Sumber Suko, Singosari, Malang : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus – Jika anda pernah berkunjung ke Candi Sumberawan, maka akan terlihat kondisi yang cukup berbeda saat memasuki kawasan Sumber Suko di jalan Gondang, desa Suko kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.  Terlihat angker, terbengkalai dan banyak fasilitas publik yang sudah tidak berfungsi lagi.

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus
Pintu Gerbang Sumber Suko
Baca Juga : Candi Sumberawan : Wisata Sejarah Singosari

Entah sengaja dibiarkan begitu saja tanpa penanganan khusus dengan alasan tertentu atau memang belum ada tangan-tangan professional yang mampu mengelolah tempat wisata keluarga ini menjadi satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi orang.

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus
Jalanan dan pohon puluhan tahun
di Sumber Suko
Melihat bekas-bekas spanduk dan beberapa aksesoris lainnya, tampaknya Sumber Suko sudah pernah dikelolah dengan baik, dimana sudah tersedia tempat parkir, warung-warung kecil dan infrastruktur jalan yang masih baik. Mungkin, sepinya wisatawan yang mengunjungi tempat ini membuat pengelolahnya rugi lalu ditinggalkan tanpa perawatan khusus.

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus
Spanduk Sumber Suko yang sudah kusam

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus
Warung yang kosong dan kamar mandi
di Sumber Suko
Melihat potensi yang dimiliki Sumber Suko yaitu sumber mata air yang bersih dan alami, pohon-pohon berumur puluhan tahun yang masih kokoh berdiri dan kolam-kolam air yang berjejer, tentunya, jika ditangani secara professional akan menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang banyak dikunjungi wisatawan.

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus
Replika Patung Naga di Sumber Suko
Mungkin, pihak pemerintah daerah kabupaten Malang belum memiliki anggaran atau memiliki pertimbangan lain sehingga sampai sekarang tempat wisata sumber ini masih belum dikelolah secara professional.

Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus
Pondok ditengah kolam Sumber Suko
Sebagai pecinta wisata alam sumber, saya berharap Pemda Kabupaten Malang, segera  mengambil tindakan yang tepat dengan mengelolah potensi yang ada di Sumber Suko ini.

Kesimpulan

Demikian sekelumit ulasan tentang artikel yang berjudul “Sumber Suko : Wisata Alam Yang Butuh Penanganan Khusus.” Semoga dengan adanya informasi ini, dapat mengusik hati para investor maupun pihak pemerintah daerah untuk segera mengelolah sumber mata air alami ini menjadi satu tempat wisata keluarga yang layak dikunjungi.


Semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :


Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali – Jika kita pernah membaca kisah pewayangan baik versi India maupun versi Sunan Kalijaga maka kisah Mahabharata yang menceritakan pergolakan antara Pandawa melawan Kurawa, adalah kisah yang sudah kita kenal dan sangat popular di masyarakat. Namun, bagi masyarakat Bali, kisah Mahabarata bukan hanya dongeng belaka, terbukti ada satu tempat wisata indah yang mengabadikan kisah tersebut yaitu Pantai Pandawa.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

Pantai Pandawa adalah sebuah pantai di Bali yang secara administrative masuk wilayah desa Kutuh yang berada di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai yang indah ini, awalnya lebih dikenal oleh wisatawan manca Negara dengan julukan “Secret Beach” atau “Hidden Beach” karena letaknya yang tersembunyi dibalik sebuah bukit.

Sejarah Pantai Pandawa

Masyarakat sekitar, menyebutnya dengan nama “Pantai Kutuh”, namun dengan semakin banyak wisatawan domestik  yang berkunjung, Pantai ini berubah nama sehingga lebih terkenal dengan nama “Pantai Pandawa” karena di sisi tebing bukit  terdapat patung Pandawa Lima bersama sang ibu, Dewi Kunti.

Perubahan nama Pantai Pandawa, ternyata terinspirasi dari salah satu episode kisah Mahabharata yaitu pengasingan Pandawa di hutan belantara. Dimana Pandawa harus menjalani hukuman pengasingan selama 12 tahun akibat kalah bermain judi melawan Kurawa yang di dalangi oleh Sengkuni.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Brosur Sejarah Pantai Pandawa
Baca Juga : Mungkinkah Sengkuni Ada Di Sekitar Kita?

Kisah tersebut juga menjadi motivasi bagi masyarakat desa Kutuh, Bali, yang selama 12 tahun mulai 1997 hingga 2010, berjuang melepaskan diri dari keterasingannya. Kala itu, desa Kutuh memang terasing dari dunia luar akibat tempatnya yang tersembunyi dan belum ada infra strukur jalan yang menghubungkan dengan dunia luar.

Sebagai simbol perjuangannya, masyarakat desa Kutuh membuat enam buah patung Pandawa Lima bersama Ibu Kunti, di sisi tebing bukit yang berhasil dibelahnya. Patung-patung tersebut dibuat secara berurutan mulai dari Dewi Kunti, Puntadewa, Bima, Arjuna dan Nakula serta Sadewa.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pandawa Lima bersama Dewi Kunti, sang ibu
Sumber gambar : Wayang Indonesia
Pantai Pandawa, Bali, secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 27 Desember 2012 dengan menggelar acara launching perdana tempat wisata yang dinamakan Pandawa Beach Festival.


Kisah Pengasingan Pandawa 

Dalam salah satu episode Mahabharata, ada satu kisah dimana Pandawa kalah bermain Dadu dan harus menjalani hukuman pengasingan di hutan belantara.

Karena rasa iri dan dengki Kurawa terhadap Pandawa, mereka merencanakan segala tipu muslihat untuk membuat para Pandawa menderita atau bahkan melenyapkannya. Sangkuni, yang merupakan otak kejahatan dibalik para Kurawa, merencanakan tipu muslihat untuk menjebak Pandawa melalui permainan dadu.

Karena salah satu sifat buruk Yudistira, saudara tertua para Pandawa, maka siasat Sangkuni berhasil dilakukan. Dalam keluarga Bharata, Yudistira terkenal sebagai ksatria yang paling pandai bermain judi, namun menghadapi siasat licik Sangkuni, Dharmaputra harus kehilangan segala harta benda miliknya termasuk kehormatan, saudara, kerajaan bahkan istrinya sendiri.

Untungnya, Destarata,pamannya, ayah dari para kurawa membatalkan pertaruhan itu.

Akan tetapi, dasar seorang penjudi, sekali lagi Yudistira mau menerima tantangan bermain judi melawan Sangkuni atas nama Kurawa. Sebelum bermain judi, taruhan sudah ditentukan yaitu :

“Barangsiapa kalah dalam permainan ini, ia dan saudara-saudaranya harus menjalani hidup dalam pengasingan dan pembuangan di hutan rimba selama dua belas tahun. Pada tahun ketiga belas ia harus hidup menyamar selama setahun penuh. Kalau pada tahun ketiga belas ada yang mengenali mereka, mereka harus dibuang ke pengasingan selama dua belas tahun lagi.” 

Karena Yudistira kalah, maka para Pandawa didampingi ibunya, Dewi Kunti bersama Drupadi, harus mengasingkan diri di hutan belantara selama 12 tahun.

Disinilah, perjuangan para Pandawa dimulai. Hukuman pengasingan ini menjadi sarana untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan juga menjadi medan untuk menempa diri menjadi ksatria-kstaria tangguh dan sakti.

Baca Juga :



Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

1. Lila Zoehry

Setelah mengunjungi Pantai Kuta, Lila Zoehry, di sela sela kesibukannya menghadiri acara Asuransi Sun Life, menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Pandawa. Berikut ini adalah beberapa foto kenangan yang sempat diabadikan di Pantai yang terinspirasi dari salah satu kisah Mahabharata ini.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila duduk di tebing kapur 

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila diatas tebing kapur dengan latar pemandangan Pantai Pandawa
Saat memasuki kawasan pantai Pandawa, pemandangan bukit kapur yang menjulang tinggi namun tertata rapi, akan menyambut kita. Kesan mistis dan religious khas Hindu, semakin terasa ketika melihat enam patung Pandawa bersama Ibu Kunti terpahat di dinding tebing kapur.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila berpose didepan salah satu patung Pandawa,
Arjuna
Rasa kagum akan kebesaran Tuhan akan semakin lengkap ketika melihat hamparan pasir putih bersih menghadang di depan kita. Diujung hamparan pasir putih, air laut dengan warna biru jernih membentang seluas mata memandang dengan hembusan angin sepoi-sepoi menghantarkan ombak yang tenang menuju hamparan pasir.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila sedang mengagumi keindahan Pantai Pandawa

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila dengan ekspresi "Love"
Mengungkapkan kekagumannya pada Tuhan Yang Maha Indah

2. Yuntyas dan Kawan kawan

Ternyata, selain Lila Zoehry, Yuntyas bersama teman-temannya alumni SMPN 2 Malang, juga sempat mengunjungi Pantai Pandawa. Berikut ini adalah foto-foto kenangan saat berada di Pantai Kutuh, Bali.

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Yuntyas dkk bergaya bebas dengan latar Pantai Pandawa

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pose Unik Yuntyas dkk di Pantai Pandawa Bali

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pasukan Pinky berpose dengan latar tebing
Pantai Pandawa 

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Yuntyas dkk berpose duduk dengan latar lautan

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pose mak-mak cantik dengan latar tebing
Pantai Pandawa
Pantai Pandawa benar-benar menawarkan keindahan panorama alam khas pantai Bali yang eksotis dan romantis sekali. Sangat cocok bagi pasangan yang sedang merajut janji atau mereka yang mendambakan ketenangan batin.

Kesimpulan

Demikian sekelumit ulasan tentang artikel yang berjudul “Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali”. Perjalanan wisata seorang Juwita Malam saat berada di pulau Dewata, Bali. Semoga artikel ini dapat menjadi acuan atau referensi bagi teman-teman yang suka travelling, jalan-jalan atau hanya sekedar refreshing.

Jika teman-teman memiliki foto-foto perjalanan ke suatu tempat wisata lainnya, silahkan berbagi dengan kami sehingga dapat menjadi informasi wisata yang lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Semoga Bermanfaat.

Artikel Lainnya :






Kuta Bali : Cinta Kita

Kuta Bali : Cinta Kita – Berkunjung ke pulau Dewata, Bali,  terasa belum lengkap jika tidak mengunjungi pantai Kuta. Pantai dengan pasir putihnya yang lembut menyentuh tapak kaki telanjang dan pemandangan alam yang mempesona, sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Apalagi jika ada kenangan indah bersama sang kekasih hati.

Lila Zoehry, sang Juwita Malam, di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri mengunjungi pantai Kuta, Bali. Rupanya, banyak kenangan indah Lila yang terukir di hamparan pasir putih bersama sosok yang pernah dan mungkin akan selalu menjadi kekasih hatinya.

Kuta Bali : Cinta Kita
Lila Zoehry di Kuta, Bali
Untuk mengikuti perjalanan penuh kenangan sang Juwita Malam di pantai Kuta, akan lebih menghayati dan menjiwai apabila dapat mendengarkan lantunan lagu Andre Hehanusa, Cinta Kita. Silahkan putar lagu berikut ini.



Mendengarkan lagunya dan menghayati syair-syairnya seolah membuat kita kembali pada kenangan masa silam saat berdua bersama kekasih, memadu kasih dan merajut janji.

