Home » » Eksotisme dan Fakta Dibalik Blue Fire Kawah Ijen

Eksotisme dan Fakta Dibalik Blue Fire Kawah Ijen

Mengejar Eksotisme Blue Fire Di Kawah Ijen Bondowoso – Sebuah fenomena alam yang unik dan langka di Jawa Timur, tepatnya berada di wilayah perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso adalah Blue Fire atau api biru atau lava biru.

Fenomena alam langka yang hanya ada di dua tempat di belahan dunia ini menjadi  salah satu objek wisata unggulan bagi wisatawan lokal maupun manca Negara. Bagi pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi, objek wisata Kawah Ijen ini menjadi aset berharga yang terus di tata dan dikembangkan sehingga dapat lebih banyak mendatangkan wisatawan.

Kawah Ijen dengan ketinggian 2.445 mdpl, merupakan sebuah danau kawah vulkanik yang berada di gunung Ijen sehingga untuk dapat menikmati pemandangan alam yang eksotis dari Blue fire, kita harus mendaki gunung Ijen terlebih dahulu.

Eksotisme Blue Fire tidak dapat kita nikmati sewaktu-waktu namun harus menunggu waktu yang tepat yakni saat hari menjelang malam, dan waktu yang paling ideal adalah kala dini hari.

Baca Juga :


Eksotisme Blue Fire Kawah Ijen

Pada dini hari di Kawah Ijen, akan berkumpul para pemburu Blue Fire yang rela melakukan perjalanan yang melelahkan dan menunggu berjam-jam untuk menyaksikan fenomena alam yang luar biasa ini. Jika pada umumnya, lahar atau lava yang keluar dari kawah gunung berapi berwarna merah tapi di Kawah Gunung Ijen ini, keluar lahar berwarna biru.

Eksotisme dan Fakta Dibalik Blue Fire Kawah Ijen


Namun warna biru tidak mendominasi pemandangan ini, garis-garis keputihan dan sebagian merah berpadu membentuk pemandangan yang sungguh indah. Lelehan lahar biru ini mengalir menyusuri bebatuan berwarna hitam. Kegelapan malam membuat fenomena blue fire ini menjadi semakin tajam terlihat, cahaya biru keputihan membelah gelapnya malam yang kelam.

Sungguh indah pemandangan alam karya Sang Pencipta jagad raya ini. Sehingga sebagai manusia, kita merasa bagaikan debu di hamparan semesta raya. 

Fakta Seputar Blue Fire Kawah Ijen

1. Blue Fire Bukanlah Api

Seperti namanya Blue fire atau api biru, sebenarnya bukanlah api. Memang terlihat layaknya api dari kompor gas namun setelah diadakan penelitian oleh University of Geneva pada tahun 2010, ternyata faktanya adalah percikan api biru atau lebih dikenal dengan nama Blue Fire merupakan hasil reaksi dari gas bumi yang bertemu dengan O2 atau oksigen pada suhu tertentu.


2. Blue Fire Hanya Ada Dua  Di Dunia

Selain Blue Fire di Kawah Ijen, fenomena alam yang langka ini terdapat di Negara Islandia. Dan, hanya ada dua saja di belahan bumi ini sehingga sudah sepatutnya kita merasa bangga sebagai warga Negara Indonesia khususnya warga Jawa Timur.

3. Blue Fire Ditemukan Pertama Kali Pada Tahun 1950-an

Keberadaan fenomena langka  Blue Fire di Kawah Ijen sudah ada seiring dengan keberadaan Gunung Ijen sendiri sekitar ribuan tahun yang lalu, namun baru ditemukan oleh masyarakat sekitar yang sedang melakukan penambangan belerang pada tahun 1950 an.


4. Kawah Iejn Merupakan Kawasan Tambang Belerang Tradisional

Sebelum menjadi salah satu objek wisata terkenal, Kawah Ijen merupakan daerah yang memiliki sumber daya alam berupa belerang yang melimpah sehingga masyarakat sekitar menjadikan penambangan belerang di kawah ini sebagai mata pencahariannya.

Tambang Belerang Kawah Ijen


Meskipun dilakukan secara tradisional namun masyarakat sekitar kawah Ijen sudah merasa cukup dengan penghasilannya. Walaupun harus memikul keranjang berisi belerang naik turun Gunung Ijen, para penambang tersebut tidak pernah mengeluh dan tetap menjaga kelestarian lingkungan di kawah ini.

5. Kawah Ijen Merupakan Danau Asam Terbesar Di Dunia

Pada pagi hingga siang hari, kita dapat menikmati pemandangan alam yang tak kalah indahnya dengan Blue Fire yaitu hamparan air berwarna biru toska. Dari kejauhan terlihat seperti danau berwarna biru.

Danau Asam Kawah Ijen


Namun, dibalik keindahan danau Ijen ini tersimpan kandungan asam yang sangat tinggi dan tercatat sebagai danau asam terbesar di dunia dengan luas mencapai 5.466 ha dan kedalaman diperkirakan mencapai 200 meter.

Air di danau Ijen ini memiliki tingkat keasaman atau pH hingga mencapai 0 persen. Bahkan benda logam seperti besi jika dicelupkan pada air kawah Ijen ini akan langsung dilahap, mulai berkarat hingga kelamaan habis.

Lokasi Dan Rute Perjalanan Menuju Blue Fire Kawah Ijen

Kawah Ijen berada diantara dua kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Untuk menikmati pemandangan api biru di Kawah Ijen, ada dua jalur yang dapat kita lewati  yaitu Jalur utara melalui Situbondo dan Jalur selatan melalui Banyuwangi.

Paltuding
Gerbang Utama Menuju Kawah Iejn


Tujuan perjalanan adalah pintu gerbang utama menuju Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen yaitu Paltuding yang juga merupakan pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam).

1. Jalur Situbondo

Jalur Situbondo merupakan jalur dari sebelah utara, dari Situbondo menuju ke arah Bondowoso tepatnya arah Sempol melewati Wonosari  menuju Paltuding. Diperkirakan jarak dari Situbondo menuju Paltuding sekitar 93 km, dengan kondisi jalan yang mulus maka perjalanan dapat ditempuh sekitar 2 hingga 3 jam.

2. Jalur Banyuwangi

Sedangkan jika lewat arah selatan yaitu dari Banyuwangi, maka kita mengambil jurusan menuju daerah Licin yang berjarak 15 km dari kota Banyuwangi. Dari Licin langsung saja menuju ke Paltuding dengan jarak sekitar 18 km, kemudian perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan double gardan karena menempuh medan yang cukup sulit.

Penutup

Demikian ulasan tentang objek wisata terkenal di Jawa Timur, tepatnya berada di perbatasan kabupaten Bondowoso san Banyuwangi yaitu Kawah Gunung Ijen. Ternyata Gunun Ijen memiliki daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara untuk menyakisikan pemandangan yang eksotis dari Blue Fire Kawah Ijen.


1 comments: