Home » » Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda

Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda

Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda – Danau Toba. Objek wisata yang satu ini memang terkenal, tidak hanya di Indonesia saja tapi juga sudah mendunia. Bukan hanya keindahan pemandangan alam yang eksotis dan kekayaan alamnya namun legenda dibaliknya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. 

Perjalanan ayodolenrek kali ini sampai di Sumatera Utara tepatnya mengunjungi objek wisata Danau Toba yang terkenal. Sebagai nara sumbernya adalah Ibu Mur Panjaitan, salah satu asisten hakim agung kamar pidana di Mahkamah Agung Indonesia yang menjadi kolega Susilowati.

Ibu Murganda bersama keluarga di Danau Toba
Ibu Mur Panjaitan bersama keluarga di Danau Toba

Disela-sela kesibukannya Ibu Panitera Muda ini bersama keluarga menyempatkan diri berwisata ke Danau Toba dan Simanindo, salah satu tujuan wisata di sekitar Danau Toba. Simanindo merupakan pelabuhan di Pulau Samosir yang menjadi kampung marga Siallagan.

Berikut ini adalah ulasan ayodolenrek tentang Danau Toba, objek wisata popular yang menyimpan kisah legenda.

Danau Toba Dan Pulau Samosir, Wisata Alam Populer Dengan Kisah Legenda

Menurut Wikipedia, Danau Toba adalah sebuah danau alam besar tekto-vulkanik yang menempati kaldera dari sebuah supervulkan. Danau ini memiliki ukuran panjang sekitar 100 kilometer, lebar sekitar 30 kilometer, dan kedalaman hingga 1.600 meter (5.249 kaki), terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia.

Fot bersama dengan latar Danau Toba
Foto bersama dengan latar Danau Toba

Selain merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Danau Toba juga merupakan danau terdalam di Indonesia nomer dua setelah Danau Matano. Dimana, di tengah-tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanik yang bernama Pulau Samosir.

Sejarah Terbentuknya Danau Toba Dan Pulau Samosir

Sejarah terbentuknya Danau Toba diperkirakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu, yang merupakan hasil dari letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Peneliti dari Michigan Technological University  yaitu Bill Rose dan Craig Chesner, memperkirakan bahwa jumlah total material pada letusan itu adalah sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3 dari Ignimbrit. 

Laharnya mengalir di atas tanah, dan abunya menyebar sekitar 800 km3 terutama ke arah barat dan aliran lahar dari letusan gunung tersebut menghancurkan area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 m dengan kawah utama.

Foto bersama keluarga Ibu Margonda di Danau Toba
Foto bersama keluarga Ibu Murganda di Danau Toba

Dampak mengerikan dari kejadian ini menyebabkan kematian massal dan kepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Dan, dari beberapa bukti DNA yang ditemukan, menyatakan jika letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. 

Dan diperkirakan letusan itu juga ikut menjadi pemicu yang menyebabkan terjadinya zaman es, meskipun hal ini masih menjadi perdebatan para ahli.

Kemudian, setelah letusan dahsyat tersebut, terbentuk kaldera yang secara perlahan terisi oleh air dan sekarang menjadi danau yang dikenal sebagai Danau Toba. Sementara itu, tekanan atau dorongan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan terbentuknya Pulau Samosir.

Maka, terbentuklah Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.

Danau Toba dan Pulau Samosir
Danau Toba dan Pulau Samosir
Bukti adanya letusan dahsyat tersebut ditemukan oleh Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia.  Dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat, para peneliti ini mengungkapkan jika telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. 

Terungkap pada bukti sejarah tersebut bagaimana orang bertahan hidup, pada masa sebelum dan sesudah terjadinya letusan gunung berapi Toba, 74.000 tahun yang silam. Dan hal ini menjadi bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba walaupun sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Para ahli dari universitas Oxford tersebut, selama tujuh tahun, melakukan penelitian proyek ekosistem di India, dengan tujuan untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Dimana, daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanyalah sabana (padang rumput) dengan tulang belulang hewan berserakan. 

Sehingga Tim Peneliti ini menyimpulkan jika daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi oleh debu dari letusan gunung berapi purba.

Ternyata, penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, hampir dapat ditemukan di seluruh dunia, yang di duga berasal dari Gunung Toba. Karena mulai dari kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan, ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. 

Legenda Danau Toba Dan Pulau Samosir

Bagi masyarakat Toba, sejarah terbentuknya danau Toba dan pulau Samosir ini menjadi satu kisah legenda yang berkembang dari generasi ke generasi hingga sekarang dan tersebar serta di ketahui seluruh rakyat Indonesia. 

Kisah seorang petani pekerja keras yang mendapatkan ikan mas kala memancing. Dan, ikan mas tersebut berubah menjadi wanita cantik jelita yang kemudian menjadi istrinya.  Ikan mas tersebut mengatakan jika dirinya adalah manusia yang terkena kutukan dukun. Dan sebagai bentuk rasa terima kasihnya, ia rela menjadi istri petani tersebut.

Perjalanan Naik Feri Ke Pulau Samosir
Perjalanan naik feri ke Pulau Samosir

Namun, sebelumnya, wanita ini berpesan kepada suaminya agar jika punya anak nanti, semarah apapun kepada anaknya jangan sampai mengatakan jika anak itu adalah anak ikan.

Namun takdir berkata lain, sang petani itu melanggar pesannya. Ketika, Samosir, putranya, telah menghabiskan bekal untuknya dan datang terlambat di saat ayahnya tengah kelaparan. Sehingga dalam kemarahannya terucap, “dasar anak ikan.”

Kapal Feri Menuju Pulau Samosir
Kapal Feri Menuju Pulau Samosir

Sang anak, menangis lalu lari kepada ibunya lalu mengadukan ucapan ayahnya. Sang Ibu, menyuruhnya mendaki bukit tertinggi untuk menyelamatkan diri.

Kemudian alam pun seolah marah sehingga hujan turun terus menerus, angina bertiup sangat kencang dan petir menyambar-nyambar.  Air meluap menjadi air bah yang menenggelamkan seluruh desa sehingga desa itu menjadi genangan air yang sekarang menjadi Danau Toba. Sedangkan, bukit tempat Samosir berlindung disebut Pulau Samosir.

Kapal Feri Menuju Pulau Samosir
Kapal Feri Menuju Pulau Samosir

Itulah legenda tentang terjadinya Danau Toba dan Pulau Samosir.

Satu pelajaran hidup tentang betapa pentingnya mematuhi pesan atau sumpah yang sudah diucapkan. Sehingga dalam kondisi semarah apapun sebaiknya jangan sampai melanggar sumpah.

Pesona Danau Toba Dan Pulau Samosir

Setelah ribuan tahun lamanya, saat ini danau Toba telah menjadi objek wisata populer di Indonesia, sebuah danau indah nan luas, dengan pemandangan yang eksotis dan terdapat pulau Samosir di tengahnya.

Foto bersama di Pulau Samosir
Foto bersama di Tanah Karo dengan latar Gunung Sinabung
dalam perjalanan menuju Danau Toba

Danau Toba menjadi objek wisata vulkanik yang kisah legendanya, mengajarkan tentang pelajaran hidup agar jangan sampai melanggar sumpah yang sudah terucap. 

