Air Terjun Coban Jahe, Lokasi, Rute Dan Jalan-jalan Bersama

Air Terjun Coban Jahe - Mengisi hari libur bersama keluarga dan teman-teman akan terasa lebih menyenangkan dan lebih meriah, apalagi jika dilakukan sambil berolah raga bersama. Itulah, yang dilakukan oleh para alumni SMP Negeri 1 Malang angkatan 1983, jalan-jalan bersama menyusuri keindahan alam di Air Terjun Coban Jahe.

Selain badan menjadi sehat, silaturahmi akan menjadi lebih erat dan kuat.

Berikut ini adalah tulisan pengalaman Dwi Andayani, istri dari Mas Juli yang merupakan alumni SMPN 1 Malang angkatan 1983, saat bersama sang suami mengikuti jalan-jalan bersama ke Coban Jahe.

Dwi Andayani Di Coban Jahe
Dwi Andayani Di Coban Jahe

Air Terjun Coban Jahe

Nama Coban Jahe adalah salah satu wisata alam baru berupa air terjun yang memiliki keindahan alam yang eksotis dan perawan. Dengan ketinggian 45 meter ditambah gugusan batu-batu cadas berukuran raksasa yang menghiasi tebingnya serta kolam dan sungai kecil mengalir dibawahnya, membuat objek wisata ini tampak garang dan menantang.

Suara deburan air, percikan air dan jernihnya aliran air ditambah hawa khas pegunungan yang menyegarkan, membuat kita tergoda untuk menceburkan diri, larut dalam harmoni alam semesta.

Bagi anda pecinta wisata alam, Coban Jahe yang dikenal juga dengan nama lain Air Terjun Begawan ini, menawarkan keindahan dan medan yang cukup menantang.

Lokasi Dan Rute Air Terjun Coban Jahe

Lokasi Air Terjun Coban Jahe

Air terjun Coban Jahe atau coban Begawan ini berada di dusun Begawan, desa Pandansari Lor, Jabung, Tumpang, Kabupaten Malang.Untuk pengelolaannya, Air terjun Coban Jahe dikelolah dan berada dalam pengawasan Perhutani Unit II RPH Sukopuro-Jabung.

Rute Perjalanan Menuju Coban Jahe

Untuk mengunjungi Coban Begawan ini kita harus singgah dulu atau hanya sekedar melewati ke Kota Malang, kemudian menuju Kecamatan Tumpang lalu  belok ke kiri ke arah Desa Pandansari Lor, Dusun Begawan hingga menemukan pintu masuk ke Coban Jahe.

Ada petunjuk arah menuju Air Terjun Coban Jahe yang berada tidak jauh dari gapura pintu masuk kota Tumpang.


Jalan-jalan Bersama Alumni SMPN 1 Malang Ke Coban Jahe                    

Jam berdering jam 5 pagi membangunkan tidurku.Segar terasa badanku dan aku bersiap siap utk Mbolang hari ini.Kupacu motorku menuju titik kumpul di joglo di jalan Cokroaminoto Pakis.Sebuah bangunan rintisan tempat usaha yang dibangun oleh teman yang sudah berhasil di Jakarta.

Dalam perjalanan menuju Titik kumpul aku melihat sekelompok ibu-ibu sarapan dipojok pasar Pakis sehingga memancing selera kami berdua untuk mencoba kuliner khas desa yang lama sudah tidak pernah kami rasakan dan dapatkan di kota malang, yaitu nasi empok beserta sayur pedes, urap-urap, mendol dan ikan asin serta sambal bajak.

Murah meriah, satu porsi hanya seharga Rp 5000,_ saja, sudah membuat perut kenyang dan rasanya sangat enak. Terbukti secara lumintu banyak orang yang membungkus untuk dibawa pulang.

Sesampainya kami dititik kumpul, masih sepi dan belum banyak yang hadir ketika kami dating sehingga kami memutuskan untuk memandu teman-teman lainnya yang belum hadir. 

Sambil menunggu teman-teman dating, kuamati bangunan rumah Joglo pindahan dari salah satu desa di Jawah Tengah yang dibuat pada tahun 1800-an. Nampak kayu kayunya begitu kokoh dan artistik, khas joglo jawa tengah.

Rumah Joglo Tempat Berkumpul
Rumah Joglo di Pakis, tempat berkumpul
alumni SMPN 1 Malang

Tepat pukul 8.00 wib kami berangkat melewati rute alternatif dgn jarak tempuh sejauh 10,5 km..dr titik kumpul.kami susuri jalan desa serta persawahan yg membentang disepanjang perjalanan dg pemandangan yg menyejukan kalbu...

Teman-teman alumni SMP Negeri 1 angkatan 1983 yang terlambat datang, akhirnya menyusul kami dengan menggunakan ojek lalu menunggu kami diperempatan jalan desa sekitar 3 km dari titik kumpul.Dengan kelompok besar sekitar 40 orang para aremanula bergerak menuju ke Coban Jahe berjalan kaki.

Selfie sejenak ditengah perjalanan
Selfie sejenak ditengah perjalanan

Perjalanan ini sangat mengasyikkan meskipun jarak tempuh cukup jauh namun dengan berjalan kaki bersama terasa ringan ditambah lagi dengan pemandangan alam yang asri dan indah sepanjang perjalanan serta udara yang masih segar.

Istirahat sejenak di pondok pinggir sawah
Istirahat sejenak di pondok pinggir sawah

Tibalah kami diwarung pojok pertigaan menuju gerbang Coba Jahe. Kami beristirahat dengan minum teh panas,kopi panas serta bakso panas, khas desa, sambil menunggu guru kami yang setia mendampingi meskipun usia sudah tua.

Dwi Andayani dan Guru
Dwi Andayani dan Guru

Setelah beristirahat kami bergerak lagi menuju Coban Jahe dgn menyusuri jalan makadam. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan yang sangat indah

Tak kusangka tak kuduga ternyata area Coban Jahe sangat asri dan sdh mulai ditata oleh pemda kab.malang.kulihat disisi kiri ada tempat perkemahan the wild wild west sbg tempat perkemahan dan berkegiatan kelompok.

Sabtu 24 maret 2018 ternyata banyak pengunjung yang datang selain kami, para pedagang pun sibuk menjajakan dagangannya.

Ada panggung dangdut disitu yang siap menghibur para pengunjung.kebetulan aku suka sekali berjoget, jadilah aku berjoget disitu dan disambut sorak sorai teman-temanku melihat aku berjoget.

Setelah puas aku berjoget kami bergerak menuju Coban Jahe yang sudah memanggil kami dengan suara dentuman air jatuh dari ketinggian 50m- 70 m diatas tanah..

Tidak kami sia-siakan kami langsung selfie dan berfoto ria...tdk lupa drone juga kami fungsikan utk mengabadikan tingkah pola kami..para aremanula...

Alhamdulillah wa syukurillah...kami sangat bersyukur kehadirat Allah yg telah menciptakan tempat seindah ini di Timur Malang... Subhanallah..

Berikut ini adalah video yang sempat kami abadikan untuk menikmati pemandangan alam dan tingkah laku para aremanula.



Setelah puas bergembira dan menikmati suasana Coban Jahe kami bergerak pulang ke titik kumpul...dg menaiki mobil pick up kami bergerak pulang.meskipun hanya naik mobil pick up tp hati kami gembira...sungguh pengalaman yg tak terlupakan krn seumur2 kami tdk pernah naik mobil pick up..

Sampailah kami pada titik kumpul.Tumpeng nasi kuning serta  bermacam-macam kue tradisional..sudah menunggu kami.setelah makan sambil beristirahat serta pembagian doorprice kami pulang ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah..

By grace jones ...atau Dwi Andayani...

Penutup

Demikian ulasan tentang objek wisata alam baru yang berada di Kabupaten Malang, tepatnya di dusun Begawan, desa Pandansari Lor, Jabung, Tumpang yang bernama Coban Jahe atau Coban Begawan.

Jika harus berjalan kaki sendiri menuju air terjun ini, pada umumnya kita akan menolak dan lebih memilih menggunakan moda transportasi darat, namun bila berjalan bersama teman-teman dan keluarga, rasa capek dan lelah menjadi hilang hingga perjalanan terasa ringan dan menyenangkan.

Bersama memang lebih menyenangkan..


Semoga bermanfaat..

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta, Puncak Watu Goyang, Bantul

Puncak Watu Goyang, Bantul – Setelah mengunjungi objek wisata Tamansari, MMC smanda Malang 88, melanjutkan petualangannya menuju ke Puncak Watu Goyang, Bantul.  Satu objek wisata alam baru berupa perbukitan yang terletak di pedukuhan Cempluk, Mangunan, Bantul. 

Berikut ini adalah ulasan tentang objek wisata Puncak Watu Goyang, Bantul, Jogyakarta. Foto-foto berikut ini adalah hasil petualangan dari MMC smanda88 yang tampil kompak, unik dan artistik sehingga sayang apabila hanya disimpan sendiri. 

Terdapat beberapa objek wisata berupa gardu pandang lainnya yang ada di desa Mangunan, Bantul, seperti di kebun buah Mangunan, Panguk Kediwung, Jurang Tembelan dan lain-lain. Namun, objek wisata terbaru adalah Watu Goyang, objek wisata yang mengusung konsep gardu pandang dan spot selfie.

Gardu Pandang dan spot selfi Puncak Watu Goyang
MMC smanda88 di gardu pandang
Puncak Watu Goyang, Bantul
Saat ini, objek wisata alam yang mengusung konsep gardu pandang sedang booming di berbagai daerah terutama daerah perbukitan atau pegunungan. Memang tidak semua orang suka berada di ketinggian bahkan yang menderita phobia ketinggian akan menjauhi tempat-tempat tersebut.

Selfie di atas ketinggian Watu Goyang
Pemandangan indah diatas Gardu Pandang
Watu Goyang, Bantul

Berbeda dengan yang menyukai ketinggian, mereka akan merasakan sensasi dan pengalaman yang jarang ditemukan saat berada di ketinggian. Selain terpacunya adrenalin, berada di gardu pandang di atas tingginya perbukitan, kita dapat menikmati birunya langit yang membentang, hijaunya tanaman dari ketinggian dan keindahan alam berupa matahari terbit maupun tenggelam.

Puncak Watu Goyang, Bantul, Jogyakarta

Disamping keindahan alam tersebut, puncak Watu Goyang menawarkan keindahan alam yang lebih menarik lagi, dimana selain dapat menikmati keindahan matahari terbit dan tenggelam, kita juga dapat  melihat Puncak Makam Raja-Raja Imogiri dari ketinggian. 

Keistimewaan dari puncak Watu Goyang yang paling khas adalah keindahan alam saat matahari terbenam karena keberadaannya langsung menghadap ke arah barat sehingga moment saat matahari dengan perlahan memasuki peraduannya menjadi satu pemandangan yang sangat indah.

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta, Puncak Watu Goyang, Bantul
MMC smanda88 di Watu Goyang, Bantul

Baru pada pertengahan tahun 2016, objek wisata Puncak Watu Goyang mulai diberdayakan oleh masyarakat sekitar namun baru benar-benar dapat dinikmati beberapa waktu ini oleh masyarakat umum. Pemda Bantul berperan aktif dalam mempersiapkan infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya seperti parkir dan WC serta beberapa gazebo. 

Objek wisata unik ini buka sehari semalam sehingga wisatawan dapat berkunjung kapan saja baik pagi, siang maupun malam, akan tetapi lebih baik jika datang ke puncak Watu Goyang pada saat menjelang matahari terbenam.

Rute Perjalanan Menuju Puncak Watu Goyang

Objek wisata Puncak Watu Goyang ini berada dekat dengan jalan raya sehingga mudah ditemukan. Dari jalan Imogiri timur silahkan menuju ke desa Mangunan yang satu arah dengan Imogiri, makam raja-raja kesultanan Yogyakarta. 

MMC smanda88 menggunakan jeep menuju Watu Goyang
Pose menarik MMC smanda88 diatas Jeep
di Watu Goyang, Bantul

Ketika tiba di jalan yang menanjak, akan terlihat papan nama restoran Bumi Langit. Nah, bila sudah menemukan papan nama tersebut, maka maka lokasi wisata puncak Watu Goyang sudah dekat. Jalanan menuju lokasi sedikit berbatu dan lokasi parkir masih berupa tanah luas yang diratakan dengan sengaja, hati-hati saat hujan karena licin. 

Wisatawan dapat parkir kendaraan dengan leluasa dan boleh langsung ditempatkan di sebelah anak tangga yang dibuat untuk naik ke puncak Watu Goyang, dan tidak ada biaya retribusi untuk naik karena pengelola hanya menarik biaya parkir kendaraan yang digunakan.

Tangga Menuju Watu Goyang
MMC smanda88 di tangga menuju
Watu Goyang

Untuk menuju puncak bukit Watu Goyang hanya membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit dari tempat parkir karena bukitnya tidak terlalu tinggi dan tangga yang dibuat sudah sangat nyaman untuk pejalan kaki. 

Asal Nama Watu Goyang

Nama Watu Goyang berasal dari bahasa Jawa yang berasal dari kata “watu” atau batu dan “goyang” atau bergoyang sehingga watu goyang diartikan sebagai batu bergoyang. Faktanya, batu yang berada di puncak  bukit akan bergoyang jika disentuh atau di dorong sedikit. 

Watu Goyang, Bantul
Rita berpose disamping Watu Goyang

Menurut pihak pengelola objek wisata unik ini, goyangan batu tersebut masih dalam taraf aman, tidak sampai menggelinding, meskipun demikian, di sekitar batu tersebut tetap diberi peringatan untuk tidak menaiki batu tersebut karena berbahaya.  

Dan, batu tersebut konon, sudah ada sejak pengelola tempat wisata ini masih kecil dan bukit Watu Goyang ini pada jaman dulu merupakan tempat yang wingit atau angker.

Gardu Pandang Watu Goyang
Pose unik MMC smanda88 di Gardu Pandang
Watu Goyang

Penutup

Itulah ulasan tentang objek wisata Puncak Watu Goyang di dusun Cempluk, Desa Mangunan, Kecamatan Bantul, Jogyakarta. Salah satu objek wisata perbukitan dengan ciri khas gardu pandang untuk menikmati keindahan alam dan sebuah batu yang jika disentuh akan bergoyang.

Jika sedang berada di kota Gudeg maka jangan lewatkan untuk mengunjungi tempat wisata baru di desa Mangunan ini.

Semoga petualangan MMC smanda88 ini dapat memberikan informasi sebagai bahan rujukan perjalanan wisata anda di kota Jogyakarta.

Semoga Bermanfaat..

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta : Tamansari

Tamansari Jogyakarta – Tujuan wisata pertama MMC smanda88 selama berada di Jogyakarta adalah Tamansari, salah satu situs budaya yang terletak di belakang kompleks keraton Yogyakarta.

Pada jaman dahulu, di istana kerajaan-kerajaan  dulu pasti memiliki Tamansari yang merupakan istana air digunakan sebagai tempat permandian permaisuri serta para putri raja. Pada Keraton Yogyakarta Hadiningrat, bangunan kuno ini memiliki arsitektur yang indah perpaduan antara budaya Eropa, Hindu, Jawa, dan Cina.

Tamansari Yogyakarta
Tamansari Yogyakarta
Yogyakarta dahulu adalah ibukota kerajaan Mataram Islam, sehingga kaya akan peninggalan bersejarah berupa reruntuhan dan situs-situs budaya yang menarik. Peninggalan yang terletak di belakang kompleks Keraton Yogyakarta adalah Tamansari. Meskipun hanya sisa-sisa bangunan masa lalu, namun bangunan Tamansari tetap menyimpan pesona keindahan dan kemegahannya tersendiri.

Sejarah Tamansari Yogyakarta

Konon, Tamansari adalah bangunan yang dibuat atas inisiatif Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I sebagai bentuk penghormatan kepada istri-istri Sultan yang telah membantu perjuangannya menghadapi musuh-musuhnya dan tetap bertahan dalam masa peperangan yang sulit.

Arsitek dari Tamansari Yogyakarta  adalah seorang berkebangsaan Belanda bernama Demak Tegis, sedangkan sebagai mandornya adalah Bupati Madiun. Meskipun terdengar ironis, namun Pangeran Mangkubumi mengakui apabila orang-orang Belanda memang memilliki keahlian dalam pembuatan bangunan yang berkaitan dengan air.

MMC smanda88 dan Tamansari
MMC smanda88 dan Tamansari

Terbukti, hingga sekarang, bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti dam, saluran air dan irigasi dan lain-lain masih tetap bertahan.

Meskipun dengan berat hati memilih warga Belanda, notabene Belanda adalah musuhnya,  sebagai arsitek bangunannya namun Sultan tetap memerintahkan mereka untuk membangun sebuah istana air di umbul atau sumber mata air yang terletak tak jauh dari Keraton.

Gambaran pada masa lalu, Tamansari adalah kolam pemandian mirip taman dewa-dewi dalam kisah pewayangan. Sebuah kolam pemandian dengan pulau-pulau kecil berisi bunga beraneka ragam yang menebarkan harum baunya. Namun, seiring perubahan jaman, gambaran tersebut mulai pudar dimana pulau-pulau buatan tersebut beserta bunga-bunganya hilang secara perlahan.

Sehingga, sekarang para wisatawan sudah tidak dapat lagi menyaksikan hal tersebut. Biarpun demikian, sisa-sisa kecantikan bangunan tersebut masih dapat dilihat.

Petualangan MMC smanda88 Di Tamansari Yogyakarta

Setelah memasuki pintu utama Tamansari ini, para Mak Mak Cantik ini terpesona melihat keindahan arsitektur bangunan yang megah dan artistik peninggalan pendiri keraton Yogyakarta Hadiningrat ini. Sebuah kolam air yang sangat jernih dan berwarna kebiruan dipadu dengan lantai batu dan dinding tembok bermotif antik berwarna krem terpampang dihadapan mereka.

Suatu pemandangan yang tidak ditemukan di kota Malang.

Namun, dengan sigap mereka mengabadikan moment indah ini untuk berfoto bersama dengan gaya bebas yang kompak dan harmonis. Serasi dengan pakaian yang mereka kenakan yaitu bawahan batik dengan motif warna warni di padukan dengan atasan berwarna hitam.

MMC smanda88 di Tamansari
Pose bebas yang kompak dan serasi dari
MMC smanda88 di Tamansari

Sepertinya mereka memilih perpaduan ini  disesuaikan dengan corak dan gambaran tempat wisata  yang dikunjungi.

Setelah berpose dengan latar belakang dinding bangunan Tamansari yang unik dan artistik dan merupakan ciri khas bangunan keraton, Mak Mak Cantik ini mengalihkan objek pemandangan ke kolam pemandian.

Kolam pemandian di Tamansari Yogyakarta
Pose MMC Smanda dengan latar
Kolam Pemandian di Tamansari
Tamansari atau pemandian para putri, selir dan permaisuri raja ini terbagi menjadi tiga bagian, pertama adalah yang disebut Umbul Kawitan, kolam pemandian yang diperuntukkan buat putri Raja, kolam kedua adalah Umbul Pamuncar yang dibuat  untuk para selir raja, lalu yang terakhir adalah Umbul Panguras, khusus untuk Raja dan Permaisuri. 

Terdapat juga ruangan tempat ganti pakaian dan menara 3 lantai tempat raja menikmati pemandangan yang berada di sekitar Tamansari ini.

Memang dulunya, Tamansari ini hanya boleh dimasuki oleh Raja dan keluarganya, namun sekarang, menjadi objek wisata yang terbuka untuk umum dan menjadi salah satu magnet utama kunjungan wisatawan ke Jogyakarta. 

Masjid Kraton Soko Tunggal
MMC smanda88 di
Masjid Kraton Soko Tunggal

Setelah puas menikmati keindahan Tamansari, MMC smanda88 ini mengunjungi Masjid Kraton “Soko Tunggal”.

Lokasi dan Akses Menuju Tamansari

Objek wisata Tamansari ini berada di kompleks Njeron Beteng, tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Jika anda sedang berada di Malioboro, tempat wisata ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau naik becak. 

Akses jalan yang tersebunyi di tengah kompleks perkampungan warga ini sering menjadikan para wisatawan sedikit bingung saat ingin mengunjungi Taman Sari. Namun, dengan bertanya kepada warga setempat yang terkenal ramah tamah, anda akan ditunjukkan lokasi objek wisata keraton ini.

Terdapat dua jalur untuk mengunjungi Tamansari, pertama melewati Pasar dan Plaza Ngasem, lalu temukan gang KP III, kemudian dari gang tersebut belok kiri dan jalan kaki sekitar 200 m. 

Kedua, anda dapat menemukan Tamansari melalui Pasar Ngasem lalu naik becak menuju kea rah Alun-alun sebelah selatan  maka tidak lama kemudian anda akan menemukan jalan Tamansari.

Penutup

Itulah, perjalanan hari pertama dari Mak Mak Cantik smanda88 selama berada di kota gudeg, Jogyakarta. Selain berwisata, mengunjungi Tamansari akan mengingatkan kita semua bahwa Bangsa Indonesia memiliki tradisi, budaya dan tempat-tempat wisata yang adiluhung, tidak kalah dengan budaya manca Negara.

Perjalanan berikutnya dari MMC smanda88 adalah Watu Goyang, Jogyakarta.


Petualangan MMC Smanda88 Mengunjungi Ida Rochmawati Di Jogyakarta

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta – Jika pada hari libur Imlek yang lalu, Ida Rochmawati berkunjung ke kota Malang untuk melepas kangen bersama teman-teman sekaligus menjenguk kakak kandungnya yang sedang sakit, maka kali ini, bertepatan dengan liburan Hari Raya Nyepi, Mak-mak yang tergabung dalam MMC Smanda88 melakukan kunjungan balasan ke kota Jogyakarta.

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta
Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta
Baca Juga :

Berangkat pada hari Jumat malam, tanggal 16 Maret 2018, rombongan Mak Mak Cantik smanda88 Malang ini, naik kereta api menuju Jogyakarta. Seperti biasa, saat mereka berkumpul, suasana menjadi meriah penuh canda dan tawa, seolah melepaskan beban kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang istri. 

MMC smanda88 di stasiun

Untungnya para suami mereka adalah suami yang budiman dan penuh pengertian sehingga dengan ikhlas melepaskan kepergian istrinya menemui sahabatnya di Jogyakarta. 

Sebelum menceritakan petualangan MMC Smanda lebih jauh, mari kita telusuri terlebih dahulu mengapa Ida Rochmawati harus terpisah dengan keluarga dan teman-temannya di kota Malang lalu menetap di kota Yogyakarta.

Sekilas Tentang Ida Rochmawati

Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Malang, Ida melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Setelah menyandang gelar dokter, wanita cantik dan mungil ini mendapatkan tugas sebagai dokter PTT di Puskesmas Paliyan Gunungkidul, Bantul.

dr. Ida Rochmawati SpKj
IdaRochmawati saat Baksos TNI
Sebelumnya tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh  Ida jika dirinya akan tinggal di daerah kering dan tandus ini dan membangun kehidupan di dalamnya. Pertemuannya dengan dr. Eko Darmawan, teman semasa kuliah, membuatnya terpikat dan jatuh hati lalu mengikatkan diri dalam tali pernikahan.

Seperti tumbuhnya benih-benih cinta yang semakin mekar kepada sang suami, begitu pula rasa cintanya kepada Gunungkidul, semakin hari semakin besar dan Ida pun merasa menjadi bagian dari mereka sampai lahir anaknya yang ke dua (Ibrahim Pasha Al Ghifari) sebagai putra asli Gunungkidul.

Setelah menyelesaikan studinya di Pascasarjana IKK UGM dan Spesialisasi Kedokteran Jiwa di UGM Jogjakarta, rasa cinta kepada Gunungkidul menjadi semakin melimpah terlebih lagi melihat fenomena bunuh diri yang terjadi di tanah tempatnya berpijak.

Seperti pepatah, “dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” maka kepeduliannya bangkit lalu melakukan berbagai aksi untuk mengubah citra buruk yang selama ini melekat di Gunungkidul sebagai daerah dengan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh dokter cantik ini?

Untuk mewujudkan rasa cintanya terhadap Gunung Kidul, dr. Ida Rochmawati SpKj, melakukan beberapa kegiatan yang berdampak besar terhadap perubahan citra buruk tersebut seperti berikut ini.
  1. Membuat Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM bernama Imaji dengan tujuan melakukan kampanye anti bunuh diri.
  2. Menjadi pembicara di beberapa konggres ilmiah baik skala nasional maupun ASEAN
  3. Menulis buku yang berjudul “Nglalufinal” dan buku tersebut menjadi referensi WHO.

Ida bersama teman-teman LSM Imaji
Ida bersama teman-teman LSM Imaji
Ida sebagai Pembicara konggres ilmiah
Ida sebagai Pembicara konggres ilmiah
Nasional dan ASEAN

Selain beberapa kegiatan tersebut di atas, ada satu lagi kegiatan yang dilakukannya sebelum berangkat bekerja yaitu mengajarkan kampanye anti bullying ke sekolah-sekolah.

