Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer – Durian adalah salah satu  komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat, permintaan dan harga durian yang tinggi menjadikan budidaya Durian sebagai satu peluang usaha agrobisnis yang menjanjikan. Seperti halnya perkebunan Durian di dusun Sekarputih, desa Mendalanwangi, kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Fery di Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi
Pemilik perkebunan durian di desa Mendalanwangi ini adalah Bapak Drs. Ir. Heru Susanto, seorang Purnawirawan. Polisi, yang tinggal di Jakarta sedangkan pengelolah perkebunan buah berduri tajam ini diserahkan kepada orang kepercayaannya yaitu Bapak Umar.

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Pintu gerbang perkebunan durian Mendalanwangi
Dengan lahan seluas 6 Hektar,dan memiliki 4 – 6 pekerja, perkebunan durian Mendalanwangi, menanam  700 pohon buah Durian Montong yang setiap tahunnya dapat berbuah hingga 400-500 buah per panen. Dan, memiliki pendapatan per tahunnya hingga mencapai 117 - 135 juta per panen dimana harga buah durian perkilonya dibandrol Rp. 40.000,- dengan berat buah durian antara 2 - 12 kg, maka harga sebuah durian Montong ini berkisar hingga Rp.500.000,-.

Wow, satu harga yang cukup mahal namun sebanding dengan cita rasanya.

Saat ini, perkebunan durian di desa mendalanwangi ini menjadi salah satu wisata agro yang sangat populer yang banyak dikunjungi wisatawan baik warga Malang maupun dari berbagai daerah lainnya. Namun, waktu terbaik berkunjung ke perkebunan ini adalah pada pagi hari karena saat itu banyak buah-buah durian yang masak pohon berjatuhan.

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Fery dan anak-anak di bawah pohon durian
Buah durian yang masak dipohon inilah yang banyak diburu wisatawan karena memang rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan buah durian yang diperam atau dipetik langsung dari pohonnya. Meskipun begitu, buah yang dipetik dari pohonnya tetap enak rasanya terlebih lagi jika kita pandai memilihnya.

Berikut ini adalah foto-foto yang sempat diabadikan reporter smanda88.com, Fery Feriansyah, saat mengunjungi perkebunan durian desa Mendalanwangi bersama keluarganya dan teman-teman.

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Fery dan putrinya Raline

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Yuntyas berpose dengan buah durian  Montong

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Mas Qomariah dan durian Montong

Sekilas Tentang Pemanenan Buah Durian

Waktu panen buah durian berbeda-beda tergantung pada jenis varietasnya. Jenis Monthong sekitar 125 - 135 hari setelah bunga mekar dan jenis Chanee sekitar 110 - 116 hari setelah bunga mekar. 
Buah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. 

Perkebunan Durian Desa Mendalanwangi, Wagir : Wisata Agro Populer
Erdik dan durian Montong

Buah durian yang sudah layak petik memiliki tanda-tanda fisik sebagai berikut :
  • Ujung duri coklat tua
  • Garis-garis di antara duri lebih jelas
  • Tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan
  • Ruas-ruas tangkai buah membesar
  • Baunya harum
  • Terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul
Cara panen yang baik adalah dengan memetik atau memotong buah di pohon dengan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena akan mengurangi kualitas buah.

Cara Menetralkan Bau Durian

1. Bau Durian di tangan

Untuk menghilangkan bau durian yang ada di tangan, tuangkan air putih ke dalam cekungan kulit durian lalu gunakan untuk cuci tangan dengan air tersebut.

2. Bau Durian di Mulut

Sama seperti menghilangkan bau ditangan, untuk menghilangkan bau durian di mulut setelah habis makan dapat dilakukan dengan cara menuangkan air putih atau air mineral ke dalam cekungan kulit durian lalu gunakan untuk kumur-kumur hingga baunya hilang. Jika belum juga hilang, minum air yang ada dalam cekungan kulit durian tersebut.

