Indahnya Libur Lebaran Bersama Keluarga Di Pantai Pasir Putih Situbondo

Indahnya Libur Lebaran Bersama Keluarga Di Pantai Pasir Putih – Bagi masyarakat Jawa Timur, Pasir Putih Situbondo merupakan objek wisata pantai yang sudah sangat dikenal karena menawarkan keindahan panorama alam yang menakjubkan. Menikmati keindahan alam Pantai Pasir putih pada liburan Hari Raya Iedul Fitri bersama keluarga akan terasa lebih indah.

Keluarga Yuntyas di pantai pasir putih Situbondo
Keluarga Yuntyas di Pantai Pasir Putih Situbondo

Kebersamaan keluarga Yuntyas saat mengisi liburan Lebaran dengan mengunjungi Pantai Pasir Putih Situbondo dapat menjadi referensi bagi kita dalam memilih destinasi wisata yang tepat bagi keluarga terutama pada saat semua anggota keluarga sedang berkumpul seperti pada saat libur hari raya.

Dan, sepertinya, objek wisata pantai di desa Bungatan, Situbondo ini memang cocok dinikmati bersama keluarga atau pasangan pada saat hari libur. Ketika seorang diri berkunjung ke tempat ini, rasanya seperti orang hilang saja.  Kecuali ketika pada hari-hari biasa dimana suasana pantai tidak terlalu ramai, mencari ide atau inspirasi atau sekedar mencari ketenangan, memang cocok berada di Pantai Pasir Putih ini.

Kali ini ayodolenrek mengulas perjalanan wisata Yuntyas bersama keluarganya saat libur Lebaran dengan mengunjungi Pantai Pasir Putih di desa Bungatan, Situbondo, Jawa Timur.

Kegiatan Keluarga Yuntyas Di Pasir Putih

Yuntyas merupakan seorang ibu yang kreatif dan kekinian sehingga dapat mengikuti perkembangan anak-anaknya. Disamping itu, wanita ramping ini sangat perfeksionis saat berfoto sehingga hasil foto-fotonya sangat bagus dan artistik.

Berikut ini adalah kegiatan keluarga Yuntyas saat berada di pantai Pasir Putih Situbondo. 

1. Santai Sejenak Di Rumah Khas Madura

Sebelum bermain air dan melakukan aktifitas lainnya di pantai, Yuntyas dan putrinya menyempatkan diri duduk di beranda rumah khas Madura yang berada di dekat Pantai Pasir Putih. Keindahan arsitektur rumah, ukiran dan keunikannya menarik perhatiannya sehingga menyempatkan diri berfoto seperti berikut ini. 

Yuntyas Di Rumah Khas Madura
Yuntyas Di Rumah Khas Madura

Putri Yuntyas Di Rumah Khas Madura
Putri Yuntyas Di Rumah Khas Madura

2. Bermain Air

Ketenangan ombak di Pantai ini memungkinkan wisatawan untuk melihat lihat pemandangan di bawah laut, naik perahu atau bermain air.  Dengan membawa pelampung sendiri, Yuntyas dan keluarga bermain air laut. Terlihat betapa mesra dan kompaknya keluarga ini seperti nampak pada foto-foto berikut ini.

Bermain air di Pantai Pasir Putih Situbondo
Bermain air di Pantai Pasir Putih Situbondo

Bermain Air Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Bermain air bersama keluarga di Pantai Pasir Putih Situbondo

Bermain air di Pantai Pasir Putih Situbondo
Yuntyas dan kedua anaknya bermain air di Pantai Pasir Putih Situbondo

3. Menikmati Kuliner Sate

Lelah bermain air, berjalan-jalan dan menikmati pemandangan alam pantai Pasir Putih, kita dapat memanjakan perut dengan menikmati kuliner setempat salah satunya adalah sate laler. Disebut Sate Laler atau sate lalat karena memang ukuran daging satenya kecil-kecil sebesar lalat atau laler.

Yuntyas dan Penjual Sate Laler Situbondo
Yuntyas dan Penjual Sate Laler Situbondo

Sate laler Pantai pasir Putih Situbondo
Sate Laler Pantai Pasir Putih Situbondo

Menikmati Sate Laler Di Pantai Pasir Putih Situbondo
Menikmati Sate Laler Di Pantai Pasir Putih Situbondo

Meskipun ukuran satenya hanya sebesar lalat saja, namun citarasanya tidak kalah dengan sate pada umumnya.

4. Foto Silluet

Sementara rimbunnya pepohonan di sekeliling pantai dapat dijadikan tempat berteduh bagi para wisatawan atau berfoto-ria memanfaatkan bayangan pohon sehingga tercipta foto-foto silluet seperti yang dilakukan keluarga Yuntyas berikut ini.

Foto silluet Putra putri Yuntyas
Foto Silluet putra-putri Yuntyas Di Pantai Pasir Putih

Foto Silluet Suami dan Yuntyas di Pantai Pasir Putih Situbondo
Foto Silluet Suami dan Yuntyas di Pantai Pasir Putih Situbondo

Penutup

Itulah ulasan ayodolenrek tentang perjalanan wisata Yuntyas bersama keluarga menikmati indahnya Pantai Pasir Putih Situbondo. Senyampang bersama dengan suami yang sehari-hari bekerja di kota Metropolitan, Yuntyas dan anak-anak memanfaatkan moment kebersamaan ini untuk berdarma wisata.

Objek wisata yang akan dikunjungi Yuntyas dan keluarga selanjutnya adalah BJBR atau Bee Jay Bakau Resort di Probolinggo.

Mengutip iklan traveloka,
Tidak ada yang bisa menggantikan hangatnya keluarga. Traveloka dulu, liburan kemudian..”



3 Warung Heci Terkenal di Kota Malang

3 Warung Heci Terkenal di Kota Malang  – Karena sudah 20 tahun lamanya meninggalkan kota Malang, banyak kuliner kampung halaman yang sudah terlupakan. Sehingga ketika berkunjung ke toko Accu “Ja Fargo”, milik seorang teman, sepiring heci Malang disuguhkan. Spontan, saya memakannya dengan lahap termasuk 10 biji cabenya. 

Heci Malang
Heci Malang

Mengingat sudah lama tidak bertemu kuliner satu ini.

Makanan tradisional khas Malang yang murah meriah ini membuat saya penasaran. Heci atau weci memiliki beberapa nama lain sesuai dengan daerahnya.  Ote-ote kata orang Surabaya dan sekitarnya, Bala-bala kata orang Bandung dan beberapa nama lainnya.

Heci Malang
Heci Malang dan Petis

Makanan berbentuk bulat dan “mumbluk” serta memiliki ciri khas seekor udang yang menjadi topingnya adalah makanan tradisional yang murah meriah serta populer di masyarakat. Harga sepotong heci Malang bervariasi mulai dari 1.000 hingga 2.500 rupiah. 

Dengan keringat masih bercucuran, saya menanyakan dimana warung heci Malang yang paling enak di kota Malang. Sambil terpesona karena jatahnya saya habiskan, Fery Feriansyah pemilik toko accu “Ja Fargo” dan seorang penggemar kuliner, menjelaskan tentang beberapa warung heci di kota Malang.

3 Warung Heci Terkenal di Kota Malang

Menurutnya, heci Malang ada dua jenis yaitu heci ayam dan heci biasa yang berisi sayuran. Sedangkan warung heci Malang yang terkenal antara lain adalah :

1. Heci Semeru

Warung Heci Semeru berada di Jalan Semeru No.27, Malang, Jawa Timur dengan jam buka mulai pagi hingga tutup pukul 21.00.

heci Semeru
Heci Semeru
Gambar : Makanlagi.com

2. Heci Abah Tar

Warung Heci Abah Tar berada di Jl. Sartono S.H No.14, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65148 dengan jam buka mulai siang hingga tutup pukul 23.00.

Heci Abah Tar


Selain menjual heci Malang, Roti Goreng dan Cakwe, kedai abah Tar atau Kedai Sarapan menyajikan aneka minuman hangat seperti bubur kacang iji, Angsle, Ronde dan Kacang Kuah.

Heci Abah Tar

3. Heci Sempu

Warung Heci Sempu adalah warung yang menjual heci ayam Malang, roti goreng dan cakwe. Lokasinya berada di Jalan Sempu, Malang.

Heci Sempu
Heci Sempu

Penutup

Itulah 3 Warung Heci Terkenal di kota Malang. Memang banyak penjual weci di kota Malang baik di kaki lima maupun di kedai atau restoran, namun menurut warga Malang ketiga warung tersebut yang memiliki banyak pembeli. Masing-masing memiliki ciri khas sendiri baik dari sisi bentuk, tampilan dan citarasanya.

Selamat Mencoba..

Artikel Lainnya :





Asyiknya Berkuda Di Lautan Pasir Gunung Bromo, Mau Coba?

Asyiknya Berkuda Di Lautan Pasir Gunung Bromo, Mau Coba? – Salah satu daya tarik dari wisata alam Gunung Bromo adalah hamparan lautan pasir yang luas membentang layaknya berada di padang pasir Timur Tengah. Sehingga mencoba berkuda menjelajah padang pasir Bromo dapat memberikan kenikmatan tersendiri. Tentunya, sangat mengasyikkan.

Susi dan Keluarga Berkuda di Lautan Pasir Gunung Bromo
Susi dan keluarga berkuda di lautan pasir Bromo dengan latar Gunung Batok
Pengalaman menarik ini dituturkan oleh Susilowati kepada ayodolenrek saat bersama keluarganya mengunjungi objek wisata alam Gunung Bromo. Selain menikmati keindahan pemandangan alam dan merasakan dinginnya udara pegunungan, aktivitas  lain yang dilakukan bersama keluarganya adalah berkuda menjelajahi lautan pasir Bromo.

