Home » » Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta : Tamansari

Petualangan MMC Smanda88 Di Jogyakarta : Tamansari

Tamansari Jogyakarta – Tujuan wisata pertama MMC smanda88 selama berada di Jogyakarta adalah Tamansari, salah satu situs budaya yang terletak di belakang kompleks keraton Yogyakarta.

Pada jaman dahulu, di istana kerajaan-kerajaan  dulu pasti memiliki Tamansari yang merupakan istana air digunakan sebagai tempat permandian permaisuri serta para putri raja. Pada Keraton Yogyakarta Hadiningrat, bangunan kuno ini memiliki arsitektur yang indah perpaduan antara budaya Eropa, Hindu, Jawa, dan Cina.

Tamansari Yogyakarta
Tamansari Yogyakarta
Yogyakarta dahulu adalah ibukota kerajaan Mataram Islam, sehingga kaya akan peninggalan bersejarah berupa reruntuhan dan situs-situs budaya yang menarik. Peninggalan yang terletak di belakang kompleks Keraton Yogyakarta adalah Tamansari. Meskipun hanya sisa-sisa bangunan masa lalu, namun bangunan Tamansari tetap menyimpan pesona keindahan dan kemegahannya tersendiri.

Sejarah Tamansari Yogyakarta

Konon, Tamansari adalah bangunan yang dibuat atas inisiatif Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I sebagai bentuk penghormatan kepada istri-istri Sultan yang telah membantu perjuangannya menghadapi musuh-musuhnya dan tetap bertahan dalam masa peperangan yang sulit.

Arsitek dari Tamansari Yogyakarta  adalah seorang berkebangsaan Belanda bernama Demak Tegis, sedangkan sebagai mandornya adalah Bupati Madiun. Meskipun terdengar ironis, namun Pangeran Mangkubumi mengakui apabila orang-orang Belanda memang memilliki keahlian dalam pembuatan bangunan yang berkaitan dengan air.

MMC smanda88 dan Tamansari
MMC smanda88 dan Tamansari

Terbukti, hingga sekarang, bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti dam, saluran air dan irigasi dan lain-lain masih tetap bertahan.

Meskipun dengan berat hati memilih warga Belanda, notabene Belanda adalah musuhnya,  sebagai arsitek bangunannya namun Sultan tetap memerintahkan mereka untuk membangun sebuah istana air di umbul atau sumber mata air yang terletak tak jauh dari Keraton.

Gambaran pada masa lalu, Tamansari adalah kolam pemandian mirip taman dewa-dewi dalam kisah pewayangan. Sebuah kolam pemandian dengan pulau-pulau kecil berisi bunga beraneka ragam yang menebarkan harum baunya. Namun, seiring perubahan jaman, gambaran tersebut mulai pudar dimana pulau-pulau buatan tersebut beserta bunga-bunganya hilang secara perlahan.

Sehingga, sekarang para wisatawan sudah tidak dapat lagi menyaksikan hal tersebut. Biarpun demikian, sisa-sisa kecantikan bangunan tersebut masih dapat dilihat.

Petualangan MMC smanda88 Di Tamansari Yogyakarta

Setelah memasuki pintu utama Tamansari ini, para Mak Mak Cantik ini terpesona melihat keindahan arsitektur bangunan yang megah dan artistik peninggalan pendiri keraton Yogyakarta Hadiningrat ini. Sebuah kolam air yang sangat jernih dan berwarna kebiruan dipadu dengan lantai batu dan dinding tembok bermotif antik berwarna krem terpampang dihadapan mereka.

Suatu pemandangan yang tidak ditemukan di kota Malang.

Namun, dengan sigap mereka mengabadikan moment indah ini untuk berfoto bersama dengan gaya bebas yang kompak dan harmonis. Serasi dengan pakaian yang mereka kenakan yaitu bawahan batik dengan motif warna warni di padukan dengan atasan berwarna hitam.

MMC smanda88 di Tamansari
Pose bebas yang kompak dan serasi dari
MMC smanda88 di Tamansari

Sepertinya mereka memilih perpaduan ini  disesuaikan dengan corak dan gambaran tempat wisata  yang dikunjungi.

Setelah berpose dengan latar belakang dinding bangunan Tamansari yang unik dan artistik dan merupakan ciri khas bangunan keraton, Mak Mak Cantik ini mengalihkan objek pemandangan ke kolam pemandian.

Kolam pemandian di Tamansari Yogyakarta
Pose MMC Smanda dengan latar
Kolam Pemandian di Tamansari
Tamansari atau pemandian para putri, selir dan permaisuri raja ini terbagi menjadi tiga bagian, pertama adalah yang disebut Umbul Kawitan, kolam pemandian yang diperuntukkan buat putri Raja, kolam kedua adalah Umbul Pamuncar yang dibuat  untuk para selir raja, lalu yang terakhir adalah Umbul Panguras, khusus untuk Raja dan Permaisuri. 

Terdapat juga ruangan tempat ganti pakaian dan menara 3 lantai tempat raja menikmati pemandangan yang berada di sekitar Tamansari ini.

Memang dulunya, Tamansari ini hanya boleh dimasuki oleh Raja dan keluarganya, namun sekarang, menjadi objek wisata yang terbuka untuk umum dan menjadi salah satu magnet utama kunjungan wisatawan ke Jogyakarta. 

Masjid Kraton Soko Tunggal
MMC smanda88 di
Masjid Kraton Soko Tunggal

Setelah puas menikmati keindahan Tamansari, MMC smanda88 ini mengunjungi Masjid Kraton “Soko Tunggal”.

Lokasi dan Akses Menuju Tamansari

Objek wisata Tamansari ini berada di kompleks Njeron Beteng, tidak jauh dari Keraton Yogyakarta. Jika anda sedang berada di Malioboro, tempat wisata ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau naik becak. 

Akses jalan yang tersebunyi di tengah kompleks perkampungan warga ini sering menjadikan para wisatawan sedikit bingung saat ingin mengunjungi Taman Sari. Namun, dengan bertanya kepada warga setempat yang terkenal ramah tamah, anda akan ditunjukkan lokasi objek wisata keraton ini.

Terdapat dua jalur untuk mengunjungi Tamansari, pertama melewati Pasar dan Plaza Ngasem, lalu temukan gang KP III, kemudian dari gang tersebut belok kiri dan jalan kaki sekitar 200 m. 

Kedua, anda dapat menemukan Tamansari melalui Pasar Ngasem lalu naik becak menuju kea rah Alun-alun sebelah selatan  maka tidak lama kemudian anda akan menemukan jalan Tamansari.

Penutup

Itulah, perjalanan hari pertama dari Mak Mak Cantik smanda88 selama berada di kota gudeg, Jogyakarta. Selain berwisata, mengunjungi Tamansari akan mengingatkan kita semua bahwa Bangsa Indonesia memiliki tradisi, budaya dan tempat-tempat wisata yang adiluhung, tidak kalah dengan budaya manca Negara.

Perjalanan berikutnya dari MMC smanda88 adalah Watu Goyang, Jogyakarta.


1 comments: