Home » » Petualangan MMC Smanda88 Mengunjungi Ida Rochmawati Di Jogyakarta

Petualangan MMC Smanda88 Mengunjungi Ida Rochmawati Di Jogyakarta

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta – Jika pada hari libur Imlek yang lalu, Ida Rochmawati berkunjung ke kota Malang untuk melepas kangen bersama teman-teman sekaligus menjenguk kakak kandungnya yang sedang sakit, maka kali ini, bertepatan dengan liburan Hari Raya Nyepi, Mak-mak yang tergabung dalam MMC Smanda88 melakukan kunjungan balasan ke kota Jogyakarta.

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta
Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta
Baca Juga :

Berangkat pada hari Jumat malam, tanggal 16 Maret 2018, rombongan Mak Mak Cantik smanda88 Malang ini, naik kereta api menuju Jogyakarta. Seperti biasa, saat mereka berkumpul, suasana menjadi meriah penuh canda dan tawa, seolah melepaskan beban kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan sebagai seorang istri. 

MMC smanda88 di stasiun

Untungnya para suami mereka adalah suami yang budiman dan penuh pengertian sehingga dengan ikhlas melepaskan kepergian istrinya menemui sahabatnya di Jogyakarta. 

Sebelum menceritakan petualangan MMC Smanda lebih jauh, mari kita telusuri terlebih dahulu mengapa Ida Rochmawati harus terpisah dengan keluarga dan teman-temannya di kota Malang lalu menetap di kota Yogyakarta.

Sekilas Tentang Ida Rochmawati

Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Malang, Ida melanjutkan kuliah ke Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Setelah menyandang gelar dokter, wanita cantik dan mungil ini mendapatkan tugas sebagai dokter PTT di Puskesmas Paliyan Gunungkidul, Bantul.

dr. Ida Rochmawati SpKj
IdaRochmawati saat Baksos TNI
Sebelumnya tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh  Ida jika dirinya akan tinggal di daerah kering dan tandus ini dan membangun kehidupan di dalamnya. Pertemuannya dengan dr. Eko Darmawan, teman semasa kuliah, membuatnya terpikat dan jatuh hati lalu mengikatkan diri dalam tali pernikahan.

Seperti tumbuhnya benih-benih cinta yang semakin mekar kepada sang suami, begitu pula rasa cintanya kepada Gunungkidul, semakin hari semakin besar dan Ida pun merasa menjadi bagian dari mereka sampai lahir anaknya yang ke dua (Ibrahim Pasha Al Ghifari) sebagai putra asli Gunungkidul.

Setelah menyelesaikan studinya di Pascasarjana IKK UGM dan Spesialisasi Kedokteran Jiwa di UGM Jogjakarta, rasa cinta kepada Gunungkidul menjadi semakin melimpah terlebih lagi melihat fenomena bunuh diri yang terjadi di tanah tempatnya berpijak.

Seperti pepatah, “dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” maka kepeduliannya bangkit lalu melakukan berbagai aksi untuk mengubah citra buruk yang selama ini melekat di Gunungkidul sebagai daerah dengan angka bunuh diri tertinggi di Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh dokter cantik ini?

Untuk mewujudkan rasa cintanya terhadap Gunung Kidul, dr. Ida Rochmawati SpKj, melakukan beberapa kegiatan yang berdampak besar terhadap perubahan citra buruk tersebut seperti berikut ini.
  1. Membuat Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM bernama Imaji dengan tujuan melakukan kampanye anti bunuh diri.
  2. Menjadi pembicara di beberapa konggres ilmiah baik skala nasional maupun ASEAN
  3. Menulis buku yang berjudul “Nglalufinal” dan buku tersebut menjadi referensi WHO.

