Home » » Hutan Kota Malabar : Paru-paru Kota Dan Wisata Edukasi Di Malang

Hutan Kota Malabar : Paru-paru Kota Dan Wisata Edukasi Di Malang

Hutan Kota Malabar : Paru-paru Kota Dan Wisata Edukasi Di Malang – Kota Malang yang dulu dijuluki sebagai kota dingin semakin lama semakin panas tidak lagi dingin seperti dulu, ditambah lagi banjir dan kemacetan membuat citra Malang sebagai kota dingin menjadi semakin pudar. 

Selain kepadatan jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor yang semakin bertambah banyak menjadi penyumbang asap terbesar yang menyebabkan  udara kota Malang menjadi kotor dan panas. Sehingga, pemerintah kota Malang berinisiatif untuk mengurangi polusi udara tersebut dengan membangun hutan di tengah kota sebagai paru-paru kota dan sekaligus menjadi tempat rekreasi murah bagi warga Malang.

Hutan Kota Malabar : Paru-paru Kota Dan Wisata Edukasi Di Malang

Adalah sebuah area seluas 16.178 m2 bernama “Kebon Rodjo”  atau "Bon Rodjo” yang berada di jalan Malabar, kelurahan Oro-oro Dowo kota Malang, dimana sejak dulu tempat ini merupakan ruang terbuka yang ditumbuhi pohon-pohon tinggi tidak terawat hingga menyerupai hutan dan terkesan menyeramkan. 

Dikatakan tidak terawat karena pohon-pohon tersebut tumbuh liar tak beraturan, sebagian rimbun dan sebagian lainnya tidak ditumbuhi pohon. Pada awalnya, daerah ini memang difungsikan sebagai daerah resapan dan tempat bermain bagi anak-anak yang tinggal di sekitarnya. 

Mulai tahun 2013, pada area ini mulai digalakkan penghijauan dengan melibatkan peran masyarakat dan perguruan tinggi. Sejak saat itu, area di jalan Malabar ini menjadi semakin hijau ditumbuhi pepohonan hingga sekarang, jumlah pohon ditempat ini berkisar 1500 pohon beraneka macam jenisnya sehingga disebut Hutan Kota Malabar dan menjadi paru-paru kota Malang.

Seiring dengan pertumbuhan pohon-pohon di hutan ini yang semakin rimbun dan rapat, PT Amerta Indah Otsuka menawarkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) untuk merevitalisasi  Hutan Kota Malabar. Pemkot Malang menyambut bantuan tersebut, maka hutan kota Malabar di revitalisasi.

Pintu Gerbang Hutan Kota Malabar
Pintu Gerbang Hutan Kota Malabar

Awalnya, warga dan beberapa kelompok aktivis mahasiswa menentang proses perbaikan dan penghijauan ini, dengan alasan adanya kekhawatiran jika fungsi hutan kota Malabar berubah dengan terjadinya pemotongan pohon dan dihapusnya ruang resapan air. 

Karena protes ini maka rencana revitalisasi hutan kota Malabar sempat terhenti beberapa saat, hingga akhirnya tercapai kesepakatan  dan revitasilasi pun dilanjutkan. Dan akhirnya, Hutan ini pun kembali diresmikan secara terbuka pada 4 April 2016 oleh Walikota Malang, HM Anton bersama jajaran Pejabat CSR PT Amerta Indah Otsuka. .

Pramono dan Damanhuri wakit Otsuka dan Abah Anton
Pramono dari Otsuka dan
Damanhuri anggota rombongan Abah Anton

Sejarah tentang Hutan Kota Malabar ini dapat anda baca pada papan yang  terpampang di suatu lokasi dalam hutan ini seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Sejarah Hutan Kota Malabar
Sejarah Hutan Kota Malabar Malang

Setelah dilakukan perbaikan dan penghijauan kembali, Kebon Rodjo yang semula tidak terawat dan terkesan angker, berubah menjadi hutan kota yang lebih indah dan nyaman bagi para pengunjung sebagai tempat wisata murah. Disamping berfungsi sebagai paru-paru kota dan tempat rekreasi, Hutan Kota Malabar ini juga menjadi kawasan lindung bagi beberapa tanaman dan habitat dari beberapa jenis burung dan serangga yang hidup di dalamnya.

Slamet Wahyudi
Slamet Wahyudi
Habis Jogging di Hutan Kota Malabar

Meskipun Hutan ini hanya seluas 16.718 meter persegi, namun suasana layaknya di hutan belantara sesungguhnya dapat anda temukan ditempat ini. Tulisan besar “Hutan Kota Malabar” berwarna biru dengan tepian putih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Jalanan Hutan kota Malabar Malang
Jalan berpaving
di Hutan Kota Malabar Malang
Ketika memasuki hutan ini, udara segar dan suasana asri akan menyambut kita. Deretan pepohonan berjajar rapi, jalanan setapak berpaving seolah membelah hutan ini, memudahkan wisatawan menjelajah hutan kota Malabar tanpa merusak tanah. Desah dedaunan ditambah merdunya kicau burung berpadu dengan suara serangga menciptakan harmoni khas suasana hutan.

Sebuah kolam air yang menjadi sumber untuk mengairi taman-taman di kota Malang, tepat berada ditengah-tengah hutan kota Malabar ini.

Kolam Air Hutan Kota Malabar Malang
Kolam air Hutan Kota Malabar Malang

Selain menjadi tempat rekreasi, Hutan yang berada di sebelah timur Gereja Ijen dan Taman Merbabu ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Karena di setiap pohon yang tertanam di dalamnya dipasang sebuah papan bertuliskan nama tanaman tersebut sehingga akan memudahkan bagi siapa saja yang ingin belajar mengenal tanaman di dalam hutan. 

Wisata Edukasi Hutan Kota Malabar Malang
Wisata Edukasi Tanaman Hutan Kota Malabar Malang

Letaknya yang cukup strategis  karena tak jauh dari pusat Kota Malang dan dekat dengan gereja Ijen  dan taman Merbabu membuat hutan kota Malabar mudah ditemukan.  Sehingga setelah menikmati keindahan Ijen Boulevard, anda dapat meluangkan waktu mengunjungi hutan kota yang asri ini.

Plaza atau tempat berkumpul Hutan Kota Malabar
Plasa atau tempat berkumpul
Hutan Kota Malabar Malang

Untuk menikmati suasana hutan di tengah kota Malang ini, tidak dikenakan tariff masuk hanya biaya parker kendaraan saja, untuk sepeda motor Rp. 2.000 dan mobil Rp. 5.000. Jam buka hutan kota Malabar mulai pukul 05.00 hingga pukul 16.00.

Selamat menikmati suasana hutan di tengah kota

1 comments:

  1. Ternyata pramono dan damanhuri, dua alumni smanda terlibat dalam peresmian hutan kota malabar. Luar biasa..

    ReplyDelete