3. Bau Durian di Dalam Ruangan

Saat kita menyimpan durian di dalam ruangan maka aroma buah tersebut akan menyebar ke seluruh ruangan sehingga untuk mengatasinya ada beberapa cara antara lain sebagai berikut :
  • Letakkan potongan pandan di sudut-sudut ruangan
  • Gunakan Aroma terapi
  • Cacah kulit jeruk lalu tumbuk dengan kayu manis, setelah itu panaskan campuran tersebut di atas kompor selama 1 sampai 2 menit, kemudian letakkan di beberap sudut ruangan.
  • Campurkan potongan daun kemangi dan mint serta daun jeruk lalu letakkan di pojok ruangan.
  • Letakkan serbuk kopi ke beberapa sudut ruangan

Penutup

Demikian sekelumit ulasan tentang perkebunan durian di desa Mendalanwangi, Wagir, Kabupaten Malang, yang merupakan salah satu wisata agro populer dan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Bagi anda pecinta durian Montong, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke perkebunan Durian ini apabila sedang berada di Kota Malang.


Air Terjun Tembalang, Berau : Wisata Alam Yang Masih Perawan

Air Terjun Tembalang, Berau : Wisata Alam Yang Masih Perawan – Bagi seorang pecinta alam sejati, air terjun Tembalang yang berada di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, adalah tempat wisata alam yang sangat menantang karena masih perawan. Letaknya yang berada di tengah rimba belantara menawarkan rintangan yang membutuhkan stamina prima dan dapat memacu adrenalin anda.

Air terjun yang masih perawan ini ditemukan warga pada awal tahun 2016 dan dinamakan air terjun Tembalang. Pada akhir pekan, tempat wisata baru di Kampung Tepian Buah ini ramai dikunjungi wisatawan.

Air Terjun Tembalang, Berau : Wisata Alam Yang Masih Perawan
Air Terjun Tembalang, Berau, Kaltim


Bagi pemkab Berau, keberadaan air terjun Tembalang ini menambah perbendaharaan objek wisata daerah. Selain wisata laut yang indah, Berau juga memiliki wisata alam yang tak kalah indahnya meskipun masih dibutuhkan perbaikan infra struktur serta sarana dan prasarana yang menunjang agar air terjun Tembalang menjadi semakin cantik dan dikenal masyarakat luas.

Saat ini, untuk bisa menuju lokasi air terjun Tembalang, para wisatawan harus melewati rintangan yang cukup berat. Jika melalui jalur darat, harus menempuh perjalanan selama 1,5 jam menembus hutan belantara namun jika menggunakan jalur sungai dengan naik kapal ketinting, perjalanan dapat dipercepat.

Air Terjun Tembalang, Berau : Wisata Alam Yang Masih Perawan
Medan berat yang harus ditempuh
menuju Air Terjun Tembalang
Konon, menurut cerita masyarakat Kota Tepian Buah, jembatan kayu tersebut sudah lama berada di tempat itu. Dan menurut mereka, jembatan tersebut adalah jembatan mistis berkaitan dengan sosok gaib penghuni hutan sehingga mereka menyebutnya sebagai "Rokok Gendruwo."

Air Terjun Tembalang, Berau : Wisata Alam Yang Masih Perawan
Rokok Gendruwo
Kedua jalur perjalanan menuju air terjun Tembalang ini menawarkan petualangan yang mengasyikkan dan menawarkan suasana alam hutan yang masih alami serta dapat memacu adrenalin mengingat selain masih alami, hutan Kalimantan terkenal sangat angker.

Baca juga :

Berikut ini adalah pengalaman dari narasumber smanda88.com yang tinggal di kota Berau, Kalimantan Timur, yang direkam dalam video menggunakan HP, saat mengunjungi air terjun Tembalang menggunakan jalur sungai.



Itulah, sekelumit ulasan tentang “Air Terjun Tembalang, Berau : Wisata Alam Yang Masih Perawan.” Salah satu tempat wisata andalan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Bagi anda yang gemar travelling dan suka tantangan, maka air terjun Tembalang ini dapat menjadi pilihan anda, terutama saat berkunjun ke bumi Kalimantan.

Semoga Bermanfaat..


Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang – Jika anda berjalan-jalan ke kota Malang terasa belum lengkap apabila belum mengunjungi Jalan Ijen atau Ijen Boulevard, satu jalan yang menjadi kebanggaan dan ikon kota Apel.  Selain itu, Ijen Boulevard dan sekitarnya adalah salah satu kawasan cagar budaya peninggalan jaman Belanda yang harus tetap dijaga kelestariannya. 

Sehingga berjalan-jalan di Ijen Boulevard seolah terkenang kembali kenangan pada masa penjajahan Belanda dahulu. Jalan Ijen merupakan kawasan dengan dua jalur jalan atau jalan kembar yang ditengah-tengahnya terdapat taman dengan bunga-bunga dan rumput menghijau di sepanjang jalan.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Pemandangan yang indah dimana pohon Palem tinggi menjulang berbaris rapi sepanjang jalan, taman dengan bunga beraneka ragam terlihat hijau dan jalanan yang bersih serta bangunan rumah yang terkesan unik menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Malang maupun para wisatawan.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Sebagai salah satu ikon kota Malang, Ijen Boulevard pada hari biasa terutama pada pagi hari, banyak digunakan oleh warga maupun wisatawan untuk berolah raga baik jalan maupun lari pagi dengan memanfaatkan jalur pedestrian.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Sedangkan pada hari Minggu atau hari libur nasional, kawasan Ijen menjadi pusat keramaian dan tujuan dari warga kota Malang untuk menikmati keindahan pohon Palem yang berjejer rapi dan bunga-bunga beraneka macam sambil berolah raga pagi.

Baca Juga :

Car Free Day Di Ijen Boulevard

Pada setiap hari Minggu, jalan Ijen ditutup mulai pagi hingga pukul 10.00 WIB untuk acara Car Free Day. Dalam acara itu, selain jalan pagi, gerak jalan dan lari pagi berbagai kegiatan juga diselenggarakan di jalan paling cantik di Kota Malang ini seperti  demo mahasiswa atau demo tari dan teater, senam, aneka kue dan lain-lain. 

Sehingga pada hari libur itu, Ijen Boulevard menjadi ramai dan semarak.

Berikut ini adalah foto dari beberapa kegiatan yang dilakukan pada hari Minggu hasil jepretan dari reporter kami, Fery Feriansyah, di Ijen Boulevard.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang
Fery Feriansyah di Ijen Boulevard

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang
Aktifitas Masyarakat Pada Acara Car Free day di Jl. Ijen

Sejarah Ijen Boulevard

Ijen Boulevard dibuat pada masa penjajahan Belanda dengan tujuan sebagai perumahan bagi para pejabat Hindia Belanda. Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, rumah-rumah di jalan Ijen banyak ditempati oleh para pejabat Negara Indonesia mulai jaman Bung Karno hingga sekarang. Namun, kepemilikannya silih berganti.

Arsitektur bangunan rumah di Ijen Boulevard yang asli, karena sekarang sudah ada beberapa yang dirombak sesuai selera pemiliknya , memiliki tipe bangunan seperti vila dan hanya satu lantai saja. Pada umumnya, memiliki atap dan langit-langit yang tinggi serta curam karena disesuaikan dengan kondisi kota Malang yang sering turun hujan dan berhawa dingin.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Seiring perjalanan waktu, kawasan Ijen telah mengalami banyak perubahan dibandingkan pada masa lalu terutama dalam sisi perubahan bentuk desain rumah dan semakin padatnya volume kendaraan yang melewati jalan ini.

Akan tetapi, semua perubahan itu tidak mengurangi  pesona keindahan dari kawasan yang paling cantik dan tertata rapi di kota Malang. Tentunya, semua keindahan dan kerapian dari kawasan ini merupakan khasanah peninggalan jaman Hindia Belanda yang harus tetap dijaga sepanjang masa.

Arsitek Ijen Boulevard

Adalah Ir. Herman Thomas Karsten, seorang arsitek warga Negara Belanda, yang telah merancang dan membangun kawasan Ijen menjadi cantik dan indah seperti sekarang ini. Meneer Herman merancang Ijen Boulevard sebagai daerah perumahan mewah bagi para pejabat Hindia Belanda dengan memperhatikan sisi keindahan dan hubungannya dengan tata kota.

