Home » » Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron – Kali ini, Wisata alam Sumber Maron menjadi tujuan perjalanan wisata para alumni smanda88 dalam mengisi liburan akhir pekan. Meskipun sudah memasuki masa Jelita, namun berkumpul, bercengkerama dan jalan-jalan bersama teman-teman merupakan bentuk penyegaran diri setelah seminggu lamanya berkutat dengan pekerjaan.

Berikut ini adalah penuturan Sri Sulastri, alumni smanda88, yang menceritakan perjalanan wisatanya bersama teman-teman ke wisata alam Sumber Maron.   

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron
Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron

Seperti kita ketahui bahwa  sekarang kita hidup di zaman modern yaitu zaman yang serba cepat dengan berbagai tekanan kehidupan dan aktifitas yang sangat padat. Akibat  padatnya jadwal kesibukan, tak jarang membuat kita kekurangan waktu untuk istirahat, kecuali istirahat di malam hari. Itupun kadang masih jauh dari waktu normal  yaitu sekitar 8 jam untuk orang dewasa sementara untuk remaja dan anak-anak dibutuhkan waktu yang lebih banyak lagi. 

Kondisi ini sering kali  membuat manusia menjadi cepat lelah, jenuh, bosan dan lebih emosional karena  terjebak pada rutinitas yang tiada berujung.

Untuk menyegarkan kembali kelelahan fisik serta fikiran yang jenuh maka dibutuhkan refreshing atau penyegaran. Salah satu caranya adalah dengan jalan – jalan menikmati indahnya alam sekitar. Bisa dilakukan sendiri namun akan lebih berkesan jika bisa dilakukan dengan teman atau keluarga tercinta. Begitu juga yang hendak  dilakukan oleh beberapa alumni smanda 88. 

Persiapan Jalan-jalan Ke Sumber Maron

Cerita dimulai saat sedang asyik chating dengan teman-teman pada malam itu, eh tiba-tiba aja terdengar sebuah notifikasi beruntun yang ternyata dari salah seorang teman. Well, singkat cerita notifikasi tersebut berupa ajakan  untuk jalan-jalan bareng atau refreshing untuk melepas segala penat serta dalam rangka menjalin silaturahim biar persahabatan bisa lebih solid. 

Disepakati bahwa acara jalan-jalan tersebut akan diadakan pada esok harinya yaitu hari sabtu sekitar pukul 10.30 siang dengan tujuan wisata ke sumber maron 

Singkat cerita,hari yang di nantikan pun tiba. Namun sebelum berangkat, seperti biasa kami masih disibukkan dengan aktifitas harian kami.

Detik merangkak perlahan hingga tibalah saat yang ditunggu-tunggu untuk segera bertemu dengan teman teman dan bersama sama berangkat menuju lokasi yang dituju.

Sambil mengecek kembali persiapan perbekalan yang dibutuhkan tak lupa juga mengecek handphone ditangan,menunggu notifikasi penjemputan. Namun hingga waktu terlewati tidak juga ada kabar kepastian. Akhirnya penulis meng konfirmasi kembali jadwal keberangkatan yang ternyata di tunda karena adanya berbagai kendala dengan teman-teman yang lain.

Setelah selesai melaksanakan sholat kemudian terdengar notifikasi bahwa teman teman sudah ngumpul di rumah seorang teman yang kebetulan dekat jaraknya dengan rumah penulis. 

Akhirnya penulis pun bergegas kerumah teman tersebut seperti yang di informasikan oleh sebagian teman yang lain. Namun alangkah kagetnya ketika mendapati rumah teman tersebut masih tertutup rapat dan keliatan sangat sepi. 

Setelah mengucap salam,keluarlah sang pemilik rumah dan terkesan kaget karena ternyata justru dia tidak ikut serta dalam acara jalan-jalan kali ini dikarenakan kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan jadi bisa dipastikan titik kumpul bukanlah di kediamannya. 

Setelah di telusuri ternyata terjadi mis-komunikasi karena kesamaan panggilan. Sambil tertawa dan sedikit bingung serta  basa-basi sebentar akhirnya penulis pun pamitan dan bergegas untuk segera kembali kerumah karena ada teman yang bersedia menjemput. 

Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya datanglah teman penjemput sambil menginformasikan kalo dia nyasar karena memang belum pernah berkunjung kerumah penulis. 

Tidak ingin membuang waktu akhirnya kami bergegas ke titik kumpul dan disana ternyata menghadang cerita yang lain yaitu masalah transportasi. Ternyata karena seorang teman ada keperluan mendadak akhirnya dia tidak bisa datang tepat waktu dan berjanji akan segera menyusul ke lokasi. 

Mengingat keterbatasan kapasitas kendaraan akhirnya diputuskan 2 orang menaiki sepeda motornya sementara yang lain naik mobil salah satu teman. Takut kemalaman maka berangkatlah kami berombongan menuju lokasi yang dituju.

Di dalam mobil mulailah kami bersendau gurau diiringi oleh musik dangdut yang mengalun dari salah satu hand phone seorang teman. Sambil tetap ngobrol dan berdendang menirukan suara musik yang terdengar serta menikmati kue-kue perbekalan yang kami bawa tak lupa kami juga masih tetap memikirkan teman yang terpaksa menaiki motornya. Apalagi setelah kemudian hujan turun dengan lumayan lebat.Pembicaraan kami menjadi terfokus dengan kondisi teman yang menaiki motornya tersebut.