Ida mengajarkan kampanye anti bullying
Ida mengajarkan kampanye anti bullying
Itulah, kesibukan sehari-hari dari istri dr. Eko Darmawan ini. Namun, sesibuk apapun, ibu lucu ini, tetap memperhatikan dan tidak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu dari anak-anaknya yaitu :
  1. Mirza Yusuf Azka
  2. Ibrahim Pasha Al Ghifari
Saat ini, dr. Ida Rochmawati SpKj, tinggal di Laguna Spring Jogya E8 Jl. Wonosari km. 7 -Banguntapan, Bantul.

Baca Juga :

Harapan Ida Rochmawati 

Disela-sela kesibukannya, Ida Rochmawati menuturkan harapannya kepada penulis jika saat ini cara pandang hidupnya telah berubah, tidak lagi mengejar popularitas namun berusaha memberikan manfaat kepada sesama.

Ida bersama dokter muda muridnya saat ultah
Ida bersama dokter muda
muridnya saat ultah

Harapannya kepada teman-teman smanda Malang adalah melihat sosok dirinya dengan apa adanya tanpa embel embel dibelakangnya dan tidak ingin ada kesenjangan. Dengan demikian akan tercipta hubungan yang lebih erat dengan teman-temannya.

Asline, aku iki arek kampung Kayutangan, omahku ndek gang sempit dan ibuku mracang. Bojoku, arek Mergosono dan bapak ibuke juga mracang.” Ujar Ida.
Lanjutnya, “wes kesel aku dengan peran sosial dan profesiku.”
Itulah, harapan dokter Ida, alumni smanda Malang angkatan 1988, putri dari Bapak Soejitno, kepala sekolah SMA Negeri 2 Malang kala itu.

Petualangan MMC Smanda88 Malang Di Jogyakarta 

Setelah mengetahui tentang Ida Rochmawati dan alasannya tinggal di Jogyakarta, mari kita kembali pada perjalanan Mak Mak Cantik atau MMC smanda88.

Menjelang dini hari, MMC smanda88 sampai di stasiun Jogyakarta. 

Ida Rochmawati dengan setia menunggu para sahabatnya, lalu ketika mereka bertemu maka suasana berubah menjadi penuh haru. Mereka berjabat tangan, berpelukan dan melepaskan rasa kangennya, tidak lupa saling cipika-cipiki, khas para wanita.

MMC smanda88 di rumah Ida
MMC Smanda88 di rumah Ida
Setelah puas melepas kerinduan, Ida mengajak MMC smanda88 untuk beristirahat terlebih dahulu guna melepaskan lelah sehabis perjalanan jauh ke rumahnya. 

MMC smanda88 dikolam renang depan rumah Ida
MMC smanda88 dikolam renang depan rumah Ida

Dan, selesai istirahat, mereka berkumpul untuk merencanakan strategi dan tujuannya selama berada di kota Gudeg, Jogyakarta. Sebagai tuan rumah yang baik, Ida menyarankan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang tidak terlalu jauh sehingga dapat menyesuaikan dengan waktu liburan yang singkat.

MMC samanda88 pun menurut, akhirnya disepakati untuk mengunjungi empat tempat wisata berikut ini.
  1. Tamansari Jogyakarta
  2. Watu Goyang
  3. Hutan Pinus Pengger
  4. Pintu Langit

Maka, petualangan MMC Smanda88 di kota Jogyakarta di mulai.

Namun, karena panjangnya cerita yang harus disampaikan, maka kisah petualangan MMC smanda88 ini dibagi dalam empat episode sesuai dengan destinasi wisatanya.

Jalan-jalan Bersama Keluarga Ke Pantai Batu Bengkung Malang

Indahnya Pantai Batu Bengkung Malang – Malang bagian selatan secara geografis berhadapan langsung dengan samudera Hindia atau Laut Selatan Jawa dimana  di sepanjang garis pantainya terdapat pantai-pantai yang menawarkan keindahan alam nan eksotis. 

Beberapa nama pantai yang lebih dahulu terkenal adalah Pantai Balekambang, Pantai Bajulmati, Pantai Goa Cina. Sedangkan Pantai Batu Bengkung merupakan objek wisata pantai yang baru namun tak kalah indahnya dengan pantai-pantai terdahulu. Terlebih lagi, para wisatawan menyukai sesuatu yang baru sehingga Pantai Batu Bengkung ini banyak dikunjungi.


Jalan-jalan Bersama Keluarga Ke Pantai Batu Bengkung Malang


Keindahan pantai yang didominasi batu-batu karang dan kolam alami dari bukit karang yang dibentuk oleh proses alam sepanjang bibir pantai menjadikan Pantai Batu Bengkung memiliki pemandangan alam yang indah dan eksotis. 

Ketika air laut sedang surut, kita dapat bermain air dengan puas atau berendam di kolam alami sembari memandangi birunya lautan yang berpadu dengan garis cakrawala yang membentang sepanjang mata memandang.  Birunya langit, gugusan awan berarak dan debur ombak menambah lengkapnya keindahan alam ciptaan Tuhan.

Jalan-jalan Bersama Keluarga Ke Pantai Batu Bengkung Malang


Pantai Batu Bengkung adalah objek wisata yang terletak di desa Gajahrejo, kecamatan Gedangan, kabupaten Malang. Lokasinya berdekatan dengan pantai-pantai indah lainnya yaitu Pantai Goa Cina, Pantai Ungapan, Pantai Bajul Mati, Pantai Ngudel, Pantai Ngantep dan Pantai Teluk Asmara.