Ijen Boulevard Tahun 1950
Ijen Boulevard Tahun 1950
Sumber Gambar : malangkota.go.id
Pada tahun 1935 sampai 1960,  Ir. Herman Thomas Karsten, sosok yang ahli dalam perencanaan kota dan desain pemukiman mulai merubah kawasan Ijen menjadi pemukiman pejabat yang indah. Menggunakan konsep Boulevard, kawasan Ijen diubah menjadi kawasan ini yang memiliki jalan kembar dengan pembatas berupa taman di tengah.

Ir. Herman Thomas Karsten
Ir. Herman Thomas Karsten
Foto : Malangtoday.net
Kawasan Ijen semakin bertambah marak dan indah dengan adanya Gereja Katolik yang berada di sudut antara Jalan Guntur dan jalan Buring serta megahnya bangunan Museum Brawijaya. Sehingga kawasan ini menjadi titik keramaian yang banyak dikunjungi warga maupun wisatawan.

Artikel Lainnya :  Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata Di Pantai Pandawa, Bali Kuta Bali : Cinta Kita Jalan jalan ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga Ternyata Bahagia itu Sederhana dan Tidak Mahal Jalan jalan Alumni smanda88 Ke Hutan Pinus Wajak Jalan jalan Ke Desa Wisata Pujon Kidul Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Pujon Kidul Jalan jalan Ke Sumber Maron Malang, Wisata Alam dan Edukasi
Gereja Katolik Ijen Boulevard

Kesimpulan

Demikian ulasan tentang “Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang.” Jalan yang menjadi kebanggaan warga Malang dan sebagai titik keramaian dengan berbagai kegiatan sosial budaya.

Harapannya, Ijen Boulevard semakin berkembang dan semakin bermanfaat bagi warga kota Malang serta tetap terjaga kelestariannya.


Semoga Bermanfaat..
Sumber Foto : Fery Feriansyah



Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia

Paket Wisata Bromo Malang Murah – Indonesia adalah negeri  yang sangat indah yang memiliki tempat-tempat wisata alam yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Semua tempat wisata alam yang ada menawarkan pemandangan alam yang indah dan menawan. Namun, gunung Bromo  adalah wisata alam terbaik di Indonesia. Sehingga teramat sayang untuk dilewatkan oleh para penggemar wisata alam.

Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Rita dan keluarga di Gunung Bromo
Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru  atau disingkat TNBTS yang melingkupi sejumlah objek wisata sangat istimewa. Sehingga jika anda memiliki waktu yang agak panjang, selain jalan-jalan ke Bromo, sebaiknya juga menikmati objek wisata lain yang berada di sekitarnya.

Jalan-jalan ke gunung Bromo memang merupakan pengalaman seru dan menyenangkan karena anda akan merasakan sensasi berkuda di hamparan padang savana dan lautan pasir, naik ke kawah gunung Bromo untuk melihat indahnya kawah dan pemandangan indah di sekitarnya serta menikmati indahnya sunrise dan lautan awan.

Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Rita dengan topi koboi menuntun kuda
Selain menikmati keindahan alamnya, anda juga dapat mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Tengger, yang erat hubungannya dengan legenda Roro Anteng dan Joko Seger.

Baca Juga : Misteri Gunung Bromo dan Suku Tengger

Jalur dan rute menuju gunung Bromo dapat anda tempuh melalui dua pilihan yaitu melalui Tumpang, searah dengan perjalanan menuju Ranu Gumbolo dan Gunung Semeru atau melalui jalur Pasuruan – Probolinggo.

Baca Juga : Misteri Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa

Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Jalan menuju Bromo dari Probolinggo
Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Rumah-rumah penduduk sepanjang perjalanan
Menuju Bromo
Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Hardtop, mobil paling populer di Bromo

Banyak pilihan paket wisata Bromo yang menawarkan fasilitas, pelayanan dan  keamanan serta kenyamanan perjalanan anda, mulai dari paket wisata midnight, paket wisata Bromo murah dan paket-paket lainnya. Salah satu penyedia jasa travel terbaik adalah abimanyu travel.