Biasanya, jika menggunakan jasa persewaan jeep saat wisata ke Gunung Bromo seperti jeepbromo.com, wisatawan akan dibawa menuju beberapa spot terbaik, Tempat pertama yang dituju adalah spot sunrise atau matahari terbit. Kemudian kita akan diantarkan ke area Kawah Bromo, setelah itu ke spot-spot lainnya.

Susi dengan Jeep Bromo
Susi dan Jeep Bromo

Sebaiknya kita mengetahui tarif dan rincian perjalanan apabila kita menggunakan jasa sewa Jeep atau menyewa kuda saat berada di objek wisata Gunung Bromo.

Tarif Jeep Bromo

Berikut ini adalah harga sewa dan rincian perjalanan wisata Bromo jika menggunakan jasa sewa Jeep Bromo dari jalur Probolinggo.

Rincian perjalanannya sebagai berikut :

  1. Jam 03.00 : Jeep akan menjemput anda di lokasi penginapan atau di tempat parkir jeep
  2. Jam 03.45 : Sampai Puncak Penanjakan dan menikmati sunrise Bromo
  3. Jam 06.00 : Turun dari Penanjakan 1 menuju kawah Bromo. sesampai di area parkir Bromo, anda bisa jalan kaki atau naik kuda untuk menuju kawah Bromo
  4. Jam 08.00 : Setelah selesai dari Kawah Bromo, rute perjalanan menuju Pasir berbisik
  5. Jam 09.00 : Menikmati indahnya pemandangan Savana/Bukit Teletubbies
  6. Jam 10.00 : Sampai di meeting point

Tarif  Jeep Bromo :

  1. Penanjakan 1 – Kawah Bromo – Pasir Berbisik – Savana : Rp.650.000
  2. Penanjakan 1 – Kawah Bromo : Rp.525.000

Tarif Sewa Kuda

Sampai di area kawah, jeep hanya mengantar sampai di area parker saja, selanjutnya kita dapat berjalan kaki atau menyewa kuda.

Sehingga jangan kaget ketika turun dari jeep, akan banyak orang yang menawarkan jasa sewa kudanya seperti layaknya pasukan berkuda dengan pakaian khas mengenakan jaket, penutup kepala dan berselimut sarung.

Jasa sewa kuda di Gunung Bromo
Jasa sewa kuda di Gunung Bromo
Gambar : liputan6.com

Harga yang ditawarkan berkisar antara 100 ribu sampai 150 ribu. Namun, jika kita ingin mendapatkan harga yang lebih murah, lebih baik kita jalan kaki dulu dari tempat parkir jeep sampai ke kaki Gunung Bromo kurang lebih 1 km.

Berkuda menuju kawah Gunung Bromo
Berkuda Menuju Kawah Gunung Bromo
Gambar : liputan6.com

Nah, dari tempat ini, harga sewa kuda berkurang menjadi antara 50 ribu sampai dengan 100 ribu pulang-pergi.  Tapi jika hanya ingin berfoto dengan menaiki kuda saja tarifnya 10 ribu.

Berkuda Di Lautan Pasir Gunung Bromo

Memang bagi yang biasa berkuda, hal itu dianggap biasa. Namun, bagi orang awam, menaiki kuda, memacunya dan turun dari kuda adalah pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi di hamparan lautan pasir dimana sang kuda dapat berlari cepat atau bertingkah liar jika tidak mampu mengendalikannya sehingga hal ini cukup memacu adrenalin kita.

Susi dan keluarga berkuda di lautan pasir Bromo
Susi dan keluarga di lautan pasir Bromo
Latar Kawah Gunung Bromo

Untungnya, saat berkuda di lautan pasir Bromo, kita akan didampingi oleh pemilik kudanya sehingga lebih aman dan resiko terjatuh dari kuda akan lebih kecil.

Berkuda di dampingi pemiliknya
Andini berkuda di dampingi pemiliknya

Penutup

Itulah kegiatan yang dilakukan Susi bersama Andini dan keluarganya saat berwisata ke Gunung Bromo. Selain itu, naik jeep berkeliling Bromo, juga merupakan sensasi berbeda dibandingkan naik mobil di Jakarta yang tidak dapat berjalan cepat karena macet.

Dan, yang lebih mengasyikkan saat menginap di wisata Bromo. Dinginnya udara malam terasa tembus ke dalam tulang sehingga jaket yang tebal sangat dibutuhkan saat bermalam disana. Namun, bagi masyarakat Tengger, cukup berselimut sarung saja.

Susi dan keluarga menginap di Bromo
Susi dan keluarga menginap di Bromo
Banyak tersedia penginapan di Gunung Bromo, tergantung pada selera kita. Mulai dari harga 250 ribu hingga jutaan rupiah per malamnya.

Semua pengalaman itu sangat berkesan bagi Susi dan keluarganya sehingga menjadi kenangan yang tak terlupakan saat kembali ke tengah hiruk pikuknya aktifitas kerja di ibu kota.

Anda tertarik? 

Silahkan mencobanya dengan mengunjungi objek wisata alam terbaik di Indonesia ini.

Semoga bermanfaat..



Yadnya Kasada 2018, Agenda Tahunan Wisata Gunung Bromo

Yadnya Kasada 2018, Agenda Tahunan Wisata Gunung Bromo – Menikmati keindahan alam Gunung Bromo akan lebih lengkap jika bersamaan dengan berlangsungnya upacara Yadnya Kasada atau lebih dikenal dengan nama Kasada atau Kasodo. Kasada merupakan upacara yang diselenggarakan setahun sekali oleh masyarakat Suku Tengger yang diadakan pada setiap hari ke-14 Bulan Kasada dalam kalender Hindu.

Yadnya Kasada 2018, Agenda Tahunan Wisata Gunung Bromo
Gambar : ulin-ulin.com

Suku Tengger adalah masyarakat yang mendiami sebagian besar wilayah Gunung Bromo. Dan, upacara Kasada adalah tradisi turun temurun dari leluhurnya yakni Roro Anteng dan Joko Seger yang erat kaitannya dengan asal-usul suku yang masih memegang teguh agama Hindu ini.

Baca Juga : Misteri Gunung Bromo Dan Asal-usul Suku Tengger

Tahun 2018 ini, upacara Yadnya Kasada akan digelar pada tanggal 29-30 Juni 2018, acara dimulai dengan pembacaan bait suci pada tanggal 29 Juni malam di Pura Luhur Poten, di kaki Gunung Bromo. Sebelum upacara ini berlangsung diadakan upacara pengambilan air suci yang berada di Sendang Widodaren, Taman Wisata Wendit, Malang.


Ternyata ada hubungan yang erat antara masyarakat Suku Tengger dengan taman air Wendit khususnya air yang berasal dari Sendang Widodaren. Konon, menurut mitos, monyet-monyet yang berada di Taman Wisata Wendit ini adalah utusan dari kerajaan Tengger untuk menjaga kelestarian air suci di Sendang Widodaren ini.

Monyet-monyet di Taman Wisata Wendit
Monyet-monyet Di Taman Wisata Wendit, Malang

Sebelum berlangsungnya upacara Kasodo, masyarakat Suku Tengger dari berbagai desa yang tersebar di seluruh daerah pegunungan  Bromo akan berkumpul di Pura Luhur Poten, yang berada tepat di kaki Gunung Bromo.

Pura Luhur Poten
Gambar : fr.videoblocks.com

Pura Luhur Ponten ini merupakan lokasi sentral dalam kegiatan kegamaan masyarakat Hindu di Gunung Bromo. Satu hal yang berbeda dengan pura Hindu lainnya di Indonesia adalah bangunan pura ini terbuat dari batu hitam alami dari gunung berapi Bromo sedangkan pura lainnya terbuat dari bata merah.

Keunikan Tradisi Kasodo

Ada beberapa kegiatan unik dalam upacara Kasodo di gunung Bromo yang menjadi daya tarik wisatawan untuk menyaksikan tradisi yang menjadi agenda wisata Jawa Timur ini. 

1. Upacara Persembahan

Upacara persembahan hasil bumi dan ternak maupun uang merupakan salah satu rangkaian kegiatan upacara Yadnya Kasada sebagai bentuk rasa syukur akan hasil pertanian yang melimpah. Selain itu juga menjalankan tradisi turun temurun dari nenek moyang Suku Tengger.

Upacara Persembahan
Gambar : fr.videoblocks.com
Saat berlangsungnya upacara ini, masyarakat Suku Tengger berjalan beriringan dipimpin seorang Pedande atau pemimpin adat menaiki puncak Gunung Bromo. Dan, ketika sudah berada di atas gunung, mereka melemparkan semua sesajian itu ke dalam kawah Gunung Bromo.

2. Tradisi Menangkap Persembahan

Saat mereka melemparkan persembahan ke kawah, di bawah atau di lereng kawah Bromo, banyak orang yang berusaha menangkap persembahan tersebut bahkan mereka rela berebut dengan yang lain demi mendapatkan persembahan yang mereka incar. Meskipun harus mengabaikan keselamatannya.

Menangkap Persembahan
Tradisi Menangkap Persembahan
Gambar :  merdeka.com

Tapi hal itu sudah menjadi tradisi bagi mereka. Dan, menurut kepercayaan, barang-barang persembahan tersebut dapat membawa berkah dalam kehidupannya.

Menangkap persembahan
Menangkap persembahan pada acara Kasodo, Gunung Bromo
Gambar : merdeka.com

Itulah keunikan Upacara Yadnya kasada yang menjadi agenda tahunan wisata Gunung Bromo. Adanya upacara Kasodo ini semakin menambah daya tarik Gunung Bromo sebagai salah satu tujuan wisata internasional yang paling populer di Indonesia dan salah satu tradisi paling banyak dikunjungi di Jawa Timur. 

Tangga menuju puncak Bromo
Tangga menuju puncak Bromo
Gambar : CNN Indonesia

Keindahan alam Gunung Bromo memang tidak diragukan lagi bahkan baru-baru ini, CNN GO mencantumkan Gunung Bromo sebagai salah satu dari 50 Natural Wonders: The Ultimate List of Scenic Splendor.