Keluarga Fita Minarni di Pantai Batu Bengkung
Keluarga Fita Minarni
di Pantai Batu Bengkung

Kali ini, giliran Fita Minarni, alumni smanda88 Malang, bersama keluarganya mengunjungi Pantai Batu Bengkung.

Fita Minarni
Fita Minarni
Penghuni kelas 1-4, 2 Fisika 3, 3 Fisika 3

Asal Mula Nama Pantai Batu Bengkung

Nama Batu Bengkung berhubungan erat dengan bentuk batu-batuan yang mengelilingi pantai yang melengkung menyerupai bentuk tubuh seorang wanita yang sedang dikenakan bengkung atau stagen. Kata “bengkung” berasal dari bahasa Jawa atau nama lain dari stagen yaitu kain yang digunakan oleh wanita Jawa sehabis melahirkan.

Jalan-jalan Bersama Keluarga Ke Pantai Batu Bengkung Malang


Pada umumnya, tradisi yang berkembang pada masyarakat Jawa ketika seorang wanita habis melahirkan, untuk mengembalikan bentuk tubuhnya yang melar,  mereka rajin menggunakan bengkung untuk merampingkan kembali perutnya. Biasanya dilakukan selama empat puluh hari.

Kegiatan di Pantai Batu Bengkung

Pantai-pantai di Malang Selatan merupakan pantai yang berada di selatan pulau Jawa merupakan bagian dari Laut Selatan atau Samudera Hindia. Dan, keberadaan Penguasa gaib Pantai Selatan menjadi mitos yang dipercaya masyarakat sehingga banyak pantangan yang tidak boleh dilanggar ditempat ini.

Ombak Besar di Pantai Batu Bengkung
Ombak besar di Pantai Batu Bengkung

Selain itu, karena faktor angin dan ombak laut selatan yang cenderung besar maka berenang merupakan kegiatan yang dibatasi, hanya pada waktu tertentu pengunjung diperbolehkan berenang setelah mendapatkan ijin dari Tim SAR yang bertugas. 

Sudut Pantai Batu Bengkung
Sudut Pantai Batu Bengkung 

Menjelajah setiap sudut pantai merupakan kegiatan paling ideal di Pantai Batu Bengkung ini karena setiap sudutya menyajikan panorama indah. Jika perlu anda dapat memanjat tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat menggunakan tali panjang yang tersedia untuk mendapatkan spot pantai yang benar-benar menawan. 

Lokasi Berkemah Pantai Batu Bengkung
Lokasi yang tepat untuk berkemah
di Pantai Batu Bengkung

Jika anda ingin menikmati pemandangan indah saat matahari terbit (sunrise) dan terbenam (sunset) maka berkemah di pantai Batu Bengkung merupakan kegiatan yang tepat.

Harga Tiket Pantai Batu Bengkung

Untuk memasuki area Pantai Batu Bengkung dikenakan harga tiket sebesar Rp 10.000, biaya parkir kendaraan sebesar Rp 15.000 dan jika menginap makan dikenakan biaya sebesar Rp 20.000. Dengan catatan, biaya tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Tempat Parkir Pantai Batu Bengkung
Tempat Parkir Pantai Batu Bengkung

Parkir di pinggir pantai Batu Bengkung
Parkir di pinggir pantai Batu Bengkung

Fasilitas Pantai Batu Bengkung

Fasilitas yang ada di Pantai Batu Bengkung sudah cukup baik karena pengelolah pantai Batu Bengkung telah menyediakan Mushola,Warung Makan dan Toilet serta Kamar mandi sehingga kita akan lebih nyaman saat berada disana.

Rute Menuju Pantai Batu Bengkung

Perjalanan menuju Pantai Batu Bengkung searah dengan jalan menuju ke pantai Bajulmati dan Pantai Goa Cina karena sama-sama berada pada jalur lintas selatan. Dari kota Malang, ada beberapa rute sebagai berikut.
  1. Dari Kota Malang, mengambil arah ke Turen lalu belok ke arah selatan menuju Sumbermanjing Wetan dan diteruskan ke arah Pantai Sendangbiru. Ketika  ada pertigaan dimana terdapat papan petunjuk jalan, silahkan mengambil arah ke kanan menuju Pantai Goa Cina dan Bajul Mati. 
  2. Rute Malang Kota – Kepanjen – Pagak – Bantur atau melalui Malang Kota – Gondanglegi – Bantur ke arah Pantai Balekambang hingga sampai ke perempatan lalu belok kiri untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Batu Bengkung. Jika dari arah barat, pantai ini terletak sebelum pantai Bajul Mati. 

Infrastruktur jalanan pada jalur lingkar selatan sudah cukup baik sehingga kita dapat menikmati perjalanan dengan lebih cepat dan nyaman.

Penutup

Demikian ulasan tentang salah satu tempat wisata pantai yang berada di jalur lingkar selatan Malang yaitu Pantai Batu Bengkung. Perjalanan wisata Fita Minarni bersama keluarga dapat menjadi sumber informasi bagi kita untuk lebih mengenal pantai yang memiliki nama unik ini.

Semoga Bermanfaat..

Bee Jay Bakau Resort, Ekowisata Bakau di Probolinggo

Bee Jay Bakau Resort, Ekowisata Bakau di ProbolinggoBee Jay Bakau Resort atau BJBR Probolinggo adalah salah satu ekowisata hutan bakau yang terletak di muara Kali Banger,  Probolinggo. Saat ini, Bee Jay Bakau Resort menjadi pilihan wisata favorit di jawa timur yang memiliki wahana permainan, bungalow, restoran dan Majengan Bakau Beach yang merupakan wisata edukasi untuk mengenal ekosistem pantai khususnya tanaman Bakau.

http://www.smanda88.com/2018/01/jelita-and-lolita.html

Kali ini, giliran Agustin Setyorini, alumni smanda88 Malang yang berprofesi sebagai Guru di Probolinggo, mengisi liburan bersama anaknya mengunjungi Bee Jay Bakau Resort Probolinggo. Kebetulan, wanita ayu dan kalem ini juga tinggal di kota Probolinggo sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke ekowisata bakau ini.

Agustin Setyorini di BJBR Probolinggo
Agustin dan Putranya
Foto-foto dalam artikel ini adalah hasil perjalanan ibu guru yang tetap cantik di usia jelita ini.

Baca Juga :

Fasilitas BJBR

1. Jembatan Kayu Kelapa sepanjang 700 meter

Pengelolah Bee Jay bakau Resort menyediakan fasilitas Jembatan Kayu Kelapa sepanjang 700 meter sebagai sarana untuk mengenal ekosistem pantai dan menikmati pasang surut air laut. Melewati jembatan yang terbuat dari kayu kelapa, kita bisa menikmati pemandangan alam pantai di sekitar areal BJBR, hembusan angin pantai dan birunya cakrawala yang membentang sepanjang pantai.

jembatan kayu sepanjang 700 m
Jembatan Kayu sepanjang 700 m2

2. BJBR Sari Laut Rest-O-tent

Bagi anda penggemar makanan laut, pengelolah juga menyediakan sebuah restoran yaitu BJBR Sari Laut Rest-O-tent, sebuah restoran sari laut beratap tenda dengan 4 kubah megah. Konon, merupakan yang terbesar di Indonesia dimana anda bisa leluasa menikmati menu menu sari laut segar bersama keluarga, teman maupun pasangan anda.

BJBR Sari Laut Rest-O-Tent

Selain itu, pengelolah juga menyediakan cafe untuk bersantai di pinggir pantai bersama keluarga maupun pasangan anda sambil menikmati minuman dan makanan ringan dengan di iringi desah angin dan debur ombak pantai. Café itu bernama Café Jonggrang Mayangan.

3. BJBR Majengan Bakau Beach

Sebagai daya tarik utama dari ekowisata Bakau ini adalah ekosistem pantai pasir putih buatan, wahana permainan air, water park dan lapangan bola voli pantai dengan taraf Internasional yang disebut BJBR Majengan Bakau Resort. Di tempat ini, banyak tersedia spot-spot foto cantik untuk mengabadikan setiap kenangan anda bersama keluarga, teman atau pasangan.

Agustin di Majengan Bakau Beach
Agustin di Majengan Bakau Beach

Bee Jay Bakau Resort, Ekowisata Bakau di Probolinggo
Agustin dan putranya di depan kolam terapi BJBR

Wahana Permainan Air
Wahana Permainan Air BJBR Probolinggo

Bee Jay Bakau Resort, Ekowisata Bakau di Probolinggo
Agustin dan putranya di depan Bee Jay Indra Loka

Bee Jay Bakau Resort, Ekowisata Bakau di Probolinggo
Agustin di duduk manis di kolam air BJBR
Bee Jay Bakau Resort, Ekowisata Bakau di Probolinggo
Agustin di salah satu wahana permainan BJBR
Mengingatkan kisah Yuyu Kangkang dan Klething Abang


4. Bungalow BJBR Resort

Pengelolah BJBR juga menyediakan Bungalow sebagai tempat menginap yang nyaman. Bungalow BJBR Resort adalah hunian nyaman yang dibangun dengan bahan dari 90% kayu kelapa. Bungalow-bungalow ini berjajar di antara hutan bakau yang sejuk dan nyaman sehingga cocok untuk bersantai dan menikmati fenomena matahari terbit (sunrise) serta  berfoto bersama keluarga maupun teman dan pasangan anda

Agustin di depan Bungalow BJBR Resort
Agustin di depan Bungalow BJBR Resort

Itulah, beberapa fasilitas yang disediakan oleh pengelolah Bee Jay Bakau Resort untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung ke ekowisata Bakau ini. Dan tentunya juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Jika anda menyukai suasana pantai yang nyaman maka BJBR Probolinggo ini dapat menjadi pilihan terbaik bagi perjalanan wisata anda. Saat ini, Bee Jay Bakau Resort sudah menjadi salah satu wisata primadona di Jawa Timur yang ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, baik untuk berwisata alam, berwisata kuliner juga untuk studi lingkungan dari berbagai macam sekolah.

Penutup

Demikian ulasan perjalanan wisata Agustin Setyorini saat mengunjungi Bee Jay Bakau Resort, ekowisata Bakau di kota Probolinggo.