataannya. Lalu-lalang beriringan mencari musuh.

Tentara Indonesia di Jambore American Jeep 2018
Tentara Indonesia di Jambore American Jeep 2018
Gambar : sindonews

Terjadi saling intai, saling intip dan baku tembak di antara dua kubu ini. Pertempuran berlangsung dengan seru dan menegangkan serta menelan banyak korban. Dan akhirnya, tentara Indonesia yang keluar sebagai pemenangnya.  Maka, teriakan membahana bergema di seluruh bumi perkemahan Cibubur ini menyambut kemenangan ini. “Merdeka..”

Dan, berakhirlah drama teatrikal Perang 10 Nopember di Cibubur ini.

Peserta Jambore dengan pakaian Indian
Peserta Jambore dengan pakaian Indian
Gambar : Wartakota Tribunnews
Setelah itu acara dilanjutkan dengan acara Bakti Sosial yakni menyantuni para veteran dan anak yatim. Kemudian dilanjutkan dengan Pameran Mobil Jeep lalu dilakukan pengukuhan pengurus komunitas Jeep wilayah Sumatera selatan, Kalimantan selatan dll.

Santunan untuk veteran dan Anak Yatim di Jambore American Jeep 2018
Veteran dan Anak Yatim di Jambore American Jeep 2018

Acara diakhir dengan ramah tamah dan hiburan.

Panggung Hiburan di Jambore American Jeep 2018 Cibubur
Panggung Hiburan di Jambore American Jeep 2018 Cibubur

Dinginnya udara pegunungan membuat para peserta Jambore American Jeep 2018 harus mengenakan pakain tebal. Namun, ketika dentuman suara musik dan lantunan suara merdu mendayu dari penyanyinya bergema, serentak para peserta bangkit lalu bergoyang mengikuti irama musik melayu.

Macam-macam tingkah pola dan gaya peserta Jambore dalam berjoget. Saat seperti ni merupakan ajang refreshing atau melepaskan diri dari berbagai rutinitas sehari-hari sehingga mereka bebas meluapkan ekspresinya di tempat ini.

Untuk mengintip bagaimana kemeriahan Jambore American Jeep 2018 di Cibubur ini, mari kita saksikan cuplikan video berikut ini.



Penutup

Sahabat dolenners, itulah keseluruhan acara Jambore American Jeep 2018 di Cibubur, Jakarta Timur ini. Kesempatan berkumpul setahun sekali ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta jambore.

Sehingga, pada kesempatan ini, selain menjalin silaturahmi dengan anggota klubnya masing-masing, para peserta jambore juga menjalin pertemanan dan saling mengenal dengan peserta dari berbagai daerah lainnya.

Dengan demikian, ikatan persahabatan diantara para peserta Jambore baik dengan sesama klub maupun anggota komunitas Jeep Willys dari daerah lainnya dapat terjalin semakin erat dan kuat. Jambore berikutnya akan diselenggarakan di kota Patria, Blitar, Jawa Timur.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Sumber :
  • Budi Wijaya, Anggota Komunitas Jeep Jabodetabek
  • Liputan6.com
Artikel Lainnya :



Mengenang Hari Pahlawan Dengan Menyusuri Kota Tua Jakarta 2018

Kota Tua Jakarta 2018 – Banyak objek wisata alam dan taman hiburan di kota Jakarta, namun dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2018, mengunjungi Kota Tua Jakarta sambil mengenang jasa Pahlawan dapat menjadi satu pilihan saat liburan. Kawasan Kota Tua Jakarta merupakan tempat yang sarat dengan nilai sejarah dan masih kental akan nuansa tempo dulu. 

Pada mulanya, Kota Tua Jakarta merupakan kawasan yang dibangun oleh kolonial Belanda sebagai pusat perdagangan di Asia. Batavia, nama yang dulu disematkan pada kota yang menjadi kawasan pusat perdagangan baik dalam negeri  maupun luar negeri ini melalui jalur pelayaran.

Surianto dan istri di Kota Tua Jakarta
Surianto dan istri di Kota Tua Jakarta

Sahabat dolenners, untuk lebih mengenal objek wisata di kota metropolitan yang menjadi warisan tempo dulu ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Kota Tua Jakarta

Sejarah Kota Tua Jakarta

Sejarah Kota Tua Jakarta berawal pada tahun 1526 ketika Fatahillah atau Sunan Gunung Jati dikirim oleh Kesultanan Demak untuk menyerang dan menaklukkan pelabuhan Sunda Kelapa yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Lalu wilayah ini diberi nama Jayakarta.

Pada tahun 1619, Belanda dengan bendera VOC merebut dan menghancurkan kota Jayakarta.  Dan, sebagai pemimpinnya adalah Jenderal Jan Pieterszoon Coen yang terkenal. Kemudian, setelah satu tahun, VOC membangun kembali Jayakarta dengan nama baru, Batavia.

Surianto dan keluarga di Kota Tua Jakarta
Surianto dan keluarga di Kota Tua Jakarta

Pembangunan kota Batavia dimulai pada tahun 1635, dengan semakin luasnya wilayah yang dikuasai hingga tepi barat sungai Ciliwung, maka desain kota menggunakan gaya arsitektur Belanda dimana  sungai digunakan sebagai kanal pemisah antara blok-blok.

Batavia selesai dibangun pada tahun 1650, kemudian kota ini difungsikan sebagai kantor pusat VOC di Hindia Timur.

Wabah tropis menyerang penduduk Batavia akibat sistem sanitasi yang buruk. Pada tahun 1835 hingga 1870 banyak warga Batavia yang pindah ke wilayah Weltevreden atau daerah di sekitar Lapangan Merdeka.

Museum Sejarah Jakarta Tempo Dulu
Museum Sejarah Jakarta Tempo Dulu

Saat pendudukan Jepang pada tahun 1942, Batavia berganti nama menjadi Jakarta dan menjadi ibu kota Indonesia hingga saat ini.

Dan, pada tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit resmi yang menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan budaya atau kota heritage dengan tujuan untuk melindungi sejarah arsitektur dan bangunan yang masih tersisa.

Daya Tarik Kota Tua Jakarta

Satu pertanyaan yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar nama Kota Tua Jakarta, terutama bagi yang belum pernah datang mengunjunginya.

“Ada apa di Kota Tua Jakarta?

Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, berikut ini adalah beberapa tempat bersejarah dan mengandung kenangan tempo dulu yang ada di kota Tua Jakarta.

1. Museum Fatahillah

Cara lain untuk mengabadikan nama Fatahillah sebagai salah satu pendiri kota Jakarta, maka nama museum di Jl. Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat ini diberi nama Museum Fatahillah.

Andini di Meseum Fatahillah, Jakarta
Andini di Museum Fatahillah, Jakarta

Apa yang ada di dalam museum Fatahillah ini?
  • Museum Fatahillah menyimpan sekitar 23.500 koleksi barang bersejarah berupa benda asli maupun hanya replika. Koleksi tersebut berasal dari Museum Jakarta Lama yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27.
  • Beberapa koleksi seperti replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Kota Jakarta, furnitur-furnitur antik, koleksi keramik, gerabah, prasasti, dan deretan benda bersejarah lainnya.
  • Selain itu, di dalam Museum Fatahillah juga terdapat penjara bawah tanah yang menjadi saksi bisu penderitaan dari para tawanan yang kondisinya sangat menyedihkan.
Sebelum dijadikan museum, pada masa penjajahan Belanda, gedung ini digunakan sebagai balai kota yang dikenal dengan nama Stadhius. Kemudian, degung ini juga pernah digunakan sebagai pengadilan, kantor catatan sipil, tempat ibadah Minggu, dan tempat Dewan Kotapraja.

Andini dengan salah satu koleksi Museum Fatahillah, Jakarta
Andini dengan salah satu koleksi Museum Fatahillah, Jakarta

Barulah pada tahun 1968, gedung ini secara resmi diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Kemudian oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin gedung ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.

2. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pada masa lalu, peranan Pelabuhan Sunda Kelapa bagi perkembangan sejarah kota  Jakarta, sangatlah vital. Karena melalui pelabuhan inilah, nama Jakarta dikenal luas oleh para pedagang di dunia. Sehingga mereka berbondong-bondong datang untuk melakukan perniagaan.

Seperti  pedagang dari Tiongkok yang berlayar ke pelabuhan ini dengan membawa barang kerajinan berupa keramik dan kain sutera untuk ditukarkan dengan rempah-rempah. Kemudian, para pedagang dari India dan Arab pun datang dengan membawa kain dan minyak wangi yang juga ditukarkan dengan rempah-rempah.

Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta
Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta
Gambar : pegipegi.com

Tidak hanya sekali dua, perniagaan dengan ketiga negara ini terus berlanjut dan berjalan baik hingga abad ke-16. Sehingga Pelabuhan Sunda Kelapa  menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai dengan aktivitas jual beli antar negara.

Meskipun sudah tidak seramai dulu, saat ini, pelabuhan ini masih tetap digunakan sebagai dermaga transportasi laut. Dan, kapal-kapal yang ada di pelabuhan ini pun merupakan hasil karya anak nusantara termasuk kapal Pinis Nusantara.

Sebagai objek wisata sejarah, Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi tempat mengenang kisah heroik pada masa lalu dan juga menjadi spot foto yang unik, menarik dan instagramable.

Aktifitas lain yang dapat kita lakukan disini adalah mencoba ojek sampan yang akan membawa kita berlayar menyusuri perairan di pelabuhan dengan tarif Rp. 50.000 atau bisa lebih tergantung dari rute dan kepandaian kita menawarnya.

3. Museum Bank Indonesia

Sebelum menjadi Museum Bank Indonesia, bangunan ini merupakan sebuah rumah sakit yang bernama Binnen Hospital, kemudian pada tahun 1828 di-alihfungsikan menjadi bank dengan nama De Javashe Bank (DJB).

Kemudian, setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1953, bank ini di-nasionalisasikan menjadi Bank Sentral Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia, Kota Tua Jakarta
Museum Bank Indonesia, Kota Tua Jakarta
Gambar : uliulin.com

Pada tahun 1962, Bank Indonesia ini dipindahkan ke gedung baru sehingga gedung ini kosong. Namun, karena menyimpan banyak kenangan masa lalu, gedung lama ini tetap dilestarikan sehingga menjadi Museum Bank Indonesia yang diresmikan pada tanggal 15 Desember 2006.

Hal-hal menarik yang dapat kita peroleh saat mengunjungi Museum Bank Indonesia selain spot foto yang unik dan menarik antara lain adalah :
  • Kita akan mendapat pengetahuan tambahan mengenai sejarah terbentuknya bank sentral yang ada di negara kita ini.
  • Terdapat 324 kaca patri lain yang semuanya dibuat di Atelier Jan Schouten, Delft, Belanda, pada periode 1922 – 1935.
  • Sebuah lukisan wanita dengan lambang Kota Batavia dan Surabaya dan beberapa lukisan unik serta antik lainnya.
  • Ruangan teater dengan kapasitas tempat duduk untuk 40 orang dimana teater tersebut memutar film yang berisi seputar sejarah perbankan dan peranan Bank Indonesia.

Jika ingin berkunjung ke Museum Bank Indonesia, jangan datang pada hari Senin atau hari libur nasional karena pada hari tersebut Museum ini tutup.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Satu tempat yang menarik lainnya di kawasan Kota Tua Jakarta adalah Museum Seni Rupa dan Keramik. Museum yang awalnya dibangun oleh seorang arsitek bernama Jhe. W.H.F.H. van Raders pada tahun 1870.

Pada masa penjajahan, tepatnya masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Miyer, gedung ini digunakan sebagai Kantor Pengadilan. Kemudian pada tahun 1949 pernah digunakan sebagai sarana Nederlansche Mission Militer (NMM) oleh KNIL yang kemudian diserahkan kepada TNI sebagai gudang logistik.

Museum Seni Rupa Dan Keramik, Kota Tua Jakarta
Museum Seni Rupa Dan Keramik, Kota Tua Jakarta
Gambar : ilmu seni

Pada tahun 1970 hingga 1973, bangunan ini dialihfungsikan sebagai kantor Wali Kota Jakarta Barat, kemudian pada tahun 1974 digunakan sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah. Pada tanggal 20 Agustus 1976, gedung ini diresmikan menjadi Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto atas inisiatif dari Adam Malik.

Kemudian, pada tanggal 10 Juni 1977, sebagian dari gedung ini diresmikan sebagai Museum Keramik oleh Gubernur DKI, Ali Sadikin. Pada awal tahun 1990, Balai Seni Rupa dan Museum keramik disatukan dan resmi menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Beberapa hal menarik yang dapat kita lakukan di museum ini antara lain dengan mengunjungi Ruang Serbaguna, Workshop Keramik, dan Workshop Melukis serta pameran hasil karya dari para seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga sekarang.

5. Toko Merah

Satu lagi bangunan unik berwarna merah di sekitar Jl. Kali Besar yang menjadi salah satu cagar budaya di kawasan Kota Tua Jakarta. Yaitu Toko Merah, bangunan yang dulunya merupakan sebuah toko yang dimiliki oleh warga Tionghoa.

Konon, selain sarat dengan nilai-nilai sejarah, Toko Merah merupakan bangunan angker yang memiliki banyak misteri. Memang tidak seramai di Museum Fatahillah dan museum lainnya, namun tempat ini memiliki daya tariknya tersendiri.

Pada tahun 1730, bangunan Toko Merah dibuat oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff dengan konsep sebuah rumah yang besar, megah, dan nyaman. Lalu, pada masa pendudukan Jepang, gedung ini dijadikan sebagai Gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang.

Toko Merah, Kota Tua Jakarta
Toko Merah, Kota Tua Jakarta
Gambar : Jejakpiknik.com

Pada masa, sesudah  kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1964 Toko Merah berpindah tangan ke swasta dengan pemilik PT Satya Niaga. Kemudian, pada tahun 1977 berubah menjadi PT. Dharma Niaga dan gedungnya tetap digunakan sebagai kantor. 

Pada tahun 1990-an, barulah Toko Merah ini dijadikan sebagai Bangunan Cagar Budaya. Dan setelah lama terabaikan, tempat ini pun direstorasi pada tahun 2012. Sekarang, Toko Merah difungsikan sebagai gedung serba guna yang dapat digunakan sebagai tempat konferensi dan pameran.

Namun, untuk melihat apa yang ada di dalam Toko Merah ini, kita terlebih dulu harus minta ijin kepada petugasnya karena tempat ini tidak sembarangan dibuka untuk umum.

Jam Operasional & Harga Tiket Masuk Wisata Kota Tua Jakarta

Daya tarik Kota Tua sebagai kawasan heritage memang cukup kuat, terbukti hampir setiap hari semua objek wisata selalu ramai pengunjung, baik pada hari libur maupun hari kerja.