So sweet…

Kuta Bali : Cinta Kita
Panta Kuta, Bali

Kuta Bali : Cinta Kita
By Andre Hehanusa

Sejak saat itu
Hatiku tak mampu
Membayangkan rasa diantara kita
Di pasir putih
Kau genggam erat tanganku

Semua berlalu dibalik khayalku
Kenangan yang indah berdua denganmu
Di Kuta Bali kau peluk erat tubuhku
Di Kuta Bali cinta kita

Bersemi dan tetap akan bersemi
Mewangi dan tetap akan mewangi
Bersama dirimu, walau kita jauh
Kasih, suatu saat di Kuta Bali

#Andre Hehanusa


Kenangan masa silam sepertinya cukup membekas di hati Lila Zoehry. Dengan pelahan ia melangkahkan kaki menyusuri jejak-jejak cinta masa lalu di Kuta Bali.

Kuta Bali : Cinta Kita
Lila dan kenangan indahnya di Kuta, Bali
Spontan jari jemarinya yang lentik menari-nari menggoreskan kata-kata indah dalam rangkaian simfoni mejadi karya puisi berikut ini.

Kuta Bali : Cinta Kita
Indahnya hamparan pasir putih di Kuta, Bali

Kuta - Bali

Aku terdiam dalam gerimis rinai....
menghitung butiran pasir yang  pernah mengakrabi tapak tapak kaki kita....
kala kita melangkah merangkai harapan dan angan...
tentang kebahagiaan dan hari tua...
saat mentari menghangatkan..
nyala tungku cinta kita...
bersama semilir angin dan debur ombak...
yang terus bergelora menyentuh dinding hati...
kau genggam jemari tanganku...
erat...
seolah memeluk jiwa yang pernah kosong dalam kegelapan..
saat mentari semburat di ufuk...
jingga warna cintamu memberi cahaya harap...
sejak saat itu....
hatiku seolah tak mampu..
membayangkan langkahku sendiri tanpa dirimu..

namun kini...
debur ombak di pinggir Kuta Bali...
bagai nyanyian  sunyi...
yang hanya berdentam tanpa irama...
saat ribuan pasir tak lagi mengiringi langkah kita...

aku sendiri....
menanti senja luruh...
di Kuta Bali....

aku telah hilang arah...
menunggumu...
meraih hatiku...
di Kuta Bali...
Cinta yang pernah terpatri telah runtub bersama rinai gerimis.....

#Juwita Malam
Denpasar... 210118....
saat hujan berkabut.. di Kuta Bali

Penutup

Demikian ulasan tentang perjalanan wisata Lila Zoehry, mengunjungi pantai Kuta Bali dimana kisah cintahnya pernah tergores di sana.

Bagi teman-teman smanda88 lainnya yang memiliki kisah romatis, sedih dan gembira bahkan yang horror di suatu tempat, silahkan berbagi.

Salam Satu Jiwa smanda88

Artikel Lainnya :

Perjalanan Rita Menyusuri Jejak Winter Sonata Ke Negeri Korea

Menyusuri Jejak Winter Sonata – Menonton drama Korea memang akan membuat kita terhanyut dalam alur ceritanya, terutama drama percintaan seperti Winter Sonata, akan membuat kita para jelita mengenang kembali kisah cinta masa lalu. Kesan awal memang terlihat berlebihan atau cengeng, namun jika kita mengikuti kisahnya secara runtut, maka sekeras-kerasnya hati kita akan menjadi meleleh.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Rita dengan latar Drama Winter Sonata
Hal ini terjadi pada Antonia Rita, alumni smanda88, yang memang gemar menonton drama korea dan segala hal yang berbau Korea. Maka, pada tahun 2013, ketika ada kesempatan untuk berkunjung ke Korea Selatan karena mendapatkan reward dari perusahaan asuransi CommonWealth, tempatnya bekerja, ia sangat gembira sekali, Kesempatan jalan jalan ke Korea ini dimanfaatkannya untuk menelusuri jejak percintaan pada drama Winter Sonata.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Warna warni daun sesuai musimnya di Nami Island
Baca Juga :

Winter Sonata adalah seri kedua dari drama percintaan serial endless love yang pertama kali tayang pada bulan Januari hingga Maret 2002. Saking berkesannya kisah itu, Rita menyempatkan diri mengunjungi pulau Nami di Korea Selatan, tempat pembuatan drama percintaan yang menguras air mata ini.

Berangkat dari Jakarta pada tanggal 4 April 2013 dengan menggunakan pesawat Garuda GA 878 pukul 23.25 sampai di Incheon Seoul pukul 09.30 pagi. Pada keesokan harinya, tanggal 5 April 2013, bersama rombongan, Rita mengunjungi Nami Island, tempat shooting film Winter Sonata.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Nami Island, South Korea
Berikut ini beberapa foto kenangan dari Antonia Rita saat berada di negeri ginseng.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Aneka Gaya Rita dalam pakaian Korea

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Rita bersama wanita Korea

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Rita dan Pinus di Nami Island

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Rita dan Makanan Korea


Menyusuri Jejak Winter Sonata
Rita di jalanan Nami Island


Sinopsis Winter Sonata

Cerita dimulai ketika Joon-sang, putra seorang musikus terkenal, pindah ke Chuncheon, kota kecil di Korea Selatan. Sebagai murid berbakat, Joon-sang yang pendiam disukai teman-teman dan para guru. Joon-sang percaya tiada seorangpun yang benar-benar mencintainya karena ia percaya ayahnya sudah meninggal setelah bertengkar dengan ibunya.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Joong sang
Pada suatu hari, Joon-sang bertemu rekan sekelas bernama Yu-jin, dan mereka jatuh cinta. Namun hubungan mereka tidak berlangsung lama. Joon-sang menjadi korban kecelakaan lalu lintas hingga menderita amnesia akibat kerusakan otak.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Joong sang dan Yu jin
Ibu Joon-sang ingin mengembalikan rasa hormat sang putra terhadap dirinya. Seorang psikolog dimintanya untuk mencuci ingatan Joon-sang. Semua ingatan Joon-sang ketika dibesarkan sebagai anak tidak sah menjadi terlupakan. Bersama sang ibu, Joon-sang kemudian pindah ke Amerika Serikat. Di sana, Joon-sang memakai identitas baru sebagai Li Min-hyung. Sementara itu kepada semua teman-teman dan guru, Joon-sang dikabarkan meninggal dunia.

Sepuluh tahun berlalu, Joon-sang telah menjadi arsitek pemenang penghargaan di Amerika Serikat. Ia sudah tidak ingat lagi semua pengalaman hidupnya di Korea. Joon-sang telah menjadi orang yang berbeda, seorang berhati terbuka yang peduli terhadap orang lain, termasuk terhadap ibunya. Ia kembali ke Korea dan Yu-jin kebetulan melihatnya di sebuah jalan.

Menyusuri Jejak Winter Sonata
Winter Sonata
Yu-jin sudah menjadi seorang desainer interior. Ia teringat masa-masa indah bersama Joon-sang hingga membatalkan pertunangan dengan Sang-hyuk yang sahabatnya sejak masih kanak-kanak. Yu-jin tidak tahu Joon-sang sudah berpacaran dengan teman sekaligus saingannya, Chelin. Yu-jin mulai bekerja di kantor arsitek tempat Joon-sang juga bekerja, dan ingin tahu apakah Joon-sang masih mengingatnya.

Kesimpulan

Demikian sekelumit ulasan tentang artikel yang berjudul “Menyusuri Jejak Winter Sonata.” Perjalanan Antonia Rita ke Korea Selatan saat mendapatkan reward jalan jalan dari perusahaan asuransi CommonWealth, tempatnya bekerja.

Salam Satu Jiwa, smanda88


Boon Pring, Turen, Malang, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda – Bagi anda yang menyukai wisata alam, pilihan paling murah meriah sebagai tujuan rekreasi keluarga dan edukasi adalah Taman Wisata Andeman atau Boon Pring yang terletak di desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Disebut Boon Pring yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu  “Kebon” atau kebun dan “Pring” atau bambu kemudian disingkat menjadi Boon Pring. Sedangkan nama Andeman adalah nama dusun dimana Boon Pring berada sehingga taman alami ini sering disebut juga sebagai taman Wisata Andeman.

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Boon Pring
Di area Boon Pring terdapat sebuah sumber mata air besar yang disebut Sendang Krecek yang dikelilingi oleh rimbunnya pepohonan .  Airnya terlihat jernih kehijauan, memantulkan bayangan pepohonan di sekitarnya. Sejak tahun 1980-an, mata air itu sudah ada dan digunakan sebagai sumber pengairan oleh warga setempat.

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Foto :Ferry Feriansyah
Taman Wisata Andeman memiliki luas sekitar 14 hektar.  Selain keberadaan Sendang Krecek, tempat wisata ini ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon bambu yang tertata secara alami, berumpun rumpun seolah berbaris dalam kelompok-kelompok.  Udara yang segar dan berhembus semilir ditambah suara gesekan bambu akan membuat kita terhanyut kembali ke alam.

Sungguh suasana alam yang  unik dan menarik. Bila anda pernah melihat hutan bambu pada tayangan televise atau media lainnya berada di negeri Cina maka berada di Boon Pring akan membuat anda merasa seperti berada di Negara yang dijuluki sebagai Negeri Tirai Bambu tersebut.

Namun, sebagai tempat wisata, Taman Wisata Andeman belum begitu terkenal  seperti tempat wisata lainnya di Malang Raya, tetapi melihat potensi alam yang ada di tempat ini, maka dengan promosi yang gencar dan pengelolaan maksimal akan menjadikan tempat wisata alam ini dikenal masyarakat.

Rupanya, pemerintah Kabupaten Malang sudah melihat potensi tersebut sehingga melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas di tempat wisata yang keindahannya tak kalah dengan tempat wisata di negeri tirai bambu ini. Promosi dan perkenalan kepada masyarakat luas juga terus digencarkan, bahkan sering diadakan pertunjukkan  di atas panggung dengan mengundang penyanyi dan pelawak lokal untuk menghibur wisatawan sehingga Boon Pring menjadi terkenal.

Baca Juga :

Lokasi Taman Andeman Boon Pring

Untuk menuju Boon Pring, jika dari pusat kota Malang, anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata, kurang lebih berjarak 40 km.  Bila menggunakan mikrolet atau angkutan umum, dari terminal Gadang pilih tujuan Turen lalu menuju desa Sanankerto. Jika bingung, bertanyalah kepada penduduk setempat,  maka mereka akan memberitahu lokasi Boon Pring.

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Pintu Gerbang Boon Pring
Anda akan memasuki pintu gerbang Boon Pring dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 500m maka anda akan menemukan tempat wisata ini. Setelah membayar tiket masuk dan jasa parkir kendaraan bermotor yang cukup murah, maka anda dapat menikmati keindahan Boon Pring yang masih alami.

Setelah pintu masuk ada sebuah kolam renang yang airnya jernih sekali diperuntukkan bagi anak-anak. Kemudian ada sebuah danau atau sendang disebut Sendang Krecek yang berisi ikan ikan kecil dan ditengahnya terdapat sebuah pulau kecil disebut pulau Putri Lhow karena di tempat itu tumbuh pohon Lhow.

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Kolam renang untuk anak anak
Di Sendang Krecek ini anda dapat menyewa flying fox atau perahu kecil untuk berkeliling sendang. Pada hari biasa, Taman Wisata Andeman mungkin terasa cukup sepi, namun pada hari Sabtu dan Minggu, tempat wisata ini ramai dikunjungi para wisatawan.

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Sendang Krecek

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Wahana permainan di Sendang Krecek

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Flying Fox di Sendang Krecek

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Perahu untuk berkeliling sendang

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Permainan Bola air di Sendang Krecek

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Ferry sedang berkuda di Boon Pring

Saat berkunjung ke Taman Andeman ini, anda harus turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau merusak fasilitas yang ada di tempat ini. Disamping itu, ada larangan bagi pengunjung untuk tidak berbuat mesum, mabuk dan menggunakan narkoba.

Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda
Peraturan saat berada di Boon Pring

Kesimpulan

Demikian ulasan tentang Boon Pring, Pilihan Murah Meriah Wisata Anda. Malang Raya memang terkenal akan tempat wisata yang indah serta kulinernya yang memanjakan rasa sehingga saat berada atau berkunjung ke kota bunga ini, jangan lewatkan untuk menikmati suasana hutan bambu dengan mengunjungi Boon Pring.

Salam Satu Jiwa, smanda88

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul – Dalam rangka memupuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi para alumni smanda88 melakukan tamasya atau jalan jalan ke desa wisata Pujon Kidul, Pujon, Batu. Tempat wisata alam yang merupakan sebuah desa dengan keindahan alamnya nan indah serta kesempatan melihat lebih dekat kehidupan  alam perdesaan.

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Alumni smanda88 di desa wisata Pujon Kidul
Dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata dapat menjadi salah satu sarana mempererat tali silaturahmi di antara para alumni smanda88. Tidak dapat dipungkiri apabila hubungan pertemanan menjadi semakin erat ketika kita sering saling sapa, saling peduli dan sering bertemu secara fisik tidak hanya berinteraksi dalam grup Whatsapp saja.

Jika pada artikel sebelumnya tentang fenomena Whatsapp dan kecemasan sosial telah diulas bagaimana cara menyikapi dan menempatkan diri dalam satu grup atau komunitas, maka kali ini, mari kita lihat sisi manfaat WA dalam menjalin kerukunan dan kebersamaan.

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Rita di Pujon Kidul pada malam hari
Dari sekitar 100 an alumni yang tergabung dalam grup WA smanda88, mungkin hanya sekitar 20% saja yang terlihat aktif di grup sementara lainnya hanya menyimak atau memonitor belaka. Sehingga hanya 20% saja yang sering berinteraksi dan lama kelamaan tergerak untuk bertatap muka lalu melakukan kegiatan bersama-sama.

Memang benar kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, semakin kita mengenal seseorang maka secara perlahan akan timbul rasa sayang padanya dalam artian yang positif.

Baca Juga : Siapa Dia Yang Mana Orangnya

Berikut ini adalah beberapa foto kenangan alumni smanda88 saat jalan jalan ke desa wisata Pujon Kidul, Pujon, Batu.

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Alumni smanda88 di salah satu pondok

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Emak emak smanda88 bergaya di Pujon Kidul

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Pose bebas para alumni smanda88
Dengan latar pegunungan di Pujon Kidul

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Salah satu spot foto menarik di Pujon Kidul

Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Desa Pujon Kidul
Alumni smanda88 dengan latar pondok-pondok 
Dari foto-foto tersebut dapat kita lihat dan rasakan bagaimana kebersamaan dan kerukunan para alumni smanda88. Semoga terus berlangsung hingga kini dengan harapan dapat berkembang lebih luas lagi melingkupi seluruh alumni smanda88 yang jumlahnya ratusan orang.

Kesimpulan

Demikian ulasan tentang jalan jalan alumni smanda88 ke desa wisata Pujon Kidul, salah satu kegiatan yang dapat menambah keakraban dan mempererat jalinan pertemanan. Memang pada dasarnya ada persamaan yang dapat mempererat hubungan pertemanan baik sikap, hobi, kebiasaan dan latar belakang yang sama.

Jika mencari perbedaan maka selamanya kita tidak dapat bersama, sebaiknya kita cari persamaannya saja yaitu kita sama sama pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah yang sama yaitu SMA Negeri 2 Malang.

Tidakkah itu cukup menjadi alasan untuk membuat kita menjadi teman, sahabat maupun saudara?

Semoga..


Salam Satu Jiwa, smanda88

Artikel Lainnya :