Home » , » Serunya Jalan-jalan Ke Hutan Durian Bendolawang, Ngadirejo, Tumpang

Serunya Jalan-jalan Ke Hutan Durian Bendolawang, Ngadirejo, Tumpang

Jalan-jalan Ke Hutan Durian Bendolawang, Ngadirejo, Tumpang – Setelah Thailand, Indonesia adalah produsen buah durian terbesar di dunia dengan total produksi buah durian di tahun 2014 mencapai 855.554 ton yang di panen dari areal seluas 69.000 ha. Salah satu penyumbang buah durian tersebut adalah perkebunan durian Bendolawang, desa Ngadirejo, kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Hutan durian Bendolawang
Hutan Durian Bendolawang, Ngadirejo, Tumpang

Banyak pelaku bisnis yang sedang giat melakukan budidaya buah durian di Indonesia seperti perkebunan rakyat, perusahaan swasta maupun badan usaha milik pemerintah. Namun, perkebunan durian yang berada di dusun Bendolawang, desa Ngadirejo ini merupakan perkebunan milik pemerintah yakni Perhutani yang setiap tahunnya disewa dan dikelolah oleh masyarakat. 

Di Bendolawang, tanaman buah yang dijuluki sebagai “Raja Buah” ini berjajar rapi dengan teknik tanam tumpang sari sehingga jajaran pohon durian membentang sepanjang lereng Gunung Buring bagian dalam dan berlanjut hingga ke Ponco Kusumo. Saat mata memandang, akan terlihat seperti hutan durian atau “alas duren” dalam bahasa Jawa.

Bagi para pecinta durian, perkebunan durian Bendolawang merupakan tempat untuk berburu durian lokal dengan citarasa manis pahit.

Memang tidak semua orang menyukai buah durian. Sebagian orang malah membenci sang raja buah ini, jangankan makan, mencium aromanya yang menyengat saja sudah cukup membuatnya pusing. Namun, bagi pecinta buah durian atau Durian Lover, mereka rela merogoh kocek lebih dalam hanya untuk berburu buah durian, terutama yang masak pohon.

Endang 3P
Endang 3P di Hutan Bendolawang

Endang Tri Purwaningsih ataulebih dikenal dengan Endang 3P, alumni smanda angkatan 1988 dan kontributor berita www.ayodolenrek.com, pada liburan kemarin, jalan-jalan ke dusun Bendolawang desa Ngadirejo untuk mengunjungi teman karibnya sekaligus melepaskan penat dengan melihat pohon dan buah durian di alas duren Ngadirejo.

Berikut ini adalah pengalaman Endang 3P saat berada di hutan durian Bendolawang, Ngadirejo, Tumpang.

Serunya Jalan-jalan di Hutan Alas Duren Bendolawang

Hamparan pohon durian di perkebunan durian Bendolawang, berjajar rapi dengan daun yang hijau dan buahnya yang bergelantungan berwarna  hijau kekuningan. Membentang sepanjang lereng gunung Buring.

Pohon-pohon durian
Jajaran pohon durian di Bendolawang

Berjalan-jalan di tengah hamparan pohon durian merupakan pengalaman yang menakjubkan.

Sejuk dan segarnya hawa pegunungan kadang berbaur dengan aroma wangi buah durian yang sudah hampir masak. Ketika aroma wangi durian menusuk hidung, merambat pelan memasuki rongga otak kita maka produksi liur otomatis bergerak. Sambil menelan ludah, angan kita membayangkan betapa nikmatnya menyantap gumpalan-gumpalan daging durian ditengan hijaunya pepohonan.

Buah durian bergelantungan
Buah durian bergelantungan

Sungguh suatu hasrat yang harus terpuaskan.

Bahkan saat berada di tengah perkebunan durian, kita tidak dapat membedakan suara-suara yang terdengar. Dalam benak kita hanya memaknai apabila terdengar suara “blugg..”itu adalah suara buah durian yang jatuh dari pohonnya sehingga kita bergegas berlari mencari sumber suara tersebut.

Dan, ketika kita menemukannya maka hati menjadi berbunga-bunga. Namun, ketika yang kita temukan bukanlah durian yang jatuh dari pohonnya, melainkan benda lain yang kebetulan bunyi suaranya mirip, maka perasaan kecewa mengantarkan kita berlalu dengan langkah gontai. 

Durian lokal Bendolawang

Dan satu hal lagi, ketika mata kita menatap buah-buah durian yang sudah menguning dan bergelantungan di atas pohon terikat tali rafia, keinginan untuk segera memetiknya sungguh sangat menggoda sehingga jika keinginan itu tidak kesampaian akan membuat kita menjadi gelisah dan susah tidur.

Itulah, pengalaman seru saat berjalan-jalan di tengah hutan durian Bendolawang.

Rindu Suasana Pedesaan

Ketika kita tidak pernah atau mungkin pada waktu masih kecil pernah merasakan kehidupan di desa yang serba sederhana maka disaat sudah lama terpisahkan dari kehidupan tersebut, maka akan muncul kerinduan merasakan kembali kehidupan sederhana di desa.

Sungai kecil di Bendolawang
Sungai kecil berair jernih di Bendolawang
Mandi di sungai, memasak menggunakan kayu bakar sambil menghangatkan badan, mencari sayuran dikebun dan merasakan derik suara jangkrik di malam hari, merupakan satu kebahagiaan tersendiri. Meskipun makan serba sederhana dengan menu makanan tempe penyet ditambah sayur bening, rasanya jauh berbeda,  menjadi lebih nikmat walaupun di kota banyak bertebaran warung-warung lalapan.

Tungku kayu di desa
Tungku kayu di desa
Itulah uniknya, suasana desa yang sederhana namun ketika sudah lama kita meninggalkannya akan muncul kerinduan merasakan kembali suasana seperti itu.

Penutup

Demikian sekelumit ulasan tentang perjalanan Endang 3P ke perkebunan durian  Bendolawang, Ngadirejo, Tumpang. Perjalanan silaturahmi sekaligus wisata wanita ayu yang pandai meracik jamu tradisional.

Bagi anda yang ingin menikmati khasiat jamu tradisional khas Mbak Endang dalam kemasan botol seperti Jamu Beras Kencur, Temulawak dan yang terkenal adalah Jamu Macan Kerah yang membuat pasangan menjadi semakin romantis dan bergairah, silahkan hubungi nomer ini 0852 3458 6210 atau anda bisa mengunjungi www.galeriendang.blogspot.com.




1 comments:

  1. Melihat lebatnya buah durian di pohonnya jadi pingin makan durian....
    Pasti huenaaakk....

    ReplyDelete