Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah

Wisata Sejarah Ke Candi Gedong Songo, Ungaran – Selain menikmati pemandangan alam di pantai, pegunungan dan objek wisata lainnya, wisata yang mengandung nilai-nilai sejarah juga dapat menjadi pilihan wisata kita. Apalagi jika wisata sejarah tersebut memiliki pemandangan alam yang indah seperti Candi Gedong Songo di Ungaran, Jawa Tengah.

Kita dapat melestarikan nilai-nilai sejarah leluhur kita segaligus menikmati keindahan alamnya. Seperti yang dilakukan mas Chusbianto bersama teman-teman alumni SMP Negeri 2 Malang angkatan 1976 dan sebagian besar juga merupakan alumni SMA Negeri 2 Malang angkatan 80.

Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah
Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah

Nah, untuk lebih mengenal objek wisata sejarah di lereng gunung Ungaran ini, mari kita ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Candi Gedong Songo

Di lereng Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah terdapat objek wisata sejarah berupa kompleks candi yang menyimpan sejarah masa kerajaan dahulu dan memiliki pemandangan alam yang sangat indah yaitu Candi Gedong Songo.

Seperti namanya, “Gedong Songo” yang berarti bangunan berjumlah Sembilan, secara fisik memang terdapat 9 candi yang letaknya terpisah dan tersebar sepanjang lereng Gunung Ungaran.  

Saat memasuki pelataran Candi Songo ini, maka kenangan akan kejayaan kerajaan masa lalu akan memenuhi benak kita. Dan, saat menaiki kuda berkeliling kompleks candi, kita akan merasakan seolah berada pada masa silam dan kita menjadi salah satu pelaku sejarah pada waku itu.

Alumni SMPN 2 Malang di Candi Gedong Songo, Ungaran
Alumni SMPN 2 Malang 1976 di Candi Gedong Songo, Ungaran

Tidak dapat dipungkiri jika keberadaan Candi Gedong Songo merupakan bukti otentik keberadaan leluhur kita pada masa lalu. Sehingga dengan jalan-jalan ke objek wisata sejarah, kita akan menyadari bahwa leluhur kita sudah memiliki peradaban dan budaya yang tinggi. Terbukti dari bentuk arsitektur candi dan tata letaknya yang indah dan menarik serta mengandung kedalaman makna filosofis.

Ketika mengalihkan pandangan dari bangunan candi lalu menatap lingkungan di sekelilingnya, maka akan kita dapati hamparan pohon pinus yang berbaris rapi, terlihat hijau segar menyejukkan mata. Membuat udara menjadi segar penuh daya hidup. Mata air yang mengandung belerang menambah keindahannya.

Pada pagi dan sore hari, kabut tipis yang berasal dari puncak gunung, turun menyelimuti kawasan ini. Saat bagaskara muncul, secara perlahan menyibak selimut kabut yang menutupinya.

Sungguh satu pemandangan alam yang indah.

Karena berada pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut, maka suhu udara di Candi Gedong Songo ini cukup dingin hingga mampu menembus tulang kita.

Sejarah Candi Gedong Songo

Belum diketahui secara pasti tentang kapan berdirinya Candi peninggalan agama Hindu ini. Hingga sekarang masih belum diketahui siapa pendirinya dan pada masa kerajaan apa, bahkan para arkeolog juga belum menemukannya. Dan, sampai saat ini, para arkeolog masih menelitinya.

Mas Chusbianto di Candi Gedong Songo, Ungaran
Mas Chusbianto di Candi Gedong Songo, Ungaran

Menurut peninjauan dari sisi bangunan, bentuk relief dan coraknya, beberapa ahli mengatakan jika Candi Gedong Songo di bangun pada jaman Mataram Kuno yakni pemerintahan dinasti Sanjaya yang beragama Hindu  sekitar abad VIII meskipun belum dipastikan tahun pembangunannya.

Berikut ini adalah kronologis berkaitan dengan penemuan Candi Gedong songo ini.
  • Pada tahun 1740, Candi Gedong Songo baru dimasukkan dalam catatan sejarah Nusantara setelah dikemukakan oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Pada saat itu, Sir raffles menemukan tujuh buah bangunan candi sehingga ia menyebutnya sebagai Candi Gedong Pitu.
  • Seorang arkeolog Belanda yaitu Van Stein Callenfels, pada tahun 1908, menemukan dua candi lainnya di lereng Gunung Ungaran, masih berada dalam area Candi Gedong Pitu, sehingga total candi berjumlah 9. Sejak itu, nama Candi Gedong Pitu berubah menjadi Candi Gedong Songo.
  • Di tahun 1928, Candi Gedong I dan Gedong II telah dilakukan pemugaran yang memakan waktu setahun. Pada tahun 1972, pemerintah Indonesia melakukan pemugaran secara keseluruhan pada Candi Gedong Songo yang memakan waktu hingga 10 tahun. 

Tiket Masuk Candi Gedong Songo

Untuk menikmati keindahan candi dan pemandangan alam di lereng gunung Ungaran ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5.000 untuk dewasa atau 5 tahun ke atas dan Rp 25.000 per orang untuk Wisatawan Asing.

Sedangkan untuk dapat menikmati sensasi berkuda di objek wisata ini, pengunjung  dikenakan tarif sebagai berikut :
  • Wisata Desa untuk wislok Rp 25.000, wisman Rp 35.000
  • Berkuda ke Air Panas untuk wislok Rp 40.000, wisman Rp 60.000
  • Berkuda ke Candi II untuk wislok Rp 30.000, wisman Rp 40.000
  • Paket candi Songo untuk wislok Rp 50.000, wisman Rp 70.000

Akses Menuju Candi Gedong Songo

Perjalanan menuju Candi Gedong Songo ini memerlukan waktu sekitar 40 menit dari kota Ambarawa dengan jalanan menanjak dan memiliki sisi kemiringan yang sangat tajam sehingga pengunjung harus berhati-hati.

Dari objek wisata Bandungan, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit menuju Candi Gedong Songo ini. 
Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
  • Dari Ungaran ke Gedong Songo sekitar 25 km
  • Dari Ambarawa ke Gedong Songo sekitar 15 km
  • Dari Semarang ke Gedong Songo sekitar 45 km

Dari kompleks Candi, kita harus berjalan kaki sejauh 200 meter melalui jalanan menanjak untuk sampai ke Candi Gedung Songo I. Jasa penyewaan kuda berkeliling kawasan Candi Gedong Songo dapat kita manfaatkan apabila kita enggan berjalan kaki.

Mitos dan Legenda Candi Gedong Songo

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat seputar kisah mistis dibalik Candi Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran ini.

1. Tempat Dasamuka Dikuburkan

Dalam epos Ramayana, disebutkan bahwa Dasamuka atau Rahwana pada akhirnya kalah perang melawan Rama. Namun, karena memiliki ajian Pancasona maka Rahwana tidak dapat mati meskipun berbagai senjata sakti telah melukainya.

Mas Chusbianto bersama istri di Candi Gedong Songo
Mas Chusbianto bersama istri di Candi Gedong Songo

Hingga akhirnya, Anoman menimbunnya dengan sebuah gunung yang membuat Rahwana terkubur hidup-hidup. Masyarakat setempat mempercayai jika gunung yang digunakan untuk menindih tubuh Dasamuka adalah Gunung Ungaran. Karena mereka sering mendengar suara rintihan yang dipercaya sebagai jerit kesakitan sang raja Alengka.

Gejolak perasaan Rahwana ini mempengaruhi pemandian air panas, sehingga masyarakat menandai kemarahannya dengan semakin meningkatnya suhu air yang semakin panas.

Rahwana adalah simbol dari angkara murka sehingga segala kemaksiatan menjadi kegemarannya setiap hari termasuk minum minuman keras. Sehingga ketika ada pengunjung yang membawa minuman keras ke tempat ini, aroma dari minuman keras ini akan membangunkannya.

Ketika ia terbangun akan membuat air di pemandian berubah menjadi semakin panas atau bahkan sampai menimbulkan gempa kecil.

2. Mbah Murdo

Mitos lainnya dibalik Candi Gedong Songo ini adalah adanya sosok mahluk gaib yang dipercaya sebagai penunggu candi. Sosok tersebut dikenal dengan nama Mbah Murdo.

3. Ratu Sima

Mitos berikutnya dibalik Candi di lereng Gunung Ungaran ini adalah Ratu Sima, Ratu dari Kerajaan Kalingga, kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Masyarakat percaya jika Ratu Sima adalah pendiri Candi Gedong Songo ini sebagai tempat semedi dan pemujaan kepada Dewata.

Itulah berbagai versi mitos yang berkembang di masyarakat seputar misteri dibalik Candi Gedong Songo.

Akhir Perjalanan Ke Candi Gedong Songo

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.”
Jika bukan kita, lalu siapa lagi? Apakah kita mau budaya dan warisan leluhur kita diakui oleh bangsa lain? Tentunya tidak.

Alumni SMPN 2 Malang 1976 di pelataran Candi Gedong Songo, Ungaran
Alumni SMPN 2 Malang 1976 di pelataran Candi Gedong Songo, Ungaran

Sehingga mari kita lestarikan budaya warisan para leluhur ini dengan menjaga dan turut melestarikan nilai-nilai sejarahnya lalu mengenalkan kepada anak cucu kita. Dengan jalan-jalan ke tempat wisata sejarah, minimal kita mengenal dan mengetahui keberadaan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama. Ayo dolen rek..

Semoga bermanfaat..

Objek Wisata Sejarah Lainnya :



7 Tempat Wisata Terbaik Untuk Menyaksikan Gerhana Bulan 2018

7 Tempat Wisata Terbaik Untuk Menyaksikan Gerhana Bulan 2018 – Fenomena alam gerhana bulan total yang terlama pada abad 21 akan terjadi pada tanggal 28 Juli 2018. Seluruh rangkaian fase gerhana bulan total ini dapat disaksikan di seluruh Indonesia, namun ada 7 tempat wisata yang menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan perubahan wajah purnama ini dengan mata telanjang.

Gerhana Bulan di Gunung Bromo
Gerhana Bulan di Gunung Bromo
gambar : tribunnews.com

Mau tahu dimana saja lokasinya?

Berikut ini ulasan ayodolenrek tentang 7  tempat wisata terbaik di Indonesia untuk menyaksikan gerhana bulan total ini.

7 Tempat Wisata Terbaik Untuk Menyaksikan Gerhana Bulan 2018

1. Pantai Papuma, Jember

Pantai yang terletak di Lojejer, Wuluhan, Jember, Jawa Timur ini merupakan pantai terbersih di Indonesia menurut Anugerah Pesona Indonesia 2016. Disamping keindahan pantai dan ekosistem yang terjaga dengan baik, pada saat gerhana bulan total kali ini menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

2. Pantai Ujung Genteng Sukabumi

Dengan ciri khas air yang jernih dan masih alami, pantai yang tersembunyi di semenanjung barat daya pulau Jawa ini merupakan salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana bulan total.

3. Pantai Tanjung Tinggi, Belitung

Pantai yang memiliki kejernihan air dan pasir putih yang bersih serta gugusan granit yang indah menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan total yang terjadi pada 28 Juli 2018.

4. Gunung Bromo, Jawa Timur

Ketika kita berada di kawasan Gunung Bromo, maka kita bisa memandang angkasa raya dengan jelas, Begitu pula dengan fenomena alam gerhana bulan total terlama ini yang menjadi kesempatan langka, dapat kita saksikan dengan jelas.

Berkuda sambil menunggu gerhana bulan di gunung Bromo
Berkuda sambil menunggu gerhana bulan di gunung Bromo

5. Gunung Kerinci, Sumatera

Gunung yang melingkupi tiga wilayah yaitu Jambi, Padang, dan Bengkulu serta merupakan gunung tertinggi di pulau Sumatera ini, menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan keindahan gerhana bulan total terlama ini.

6. Bukit Candi Abang, Jogjakarta

Bagi warga Jogyakarta atau wisatawan yang sedang berada di kota Gudeg ini, untuk menikmati keindahan fenomena alam gerhana purnama ini, rekomendasi terbaik adalah di kawasan bukit Candi Abang.

7. Danau Toba, Sumatera Utara

Danau terindah di Indonesia yang memiliki kisah legenda ini merupakan lokasi sempurna untuk menyaksikan fenomena gerhana terlama ini. Dimana air danau yang jernih dan luas dapat menjadi cermin rangkaian fase gerhana bulan terlama ini pada malam hari.

Menyaksikan Gerhana Bulan Di Danau Toba
Menyaksikan Gerhana Bulan Di Danau Toba
Nah, itulah sekelumit ulasan ayodolenrek tentang 7 Tempat Wisata Terbaik Untuk Menyaksikan Gerhana Bulan 2018, fenomena alam gerhana terlama pada abad 21.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Sumber : tribunmanado.co.id 



5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018

5 Tradisi Unik Di Indonesia Saat Terjadi Gerhana Bulan – Pada tanggal 28 Juli 2018, kita dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total terlama sepanjang sejarah 100 tahun terakhir. Satu kesempatan langka. Namun, bagi masyarakat Indonesia yang memiliki mitos seputar gerhana bulan akan menggelar ritual yang sudah menjadi tradisi turun temurun ini.

5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018
Gerhana Bulan

Bagi mereka, apa yang terjadi pada alam semesta atau makro kosmos akan berpengaruh pada kehidupan manusia atau mikro kosmos sehingga melalui tradisi ini mereka memanjatkan doa kepada Penguasa Alam Raya agar terhindar dari bencana dan mala petaka.

Untuk menambah wawasan dan mengingatkan kembali tradisi-tradisi tersebut, berikut ini adalah ulasan ayodolenrek.

5 Tradisi Unik Di Indonesia Saat Terjadi Gerhana Bulan

1. Tradisi Menumbuk Lesung Di Jawa

Bagi masyarakat Jawa, purnama adalah penerang alam semesta pada malam hari sehingga ketika matahari berada di peraduannya, alam tidak sepenuhnya gelap. Namun, fenomena gerhana bulan dianggap sebagai perbuatan raksasa jahat yakni Batara Kala yang hendak menelan bulan dan membuat alam menjadi gelap gulita.

5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018
Tradisi Menumbuk Lesung Di Jawa

Sehingga dengan melakukan tradisi menumbuk atau memukul lesung padi, dipercaya dapat mengusir Batara Kala sehingga melepaskan kembali bulan yang sudah ditelannya.

2. Tradisi Nasi Liwet Untuk Perempuan hamil Di Jawa

Tradisi lain dari masyarakat Jawa yang unik dan menarik adalah tradisi liwetan atau membuat nasi Liwet bagi keluarga atau warga desa yang hamil.

Pada saat terjadi gerhana bulan, orangtua atau kerabat dari ibu hamil akan menanak nasi liwet. Kemudian tepat pada saat terjadi gerhana, sang ibu hamil diminta untuk bersembunyi ke kolong tempat tidur sebanyak tiga kali dengan menggigit pecahan genteng.

Kepada anak-anak yang hadir pada acara ini, sesepuh desa menyuruhnya untuk bergelantungan di atas pohon yang berada di halaman dengan harapan adanya anak yang bergelantungan di pohon itu dapat membuat bayi yang dikandung nantinya akan lahir dengan sempurna dan tanpa cacat.

3. Tradisi Memukul Kentongan atau Gong pada Masyarakat Dayak

Hampir sama dengan tradisi masyarakat Jawa, suku Dayak juga menganggap fenomena gerhana bulan disebabkan oleh mahluk gaib yang disebut “Ruhu”. Maka, mereka memukul kentongan, gong atau bebunyian lainnya agar mahluk gaib tersebut segera melepaskan sang purnama.

Sementara suku Dayak lainnya yakni Dayak Ngaju, saat terjadi gerhana bulan, mereka memukul-mukul atau menggoyang batang pohon buah-buahan dengan tujuan membangkitkan “Gana”, yaitu roh dari pohon tersebut sehingga pohon tersebut berbuah lebat.

4. Tradisi Memukul Kentongan Pada Masyarakat Tidore

Berbeda nama dan berbeda pula tempatnya namun bertujuan sama. Itulah tradisi “Dolo-dolo” yang dilakukan oleh masyarakat Tidore. Tradisi memukul kentongan yang terbuat dari bambu secara bersamaan agar raksasa yang menelan bulan segera melepaskannya.

5. Tradisi Mencuri Beras Tetangga Suku Bugis

Ini yang sangat unik dan menarik. Di saat orang lain terpana menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi ini, masyarakat suku Bugis khususnya yang berada di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akan berusaha mencuri segenggam beras milik tetangganya.

Karena sudah menjadi tradisi yang turun temurun, sang tetangga pun tidak merasa dirugikan meskipun berasnya dicuri. Dan, sang tetangga juga melakukan hal yang sama kepada tetangga lainnya.

Menurut kepercayaan mereka, segenggam beras hasil curian tersebut diolah menjadi bedak. Dan, bedak tersebut dipercaya dapat mempercantik wajah pemakainya.


Sebagai penutup,
“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”
Jika ingin mengetahui berbagai tradisi unik dan menarik lainnya maka mari jalan-jalan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga

Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung – Tidak dapat dipungkiri jika saat ini Taman Bunga Begonia yang berada di Lembang tengah, Bandung, merupakan pilihan destinasi wisata favorit dari wisatawan berbagai daerah saat berlibur ke kota Kembang.

Dan, anda adalah salah satunya.

Tapi, menikmati keindahan taman yang penuh dengan bunga spesies Begonia di Bandung ini akan lebih berwarna-warni jika bersama dengan keluarga kita. Seperti halnya Mas Dadang dan Mbak Wiwik, alumni smanda Malang angkatan 82, yang mengajak keluarga besarnya menikmati suasana indah di taman bunga ini.

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Mas Dadang dan Mbak Wiwik di Kebun Begonia, Lembang

Dengan berada di objek wisata ini, melihat dan menikmati keindahan aneka ragam bunga, tanpa disadari, seperti bunga-bunga yang tumbuh mekar di taman maka seperti itu pula perasaan cinta di taman hati pasangan Lolita ini, mekar bersemi sepanjang masa. 

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Mbak Wiwik dan Mas Dadang
Di Taman Bunga Begonia Bandung

Untuk lebih mengenal Taman Bunga Begonia Bandung ini, mari kita ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Taman Bunga Begonia, Lembang

“Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, hai begitulah kata para pujangga.”
Jika merujuk pada syair lagu yang dinyanyikan oleh Bang Haji Rhoma Irama tersebut maka kita dapat menyimpulkan bila cinta identik dengan bunga.  Dan pada kenyataannya, banyak ungkapan perasaan cinta yang di curahkan melalui bunga.

Lalu, bagaimana jika sebaliknya, apakah taman yang penuh dengan bunga warna warni juga penuh dengan cinta ?

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Taman Begonia, Lembang

Tentunya, Ya. Karena bunga-bunga itu hanya akan tumbuh dengan subur dan berkembang jika dirawat dengan penuh perasaan cinta. Bahkan, dalam kisah pewayangan maupun kisah pada jaman kerajaan dahulu, seorang putri mengajukan taman bunga yang indah sebagai salah satu syarat untuk meminangnya.

