Home » » Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali – Jika kita pernah membaca kisah pewayangan baik versi India maupun versi Sunan Kalijaga maka kisah Mahabharata yang menceritakan pergolakan antara Pandawa melawan Kurawa, adalah kisah yang sudah kita kenal dan sangat popular di masyarakat. Namun, bagi masyarakat Bali, kisah Mahabarata bukan hanya dongeng belaka, terbukti ada satu tempat wisata indah yang mengabadikan kisah tersebut yaitu Pantai Pandawa.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

Pantai Pandawa adalah sebuah pantai di Bali yang secara administrative masuk wilayah desa Kutuh yang berada di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai yang indah ini, awalnya lebih dikenal oleh wisatawan manca Negara dengan julukan “Secret Beach” atau “Hidden Beach” karena letaknya yang tersembunyi dibalik sebuah bukit.

Sejarah Pantai Pandawa

Masyarakat sekitar, menyebutnya dengan nama “Pantai Kutuh”, namun dengan semakin banyak wisatawan domestik  yang berkunjung, Pantai ini berubah nama sehingga lebih terkenal dengan nama “Pantai Pandawa” karena di sisi tebing bukit  terdapat patung Pandawa Lima bersama sang ibu, Dewi Kunti.

Perubahan nama Pantai Pandawa, ternyata terinspirasi dari salah satu episode kisah Mahabharata yaitu pengasingan Pandawa di hutan belantara. Dimana Pandawa harus menjalani hukuman pengasingan selama 12 tahun akibat kalah bermain judi melawan Kurawa yang di dalangi oleh Sengkuni.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Brosur Sejarah Pantai Pandawa
Baca Juga : Mungkinkah Sengkuni Ada Di Sekitar Kita?

Kisah tersebut juga menjadi motivasi bagi masyarakat desa Kutuh, Bali, yang selama 12 tahun mulai 1997 hingga 2010, berjuang melepaskan diri dari keterasingannya. Kala itu, desa Kutuh memang terasing dari dunia luar akibat tempatnya yang tersembunyi dan belum ada infra strukur jalan yang menghubungkan dengan dunia luar.

Sebagai simbol perjuangannya, masyarakat desa Kutuh membuat enam buah patung Pandawa Lima bersama Ibu Kunti, di sisi tebing bukit yang berhasil dibelahnya. Patung-patung tersebut dibuat secara berurutan mulai dari Dewi Kunti, Puntadewa, Bima, Arjuna dan Nakula serta Sadewa.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pandawa Lima bersama Dewi Kunti, sang ibu
Sumber gambar : Wayang Indonesia
Pantai Pandawa, Bali, secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 27 Desember 2012 dengan menggelar acara launching perdana tempat wisata yang dinamakan Pandawa Beach Festival.


Kisah Pengasingan Pandawa 

Dalam salah satu episode Mahabharata, ada satu kisah dimana Pandawa kalah bermain Dadu dan harus menjalani hukuman pengasingan di hutan belantara.

Karena rasa iri dan dengki Kurawa terhadap Pandawa, mereka merencanakan segala tipu muslihat untuk membuat para Pandawa menderita atau bahkan melenyapkannya. Sangkuni, yang merupakan otak kejahatan dibalik para Kurawa, merencanakan tipu muslihat untuk menjebak Pandawa melalui permainan dadu.

Karena salah satu sifat buruk Yudistira, saudara tertua para Pandawa, maka siasat Sangkuni berhasil dilakukan. Dalam keluarga Bharata, Yudistira terkenal sebagai ksatria yang paling pandai bermain judi, namun menghadapi siasat licik Sangkuni, Dharmaputra harus kehilangan segala harta benda miliknya termasuk kehormatan, saudara, kerajaan bahkan istrinya sendiri.

Untungnya, Destarata,pamannya, ayah dari para kurawa membatalkan pertaruhan itu.

Akan tetapi, dasar seorang penjudi, sekali lagi Yudistira mau menerima tantangan bermain judi melawan Sangkuni atas nama Kurawa. Sebelum bermain judi, taruhan sudah ditentukan yaitu :

“Barangsiapa kalah dalam permainan ini, ia dan saudara-saudaranya harus menjalani hidup dalam pengasingan dan pembuangan di hutan rimba selama dua belas tahun. Pada tahun ketiga belas ia harus hidup menyamar selama setahun penuh. Kalau pada tahun ketiga belas ada yang mengenali mereka, mereka harus dibuang ke pengasingan selama dua belas tahun lagi.” 

Karena Yudistira kalah, maka para Pandawa didampingi ibunya, Dewi Kunti bersama Drupadi, harus mengasingkan diri di hutan belantara selama 12 tahun.

Disinilah, perjuangan para Pandawa dimulai. Hukuman pengasingan ini menjadi sarana untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan juga menjadi medan untuk menempa diri menjadi ksatria-kstaria tangguh dan sakti.

Baca Juga :



Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali

1. Lila Zoehry

Setelah mengunjungi Pantai Kuta, Lila Zoehry, di sela sela kesibukannya menghadiri acara Asuransi Sun Life, menyempatkan diri untuk mengunjungi Pantai Pandawa. Berikut ini adalah beberapa foto kenangan yang sempat diabadikan di Pantai yang terinspirasi dari salah satu kisah Mahabharata ini.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila duduk di tebing kapur 

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila diatas tebing kapur dengan latar pemandangan Pantai Pandawa
Saat memasuki kawasan pantai Pandawa, pemandangan bukit kapur yang menjulang tinggi namun tertata rapi, akan menyambut kita. Kesan mistis dan religious khas Hindu, semakin terasa ketika melihat enam patung Pandawa bersama Ibu Kunti terpahat di dinding tebing kapur.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila berpose didepan salah satu patung Pandawa,
Arjuna
Rasa kagum akan kebesaran Tuhan akan semakin lengkap ketika melihat hamparan pasir putih bersih menghadang di depan kita. Diujung hamparan pasir putih, air laut dengan warna biru jernih membentang seluas mata memandang dengan hembusan angin sepoi-sepoi menghantarkan ombak yang tenang menuju hamparan pasir.

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila sedang mengagumi keindahan Pantai Pandawa

Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Lila dengan ekspresi "Love"
Mengungkapkan kekagumannya pada Tuhan Yang Maha Indah

2. Yuntyas dan Kawan kawan

Ternyata, selain Lila Zoehry, Yuntyas bersama teman-temannya alumni SMPN 2 Malang, juga sempat mengunjungi Pantai Pandawa. Berikut ini adalah foto-foto kenangan saat berada di Pantai Kutuh, Bali.

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Yuntyas dkk bergaya bebas dengan latar Pantai Pandawa

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pose Unik Yuntyas dkk di Pantai Pandawa Bali

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pasukan Pinky berpose dengan latar tebing
Pantai Pandawa 

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Yuntyas dkk berpose duduk dengan latar lautan

Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali
Pose mak-mak cantik dengan latar tebing
Pantai Pandawa
Pantai Pandawa benar-benar menawarkan keindahan panorama alam khas pantai Bali yang eksotis dan romantis sekali. Sangat cocok bagi pasangan yang sedang merajut janji atau mereka yang mendambakan ketenangan batin.

Kesimpulan

Demikian sekelumit ulasan tentang artikel yang berjudul “Menyusuri Jejak Kisah Mahabharata di Pantai Pandawa Bali”. Perjalanan wisata seorang Juwita Malam saat berada di pulau Dewata, Bali. Semoga artikel ini dapat menjadi acuan atau referensi bagi teman-teman yang suka travelling, jalan-jalan atau hanya sekedar refreshing.

Jika teman-teman memiliki foto-foto perjalanan ke suatu tempat wisata lainnya, silahkan berbagi dengan kami sehingga dapat menjadi informasi wisata yang lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Semoga Bermanfaat.

Artikel Lainnya :






1 comments:

  1. Tempat wisata yang memiliki sejarah perjuangan lepas dari keterasingan. Sangat inspiratif ..

    ReplyDelete