Home » » Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang – Jika anda berjalan-jalan ke kota Malang terasa belum lengkap apabila belum mengunjungi Jalan Ijen atau Ijen Boulevard, satu jalan yang menjadi kebanggaan dan ikon kota Apel.  Selain itu, Ijen Boulevard dan sekitarnya adalah salah satu kawasan cagar budaya peninggalan jaman Belanda yang harus tetap dijaga kelestariannya. 

Sehingga berjalan-jalan di Ijen Boulevard seolah terkenang kembali kenangan pada masa penjajahan Belanda dahulu. Jalan Ijen merupakan kawasan dengan dua jalur jalan atau jalan kembar yang ditengah-tengahnya terdapat taman dengan bunga-bunga dan rumput menghijau di sepanjang jalan.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Pemandangan yang indah dimana pohon Palem tinggi menjulang berbaris rapi sepanjang jalan, taman dengan bunga beraneka ragam terlihat hijau dan jalanan yang bersih serta bangunan rumah yang terkesan unik menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Malang maupun para wisatawan.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Sebagai salah satu ikon kota Malang, Ijen Boulevard pada hari biasa terutama pada pagi hari, banyak digunakan oleh warga maupun wisatawan untuk berolah raga baik jalan maupun lari pagi dengan memanfaatkan jalur pedestrian.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Sedangkan pada hari Minggu atau hari libur nasional, kawasan Ijen menjadi pusat keramaian dan tujuan dari warga kota Malang untuk menikmati keindahan pohon Palem yang berjejer rapi dan bunga-bunga beraneka macam sambil berolah raga pagi.

Baca Juga :

Car Free Day Di Ijen Boulevard

Pada setiap hari Minggu, jalan Ijen ditutup mulai pagi hingga pukul 10.00 WIB untuk acara Car Free Day. Dalam acara itu, selain jalan pagi, gerak jalan dan lari pagi berbagai kegiatan juga diselenggarakan di jalan paling cantik di Kota Malang ini seperti  demo mahasiswa atau demo tari dan teater, senam, aneka kue dan lain-lain. 

Sehingga pada hari libur itu, Ijen Boulevard menjadi ramai dan semarak.

Berikut ini adalah foto dari beberapa kegiatan yang dilakukan pada hari Minggu hasil jepretan dari reporter kami, Fery Feriansyah, di Ijen Boulevard.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang
Fery Feriansyah di Ijen Boulevard

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang
Aktifitas Masyarakat Pada Acara Car Free day di Jl. Ijen

Sejarah Ijen Boulevard

Ijen Boulevard dibuat pada masa penjajahan Belanda dengan tujuan sebagai perumahan bagi para pejabat Hindia Belanda. Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, rumah-rumah di jalan Ijen banyak ditempati oleh para pejabat Negara Indonesia mulai jaman Bung Karno hingga sekarang. Namun, kepemilikannya silih berganti.

Arsitektur bangunan rumah di Ijen Boulevard yang asli, karena sekarang sudah ada beberapa yang dirombak sesuai selera pemiliknya , memiliki tipe bangunan seperti vila dan hanya satu lantai saja. Pada umumnya, memiliki atap dan langit-langit yang tinggi serta curam karena disesuaikan dengan kondisi kota Malang yang sering turun hujan dan berhawa dingin.

Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Seiring perjalanan waktu, kawasan Ijen telah mengalami banyak perubahan dibandingkan pada masa lalu terutama dalam sisi perubahan bentuk desain rumah dan semakin padatnya volume kendaraan yang melewati jalan ini.

Akan tetapi, semua perubahan itu tidak mengurangi  pesona keindahan dari kawasan yang paling cantik dan tertata rapi di kota Malang. Tentunya, semua keindahan dan kerapian dari kawasan ini merupakan khasanah peninggalan jaman Hindia Belanda yang harus tetap dijaga sepanjang masa.

Arsitek Ijen Boulevard

Adalah Ir. Herman Thomas Karsten, seorang arsitek warga Negara Belanda, yang telah merancang dan membangun kawasan Ijen menjadi cantik dan indah seperti sekarang ini. Meneer Herman merancang Ijen Boulevard sebagai daerah perumahan mewah bagi para pejabat Hindia Belanda dengan memperhatikan sisi keindahan dan hubungannya dengan tata kota.

Ijen Boulevard Tahun 1950
Ijen Boulevard Tahun 1950
Sumber Gambar : malangkota.go.id
Pada tahun 1935 sampai 1960,  Ir. Herman Thomas Karsten, sosok yang ahli dalam perencanaan kota dan desain pemukiman mulai merubah kawasan Ijen menjadi pemukiman pejabat yang indah. Menggunakan konsep Boulevard, kawasan Ijen diubah menjadi kawasan ini yang memiliki jalan kembar dengan pembatas berupa taman di tengah.

Ir. Herman Thomas Karsten
Ir. Herman Thomas Karsten
Foto : Malangtoday.net
Kawasan Ijen semakin bertambah marak dan indah dengan adanya Gereja Katolik yang berada di sudut antara Jalan Guntur dan jalan Buring serta megahnya bangunan Museum Brawijaya. Sehingga kawasan ini menjadi titik keramaian yang banyak dikunjungi warga maupun wisatawan.

Artikel Lainnya :  Menyusuri Jejak Satu Kisah Mahabharata Di Pantai Pandawa, Bali Kuta Bali : Cinta Kita Jalan jalan ke Tanggamus : Tangga Menuju Surga Ternyata Bahagia itu Sederhana dan Tidak Mahal Jalan jalan Alumni smanda88 Ke Hutan Pinus Wajak Jalan jalan Ke Desa Wisata Pujon Kidul Jalan jalan Alumni Smanda88 Ke Pujon Kidul Jalan jalan Ke Sumber Maron Malang, Wisata Alam dan Edukasi
Gereja Katolik Ijen Boulevard

Kesimpulan

Demikian ulasan tentang “Ijen Boulevard : Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang.” Jalan yang menjadi kebanggaan warga Malang dan sebagai titik keramaian dengan berbagai kegiatan sosial budaya.

Harapannya, Ijen Boulevard semakin berkembang dan semakin bermanfaat bagi warga kota Malang serta tetap terjaga kelestariannya.


Semoga Bermanfaat..
Sumber Foto : Fery Feriansyah



3 comments:

  1. Kota Malang punya kebanggaan yg lain juga ya selain kota pelajar 😊

    ReplyDelete
  2. Malang is the best... suuiip... salam kenal donk sama model yang lagi naik sepeda... qiqiqi...

    ReplyDelete
  3. Semoga tetap lestari dan menjadi kebanggaan kota Malang.

    ReplyDelete