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Pasangan mesra lolita dengan latar Cinta
Di Taman Bunga Begonia, Lembang

Dan, seorang putri akan merasa bangga dan senang sekali apabila dibuatkan taman bunga oleh pasangannya sehingga pada jaman kerajaan, setiap istana raja selalu ada kaputren yang dilengkapi dengan taman-taman yang indah.


Berbeda dengan Taman Bunga Begonia,Lembang ini, perasaan cinta disajikan untuk para wisatawan yang berkunjung ke taman yang berada di Jalan Raya Maribaya No.120 A, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Kebun Begonia, Lembang

Selain dapat menikmati keindahan bunga warna-warni, wisatawan juga dapat memiliki bunga-bunga tersebut karena Taman Bunga di Bandung ini memang merupakan tempat yang menjual aneka jenis tanaman bunga untuk ditanam. Sedangkan tujuan utama adanya taman bunga ini adalah sebagai tempat pembudidayaan dan memperkaya Florikultura indonesia.

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Mbak Wiwik Di Kebun Begonia, Lembang

Wisatawan dapat memilih aneka ragam bunga sesuai dengan selera dan pilihannya. Jenis bunga yang menjadi ikon serta unggulan untuk dibudidayakan di Kebun Bunga Lembang ini adalah Bunga Balinea, spesies bunga Begonia yang berasal dari pulau dewata, Bali. Jenis bunga yang  cocok ditanam di segala tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Pose Model 80 an di Kebun Begonia, Lembang 

Keistimewaan bunga para dewata ini adalah dapat tumbuh lebat hampir sepanjang musim dan tahan cuaca baik di saat musim penghujan atau panas sekalipun. Bunga Balinea cocok jika di ditanam di areal perkebunan, pekarangan rumah, hotel, dan taman kota.

Jenis bunga lain yang ada di Kebun Begonia ini juga cukup banyak antara lain seperti bunga Geranium, Celosia,  Melampodium, Salvia, Snapsdragon, Cosmos, Impatiens,  Dianthus , Gypshopia, Gompherena dan lain-lain.

Lokasi Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung

Taman Bunga Begonia ini terletak di Jalan Raya Maribaya No.120 A, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berada di dataran tinggi pegunungan, dengan ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut, menjadikan tempat wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah, asri, alami dan   udara sejuk.

Baca Juga : 


Pre Wedding Di Taman Bunga Begonia

Mengunjungi Taman Begonia yang dekat dengan Gunung Burangrang , Gunung Putri serta Gunung Tangkuban Perahu ini akan membuat jiwa dan raga menjadi segar kembali dan perasaan cinta menjadi bermekaran.

Sehingga banyak calon pasangan yang akan menikah berfoto di tempat ini karena pemandangan yang indah dan suasana romantisnya yang begitu kental. Memang dikenakan tarif tersendiri untuk foto prewedding di luar tiket masuk Taman Begonia, namun hasilnya sangat sepadan dan memuaskan.

Fasilitas Di Kebun Begonia Bandung

Wisata Edukasi

Dengan mengunjungi kebun Begonia, pengunjung akan menemukan banyak hal baru dan edukasi tentang  pengetahuan seputar beragam nama dan jenis bunga yang bisa tumbuh di nusantara. Sehingga kita dapat mengenal lebih dalam tentang jenis-jenis bunga yang ada di taman bunga ini.

Buah-buahan Dan Sayuran

Ternyata tidak hanya bunga saja, di Kebun Begonia ini juga terdapat lahan perkebunan yang ditanami beragam tanaman buah dan sayur-mayur. Pengunjung dapat memetiknya lalu memasak di sana atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Terdapat berbagai jenis sayur mayur seperti  cabe, jagung, terong, tomat ceri, kaktus hingga brokoli dan yang lainnya.

Outbound Taman Begonia

Kegiatan yang seru dan menyenangkan yang fasilitas lain yang ditawarkan kepada pengunjung Taman Begonia adalah outbound dengan konsep Fun Treasure Hunt. Dengan jenis permainan seperti permainan Secret Passage, Puzzle trasure, Farm Trekking dan Pinata.

Café Kebun Begonia Glory

Café Kebun Begonia Glory yang menyajikan beragam kuliner baik local, nusantara maupun western food merupakan fasilitas yang disediakan bagi pengunjung Taman Begonia. Sehingga setelah pengunjung puas menikmati keindahan dan melakukan aktifitas lainnya dapat menikmati sajian kuliner yang ada di café ini.

Spot Foto Instagramable Di Taman Begonia

Keberadaan aneka ragam bunga di Taman Begonia menjadikan tempat wisata ini sangat direkomendasikan sebagai spot foto Instagramable untuk dikunjungi. 

Spot Foto Panda di Kebun Begonia, Lembang
Spot Foto Panda di Kebun Begonia, Lembang

Pihak pengelolah sendiri sudah menyiapkan beberapa spot-spot menarik bagi penggemar fotografi seperti area Keong Raksasa, di depan Bunga Cinta, Area Kursi di tengah hamparan bunga, Gerbong dengan tulisan Kebun Begonia, miniatur Delman, Patung – Patung atau di lokasi di atas Sepeda Roda Tiga Raksasa.

Spot Foto Gerbong Di Taman Bunga Begonia, Lembang
Spot Foto Gerbong Di Taman Bunga Begonia, Lembang

Tarif Masuk Taman Begonia Lembang

  • Tiket Masuk           : 10.000
  • Tiket Kamera SLR : 50.000
  • Tiket Prewedding   : 250.000 per 2 Jam

Catatan :
  1. Dalam Tarif Prewedding, sudah termasuk tiket masuk Taman Begonia Lembang untuk 5 orang.
  2. Namun, bila sesi foto prewedding melebihi batas jam yang ditentukan, maka akan di-charge sebesar Rp.100.000 per jam nya.

Reservasi Di Taman Bunga Begonia Lembang

Jika ingin mengadakan acara di Taman Begonia atau membutuhkan informasi tentang harga kegiatan di tempat ini, kita dapat melakukan reservasi tempat terlebih dahulu atau bertanya ke nomer kontak (022)2788527, Mobile 081-2220-0202.

Jam Buka  Taman Begonia

Untuk menikmati keindahan bunga-bunga di Taman Begonia, kita dapat berkunjung setiap hari kecuali hari Selasa, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Hari Selasa, Taman Bunga ini libur.
Peta Lokasi Taman Bunga Begonia di Lembang

Akhir Perjalanan Di Taman Bunga Begonia

Itulah perjalanan wisata Mbak Wiwik Nurul Aini bersama suami, ibu, anak-anak dan keponakannya mengunjungi Taman Begonia di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung Bersama Keluarga
Menikmati Keindahan Taman Bunga Begonia, Lembang, Bandung
Bersama Keluarga 

Selain dapat mempererat jalinan cinta diantara suami-istri, mengunjungi tempat-tempat wisata juga dapat memperkuat hubungan cinta diantara keluarga. 

Sebagai penutup,
“Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga.”

Maka, tunggu apalagi? Ketika ada kesempatan, mari kita gunakan dengan sebaik-baiknya bersama keluarga. Bermain, bercengkerama, makan bersama dan jalan-jalan ke tempat wisata bersama.


Artikel Taman Wisata Lainnya :



Berburu Pelangi Di Gunung Bromo, Seru Dan Menyenangkan !

Berburu Pelangi Di Gunung Bromo – Pelangi memang fenomena alam yang sangat indah namun jarang kita temukan sehingga sangat beruntung jika dapat menyaksikan keindahan alam ciptaan Tuhan ini. Jika dahulu kita hanya bisa memandangi keindahannya saja, sekarang kita dapat mengabadikannya dan turut berada dalam ruang lingkupnya.  

Sehingga berburu foto dengan latar pelangi menjadi kegiatan yang seru dan menyenangkan apalagi jika menemukan pelangi di Gunung Bromo.

Itulah yang dilakukan oleh Siti Solehah, teman semasa berada di bangku SMP Negeri 6 Malang, yang mengejar keberadaan pelangi saat berwisata ke Gunung Bromo bersama teman-temannya. Laskar Pelangi.

Berburu Pelangi Di Gunung Bromo, Seru Dan Menyenangkan !
Indahnya Pelangi di Gunung Bromo

Kemunculan pelangi di Gunung Bromo, tepatnya diantara lembah-lembah gunung, memang jarang terjadi. Namun, saat musim hujan, setelah guyuran air dari langit usai maka tidak jarang pemandangan alam yang sangat indah seolah jembatan bidadari dari surga ini akan membentang diantara lembah gunung Bromo.

Tidak mudah untuk dapat menyaksikan lukisan alam karya sang Pencipta ini, dibutuhkan perjuangan, kesabaran dan moment yang tepat. Jika terlambat sedikit saja maka kesempatan itu akan hilang. Namun, ketika dapat menemukannya dan mengabadikan moment tersebut, akan menjadi kebanggaan dan kenangan indah yang dapat dikenang selama hidup.

Laskar Pelangi di Gunung Bromo
Siti Solehah dan Laskar Pelangi
dengan latar Pelangi di Gunung Bromo

Mengingat betapa sulitnya mendapatkan kesempatan menyaksikan pelangi di Gunung Bromo, maka Siti Solehah dan kawan-kawan yang tergabung dalam Laskar Pelangi ini termasuk orang-orang yang beruntung, karena mereka dapat menyaksikan dan berfoto bersama fenomena alam yang sungguh indah ini.

Perjuangan mereka berbuah manis.

Dan, menyaksikan keindahan fenomena “tangga bidadari” ini akan semakin menambah kekaguman kita kepada Sang Maha Indah yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga bermanfaat …

Sumber foto : Siti Solehah

Wisata Bromo Lainnya :




  

Keren Sekali ! Reuni Polinema 89, Tour Batam dan Singapore

Keren Sekali ! Reuni Polinema 89, Tour Batam dan Singapore -  Jika pada umumnya acara reuni diselenggarakan di sekolah atau kampus dimana dulu kita bersama-sama menuntut ilmu, maka berbeda dengan alumni Poli Teknik Negeri Malang atau Polinema angkatan 89 yang dirayakan dengan mengadakan tour ke Batam dan Singapore. Keren sekali !

Memang tidak semua orang berpendapat sama. Sebagian orang mengatakan jika reuni seperti itu hanya akan menghambur-hamburkan uang saja, mendingan uangnya digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat atau membantu sesama yang membutuhkan.

Tapi tidak ada salahnya juga jika Yuntyas dkk ingin menikmati keindahan pulau Batam dan negeri Jiran, Singapura. Satu kesempatan yang langka, menikmati keindahan alam bersama-sama teman-teman semasa duduk di bangku kuliah.

Reuni Polinema 89, Tour Batam dan Singapore
Reuni Polinema 89, Tour Batam dan Singapore

Dan itulah, yang dilakukan oleh alumni Polinema 89.

Pertama-tama mereka berkunjung ke pulau Batam untuk menikmati kemegahan Jembatan Barelang yang terkenal sebagai ikon kota Batam, seperti terlihat pada foto berikut ini.

Reuni Polinema 89 Di Jembatan Barelang, Batam
Reuni Polinema 89 Di Jembatan Barelang, Batam

Kemudian perjalanan wisata sekaligus reuni Polinema 89 dilanjutkan ke negeri Singa. Salah satu tempat yang mereka datangi sebagaimana halnya wisatawan Indonesia lainnya di Singapura adalah Universal Studio yang berada di Pulau Sentosa, Singapura.

Foto bersama alumni Polinema 89 dengan latar Universal Studio, Singapura
Foto bersama alumni Polinema 89 dengan latar Universal Studio, Singapura

Universal Studios Singapura atau USS ini adalah yang pertama kali dibuka di wilayah Asia Tenggara, dan yang kedua di wilayah Asia. Jika di Jakarta ada Dufan Ancol atau Trans Studio yang menyerupai USS ini. Berbeda dengan kedua tempat tersebut, USS memiliki berbagai wahana bertema film-film yang pernah dirilis oleh Universal Studios, seperti Transformers, Madagascar, Shrek dan lain-lain. 

Yuntyas dkk dengan latar Universal Studio, Singapura
Pose Yuntyas dkk dengan latar Universal Studio, Singapura

Selain itu, mereka juga mengunjungi Merlion Park yang menjadi ikon nasional Singapura. Merlion adalah patung dengan kepala singa dan tubuh ikan. Makna dibalik sosok patung unik ini adalah:

  • Tubuh, melambangkan awal Singapura yang sederhana sebagai sebuah desa nelayan yang disebut Temasek, yang berarti 'kota laut' dalam bahasa Jawa Kuno.
  • Kepala, mencerminkan nama asli negara ini, Singapura, atau 'kota singa' dalam bahasa Melayu.

Merlion Park, Singapura
Merlion Park, Singapura
Gambar : pixabay

Posisi Patung Merlion menghadap ke arah timur yang dipercayai membawa kemakmuran sehingga posisi ini dipertahankan bahkan setelah relokasi pada tahun 2002.