Setelah perjalanan yang lumayan mendebarkan karena berbagai peristiwa yang mengiringi sepanjang jalan misal akibat salah jalan  (tersesat)  maka mobil harus balik arah. Mungkin karena memang ceritanya harus seperti itu (positif thinking), bamper mobil hampir copot ketika mengenai trotoar yang sebenarnya tidak terlalu tinggi dan mobil juga tidak melaju dengan kencang.

Kejadian selanjutnya setelah masalah bamper beres adalah pertukaran posisi duduk yang ternyata mengundang gelak tawa yang bikin penulis dan beberapa rekan sampai mentitikkan air mata karena saking kerasnya menahan tawa antara kasihan dan merasa lucu berpadu jadi satu.

Kebetulan teman penulis yang mendapatkan posisi duduk di belakang adalah dua cowok jagoan dengan postur tubuh tinggi besar. Dapat di bayangkan betapa tersiksanya mereka selama perjalanan yang lumayan panjang. 

Terbukti ketika kami semua harus turun ketika melihat kondisi bamper mobil yang hampir lepas, ternyata teman tersebut tidak juga segera beranjak keluar. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dengan susah payah teman yang punya postur tinggi besar tersebut bisa keluar dari dalam mobil dan akhirnya berpindah duduk di posisi depan.

Saat kami sudah sampai dilokasi, barulah kejadian tersebut kami ketahui dari cerita teman yang semula duduk dibelakang.  Terbukti,meskipun  postur tubuh kami imut dan duduk dibangku belakang cuma sekitar 15 menit ternyata sudah merasa kesemutan karena tidak leluasa bergerak,apalagi teman yang postur tubuhnya tinggi besar, makanya sangat wajar kalo dia tidak bisa bergerak beberapa saat dan dibilang seperti kodok (katak) oleh teman sebelahnya karena kakinya  benar-benar kaku tidak bisa digerakkan. 

Derai tawa tak juga terhenti meskipun kami sudah berada di kedai kopi untuk menghangatkan badan dan menyantap perbekalan.

Menikmati Pesona Sumber Maron

Setelah kondisi tubuh mulai menghangat akhirnya kami mulai bergerak turun ke lokasi menikmati pesona Sumber Maron. Mungkin karena saat itu sudah sore maka tak banyak lagi pengunjung yang kami jumpai. 

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron
Sumber Maron

Akhirnya kami cuma melihat lihat sekitar lokasi dan seperti biasa untuk dokumentasi dan pengingat bahwa kami pernah jalan-jalan ke Sumber Maron maka kami pun berfoto selfi di beberapa lokasi seperti berikut ini.

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron
Pose alumni smanda88 di jembatan Sumber Maron

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron
Pose alumni smanda88 dengan latar Sumber Maron

Jalan-jalan Alumni smanda88 Ke Sumber Maron
Penulis Di Sumber Maron

Meskipun tidak jadi bermain air karena para pengunjung lain sudah pada pulang dan sayap senja mulai merayap menuju kegelapan namun kami tetap bersyukur karena masih bisa jalan-jalan bareng, masih bisa menikmati waktu bersama sama.

Penutup

Demikianlah kisah perjalanan kami ke lokasi wisata sumber maron. Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari perjalanan kali ini yaitu :

  • Secermat apapun kita merencanakan sesuatu,namun tetap rencana Tuhan yang akan terwujud karena DIA Yang Maha Tau apa yang terbaik untuk umatnya.
  • Untuk bisa hidup sehat diperlukan keseimbangan antara badan dan pikiran karena itu sesibuk apapun kita harus tetap bisa meluangkan waktu untuk menjaga keduanya agar tetap harmonis dan seimbang.
  • Dengan mengadakan perjalanan bersama di harapkan hubungan pertemanan menjadi semakin akrab, kompak dan solid sehingga bisa menjadi sahabat bahkan saudara bukan hanya disaat senang namun lebih-lebih disaat susah karena kita memang saling membutuhkan.
  • Tetap bersyukur karena diperkenankan untuk menikmati dan mengagumi keindahan ciptaanTuhan agar kita bisa lebih mawas diri bahwa kita hanyalah makhluk lemah dibanding kan kekuasaanNYA yang tiada banding.
  • Diharapkan setelah melakukan refreshing tubuh dan pikiran menjadi bugar, pikiran positif semakin kuat sehingga bisa muncul ide /gagasan cemerlang, bekerja bisa lebih fokus sehingga pekerjaan menjadi lebih baik dan kinerja bisa meningkat tajam dan hidup menjadi lebih berwarna karena mata dan hati sudah fresh setelah dilakukan penyegaran.
  • Refreshing memang perlu namun juga jangan keseringan karena selain pemborosan juga bisa berakibat kita menjadi pribadi yang lemah dan gampang melarikan diri dari kenyataan hidup. Apapun yang berlebihan memang tidak bagus karena itu mari terus berupaya agar bisa hidup secara seimbang agar jiwa raga bisa lebih sehat, hubungan pertemanan menjadi lebih solid dan diharapkan agar kita juga bisa berumur panjang, tetap sehat dan bugar  sehingga bisa menebar banyak manfaat untuk orang-orang yang membutuhkan.

Semoga Bermanfaat..

4 comments:

  1. Lho....yaa....gak ajak-ajak.
    Aku ditinggal...😣😣😣

    ReplyDelete
  2. Perjalanan wisata yg penuh sensasi mulai dr yg seneng sampai yg seneb ha ha ha ha ha ha ha....... Yg penting kebersamaan itu tetap terjaga dg indahnya.
    Salam buat rekan2 semuanya tetep jaga tali silaturachim yaa...... 😊😊😊👍👌

    ReplyDelete
  3. Kapan yo ada sing gelem nyangking....

    ReplyDelete