Ida bersama teman-teman LSM Imaji
Ida bersama teman-teman LSM Imaji
Ida sebagai Pembicara konggres ilmiah
Ida sebagai Pembicara konggres ilmiah
Nasional dan ASEAN

Selain beberapa kegiatan tersebut di atas, ada satu lagi kegiatan yang dilakukannya sebelum berangkat bekerja yaitu mengajarkan kampanye anti bullying ke sekolah-sekolah.

Ida mengajarkan kampanye anti bullying
Ida mengajarkan kampanye anti bullying
Itulah, kesibukan sehari-hari dari istri dr. Eko Darmawan ini. Namun, sesibuk apapun, ibu lucu ini, tetap memperhatikan dan tidak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu dari anak-anaknya yaitu :
  1. Mirza Yusuf Azka
  2. Ibrahim Pasha Al Ghifari
Saat ini, dr. Ida Rochmawati SpKj, tinggal di Laguna Spring Jogya E8 Jl. Wonosari km. 7 -Banguntapan, Bantul.

Baca Juga :

Harapan Ida Rochmawati 

Disela-sela kesibukannya, Ida Rochmawati menuturkan harapannya kepada penulis jika saat ini cara pandang hidupnya telah berubah, tidak lagi mengejar popularitas namun berusaha memberikan manfaat kepada sesama.

Ida bersama dokter muda muridnya saat ultah
Ida bersama dokter muda
muridnya saat ultah

Harapannya kepada teman-teman smanda Malang adalah melihat sosok dirinya dengan apa adanya tanpa embel embel dibelakangnya dan tidak ingin ada kesenjangan. Dengan demikian akan tercipta hubungan yang lebih erat dengan teman-temannya.

Asline, aku iki arek kampung Kayutangan, omahku ndek gang sempit dan ibuku mracang. Bojoku, arek Mergosono dan bapak ibuke juga mracang.” Ujar Ida.
Lanjutnya, “wes kesel aku dengan peran sosial dan profesiku.”
Itulah, harapan dokter Ida, alumni smanda Malang angkatan 1988, putri dari Bapak Soejitno, kepala sekolah SMA Negeri 2 Malang kala itu.

Petualangan MMC Smanda88 Malang Di Jogyakarta 

Setelah mengetahui tentang Ida Rochmawati dan alasannya tinggal di Jogyakarta, mari kita kembali pada perjalanan Mak Mak Cantik atau MMC smanda88.

Menjelang dini hari, MMC smanda88 sampai di stasiun Jogyakarta. 

Ida Rochmawati dengan setia menunggu para sahabatnya, lalu ketika mereka bertemu maka suasana berubah menjadi penuh haru. Mereka berjabat tangan, berpelukan dan melepaskan rasa kangennya, tidak lupa saling cipika-cipiki, khas para wanita.

MMC smanda88 di rumah Ida
MMC Smanda88 di rumah Ida
Setelah puas melepas kerinduan, Ida mengajak MMC smanda88 untuk beristirahat terlebih dahulu guna melepaskan lelah sehabis perjalanan jauh ke rumahnya. 

MMC smanda88 dikolam renang depan rumah Ida
MMC smanda88 dikolam renang depan rumah Ida

Dan, selesai istirahat, mereka berkumpul untuk merencanakan strategi dan tujuannya selama berada di kota Gudeg, Jogyakarta. Sebagai tuan rumah yang baik, Ida menyarankan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang tidak terlalu jauh sehingga dapat menyesuaikan dengan waktu liburan yang singkat.

MMC samanda88 pun menurut, akhirnya disepakati untuk mengunjungi empat tempat wisata berikut ini.
  1. Tamansari Jogyakarta
  2. Watu Goyang
  3. Hutan Pinus Pengger
  4. Pintu Langit

Maka, petualangan MMC Smanda88 di kota Jogyakarta di mulai.

Namun, karena panjangnya cerita yang harus disampaikan, maka kisah petualangan MMC smanda88 ini dibagi dalam empat episode sesuai dengan destinasi wisatanya.

0 comments:

Post a Comment