Berikut ini adalah perjalanan Antonia Rita, alumni smanda88, bersama keluarga saat menikmati liburan bersama ke gunung Bromo.

Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Rita dengan latar suasana gunung Bromo

Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Rita di hamparan lautan pasir

Jalan-jalan Ke Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia
Rita dan keluarga dengan latar gunung Bromo

Penutup

Demikian sekelumit ulasan tentang artikel yang berjudul “Jalan-jalanKe Gunung Bromo, Wisata Alam Terbaik Di Indonesia.” Terasa belum lengkap pengalaman wisata anda jika belum mengunjungi salah satu wisata terbaik di Indonesia yaitu gunung Bromo.

Semoga Bermanfaat..




Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi –  Bagi anda warga Malang atau sedang jalan-jalan ke kota Apel, selain tempat wisata menarik lainnya, ada satu tempat wisata alam yang menawarkan pemandangan alam khas pedesaan dan edukasi yaitu Sumber Maron. Tempat wisata alam yang layak dikunjungi dan dapat menjadi pilihan liburan murah meriah pada akhir pekan anda.

Wisata alam Sumber Maron terletak di dusun Adiluwih,  Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Dusun Adiluwih berada di perbatasan Kecamatan Gondanglegi dan Kepanjen sehingga terkadang ada yang menyebut Sumber Maron ini terletak di Gondanglegi maupun di Kepanjen. 

Banyak wisata sumber di Malang Raya, namun Sumber Maron memiliki daya tarik tambahan dengan adanya air terjun dimana airnya mengalir melalui sungai dengan bebatuan alam, membelah hijaunya persawahan. Sungguh pemandangan alam yang menyejukkan mata dan menentramkan jiwa.

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Baca Juga :
Bagi anak-anak, akan senang berenang atau meluncur ke sungai melewati sela sela bebatuan menggunakan ban sebagai pelampungnya atau berendam dibawah tetesan air terjun yang tidak terlalu tinggi. Lelah bermain, anda bisa mengajak anak-anak menyusuri hijaunya persawahan atau menikmati makanan sambil merendam kaki di kolam yang penuh dengan ikan-ikan kecil atau disebut terapi ikan.

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Sumber Maron mulai dikenal masyarakat sebagai tempat wisata dan ramai dikunjungi wisatawan sejak tahun 2015 lalu. Tidak hanya pengunjung,warga sekitar Malang saja, namun wisatawan dari luar kota juga banyak yang datang kesini terutama saat akhir pekan maupun musim liburan. 

Asal Usul Sumber Maron

Nama Sumber Maron berasal dari kata “sumber” dan “maron”, sumber berarti mata air sedangkan maron adalah panci atau periuk untuk menanak nasi. Konon, nama Sumber Maron karena ada maron yang dibuang  ke mata air ini, ada juga yang menyebut muara kawasan wisata ini yang bentuknya menyerupai maron

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Awalnya, masyarakat setempat memanfaatkan daerah sekitar Sumber Maron ini sebagai kawasan budidaya tanaman Kangkung.  Mata air yang berada di antara persawahan membuat para petani setempat seringkali singgah sehabis bekerja untuk mandi maupun mencuci. 

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Dari sumber mata air, air yang jernih mengalir turun melewati bebatuan hingga membentuk sebuah air terjun mini dengan ketinggian 5 – 6 meter serta kemiringan mencapai 60 derajat. Masyarakat setempat, menyebut air terjun mini ini sebagai “Grojogan Sewu”. Karena pada umumnya, grojogan atau pancuran air hanya satu sedangkan di Sumber Maron, terdapat banyak pancuran air. 

Sumber Maron Sebagai Wisata Edukasi

Sumber Maron, selain menjadi tempat wisata alam  juga dapat dijadikan sebagai objek wisata edukasi maupun tekonologi untuk pelajar, mahasiswa dan kalangan lainnya, karena sumber mata air tersebut juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). 

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Proses pembangunan PLTMH ini dimulai sejak tahun 2005 dan baru digunakan untuk menyalurkan air ke rumah warga 4 desa (Desa Karangsuko di kecamatan Pagelaran serta Sukosari, Gondanglegi Kulon dan Panggungrejo di kecamatan Gondanglegi) pada tahun 2012. 

Dengan adanya PLTMH,  menjadi awal mula mulai ramainya Sumber Maron dikunjungi oleh wisatawan lokal, sebelum akhirnya menjadi semakin populer berkat publikasi foto-foto di sosial media maupun ulasan-ulasan dari para blogger, apalagi sejak demam travelling maupun underwater photography melanda.

Daya Tarik Sumber Maron

Beberapa hal yang dapat anda nikmati atau menjadi daya tarik tempat wisata alam dan edukasi ini antara lain adalah sebagai berikut.

Keindahan pemandangan alam khas pedesaan

Sebelum merasakan kesegaran air di Sumber Maron, anda bisa berjalan-jalan berkeliling melihat sumber air yang membentuk telaga dengan air terjun mini dan hamparan sawah serta hutan disekelilingnya. Keindahan pemandangan alami khas pedesaan di Sumber Maron yang tidak akan anda temukan di tempat wisata lainnya.

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Berenang dan Bermain Air

Mendengar gemericik suara air dan melihat hamparan air yang jernih dan luas membentang di hadapan kita, apalagi anak-anak, akan segera melepaskan baju lalu terjun ke dalamnya untuk berenang atau bermain air. Namun, untuk berenang agak sedikit sulit karena banyak batu-batu sungai yang menonjol ke permukaan.

Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi

Tempat untuk bermain air yang lebih nyaman adalah pada sungai atau irigasi yang ditemukan sepanjang jalan yang ada di kawasan wisata ini. Dan, pengunjung dapat menyewa ban dalam sebagai pelampung yang banyak disewakan di sepanjang objek wisata alam ini.

Meluncur atau River Tubing

Naik diatas ban dalam lalu membiarkan diri meluncur dan mengapung diatas permukaan air atau lebih dikenal dengan “River Tubing” adalah aktivitas yang dapat anda lakukan di Sumber Maron.

Terapi ikan

Tidak lupa ada juga terapi ikan dalam wisata Sumber Maron Malang ini. Pengunjung memasukkan kaki ke dalam kolam yang penuh dengan ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil ini akan memakan sel-sel kulit mati yang efeknya dapat menyembuhkan kondisi tubuh yang pegal-pegal serta mencegah berbagai penyakit. Dengan Rp. 15.000, pengujung sudah dapat menikmati terapi ikan di Sumber Maron ini.

Jam Buka serta Tarif/Retribusi yang Berlaku di Sumber Maron

Berikut ini daftar tarif retribusi yang diterapkan di wisata alam Sumber Maron dengan jam buka mulai pukul 07:00 hingga pukul 18:00 setiap hari.
  • Parkir sepeda motor: Rp. 2.000 per unit
  • Parkir mobil: Rp. 5.000 per unit
  • Ban dalam kecil: Rp. 3.000 per unit 
  • Ban dalam sedang: Rp. 7.000 per unit 
  • Ban dalam untuk river tubing: Rp. 10.000 per unit 
  • Sewa karpet untuk lesehan: Rp. 3.000 per lembar
  • Loker penitipan barang: Rp. 3.000 per loker 
  • Kamar Mandi: Rp. 2.000
  • WC: Rp. 1.000
  • Ruang ganti: Rp. 1.000
  • Flying Fox: Rp. 10.000
  • Terapi ikan: Rp. 15.000 per orang

Penutup

Demikian sekelumit ulasan tentang artikel yang berjudul “Jalan-jalan Ke Sumber Maron malang, Wisata Alam dan Edukasi.” Satu tempat wisata baru di Kabupaten Malang yang menawarkan pemandangan alam indah khas pedesaan dan edukasi. Sangat cocok untuk dijadikan pilihan liburan di akhir pekan atau pada hari libur nasional.


Semoga Bermanfaat..

Sumber Gambar : Ferry Feriansyah


Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri

Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri  – Sudah lama saya mendengar akan adanya Masjid Tiban di daerah Turen, Malang, namun baru kali ini sempat mengunjungi tempat wisata religi yang megah dan konon penuh dengan misteri ini. Ternyata, memang unik, megah dan indah. Bangunan dengan arsitektur Timur Tengah ini memiliki 10 lantai dan di setiap temboknya terdapat ukiran kaligrafi serta menara yang ada di setiap masjid.

Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri
Pintu Gerbang Masjid Tiban
Karena yang menjadi tempat wisata adalah rumah peribadatan umat Islam atau masjid atau rumah Tuhan, maka disebut sebagai wisata religi. Ditambah lagi dengan keindahan dan kemegahannya serta kisah misteri yang menceritakan jika masjid ini hanya dibangun dalam semalam atau “tiban”, maka Masjid Tiban Turen banyak dibanjiri wisatawan dari berbagai daerah.

Hampir setiap hari, wisatawan yang berkunjung ke masjid misterius ini mencapai ribuan orang. Tidak hanya dari wilayah Jawa Timur saja namun dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari Negara tetangga juga.

Masjid Tiban  atau sering disebut “Masjid Jin” ini berada di Jl. KH. Wachid Hasyim, gang anyar, RT. 27 RW. 06 desa Sananrejo kecamatan Turen, kabupaten Malang, Jawa timur. Dibangun oleh KH. Ahmad Bahru Mafdlaludin Saleh Al-Mahbub Rahmat Alam pada tahun 1976 yang merupakan bagian bangunan pondok pesantren Syalafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaaril Rahmah.

Kemegahan Masjid Tiban Turen

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, bangunan utama pondok yang terdiri dari 10 lantai dimana lantai 1 sampai lantai 4 digunakan sebagai tempat kegiatan santri, lantai 6 digunakan sebagai ruang keluarga sedangkan pada lantai 5,7 dan 8 digunakan sebagai tempat usaha yang dikelolah oleh santriwati seperti toko-toko kecil yang menjual makanan ringan, pakaian, perlengkapan ibadah dan lain-lain.

Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri


Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri
Salah satu menara di Masjid Tiban
Di dalam Masjid Jin ini juga terdapat sebuah aquarium dan perpustakaan yang berisi buku-buku tentang agama Islam. 

Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri
Bagian dalam Masjid Tiban

Kisah Misteri Dibalik Masjid Tiban

Kata “Tiban” dalam bahasa jawa yang artinya “tiba tiba ada” menjadikan Masjid Turen ini sebagai masjid yang penuh misteri. Memang banyak kejadian terutama di pulau Jawa yang menyatakan adanya masjid-masjid yang dibangun oleh bangsa Jin dan keberadaannya baru siketahui oleh manusia secara tiba-tiba tanpa mengetahui kapan pembangunan masjid tersebut berlangsung.

Pada umumnya, masjid tiban yang ada hanyalah masjid-masjid kecil atau mushola saja, sedangkan masjid tiban Turen ini sangat berbeda. Besar dan Megah, sehingga banyak memancing perhatian wisatawan untuk membuktikan kebenarannya.

Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri

Faktanya, Masjid Tiban Turen dibangun sedikit demi sedikit oleh para santri dan mengusung konsep ramah lingkungan , saking ramahnya terhadap lingkungan sekitar, ada salah satu bagian masjid yang sengaja dibuat untuk menghindari keberadaan sebuah pohon kelapa.

Masjid Tiban Turen, Wisata Religi Nan Megah Dan Penuh Misteri
Lukisan berbagai desain masjid
Sebetulnya, yang menjadi misteri adalah petunjuk yang diterima oleh pemilik pondok pesantren yaitu KH. Ahmad Bahru Mafdlaludin Saleh Al-Mahbub Rahmat Alam, tentang bentuk dan arsitektur masjid yang diterima setelah beliau melakukan sholat Istikharah.

Penutup

Demikian ulasan tentang salah satu wisata religi yaitu Masjid Tiban Turen yang megah dan penuh misteri. Rasa penasaran tentang keberadaan masjid yang dibangun oleh bangsa Jin sehingga muncul secara tiba-tiba atau “tiban” menjadikan masjid ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi teman-teman yang hobi jalan-jalan, Masjid Tiban Turen, Malang, adalah salah satu tempat wisata religi yang  wajib dikunjungi.

Semoga Bermanfaat