Home » » Safari Perjalanan Wisata Susilowati Ke Malaysia : Batu Caves

Safari Perjalanan Wisata Susilowati Ke Malaysia : Batu Caves

Safari Perjalanan Wisata Susilowati Ke Malaysia : Batu Caves – Salah satu objek wisata yang dikunjungi oleh Susilowati dan rombongan adalah Batu Caves atau Gua Batu. Batu Caves merupakan sebuah bukit kapur yang didalamnya terdapat gua-gua dan kuil, terletak di distrik Gombak, Selangor, Malaysia.

Jika di Indonesia kita memiliki objek wisata yang hampir sama seperti Gua Lawa Purbalingga, Gua Lawa Trenggalek dan gua-gua lainnya di perbukitan kapur yang tersebar di wilayah Indonesia. Batu Caves ini memiliki keistimewaan dimana di dalamnya terdapat satu kuil Hindu di luar Negara India yang paling populer, dan didedikasikan untuk Dewa Murugan.

Safari Perjalanan Wisata Susilowati Ke Malaysia : Batu Caves
Andini di Batu Caves, Selangor, Malaysia

Selain sebagai objek wisata, Batu Caves juga merupakan titik fokus festival Hindu Thaipusam di Malaysia.

Susi dan rombongan merasa kagum melihat keindahan Batu Caves ini. Begitu indah dan dikelolah dengan professional termasuk penataan ruang dan penempatan patung-patung serta pencahayaan ruangan yang bagus. Gua alami ini telah diubah menjadi objek wisata yang professional tanpa menghilangkan unsur-unsur alamnya.

Untuk lebih mengenal objek wisata gua batu yang ada di distrik Gombak, Selangor, Malaysia ini, mari kita lihat sejarahnya berdasarkan sumber yang dikutip dari Wikipedia.

Sejarah Batu Caves

Batu Caves terbentuk dari bebatuan kapur yang berumur kurang lebih 400 juta tahun. Pada beberapa pintu masuk gua digunakan sebagai tempat penampungan bagi masyarakat adat atau masyarakat asli daerah tersebut.

Seperti pada umumnya sebuah gua, Batu Caves juga menjadi sarang bagi kelelawar sehingga pada awal tahun 1860, para pemukim dari Tiongkok mulai menggali guano atau kotoran Kelelawar sebagai bahan pupuk sayuran mereka. 

Pada tahun 1878, pemerintah kolonial termasuk Daly dan Syers serta naturalis Amerika, William Hornaday menemukan dan mencatat keberadaan Batu Caves ini sehingga objek wisata ini menjadi terkenal.

Setelah itu, Batu Caves dipromosikan sebagai tempat ibadah yang didirikan oleh K. Thamboosamy Pillai, seorang pedagang dari India. Pedagang India ini terinspirasi oleh pintu masuk gua utama berbentuk "Vel" kemudian berkeinginan untuk membangun kuil di dalam gua tersebut yang didedikasikan untuk Dewa Murugan.

Andini dan Patung Dewa Murugan
Andini dengan latar Dewa Murugan

Pillai, yang juga merupakan pendiri  Kuil Sri Mahamariamman, pada thun 1890 membangun murti (patung yang dikuduskan) dari Sri Subramania Swamy yang sekarang dikenal sebagai Gua Kuil (Temple Caves). 

Lalu, semenjak tahun 1892, festival Thaipusam di bulan Tamil, Thai (yang jatuh pada akhir Januari/awal Februari) telah dirayakan di tempat ini.

Keberadaan tangga kayu, mulai dari pintu masuk hingga ke Gua Kuil dibangun pada tahun 1920 dan sekarang telah diganti dengan 272 anak tangga terbuat dari beton. Dari begitu banyaknya gua kuil yang ada di Batu Caves, hanya ada satu gua yang paling besar dan paling terkenal yaitu Temple Caves, disebut demikian karena gua ini menaungi beberapa kuil Hindu di bawah langit-langit berkubah

Pembangunan Batu Caves

Setelah perombakan di dalam Batu Caves, pembangunan dilakukan untuk menambah daya tarik objek wisata ini berupa patung Murugan, Dewa agama Hindu, setinggi 42.7 m (140 ft), merupakan patung Murugan tertinggi di dunia, yang terletak di luar Batu Caves.

Susi dan Andini berfoto dengan latar Dewa Murugan
Susi dan Andini berfoto dengan latar Dewa Murugan

Nilai dari patung yang berdiri dengan megah ini sekitar 24 juta Rupee, yang terbuat dari 1550 meter kubik beton, 250 ton bar baja dan balutan 300 liter cat emas yang didatangkan dari Thailand.

Kemudian kawasan sekeliling batu Caves dibangun perumahan-perumahan dimulai sejak tahun 1970 antara lain adalah perumahan Taman Batu Caves, Taman Selayang, Taman Amaniah, Taman Sri Selayang, dan Taman Medan Batu Caves.

Sehingga, Batu Caves dan lingkungan di sekitarnya berubah menjadi satu kawasan industri dan perumahan baru dengan toko-toko dan jembatan layang yang menghubungkan ke jalan raya. 

Kemudian dibangun juga, sebuah rel ekstensi KTM Komuter baru senilai 515 juta Ringgit mulai dari kawasan Sentul menuju Batu Caves dan telah dioperasikan pada bulan Juli 2010 selanjutnya Stasiun komuter Batu Caves juga telah dibuka

Situs Religious Batu Caves

Kompleks objek wisata Batu Caves berdiri hampir 100 m di atas tanah, terdiri dari tiga gua utama dan beberapa gua yang lebih kecil. Dimana, gua terbesar, disebut sebagai Gua Katedral atau Gua Kuil (Temple Caves) yang memiliki tinggi 100 m dan langit-langit berhiaskan ukiran elemen Hindu. Sehingga untuk mencapainya, pengunjung harus mendaki 272 anak tangga yang curam.

Tangga Batu Caves
Andini di dalam Gua Batu Caves

Lalu, di dasar bukit terdapat dua gua kuil yaitu Gua Galeri Seni dan Museum Gua, yang berisikan patung-patung dan lukisan Hindu. Kemudian kompleks Batu Caves  ini direnovasi dan dibuka sebagai Vila Gua (Cave Villa) pada tahun 2008. 

Gua Batu Caves
Andini di dalam Gua Batu Caves

Lukisan dan patung-patung yang terdapat di dalam kuil lebih banyak menceritakan kisah kemenangan Dewa Murugan atas iblis Soorapadam. Untuk menikmati kunjungan di Batu Caves ini, pengelolah menyediakan tur audio untuk pengunjung.


Monyet Ekor Panjang Di Batu Caves

Selain kuil-kuil, di Batu Caves terdapat gua-gua yang masih alami yang memiliki beragam fauna di dalamnya, termasuk beberapa spesies unik, seperti laba-laba Liphistiidae dan Eonycteris serta kelelawar Rousettus

Hewan lain yang berada di situs ini adalah berbagai monyet ekor panjang, yang diberi makan oleh pengunjung  secara sukarela. Namun, monyet-monyet ini cukup berbahaya karena suka menggigit wisatawan (terutama anak kecil) karena mereka cukup teritoris.

Kemudian di bawah Gua Kuil terdapat sebuah Gua Gelap (Dark Caves), yang terdiri dari formasi batuan dan sejumlah hewan ditemukan di tempat tersebut. Gua ini merupakan rangkaian gua sepanjang dua kilometer dari gua-gua yang relatif tidak tersentuh. 

Sehingga dalam rangka mempertahankan ekologi gua, akses wisatawan ke daerah tersebut dibatasi. Namun, Malaysia Nature Society mengorganisir perjalanan untuk pendidikan dan petualangan secara reguler ke Gua Gelap tersebut.

Rute Perjalanan Menuju Batu Caves

Lokasi Batu Caves terletak 13 km dari ibukota Kuala Lumpur. Sehingga cara paling mudah untuk mencapai Batu Caves adalah dengan menggunakan kereta komuter dari stasiun komuter KL Sentral, dengan tarif 2 RM untuk satu kali perjalanan. 

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan taksi, dengan tarif sekitar 20-25 RM dari KL Sentral (atau lebih). Pilihan lain untuk dapat mencapai Batu Caves adalah menggunakan Bus Terminus 11/11d dari Bangkok Bank (Dekat Terminus Puduraya) atau Bus U6 dari Titiwangsa.

Penutup

Demikian ulasan tentang objek wisata Batu Caves yang berada di distrik Gombak, Selangor, Malaysia.  Sumber utama dari artikel ini adalah perjalanan wisata Susilowati bersama putrinya saat berkunjung ke Malaysia.


1 comments:

  1. mangstab Cuuss,...membuka pengetahuan bagi yg lain,.. selamat menikmati wisata di tanah tokoh kegemaranmu... Ipin Upin

    ReplyDelete