Berikut ini adalah beberapa pesona dari Danau Toba yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke danau legenda ini.
  1. Keindahan Alam Dan Suasana Tenang. Bagi anda yang ingin menghabiskan liburan panjang atau pun hanya liburan pada akhir pekan, maka wisata alam danau Toba menjadi rekomendasi wisata yang tepat. Kita bisa menikmati keindahan alam sambil bersantai dan istirahat sejenak dari penatnya dunia kerja serta interaksi sosial yang melelahkan. 
  2. Udara Alam Yang Sejuk. Selain panorama alam memukau, di wisata danau tersebut anda akan merasakan udara alam yang sejuk dan tenang. Dengan begitu anda tidak perlu untuk jauh jauh rekreasi ke luar negeri bila hanya mencari suasana atau pun udara alam yang sejuk, udara di sekitar wisata alam danau Toba tidak kalah dengan Eropa.
  3. Panorama Alam. Bila anda memang ingin berlibur dengan melupakan sejenak masalah pekerjaan di kantor, maka wisata alam danau Toba ini memberikan sensasi yang tak terlupakan. Disana anda akan mendapati panorama keindahan alam seperti danau, pulau yang berada di tengah danau dan juga lereng lereng bukit yang indah.
  4. Keramahan Masyarakat Danau Toba. Di danau Toba, pengunjung tak hanya melihat panorama keindahan alam menakjubkan tetapi anda pun akan mendapati masyarakat Toba yang ramah dan bersahabat. Tradisi adat istiadat warga batak Toba akan membuat anda jatuh cinta, anda pun dapat mendalami atau sekedar mengetahui tradisi disana dari sebagian warga asli Samosir.
  5. Pulau Samosir. Pulau Samosir memiliki dua danau indah yakni dikenal dengan danau Sidihoni dan danau Aek Natonang. Di wilayah sekitar danau di pulau Samosir terdapat hutan-hutan pinus yang tertata dengan rapi di pinggiran pulau. Tak hanya itu saja, disana pun ada panorama air terjun yang masih asri memukau. Bahkan sekarang di pinggiran wisata danau Toba terdapat pemandian air panas dengan air belerang yang konon bagus untuk menyembuhkan dan menyehatkan kulit.
Rumah adat di Pulau Samosir
Rumah adat di Tanah Karo
Foto bersama dengan latar Rumah adat Pulau Samosir
Foto bersama dengan latar rumah adat di Tanah Karo
dalam perjalanan menuju Danau Toba

Itulah beberapa pesona objek wisata alam Danau Toba dan Pulau Samosir di Sumatera Utara.

Waktu Tepat Berkunjung

Waktu yang tepat berkunjung ke Danau Toba tergantung pada tujuan kita seperti berikut ini.

  1. Bila anda ingin berlibur untuk mendapatkan pengalaman seru seperti festival, maka berkunjung di bulan september hingga november akan memberikan anda momen yang berkesan.
  2. Bila anda hanya ingin bersantai di kawasan danau Toba, maka di bulan Mei hingga September merupakan waktu yang paling tepat. Karena di bulan bulan tersebut cuaca sedang masuk musim kemarau, sehingga anda dapat menikmati keindahan alam tanpa terganggu oleh hujan. Di bulan Mei merupakan bulan terbaik mengingat kondisi suhu di lokasi wisata yang sejuk dan kondusif.

Lokasi Danau Toba Sumatra

Objek wisata alam ini berada di tujuh kabupaten berbeda yang mengelilingi kawasan wisata Danau Toba yaitu kabupaten Tobasa(Toba Samosir), Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Karo dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kehadiran Bandar udara Silangit baru baru ini, memudahkan akses menuju danau Toba. Dengan menggunakan maskapai Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia yang telah membuka rute baru langsung dari Jakarta menuju ke bandara Silangit yang terletak di kecamatan siborong borong. 

Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari bandara Silangit untuk sampai ke Parapat dan kita akan tiba di wisata alam danau Toba.

Rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke Sumatera Utara tanpa singgah ke Danau Toba. Dan, mengunjungi Danau Toba tidak lengkap pula jika tidak mengunjungi pulau Samosir. Karena dengan menyewa kapal feri dan menempuh perjalanan sekitar 50 menit, kita akan sampai di Pulau Samosir.

Sebaiknya, kita mengetahui jadwal keberangkatan kapal feri dari Parapat ke pulau Samosir, agar tak ketinggalan.

Penutup

Itulah ulasan ayodolenrek tentang objek wisata alam yang ada di propinsi Sumatera Utara yaitu Danau Toba dan Pulau Samosir yang terkenal dengan kisah legendanya.

Semoga tulisan ini dapat turut memberikan warna dan memberikan tambahan wawasan serta pengetahuan tentang objek-objek wisata di Indonesia.

Jika kita tidak mengenal dan mengetahui kondisi pada objek wisata ini, sebaiknya kita menyewa pemandu wisata atau guide tour profesional yang akan memandu perjalanan wisata dengan aman. Dengan demikian perjalanan kita akan jadi lebih menyenangkan dan tidak ada kendala. 

Semoga bermanfaat..

Sumber Foto  : Ibu Murganda Sitompul

1 comments: