Home » » Velodrom : Hutan Kota Malang Yang Terabaikan

Velodrom : Hutan Kota Malang Yang Terabaikan

Velodrom : Hutan Kota Malang Yang Terabaikan - Berbicara mengenai hutan, yang terbayang dalam pikiran kita adalah sebuah tempat dengan banyak pohon yang besar dan hewan-hewan yang buas. Selain sebuah tempat yang menakutkan, hutan memiliki andil besar dalam mengatur dan memberikan hawa bagi penghuni hutan dan sekitarnya. 

Velodrom : Hutan Kota Malang Yang Terabaikan


Dalam sebuah kota yang padat penduduknya, seperti Kota Malang, hutan sangat dibutuhkan dalam memberikan sumbangannya pada lingkungan. Pohon-pohon besar dan berusia lumayan tua banyak terdapat di sepanjang jalan di dalam dan di luar Hutan Kota Velodrom. Pohon-pohon inilah yang memiliki andil besar dalam mengikat oksigen di udara. Oksigen yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. 

Selain itu pohon-pohon ini juga akan mengikat air dalam tanah sehingga kita masih bisa punya cadangan air bila musim kemarau. Semakin banyak pohon, semakin banyak cadangan air dan oksigen yang kita punya.

Baca Juga : Hutan Kota Malabar : Paru-paru Kota Dan Wisata Edukasi

Lokasi :

Salah satu hutan yang masih terpelihara baik di Kota Malang adalah Hutan Kota Velodrom. Tempat ini berada di sebelah selatan Kota Malang. Tepatnya di Jalan Kalimosodo XII no. 9, Madyopuro, kecamatan Kedung Kandang , yang merupakan perbatasan antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Berdekatan dengan hutan ini terdapat Pasar Madyopuro dan beberapa sekolah yang mengelilingi yaitu SMK Negeri 6 dan Universitas Wisnu Wardhana.

Velodrom : Hutan Kota Malang Yang Terabaikan

Selain sebagai hutan kota, Velodrom digunakan sebagai pusat latihan bersepeda. Di tempat ini terdapat sirkuit sebagai tempat latihan bersepeda. Di hari-hari tertentu banyak dijumpai calon-calon pembalap sepeda yang sedang latihan baik orang dewasa ataupun anak-anak.

Velodrom : Hutan Kota Malang Yang Terabaikan


Asal-usul taman Kota Velodrom

Taman Kota Velodrom merupakan taman kebanggaan warga Kota Malang. Mengapa ?  Karena tidak semua daerah memiliki fasilitas seperti ini. Di Indonesia hanya Kota Malang yang memiliki tempat seperti ini selain Jakarta. Sesuai namanya, Velodrom berarti tempat berlatih atau tempat bertanding lebih khususnya sebagai tempat balap sepeda. Sehingga tempat ini merupakan tempat yang diprioritaskan untuk tempat pertandingan atau berlatih balap sepeda.



Hutan Kota velodrom dibangun pada tahun 2000. Pembangunan ini merupakan pemenuhan dari kebutuhan tempat dalam kegiatan Pekan Olah Raga Nasional ke-15 di Jawa Timur.  Pada waktu itu Kota Malang ditunjuk untuk menyelenggarakan beberapa cabang olah raga yang diantaranya adalah balap sepeda sehingga dibangunlah velodrom.

Aktifitas di velodrom

Sebagai tempat latihan bersepeda maka di tempat ini di bagian luar gedung banyak terdapat gundukan-gundukan yang memang dibuat untuk latihan bersepeda atau cross. Pada hari-hari tertentu banyak ditemui pembalap-pembalap sepeda yang sedang berlatih. Baik pembalap dewasa maupun anak-anak. Velodrom ini juga merupakan tempat berkumpulnya pengurus dan olah ragawan yang tergabung dalam Ikatan Sport Sepeda Indonesia. 



Tetapi berbeda keadaannya dengan Velodrom di bagian dalam. Sebagai tempat yang mestinya menjadi kebanggaan warga Malang khususnya dan Jawa Timur mestinya tempat yang istimewa ini mendapat perhatian khusus. Tetapi berbeda dengan kenyataannya. Bagaimana tidak? Bagian dalam Velodrom tidak mendapat perhatian dan perawatan sehingga tempat ini menjadi terbengkalai dan beberapa fasilitas terlihat rusak.



Rumput yang tumbuh liar terlihat di tengah-tengah lapangan.  Cat di dinding yang mulai memudar sebagai tanda luputnya pemeliharaan. Sangat memprihatinkan bukan?

Selain sebagai tempat olah raga, di tempat ini juga berjajar kios-kios buku. Baik buku baru ataupun buku lama. Penjual buku di sini selain menjual buku-buku baru juga lebih banyak menjual buku-buku lama. Menurut keterangan beberapa penggemar buku bahwa di  toko buku Velodrom banyak dijumpai buku-buku yang sangat lama yang tidak dijumpai di toko buku lainnya. Harganya pun sangat terjangkau.

Toko Buku Velodrome
Toko Buku Velodrome Malang

Velodrom juga menarik perhatian pengunjung dengan adanya Pasar Minggu. Sama dengan namanya maka pasar ini hanya digelar pada Hari Minggu. Berbagai macam kuliner makanan bisa dijumpai di sini. Berbagai macam pernak-pernik aksesoris ataupun berbagai model baju juga bisa kita beli. Tinggal kita melihat kondisi keuangan yang ada di kantong. 

Penutup

Itulah sekelumit ulasan ayodolenrek tentang Hutan Kota Velodrom yang menjadi kebanggaan warga Malang tetapi juga menjadi kisah sedih karena luput dari pemantauan pihak-pihak terkait sehingga membuat Velodrom ini menjadi tempat yang tersisihkan pemeliharaannya.

Malang,30052018
Ulik Maula 






0 comments:

Post a Comment