Eksotika Bromo 2018

Untuk lebih melengkapi rangkaian upacara Yadnya Kasada 2018, Pihak Pengelolah Wisata Bromo menyajikan rangkaian kegiatan untuk wisatawan Gunung Bromo dengan tajuk "Eksotika Bromo 2018".

Berikut ini adalah susunan kegiatan dalam Eksotika Bromo 2018

Kamis, 28 Juni 2018, Lautan Pasir Bromo

08.00 - 09.00 :  Pameran Eksotika Bromo
09.00 – 17.00 : Gladi Bersih Kidung Tengger ( perayaan Foto & Melukis On the Spot)

Jumat, 29 Juni 2018, Lautan Pasir Bromo

13.00 - 13.30 : Musik Kereta Daul Pamekasan Madura
13.30 – 13.40 : Jaranan &  Baleganjur Tengger Probolinggo
13.40 – 14.00 : Dongkrek Madiun
14.00 - 14.20 : Reyog Ponorogo
14.20 – 14.40 : Jaranan Slining Lumajang
14.40 – 15.00 : Topeng Hudoq Dayak Kalimantan Timur
15.00 – 15.15 : Opening Eksotika Bromo
15.15 – 15.30 : Lagu Tanah Air oleh Pritta Kartika (Semua Penonton & Pemain bergandengan tangan)
“PENTAS KOLOSAL KIDUNG TENGGER”
15.30 – 15.45 : Topeng Gunungsari Tengger
15.45 – 15.50 : Puisi NYAWIJI oleh Olivia Zaelanty
15.50 – 17.00 : Sendratari Legenda Joko Seger Roro Anteng
19.00 – 22.00 : Malam Resepsi Yadnya Kasada, Pendopo Agung Ngadisari

Sabtu, 30 Juni 2018

00.00 - 03.00 : Upacara yadnya Kasada ( Pengukuhan dukun Tengger ; Kecamatan Tosari)
03.00 - 15.00 : Labuh Sesaji Puncak Gunung Bromo....

Itulah rangkaian kegiatan dalam rangka upacara Yadnya Kasada yang diberi judul "Eksotika Bromo 2018".

Akhirnya

Itulah ulasan ayodolenrek tentang Upacara Yadnya Kasada di Gunung Bromo. Tradisi ini hanya berlangsung setahun sekali sehingga sangat saying untuk dilewatkan. 

Pada tahun ini, upacara Kasada diadakan pada tanggal 29-30 Juni 2018. Tunggu apa lagi, ayo dolen ke Gunung Bromo !!!

Semoga bermanfaat..

Artikel Lainnya :





Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda

Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda – Danau Toba. Objek wisata yang satu ini memang terkenal, tidak hanya di Indonesia saja tapi juga sudah mendunia. Bukan hanya keindahan pemandangan alam yang eksotis dan kekayaan alamnya namun legenda dibaliknya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. 

Perjalanan ayodolenrek kali ini sampai di Sumatera Utara tepatnya mengunjungi objek wisata Danau Toba yang terkenal. Sebagai nara sumbernya adalah Ibu Mur Panjaitan, salah satu asisten hakim agung kamar pidana di Mahkamah Agung Indonesia yang menjadi kolega Susilowati.

Ibu Murganda bersama keluarga di Danau Toba
Ibu Mur Panjaitan bersama keluarga di Danau Toba

Disela-sela kesibukannya Ibu Panitera Muda ini bersama keluarga menyempatkan diri berwisata ke Danau Toba dan Simanindo, salah satu tujuan wisata di sekitar Danau Toba. Simanindo merupakan pelabuhan di Pulau Samosir yang menjadi kampung marga Siallagan.

Berikut ini adalah ulasan ayodolenrek tentang Danau Toba, objek wisata popular yang menyimpan kisah legenda.

Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda

Menurut Wikipedia, Danau Toba adalah sebuah danau alam besar tekto-vulkanik yang menempati kaldera dari sebuah supervulkan. Danau ini memiliki ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer, dan kedalaman hingga 1.600 meter (5.249 kaki), terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Fot bersama dengan latar Danau Toba
Foto bersama dengan latar Danau Toba

Selain merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Danau Toba juga merupakan danau terdalam di Indonesia nomer dua setelah Danau Matano. Dimana, di tengah-tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik yang bernama Pulau Samosir.

Sejarah Terbentuknya Danau Toba Dan Pulau Samosir

Sejarah terbentuknya Danau Toba diperkirakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu, yang merupakan hasil dari letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Peneliti dari Michigan Technological University  yaitu Bill Rose dan Craig Chesner, memperkirakan bahwa jumlah total material pada letusan itu adalah sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3 dari Ignimbrit. 

Laharnya mengalir di atas tanah, dan abunya menyebar sekitar 800 km3 terutama ke arah barat dan aliran lahar dari letusan gunung tersebut menghancurkan area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 m dengan kawah utama.

Foto bersama keluarga Ibu Margonda di Danau Toba
Foto bersama keluarga Ibu Murganda di Danau Toba

Dampak mengerikan dari kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Dan, dari beberapa bukti DNA yang ditemukan, menyatakan jika letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. 

Dan diperkirakan letusan itu juga ikut menjadi pemicu yang menyebabkan terjadinya zaman es, meskipun hal ini masih menjadi perdebatan para ahli.

Kemudian, setelah letusan dahsyat tersebut, terbentuk kaldera yang secara perlahan terisi oleh air dan sekarang menjadi danau yang dikenal sebagai Danau Toba. Sementara itu, tekanan atau dorongan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan terbentuknya Pulau Samosir.

Maka, terbentuklah Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.

Danau Toba dan Pulau Samosir
Danau Toba dan Pulau Samosir
Bukti adanya letusan dahsyat tersebut ditemukan oleh Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia.  Dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat, para peneliti ini mengungkapkan jika telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. 

Terungkap pada bukti sejarah tersebut bagaimana orang bertahan hidup, pada masa sebelum dan sesudah terjadinya letusan gunung berapi Toba, 74.000 tahun yang silam. Dan hal ini menjadi bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba walaupun sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Para ahli dari universitas Oxford tersebut, selama tujuh tahun, melakukan penelitian proyek ekosistem di India, dengan tujuan untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Dimana, daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanyalah sabana (padang rumput) dengan tulang belulang hewan berserakan. 

Sehingga Tim Peneliti ini menyimpulkan jika daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi oleh debu dari letusan gunung berapi purba.

Ternyata, penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, hampir dapat ditemukan di seluruh dunia, yang di duga berasal dari Gunung Toba. Karena mulai dari kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan, ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. 

Legenda Danau Toba Dan Pulau Samosir

Bagi masyarakat Toba, sejarah terbentuknya danau Toba dan pulau Samosir ini menjadi satu kisah legenda yang berkembang dari generasi ke generasi hingga sekarang dan tersebar serta di ketahui seluruh rakyat Indonesia. 

Kisah seorang petani pekerja keras yang mendapatkan ikan mas kala memancing. Dan, ikan mas tersebut berubah menjadi wanita cantik jelita yang kemudian menjadi istrinya.  Ikan mas tersebut mengatakan jika dirinya adalah manusia yang terkena kutukan dukun. Dan sebagai bentuk rasa terima kasihnya, ia rela menjadi istri petani tersebut.

Perjalanan Naik Feri Ke Pulau Samosir
Perjalanan naik feri ke Pulau Samosir

Namun, sebelumnya, wanita ini berpesan kepada suaminya agar jika punya anak nanti, semarah apapun kepada anaknya jangan sampai mengatakan jika anak itu adalah anak ikan.

Namun takdir berkata lain, sang petani itu melanggar pesannya. Ketika, Samosir, putranya, telah menghabiskan bekal untuknya dan datang terlambat di saat ayahnya tengah kelaparan. Sehingga dalam kemarahannya terucap, “dasar anak ikan.”

Kapal Feri Menuju Pulau Samosir
Kapal Feri Menuju Pulau Samosir

Sang anak, menangis lalu lari kepada ibunya lalu mengadukan ucapan ayahnya. Sang Ibu, menyuruhnya mendaki bukit tertinggi untuk menyelamatkan diri.

Kemudian alam pun seolah marah sehingga hujan turun terus menerus, angina bertiup sangat kencang dan petir menyambar-nyambar.  Air meluap menjadi air bah yang menenggelamkan seluruh desa sehingga desa itu menjadi genangan air yang sekarang menjadi Danau Toba. Sedangkan, bukit tempat Samosir berlindung disebut Pulau Samosir.

Kapal Feri Menuju Pulau Samosir
Kapal Feri Menuju Pulau Samosir

Itulah legenda tentang terjadinya Danau Toba dan Pulau Samosir.

Satu pelajaran hidup tentang betapa pentingnya mematuhi pesan atau sumpah yang sudah diucapkan. Sehingga dalam kondisi semarah apapun sebaiknya jangan sampai melanggar sumpah.

Pesona Danau Toba Dan Pulau Samosir

Setelah ribuan tahun lamanya, saat ini danau Toba telah menjadi objek wisata populer di Indonesia, sebuah danau indah nan luas, dengan pemandangan yang eksotis dan terdapat pulau Samosir di tengahnya.

Foto bersama di Pulau Samosir
Foto bersama di Tanah Karo dengan latar Gunung Sinabung
dalam perjalanan menuju Danau Toba

Danau Toba menjadi objek wisata vulkanik yang kisah legendanya, mengajarkan tentang pelajaran hidup agar jangan sampai melanggar sumpah yang sudah terucap. 

Berikut ini adalah beberapa pesona dari Danau Toba yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke danau legenda ini.
  1. Keindahan Alam Dan Suasana Tenang. Bagi anda yang ingin menghabiskan liburan panjang atau pun hanya liburan pada akhir pekan, maka wisata alam danau Toba menjadi rekomendasi wisata yang tepat. Kita bisa menikmati keindahan alam sambil bersantai dan istirahat sejenak dari penatnya dunia kerja serta interaksi sosial yang melelahkan. 
  2. Udara Alam Yang Sejuk. Selain panorama alam memukau, di wisata danau tersebut anda akan merasakan udara alam yang sejuk dan tenang. Dengan begitu anda tidak perlu untuk jauh jauh rekreasi ke luar negeri bila hanya mencari suasana atau pun udara alam yang sejuk, udara di sekitar wisata alam danau Toba tidak kalah dengan Eropa.
  3. Panorama Alam. Bila anda memang ingin berlibur dengan melupakan sejenak masalah pekerjaan di kantor, maka wisata alam danau Toba ini memberikan sensasi yang tak terlupakan. Disana anda akan mendapati panorama keindahan alam seperti danau, pulau yang berada di tengah danau dan juga lereng lereng bukit yang indah.
  4. Keramahan Masyarakat Danau Toba. Di danau Toba, pengunjung tak hanya melihat panorama keindahan alam menakjubkan tetapi anda pun akan mendapati masyarakat Toba yang ramah dan bersahabat. Tradisi adat istiadat warga batak Toba akan membuat anda jatuh cinta, anda pun dapat mendalami atau sekedar mengetahui tradisi disana dari sebagian warga asli Samosir.
  5. Pulau Samosir. Pulau Samosir memiliki dua danau indah yakni dikenal dengan danau Sidihoni dan danau Aek Natonang. Di wilayah sekitar danau di pulau Samosir terdapat hutan-hutan pinus yang tertata dengan rapi di pinggiran pulau. Tak hanya itu saja, disana pun ada panorama air terjun yang masih asri memukau. Bahkan sekarang di pinggiran wisata danau Toba terdapat pemandian air panas dengan air belerang yang konon bagus untuk menyembuhkan dan menyehatkan kulit.
Rumah adat di Pulau Samosir
Rumah adat di Tanah Karo
Foto bersama dengan latar Rumah adat Pulau Samosir
Foto bersama dengan latar rumah adat di Tanah Karo
dalam perjalanan menuju Danau Toba

Itulah beberapa pesona objek wisata alam Danau Toba dan Pulau Samosir di Sumatera Utara.

Waktu Tepat Berkunjung

Waktu yang tepat berkunjung ke Danau Toba tergantung pada tujuan kita seperti berikut ini.

  1. Bila anda ingin berlibur untuk mendapatkan pengalaman seru seperti festival, maka berkunjung di bulan september hingga november akan memberikan anda momen yang berkesan.
  2. Bila anda hanya ingin bersantai di kawasan danau Toba, maka di bulan Mei hingga September merupakan waktu yang paling tepat. Karena di bulan bulan tersebut cuaca sedang masuk musim kemarau, sehingga anda dapat menikmati keindahan alam tanpa terganggu oleh hujan. Di bulan Mei merupakan bulan terbaik mengingat kondisi suhu di lokasi wisata yang sejuk dan kondusif.

Lokasi Danau Toba Sumatra

Objek wisata alam ini berada di tujuh kabupaten berbeda yang mengelilingi kawasan wisata Danau Toba yaitu kabupaten Tobasa(Toba Samosir), Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Karo dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kehadiran Bandar udara Silangit baru baru ini, memudahkan akses menuju danau Toba. Dengan menggunakan maskapai Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia yang telah membuka rute baru langsung dari Jakarta menuju ke bandara Silangit yang terletak di kecamatan siborong borong. 

Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari bandara Silangit untuk sampai ke Parapat dan kita akan tiba di wisata alam danau Toba.

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Sumatera Utara tanpa singgah ke Danau Toba. Dan, mengunjungi Danau Toba tidak lengkap pula jika tidak mengunjungi pulau Samosir. Karena dengan menyewa kapal feri dan menempuh perjalanan sekitar 50 menit, kita akan sampai di Pulau Samosir.

Sebaiknya, kita mengetahui jadwal keberangkatan kapal feri dari Parapat ke pulau Samosir, agar tak ketinggalan.

Penutup

Itulah ulasan ayodolenrek tentang objek wisata alam yang ada di propinsi Sumatera Utara yaitu Danau Toba dan Pulau Samosir yang terkenal dengan kisah legendanya.

Semoga tulisan ini dapat turut memberikan warna dan memberikan tambahan wawasan serta pengetahuan tentang objek-objek wisata di Indonesia.

Jika kita tidak mengenal dan mengetahui kondisi pada objek wisata ini, sebaiknya kita menyewa pemandu wisata atau guide tour profesional yang akan memandu perjalanan wisata dengan aman. Dengan demikian perjalanan kita akan jadi lebih menyenangkan dan tidak ada kendala. 

Semoga bermanfaat..

Sumber Foto  : Ibu Murganda Sitompul

Temu Kangen Keluarga Besar EBM 2018 Di Kebun Teh Wonosari II

Temu Kangen Keluarga Besar EBM 2018 Di Kebun Teh Wonosari II – Tulisan Endang Setyawati kali ini merupakan kelanjutan dari  tulisan sebelumnya tentang “Temu Kangen Keluarga Besar EBM 2018 Di Kebun Teh Wonosari.”

Foto bersama Keluarga Besar EBM di Kebun Teh Wonosari
Foto bersama keluarga besar EBM
di Kebun Teh Wonosari

Kamis tanggal 21 Juni / 07.00 wib.

Di pandu panitia, semua keluarga EBM berkumpul di depan wisma untuk foto bersama. Dengan seragam kaos bergambar eyang Marsam semua berfoto ria. Membaur anak cucu dan cicit saling bercanda berpose lucu-lucu. Seperti foto model beneran saja...

Pose bersama keluarga besar EBM di Kebun Teh Wonosari
Pose bersama keluarga besar EBM
di Kebun Teh Wonosari

Pemandangan kebun teh wonosari sungguh indah di pagi hari. Saat matahari masih malu-malu menyapa pucuk-pucuk daun teh...butiran embun berubah jadi asap putih lembut. Sejuknya udara pegunungan yang kaya oksigen, saat di hirup terasa segar sampai ke ubun-ubun. Lalu mengalir sampai kaki. Segaaaarrr...

Pose dengan latar Kebun Teh Wonosari
Pose dengan latar Kebun Teh Wonosari

Kenangan Indah di Kebun Teh Wonosari
Kenangan Indah di Kebun Teh Wonosari

Mengabadikan Kenangan di Kebun Teh Wonosari
Mengabadikan Kenangan di wahana Kebun Teh Wonosari

Belum lagi hamparan luas menghijau berlatar belakang gunung Arjuna yang biru....

Subhanallah...sungguh Allah Maha Besar yang telah menciptakan semua keindahan ini...

Dilanjutkan senam pagi biar sehat. Dari anak sampai kakek nenek bersenam pagi hingga peluh menetes. Semua bahagia menikmati kebersamaan ini. Sejenak lupa hutang, lupa sakit, lupa derita, bahagia adanya. Berikut ini adalah video keluarga EBM saat senam pagi di Kebun Teh Wonosari.



Selesai senam...sarapan pagi sudah siap di santap. Sambil menikmati lezatnya hidangan, panitia membagikan door price bagi yang beruntung.

Sarapan Pagi Di Kebun Teh Wonosari
Sarapan Pagi Di Kebun Teh Wonosari

Pembagian doorprice
Pembagian Door Price

Anak-anak juga masih bisa berenang di kolam renang yang airnya berasal dari sumber mata air pegunungan, sungguh segar. Mereka tertawa bahagia walau kedinginan. 

Berenang di Kolam Renang Kebun Teh Wonosari
Berenang di Kolam Kebun Teh Wonosari

Yang ingin berpetualang mengelilingi kawasan kebun teh bisa menyewa sepeda motor trail atau sepeda ATV dengan biaya Rp.100.000/jam. Ada juga mountain bike atau mencoba flying fox dengan biaya Rp.25.000.

Berkuda di Kebun Teh Wonosari
Berkuda di Kebun Teh Wonosari

Alhamdulillah....semua acara berjalan lancar hingga acara penutup dan doa. Sore harinya satu persatu keluarga pamit pulang. Tentunya semua membawa kesan indah tak terlupakan. Rasa kangen setelah setahun tak ketemu sudah terbayarkan dengan pertemuan ini. 

Panitia dan tuan rumah yaitu putra putri bapak R. Adi Mujiono sangat puas bisa mengajak seluruh keluarga EBM ke Wonosari.

Endang Setyawati Dan EBM

Endang Setyawati merupakan putri dari R. Syamsul Arifin, putra bungsu dari 10 orang anak Eyang Buyut Marsam. 

Endang S bersama keluarga R. Syamsul Arifin
Endang S Bersama keluarga R. Syamsul Arifin
Berikut ini adalah beberapa foto dari cucu serta cicit dari Eyang Marsam yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia maupun di manca negara.

Mas Erick
Mas Erick

Mbak Susy. Lollou, Mbak Detty
Mbak Susy (Jogya).Lollou (Papua NG)Mbak Detty (Sragen)

Temu Kangen Keluarga Besar EBM 2018 Di Kebun Teh Wonosari II
Itu mas Jito,mbak Rien,mbak Rina,mas Rifai,mbak Detty.

Mbak Chandra
Mbak Chandra tinggal di Sydney, Australia

Temu Kangen Keluarga Besar EBM 2018 Di Kebun Teh Wonosari II
Endang, ophillia (Sydney), dwi

Penutup 

Demikian pengalaman berwisata sekaligus berkumpul dengan keluarga besar di objek wisata Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang.

Menjalin silaturahmi dan menikmati keindahan alam Kebun Teh Wonosari dengan wahana permainan dan fasilitas lainnya.