Kota Tua Jakarta dapat dikunjungi setiap hari 24 jam. Namun, beberapa tempat wisata di dalamnya memiliki jam operasionalnya masing-masing. Asalkan jangan terlalu malam, kita dapat mengunjungi semua tempat wisata di kawasan Kota Tua ini.

Memasuki kawasan Kota Tua, tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, jika memasuki objek wisatanya akan dikenakan tarif yang nilainya tergantung pada tempat mana yang dikunjungi.

Penutup

Mengunjungi cagar budaya yang banyak mengandung nilai-nilai sejarah memang sangat menarik terutama dilakukan pada Hari Pahlawan. Kenangan-kenangan lama yang terpancar dari objek wisata sejarah ini seolah dapat mempengaruhi kita untuk larut dalam nuansa tempo dulu.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Dari Banjarmasin Mengintip Keindahan Danau Singkarak, Sumbar 2018

Dari Banjarmasin Mengintip Keindahan Danau Singkarak, Sumbar 2018 – Sebagai danau terluas kedua di Pulau Sumatera, Danau Singkarak menyimpan keindahan alam yang tak kalah indahnya dengan Danau Toba yang berada di peringkat pertama. Hamparan perbukitan nan hijau di tepi danau berpadu dengan kilauan permukaan air serta cakrawala luas yang kadang berwarna biru cerah atau buram tertutup awan. 

Sungguh satu lukisan alam yang sangat indah.   

Selain keindahannya yang menawan, Danau Singkarak juga memberikan manfaat besar lainnya bagi kehidupan manusia. Dimana, air danau ini dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air atau  PLTA Singkarak yang berada di Lubuk Agung. 

Berbeda dengan PLTA pada umumnya dimana pembangkit listrik itu berada di pinggir danau atau tepat di bendungan. PLTA Singkarak mengalirkan air dari Danau Singkarak melalui terowongan panjang menembus bukit barisan menuju ke lokasi PLTA yang berada di Lubuk Agung.

Dari Banjarmasin Mengintip Keindahan Danau Singkarak, Sumbar 2018
Lily Rosyadah dan rombongan di Danau Singkarak
Baca Juga : Studi Banding Disbudpar Banjarmasin Ke Istana Pagaruyung, Sumatera Barat 2018

Setelah mengunjungi Istana Pagaruyung, Lily Rosyadah bersama rombongan Disbudpar Banjarmasin, melanjutkan perjalanan ke Danau Singkarak. Kondisi alam, adat dan budaya dan potensi wisata yang ada di bumi Putri Junjung Buih ini hampir sama dengan di Sumbar sehingga rombongan ini merasa seolah berada di kampungnya sendiri.

Nah, untuk mengetahui lebih dekat tentang objek wisata alam Danau Singkarak di Sumatera Barat ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Baca Juga : Danau Toba Dan Pulau Samosir : Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legendanya

Tentang Danau Singkarak

Sebagai objek wisata alam, Danau Singkarak memang memiliki keindahan alam yang seolah tak pernah membuat bosan para wisatawan. Air berwarna kebiruan membentang seluas   kurang lebi 11.200 hektare dan dibatasi dengan perbukitan yang hijau. Dan cakrawala yang membentang diatasnya, seolah dapat menjadi cahaya yang membuat suasana alam danau ini berubah.

Keindahan Danau Singkarak, Sumbar
Keindahan Danau Singkarak, Sumbar
Gambar : pinterest.com

Suasana berubah menjadi gelap ketika awan tebal menutupi matahari, dan akan kembali terang saat sang bayu menghalau awan-awan itu. 

Untuk dapat menikmati keindahan alam Danau Singkarak, wisatawan dapat berkeliling danau menggunakan kapal fery yang berlabuh di dermaga. Selain itu, karena letak jalan raya berada di pinggir danau maka kita dapat menyusuri pinggir danau lewat jalan darat.

Memang pihak pengelolah belum menyediakan spot-spot foto khusus, namun seorang penggemar fotografi pasti dapat menemukan tempat-tempat yang indah untuk berfoto.

Sejarah Danau Singkarak

Aktifitas lempengan bumi di atas bagian sesar Sumatera, tepatnya di cekungan Singkarak-Solok menghasilkan danau tektonik yang diberi nama Danau Singkarak. Danau alami dengan luas kurang lebih 11.200 hektar dan panjang sekitar 20 KM serta kedalaman sekitar 268 meter, dengan lebar maksimal sekitar 6.5 KM.

Danau Singkarak, Sumbar
Danau Singkarak, Sumbar
Gambar : liputan6.com

Pada tahun 1905, seorang biologist asal Jerman bernama Ernst Haeckel, melakukan penelitian di Danau Singkarak ini. Kekagumannya atas keindahan alam di tempat ini membuatnya berusaha mengenalkan objek wisata ini ke dunia luas. Lama kelamaan Danau Singkarak menjadi objek wisata yang populer.

Letak Danau Singkarak

Karena sangat luas, membuat area Danau Singkarak berada di antara dua kabupaten yaitu kabupaten  Solok dan kabupaten Tanah Datar. Dari kota Padang, jaraknya kurang lebih 70 KM. Jika anda menggunakan rute Solok, waktu tempuhnya kurang lebih 2 jam.

Danau Singkarak, Sumatera Barat
Danau Singkarak, Sumatera Barat
Gambar : cyberworld32

Jika melalui Padang Panjang, waktu tempuhnya kurang lebih 3 jam. Rute padang panjang bisa diambil jika anda memang mau ke Bukit tinggi terlebih dulu.

Spot-spot Menarik Di Danau Singkarak

Sebagai objek wisata nasional yang banyak dikunjungi wisatawan, pihak pengelolah menyediakan spot-spot yang menarik untuk dikunjungi berikut ini.

1. Dermaga Singkarak

Salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah Dermaga Singkarak. Dimana ditempat ini banyak pemandangan perahu-perahu dan speed boat yang lalu lalang membelah perairan. Selain itu, dermaga ini juga sering dijadikan sebagai pusat kegiatan olahraga sepeda bertaraf internasional yakni Tour De Singkarak.

2. Puncak Gobah

Puncak Gobah merupakan satu tempat yang direkomendasikan untuk menikmati keindahan Danau Singkarak dari ketinggian. Lokasinya berada di Nagari Aripan Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Dari kota Solok jaraknya sekitar 20 km.

Puncak Gobah, Sumbar
Puncak Gobah, Sumbar
Gambar : KSMtour

3. Puncak Thailand

Puncak bukit yang berada Nagari Simawang, kecamatan Rambatan, Tanah Datar ini memiliki nama asli Pucak Bukit Pulau. Namun lama kelamaan karena menyerupai bukit yang ada di negara Thailand, maka disebut sebagai Puncak Thailand.

Puncak Thailand, Sumbar
Puncak Thailand, Sumbar
Gambar : adira finance

4. Pantai Tanjung Mutiara

Tempat menarik lainnya di wilayah Danau Singkarak adalah Pantai Tanjung Mutiara. Salah satu pantai di pinggiran danau Singkarak yang sudah dikelola dengan cukup baik. Dimana wisatawan dapat menikmati pemandangan danau langsung dar tepinya dengan fasilitas yang sudah cukup lengkap.

Pantai Tanjung Mutiara, Sumbar
Pantai Tanjung Mutiara, Sumbar
Gambar :  objek wisata sumbar

5. Bukit Chi Nang Kiek

Spot yang terbilang baru adalah Bukit Cinangkiak atau Puncak Chi Nang Kiek. Meskipun terbilang baru, tempat ini dapat kita jadikan salah salah satu lokasi untuk menikmati keindahan danau dari jauh.

Bukit Chi Nang Kiek, Sumbar
Bukit Chi Nang Kiek, Sumbar
Gambar : plesiran kota tua

Selain yang tersebut diatas, masih banyak spot-spot indah dan menar iklainnya di sepanjang wilayah Danau Singkarak. Memang butuh waktu cukup lama untuk mengeksplore lebih detail objek wisata ini mengingat wilayahnya yang cukup luas.

Namun, jika terbatas waktu kita, lebih baik pilih spot-spot tersebut diatas.

Tour De Singkarak

TourDe Singkarak adalah salah satu event internasional yang rutin digelar danau ini. Perlombaan balap sepeda bertaraf internasional yang digulirkan pada tahun 2009 oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Tour De Singkarak, Sumbar
Tour De Singkarak, Sumbar

Sekarang, event  balap sepeda internasional ini sudah resmi menjadi salah satu agenda tahunan dari Persatuan Balap Sepeda Internasional. Tujuan utama dari adanya event ini adalah untuk mengangkat keindahan dan potensi wisata Sumatera Barat, khususnya daerah singkarak dan sekitarnya, di mata dunia.

Video Danau Singkarak

Untuk lebih mengenal salah satu objek wisata di propinsi Sumatera Barat ini, mari kita saksikan video berikut ini.



Penutup

Potensi wisata yang ada di Sumatera Barat yang sudah dikenal dunia, boleh dikatakan hampir mirip dengan potensi yang dimiliki oleh Propinsi Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin. Sehingga, Disbudpar Banjarmasin melakukan studi banding ke Sumbar untuk menggali informasi dalam peningkatan potensi wisata di daerahnya.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Sumber : nativeindonesia

Inilah 5 Desa Terunik Dan Menarik Di Indonesia 2018 Yang Wajib Kita Ketahui

5 Desa Terunik Dan Menarik Di Indonesia 2018 – Pada jaman modern seperti sekarang ini, pengaruh media penyiaran dan teknologi informasi melalui penggunaan gadget yang semakin merakyat, tidak hanya di perkotaan saja tapi juga di pedesaan di seluruh Indonesia. Hanya di desa-desa tertentu di Indonesia, kita bisa menemukan suasana yang masih alami, tradisi dan budaya tetap terjaga bahkan menolak penggunaan teknologi.

Desa Kete Kesu, Toraja
Desa Kete Kesu, Toraja
Gambar : liputan6.com

Itulah, desa-desa terunik yang ada di Indonesia. Ketika desa-desa lain berusaha meningkatkan potensi dan kekayaan alamnya agar menjadi lebih maju dan modern, desa-desa unik ini tetap tak bergeming. Mereka tetap mempertahankan tradisi dan budaya yang telah diwariskan turun temurun.

Nah, untuk mengenal 5 Desa Terunik dan menarik  yang ada di Indonesia, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini yang diambil dari berbagai sumber.

5 Desa Terunik Dan Menarik di Indonesia

1. Desa Wae Rebo

Desa Wae Rebo merupakan desa terunik pertama di Indonesia yang telah dikenal dunia. Lokasinya berada di kecamatan Satarmase, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 

Keunikan desa ini terletak pada 7 rumah utama yang berbentuk kerucut dengan tinggi dan diameternya hampir sama. Hanya 6 hingga 8 keluarga saja yang bisa tinggal di rumah unik ini. Rumah-rumah kerucut ini tersusun membentuk satu lingkaran atau melingkar.

Desa Wae Rebo
Desa Wae Rebo

Selain unik, Desa Wae Rebo juga memiliki pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Hamparan perbukitan yang hijau berpadu dengan birunya cakrawala yang membentang membentuk lukisan alam nan mempesona.

2. Desa Penglipuran

Selain terkenal akan pantai-pantainya yang indah, pulau Bali yang sudah dikenal dunia, juga memiliki salah satu desa unik di Indonesia yaitu Desa Penglipuran. Satu desa yang memegang teguh adat warisan leluhur dan pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru sebagai salah satu desa terbersih di pulau Dewata.

Desa Penglipuran, Bali
Desa Penglipuran

Desa Penglipuran terletak di kelurahan Kubu, kecamatan Bangli, kabupaten Bangli, Bali. Desa unik yang menjadi objek wisata ini memiliki luas sekitar 112 hektar dimana 9 hektarnya digunakan untuk pemukiman warga. 

Nama Penglipuran berasal dari kata “Pengeling Pura” yang memiliki makna tempat suci yang ditujukan untuk mengenang para leluhur. Dan, ternyata masyarakat yang tinggal di desa ini memang sangat menjunjung tinggi amanat dari para leluhur mereka. 

Desa Penglipuran, Bangli, Bali
Desa Penglipuran, Bangli, Bali

Dapat dibuktikan dari bentuk rumah di desa Penglipuran yang sangat mengutamakan kerukunan dengan ciri khas yang sangat menonjol yaitu arsitektur bangunan tradisional di desa ini rata-rata memiliki desain yang sama persis dari ujung desa ke ujung lainnya.

Satu desa yang sangat indah, bersih dan tertata rapi serta bebas polusi karena pengunjung tidak diperbolehkan membawa kendaraan bermotor.

3. Desa Baduy

Suku Baduy adalah nama suku yang sangat populer di Indonesia sebagai suku yang memegang kuat adat dan tradisi para leluhurnya. Dan, desa yang menjadi tempat tinggal suku Baduy juga merupakan desa unik yang ada di Indonesia.

Desa Baduy terbagi menjadi dua yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam dimana pembagian wilayah ini berkaitan dengan kekuatan warganya dalam memegang adat dan tradisi. Desa baduy luar masih mau menerima teknologi seperti televisi, radio dll. Namun, pada bagian dalam, perangkat tersebut tidak dapat diketemukan.

Desa Baduy, Lebak, Banten
Desa Baduy, Lebak, Banten

Pintu masuk untuk mengunjungi perkampungan Baduy adalah Desa Ciboleger. Namun, butuh stamina yang prima menuju pemukiman Baduy Luar dan Baduy Dalam karena membutuhkan waktu sekitar 5 jam. 

Meskipun melelahkan, di sepanjang jalan kita dapat menikmati  sejuknya udara pegununga  dan pemandangan alam perbukitan yang mempesona.

Di Desa baduy ini,kita dapat melihat rumah-rumah yang terbuat dari bambu dan tertata rapi serta sungai yang mengalir di pemukiman ini juga sungguh jernih, karena Suku Baduy sangat menghargai alam. 

4. Desa Trunyan

Kebalikan dari Desa Penglipura, Desa Trunyan memiliki daya tarik magis yang sangat kental dimana desa ini merupakan kuburan dari jenazah-jenazah yang dibiarkan begitu saja di atas tanah hingga membusuk. Sangat berbeda dengan adat warga Bali pada umumnya yang melakukan upacara Ngaben atau pembakaran mayat.

Desa Trunyan, Bali
Desa Trunyan, Bali

Sangat kontras pemandangan di desa Trunyan ini.

Pemandangan alam yang hijau di desa ini nanun  banyak tengkorak manusia yang berserakan dimana-mana. Tapi inilah keunikan dari desa Bungli yang memiliki kuburan di sisi timur Danau Batur. 

5. Desa Kete Kesu

Kesan seram dan magis seperti halnya yang ada di Desa Trunyan akan kita ketemukan juga di belahan wilayah Indonesia lainnya yaitu di Desa Kete Kesu yang terletak di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Hal ini didukung dengan kepercayaan masyarakat setempat jika menguburkan jenazah manusia di tebing batu merupakan hal yang baik. 

Desa Kete Kesu, Toraja
Desa Kete Kesu, Toraja

Maka, jangan heran jika kita akan menyaksikan tengkorak-tengkorak manusia yang berserakan di berbagai sisi tebing di Desa Kete Kesu.

Ada dua cara pemakaman di desa Kete Kesu ini. Cara pertama, Jenazah ditaruh di gunung batu dan gua alam, Kedua, jenazah dimakamkan di makam rumah yang disebut patane dalam bahasa Toraja. 

Keunikan dari desa di Toraja ini adalah adanya berbagai aksesoris orang mati seperti peti mati orang Toraja yang disebut Erong. Bentuk Erong ini sangat unik, ada yang berupa alat kelamin atau kepala hewan. Dan, pada umumnya usia Erong ini telah mencapai 500 tahunan.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah beberapa desa yang memiliki keunikan dalam memegang adat dan tradisi nenek moyang di Indonesia.

Melihat gencarnya arus modernisasi di berbagai daerah di Indonesia, mungkin saja desa-desa ini pada masa mendatang akan tergusur dan dijadikan sebagai perumahan, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Bila, generasi penerusnya tidak dapat lagi memegang tradisi leluhurnya.

Semoga desa-desa unik di Indonesia ini tetap lestari hingga nanti.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Sumber : GNFI

Studi Banding Disbudpar Banjarmasin Ke Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat 2018

Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat – Tidak hanya terkenal akan pemandangan alamnya yang indah dan kelezatan masakannya, kota Padang juga  memiliki satu tempat yang mengandung banyak nilai sejarah dan budaya yaitu Istana Pagaruyung. 

Istana yang sudah ada sejak jaman kerajaan Malayapura ini memang memiliki banyak daya tarik yang membuat wisatawan dari berbagai daerah termasuk manca negara berbondong-bondong ingin menikmati keindahannya.

Studi Banding Disbudpar Banjarmasin Ke Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat 2018
Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat

Istana Pagaruyung Batusangkar atau Istano Basa Pagaruyuang merupakan pusat dari tiga kerajaan Minangkabau yang disebut Luhak Nan Tigo yaitu Luhak Tanah Datar, Luhak Agam dan Luhak Limo Puluah.

Desain arsitektur dan struktur bangunannya sangat unik dan indah serta mengandung falsafah hidup maupun sejarah ditambah dengan barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dan terjaga dengan baik. Maka tak heran bila Istana Pagaruyung menjadi destinasi wisata budaya favorit di Padang.

Perjalanan wisata ke ranah Minang ini dilakukan oleh sahabat dolenners yaitu Lily Rosyadah bersama rombongan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lily Rosyadah bersama rombongan di Padang
Lily Rosyadah (baju merah) bersama rombongan saat mengikuti rapat di Padang

Jauh-jauh dari bumi Kalimantan, rombongan Lily bertujuan untuk menggodok rencana pembuatan Perda wisata dan kuliner halal dengan staff Kemnekum HAM.

Nah, untuk mengenal lebih dekat Istana yang menjadi destinasi wisata budaya di Padang ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek yang diambil dari berbagai sumber.

Tentang Istana Pagaruyung

Sebagai salah satu objek wisata sejarah di kota Padang, Istana Pagaruyung banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan juga manca negara. Pengunjung mancanegara yang paling banyak berasal dari negeri Malaysia. 

Hal ini disebabkan adanya ikatan emosional antara Malaysia dan Suku Minangkabau yang sama-sama satu rumpun.

Pintu Gerbang Istana Pagaruyung, Padang, Sumbar
Pintu Gerbang Istana Pagaruyung, Padang, Sumbar
Gambar : liputan6.com

Kegiatan menarik yang dapat kita lakukan saat berkunjung ke Istana Pagaruyung selain menikmati keindahan berbagai hal yang ada di istana ini adalah mengabadikan setiap moment selama berada di tempat yang indah dan bersejarah ini.

Bagi penggemar fotografi, berpose dengan latar belakang istana dan setiap sudut serta perabotan yang ada di dalamnya akan menjadi foto kenangan yang unik, menarik dan instagramable.

Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat

Hal lain yang tak kalah menyenangkan adalah mencoba mengenakan pakaian adat Minang lalu berfoto dengan bantuan fotografer istana. Maka, hasilnya akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan saat berada di Istana Pagaruyung ini.

Lily Rosyadah dalam busana adat Minang di Istana Pagaruyung
Lily Rosyadah dalam busana adat Minang di Istana Pagaruyung

Pakaian adat Minang baik untuk pria dan wanita memang disediakan oleh pengelolah bagi para wisatawan. Kita tinggal menyewanya saja sesuai dengan tarif yang ditetapkan. Selain itu, kita juga dapat menikmati hasil karya warga Minang berupa kain-kain dengan ciri khas yang unik, Jika tertarik, kita dapat membelinya sebagai oleh-oleh.

Sejarah Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung merupakan istana dari salah satu kerajaan yang pernah berdiri di pulau Sumatera yaitu Kerajaan Pagaruyung. Nama Pagruyung diambil dari nama pohon Nibung atau Ruyung. Ketika terjadi perang Paderi, kerajaan Pagaruyung jatuh ke tangan Belanda dengan ditandatanganinya perjanjian antara kaum adat dengan pihak Belanda. Lalu wilayah kerajaan Pagaruyung berada dalam pengawasan Belanda.

Tampak belakang Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Tampak belakang Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Gamar : cumi lebay 
Baca Juga : Jam Gadang Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat
Hubungan antara kerajaan Pagaruyung dengan Majapahit terbilang sangat erat karena tercatat dalam sejarah, jika Adityawarman pernah menjadi raja di Kerajaan Pagaruyung. Dalam prasasti Amoghapasa disebutkan bahwa Adityawarman pernah mengukuhkan dirinya sebagai penguasa Bhumi Malayu di Suwarnabhumi.

Dimana sebelumnya kerajaan Pagaruyung tergabung dalam Malayapura bersama kerajaan Dharmasraya dan beberapa kerajaan atau daerah taklukan Adityawarman lainnya. Sedangkan Adityawarman sendiri merupakan kerabat dekat dari keluarga kerajaan Majapahit. Bahkan pernah disebutkan, ketika bersama Gajahmada, Adityawarman menaklukan Bali dan Palembang sehingga kerajaan Sriwijaya berada dibawah panji Majapahit.

Pada mulanya, Istana Pagaruyung  merupakan pusat pemerintahan sekaligus juga kediaman dari Raja Alam. Sistem kepemimpinan dari pemerintahan ini merupakan sistem konfederasi yang dipimpin oleh tiga pemimpin atau triumvirat dan dikenal dengan sebutan ‘Rajo Tigo Selo’ yaitu pemipin utama, Raja Alam dibantu oleh dua wakilnya, yakni Raja Adat yang berkedudukan di Buo dan Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus.

Arsitektur Istana Pagaruyung

Pembangunan Istana Pagaruyung  yang indah ini dimulai pada abad ke-17 menggunakan arsitektur  berbentuk empat persegi panjang seperti rumah panggung dengan memakai atap lancip yang menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong.

Tampak samping Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Tampak samping Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Gambar : Choky Sihombing
Selain itu, bangunan istana juga dilengkapi dengan tabuah, rangkaian patah sembilan, surau, serta didominasi beragam craft atau ukiran yang unik. Dimana setiap bentuknya memiliki falsafah sejarah dan budaya Minangkabau yang sangat kental. 

Bangunan Istana Pagaruyung terdiri dari 11 gonjong, 72 tonggak, dan 3 lantai ini. Di dalamnya terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dan dijaga dengan baik. Di halaman istana terdapat pula Medan Nan Bapaneh, tempat yangu digunakan sebagai tempat musyawarah para pejabat istana dan Bundo Kanduang. 

Dalam budaya Minangkabau, Bundo Kanduang merupakan budaya yang sangat berpengaruh dalam sejarah emansipasi wanita di ranah Minang.

Lokasi Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung berada di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan 108 kilometer dari kota Padang. Jika berangkat dari pusat kota Batusangkar yang merupakan ibukota Kabupaten Tanah Datar, maka kita harus menempuh jarak kurang lebih sekitar 5 kilometer. 

Pemilihan lokasi istana Pagaruyung sebagai istana kerajaan dilakukan karena lokasinya yang sangat strategis  dan mudah diakses dari berbagai arah dalam wilayah provinsi Sumatera Barat. Tercatat,  jika ditempuh dari Bukittinggi akan melewati Baso dengan jarak sekitar 45 Kilometer, lalu dari kota Payakumbuh berjarak sekitar 40 Kilometer dan dari kota Solok berjarak 55 Kilometer. 

Konon, meskipun banyak istana lain yang tak kalah indahnya, Pagaruyung memiliki lokasi yang paling strategis sehingga itulah salah satu alasan kenapa Batusangkar dipilih sebagai pusat kerajaan Minangkabau.

Penutup

“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”
Dengan mengenal budaya, sejarah dan berbagai hal tentang Istana Pagaruyung ini akan membuat kita semakin bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki beraneka ragam suku dan budaya. Keragaman yang semakin memperkaya budaya warisan leluhur bangsa Indonesia.

Sahabat dolenners, itulah perjalanan Lily Rosyadah bersama rombongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Perjalanan Llily dan rombongan akan dilanjutkan dengan mengunjungi Danau Singkarak.