Yuntyas di Merlion Park, Singapura
Yuntyas di Merlion Park, Singapura

Itulah sekelumit ulasan ayodolenrek tentang perjalanan wisata sekaligus reuni dari Yuntyas dkk, alumni Polinema 89. 

Sebagai penutup,
“Kebersamaan itu indah.”
Maka, selagi ada kesempatan, mari kita pergunakan waktu kita bersama keluarga, kerabat dan teman-teman dengan melakukan berbagai aktifitas bersama-sama. Makan bersama, bermain bersama, bercanda dan melakukan perjalanan wisata bersama seperti alumni Polinema 89, Malang.

Tunggu apalagi, mari bersama keluarga atau teman-teman jalan-jalan dan kuliner bersama. Ayo dolen rek..

Semoga bermanfaat..

Artikel Reuni Wisata Lainnya :






Menikmati Keindahan Jam Gadang, Bukittinggi, Yang Indah Dan Eksotis

Menikmati Keindahan Jam Gadang, Bukittinggi, Yang Indah Dan Eksotis – Selain kulinernya yang sangat terkenal, Sumatera Barat juga terkenal dengan Jam Gadang yang berada di kota Bukittinggi. Sehingga berkunjung ke Kota Buya Hamka ini terasa belum lengkap jika tidak mengunjungi Jam Gadang.

Begitu juga dengan Bambang DC, ketika melakukan perjalanan dinas ke kota Bukittinggi, maka kesempatan itu tidak disia-siakan. Ia menyempatkan diri mampir untuk melihat Jam Gadang sekaligus menikmati pemandangan alam kota Bukittinggi.

Bambang DC dan Jam Gadang, Bukittinggi
Bambang DC dan Jam Gadang, Bukittinggi

Berikut ini penuturannya kepada ayodolenrek saat berada di kota Bukittinggi dan menikmati keindahan Jam Gadang yang menjadi monument kota ini.

Tentang Jam Gadang, Bukittinggi

Jika kita mengunjungi pusat kota atau alun-alun Bukittinggi, maka akan menemukan sebuah menara jam yang indah dan eksotis. Itulah Jam Gadang, monument kota Bukittinggi. Disebut Jam Gadang karena ukuran jam itu sangat besar sekitar 80 cm sehingga masyarakat Minang memberi nama “Gadang” atau besar.

Tidak hanya jam Gadang saja yang dapat kita nikmati, di sekeliling menara jam ini terdapat Pasar Bawah, Pasar Atas, Plaza Bukittinggi dan Istana Bung Hatta. Pemandangan alam kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan yang berjejer ditengah kota dapat juga kita nikmati dari tempat ini.

Sejarah Jam Gadang

Jam Gadang yang dibangun pada tahun 1826 ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur atau Sekretaris Kota Bukittinggi waktu itu yang bernama Rook Maker. Pembangunan bangunan berbentuk monumen dengan tinggi 26 meter dengan jam di keempat sisinya ini diselesaikan oleh arsitek pribumi Yazin dan Sutan Gigi Ameh.

Monumen ini menghabiskan biaya sebesar 3000 Gulden, jumlah yang cukup besar dan prestisius pada masa itu.

Terjadi penyesuaian sebanyak 3 kali terhadap bentuk atap Jam Gadang sesuai dengan perubahan penguasanya. 
  • Ketika masa penjajahan Belanda, bentuk atapnya bulat dengan patung ayam jantan diatasnya. 
  • Pada waktu Jepang berkuasa mereka mengganti bentuk atapnya seperti atap kelenteng. 
  • Kemudian setelah jaman kemerdekaan Indonesia, bentuk atapnya diubah menjadi bergonjong empat seperti atap rumah adat Minangkabau.

Keunikan lain dari Jam Gadang ini adalah pada penulisan angka penunjuk waktunya. Dimana angka jam empat yang seharusnya dilambangkan dengan hurug Romawi "IV", dituliskan "IIII". Entah itu disengaja dengan tujuan tertentu atau memang satu kesalahan, hal ini masih menjadi misteri.

Jika satu kesalahan, Jam tersebut merupakan hadiah dari Ratu Belanda yang dibuat oleh ahli jam di negeri Paman Sam, Amerika, maka seharusnya kemungkinan kekeliruan tersebut sangatlah kecil. Sehingga muncul kemungkinan adanya faktor kesengajaan yang berujung sebagai tanda atau kode rahasia yang tersembunyi.

Hebatnya lagi, mesin Jam Gadang ini hanya ada dua di dunia. Satunya lagi terpasang di menara Big Ben, Inggris. Adalah Forman, bangsawan Belanda yang terkenal pada masa itu, yang menjadi pembuat dari mesin manual ini. Dan, diberi nama Brixlion.

Waktu Yang Tepat Untuk Menikmati Keindahan Jam Gadang

Pada pagi atau siang hari, saat berkunjung ke Jam Gadang ini, maka kita akan melihat dengan jelas detil bangunan menara nan indah dan menjadi monument Bukittinggi.

Jam Gadang, Bukittinggi Pada Malam Hari
Jam Gadang, Bukittinggi Pada Malam Hari

Namun, jika berkunjung pada malam hari, suasana akan berbeda dimana temaram lampu taman yang berwarna kuning akan membuat suasana di sekitar Jam Gadang  terlihat lebih eksotik dan romantis. Cocok jika berkunjung bersama pasangan kita.

Akhirnya

Itulah ulasan ayodolenrek tentang keindahan Jam Gadang yang menjadi monument kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan nara sumber Bambang DC.

Sebagai penutup,
“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”
Maka, semakin banyak berjalan, kita akan semakin banyak melihat keindahan alam dan budaya masyarakatnya. Sehingga, tunggu apalagi, ayodolenrek …

Semoga bermanfaat..

Wisata Pulau Sumatera Lainnya :




Tari Gandrung Banyuwangi Dalam Remarkable Indonesia Fair 2018

Tari Gandrung Banyuwangi Dalam Remarkable Indonesia Fair 2018 – Popularitas Tari Gandrung dari ujung timur Pulau Jawa tidak hanya di Indonesia saja tapi sudah merambah dunia Internasional. Terbukti, Tarian dari Banyuwangi ini mampu mencuri perhatian 2.000 masyarakat Amerika Serikat dalam acara Remarkable Indonesia Fair 2018 yang diadakan pada 7 Juli 2018 lalu di Chicago, Kentucky, Illinois, dan Minnesota.

Tari Gandrung Banyuwangi Dalam Remarkable Indonesia Fair 2018
Tari Gandrung Banyuwangi
Gambar :cintaindonesia.web.id

Tidak diragukan lagi jika Gandrung Banyuwangi merupakan salah satu seni pertunjukan yang sering ditampilkan dalam berbagai acara, baik nasional maupun internasional.  Tarian khas dari bumi Minak Jinggo ini sering diselenggarakan di Istana Negara dan acara kebudayaan di beberapa negara seperti Jerman, Malaysia, Jepang, Hongkong, Prancis, dan Brunei Darussalam. Ini membuktikan jika Tari Gandrung adalah salah satu tampilan daerah yang disukai berbagai kalangan.

Tari Gandrung Banyuwangi Dalam Remarkable Indonesia Fair 2018
Tari Gandrung Banyuwangi
Gambar : apps.phinemo.com

Penyelenggara acara Indonesia di Remarkable Indonesia Fair 2018 pada tanggal 7 Juli 2018 di Navy Pier, salah satu ikon wisata kota Chicago, adalah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan Indonesian Diaspora Network (IDN).

Tujuan dari RIF 2018 ini adalah untuk melakukan promosi terpadu perdagangan, investasi dan pariwisata yang diperuntukan bagi pengusaha Indonesia, Pemerintah Daerah di Indonesia dan pengusaha diaspora Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk unggulan guna menembus pasar AS.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan,
“Kehadiran kami diharapkan mampu memperkenalkan dan membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan AS ke Banyuwangi.” 

Abdullah Azwar Anas juga menyampaikan jika tampilnya Tari Gandrung Banyuwangi di Amerika ini nantinya turut menjadi pelecut semangat bagi semua kalangan untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mengeksplorasi aneka potensi seni daerah yang dimiliki.

Tari Gandrung Banyuwangi
Tari Gandrung Banyuwangi
Gambar ; DevianArt

Melalui kegiatan tersebut, natinya, Banyuwangi diharapkan dapat turut serta dalam mempromosikan beragam produk unggulan kedaerahan secara maksimal. Seperti halnya batik, handicraft, kuliner, juga pesona alam.

Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan tahunan ini adalah untuk lebih meningkatkan awareness dan mengembangkan nation branding Indonesia kepada publik dan dunia usaha di Chicago dan sekitarnya. Selain berbagai komoditi Indonesia, pada acara ini juga ditampilkan beragam kesenian tradisional Indonesia.

Tari Gandrung Banyuwangi Dalam Remarkable Indonesia Fair 2018
Remarkable Indonesia Fair 2018
Gambar ; www.idn-usa.org


Keistimewaan Remarkable Indonesia Fair 2018 kali ini adalah bersamaan dengan dilaksanakannya peringatan 125 tahun World Columbian Exposition, acara yang merupakan persentuhan perdana publik AS terhadap budaya Indonesia. 

Selain Tari Gandrung Banyuwangi, RIF 2018 ini juga menampilkan rekaan Kampung Jawa lengkap dengan demonstrasi pembuatan batik, pameran batik, wayang, pertunjukan gamelan serta pameran fotografi dengan tema “When Modernity and Traditions Coexist”, yang menampilkan karya ethno-fotografer perempuan Indonesia, Evi Aryati Arbay.

Konjen Indonesia di Amerika Serikat, Rosmalawati Chalid, menjelaskan, 
“Dengan peringatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sejak dulu telah melakukan kontak budaya dengan AS, dan saat ini Indonesia telah mencapai kemajuan yang pesat dibandingkan yang dulu dipamerkan pada tahun 1893. Bangsa Indonesia berhasil memadukan pembangunan dengan nilai-nilai tradisi.” 

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mewakili Indonesia pada kegiatan tahunan ini menampilkan tiga tarian tradisional, yaitu Jaripah, Kembang Goyang, dan Gandrung. Sambutan pengunjung sangat meriah saat menyaksikan seni budaya Indonesia ini.

Tari Gandrung Banyuwangi Dalam Remarkable Indonesia Fair 2018
Tari Gandrung Banyuwangi
Gambar : bali.tribunnews.com

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga telah menghadiri Indonesian Tourism Trade Show (ITTS) untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya kepada sekitar 80 pelaku bisnis pariwisata anggota American Society of Travel Agents.

Uniknya, banyak warga Amerika Serikat yang mencintai kesenian tradisional Indonesia seperti kelompok Friends of the Gamelan dan Chicago Balinese Gamelan yang tampil juga dalam acara ini. Kemudian organisasi yang aktif melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan sirkus di Indonesia  yiatu Circesteem dan Red Nose Foundation, juga tampil memperlihatkan atraksi sirkus di RIF 2018 ini.

Pada penutup acara ini ditampilkan pagelaran fashion show dengan menampilkan karya para desainer muda dari Indonesia yaitu Ning Zulkarnain, Mheja, Nasya Collyer, More to See, Catherine Njoo dan Coreta Louisa. Adapun sponsor dari RIF 2018 adalah Bank BRI New York, Bank BNI New Yorkl, ITPC Chicago, IDN USA, IIPC New York dan Trip Advisor Indonesia.

Masih banyak potensi budaya dan pariwisata di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. Jika kali ini Tari Gandrung dari Banyuwangi, mungkin esok Tari Remong, Reog Ponorogo, Kuda Lumping dan seni budaya lainnya.

Mari bersama-sama kita lestarikan seni budaya di bumi Indonesia.


Lebih Seru Lagi ! Reuni Kost Di Taman Nasional Baluran, Africa Van Java

Reuni Kost Di Taman Nasional Baluran, Africa Van Java – Setelah menikmati keindahan Kawah Ijen, masih dalam rangkaian reuni kost Taman Agung, Malang, Rina dan kawan-kawan mengunjungi Taman Nasional Baluran, Banyuwangi yang dijuluki sebagai Africa Van Java.

Salah satu daya tarik dari Taman Nasional Baluran ini adalah padang savana yang alami seperti yang ada di Afrika yaitu Padang Savana Bekol. Sehingga tidak perlu pergi jauh-jauh ke Negara Afrika, jika ingin menikmati keindahan padang savana karena di Padang Savana Bekol ini sudah menyerupai dengan kondisi disana termasuk segala keindahannya.

Lebih Seru Lagi ! Reuni Kost Di Taman Nasional Baluran, Africa Van Java
Lebih Seru Lagi ! Reuni Kost Di Taman Nasional Baluran,
Africa Van Java
Baca Juga : Seru Dan Menyenangkan Reuni Kost Di Kawah Ijen

Karena keterbatasan waktu dan peserta reuni kost ini hanya traveler ibu-ibu cantik, maka hanya padang Savana Bekol saja yang sempat dikunjungi sedangkan objek-objek wisata lain yang berada di Taman Nasional Baluran tidak sempat mereka datangi. 

Namun, untuk lebih mengenal objek wisata alam di ujung timur pulau Jawa ini lebih dekat, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Taman Nasional Baluran

Julukan sebagai Africa Van Java atau Little Africa, memang pantas disematkan pada Taman Nasional Baluran ini, karena memiliki padang Savana yang sangat luas dengan banyak satwa liarnya. Hewan liar seperti banteng, rusa, ular, kerbau, monyet ekor panjang yang cukup buas, kerbau dan burung merak nan indah, semuanya ada di Taman Baluran ini. 

Dan keberadaan satwa liar ini dilindungi serta menjadi ciri khas dari kawasan konservasi Taman Nasional Baluran.

Gunung Baluran latar Taman Nasional Baluran
Rina dkk dengan latar Gunung Baluran

Gunung Baluran yang berdiri kokoh menjadi latar yang indah dari Taman Nasional Baluran ini sehingga nama Baluran diambil dari nama gunung ini.

Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 25 ribu hektare dan memiliki beberapa jenis hutan, satwa serta tumbuhan. Dimana vegetasi savana merupakan 40%nya dari tumbuhan yang ada di taman nasional ini. 

Julukan sebagai miniatur hutan Indonesia juga disandang Taman Nasional Baluran karena hampir seluruh tipe hutan di Indonesia ada di Baluran ini.

Kekayaan alam dari Taman Baluran ini berupa 44 jenis tumbuhan yang hidup subur,  di antaranya terdapat tumbuhan khas yaitu widoro bukol, mimba dan pilang. Kemudian ada 26 jenis mamalia, seperti banteng, kerbau, ajag, kijang, rusa, macan tutul, dan kucing bakau serta sebanyak 155 jenis burung.

Lokasi Taman Nasional Baluran

Letak Taman Nasional Baluran berada di perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo namun lebih dekat dengan Banyuwangi. Secara administratif terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, namun masyarakat lebih menetahui jika Baluran berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Objek Wisata Lain di Taman Nasional Baluran

Evergreen Forest atau Hutan Hijau Sepanjang Tahun  

Dari gerbang TNB, wisatawan akan memasuki kawasan hutan hijau sepanjang tahun atau lebih dikenal dengan sebutan ‘evergreen forest’, sekitar 5 km jauhnya. Disebut evergreen forest karena hutan ini memang selalu berwarna hijau akibat berada di wilayah cekungan dimana terdapat sungai bawah tanah yang mengalir sehingga tanaman disini tidak pernah kekeringan.

Evergreen Forest, Taman Nasional Baluran
Evergreen Forest, Taman Nasional Baluran
Gambar : www.banyuwangibagus.com

Pemandangan yang sangat indah ketika kita melewati hutan ini seolah melewati sebuah terowongan hijau karena pepohonan tampak rapat dan daunnya tumbuh lebat dengan warna hijau.

Padang Savana Bekol

Kawasan lainnya di Taman Nasional Baluran yang tak kalah menakjubkan adalah padang savana Bekol. Merupakan hamparan padang savana yang sangat luas dan indah, dengan latar pemadangan gunung Baluran yang berdiri kokoh. Dengan luas  sekitar 300 Hektar, Padang  Savana Bekol menjadi padang savana terluas di Pulau Jawa.

Padang Savana Bekol, Taman Nasional Baluran
Reuni Kost di Padang Savana Bekol, Taman Nasional Baluran

Hamparan rumput yang hijau dan sejuk, akan menyambut kita saat memasuki Padang Bekol ini pada musim hujan. Sebaliknya, pada musim kemarau, hamparan rumput tersebut berubah warna menjadi kecoklatan dan kering.

Kebakaran, menjadi fenomena alam yang sering terjadi pada hampir semua wilayah yang berada di Taman Nasional Baluran ini termasuk Padang Savana Bekol. Hal itulah yang membuat padang ini mirip dengan pemandangan padang rumput di gurun Afrika sehingga dijuluki sebagai African Van Java.

Jika beruntung, wisatawan akan menjumpai satwa liar yang kerap menampakkan diri dalam waktu yang lama maupun hanya sebentar. Monyet ekor panjang dan segerombolan rusa liar yang melintas di jalur kendaraan. Terutama monyet ekor panjang yang suka menganggu wisatawan dengan meminta atau mencuri makanan.

Banteng Baluran
Gambar : omnivora-scorpio.blogspot.com

Gerombolan banteng, kadang juga menampakkan diri. Dan, yang paling jarang muncul adalah burung merak dengan ekornya yang indah.

Eksotika Pantai Bama

Tidak jauh dari Padang Savana Bekol, kurang lebih 4 km jaraknya terdapat sebuah pantai yang eksotis dengan pasir hitam, putih, batu pantai yang hitam kecil, atau lereng karang, bergantung daerahnya. 

Namun jangan kaget, jika saat memasuki pantai ini, kita akan disambut oleh gerombolan monyet dengan jumlah yang sangat banyak dan liar. Sehingga kita harus hati-hati dengan menjaga dan menyimpan barang bawaan kita agar tidak direbut oleh monyet-monyet itu.

Monyet-monyet ekor panjang di Baluran
Gambar : www.banyuwangibagus.com

Inilah keistimewaan dari pantai Bama yang tidak akan kita temukan di pantai-pantai lainnya.

Ketika sudah masuk kawasan Pantai Bama, kita akan mendapati fasilitas yang lengkap.  Terdapat kantor, gudang, mushola dan kamar mandi umum serta dua buah bangunan penginapan dan kantin. Area permainan outbound juga terdapat disini.

Pantai Bama, Taman Nasional Baluran
Pantai Bama, Taman Nasional Baluran
Gambar : traveling.bisnis.com

Karena terletak di selat Bali dan letaknya menghadap ke timur, maka Pantai Bama merupakan tempat terbaik untuk melihat pemandangan matahari terbit atau sunrise. Selain itu, wisatawan juga dapat melakukan berbagai aktifitas yang menarik lainnya seperti berkeliling menyusuri pantai lalu menemukan rumah pohon, atau bisa juga menjelajahi hutan Mangrove dan mengunjungi dermaga. 

Snorkling dan main kano mengelilingi perairan laut adalah kegiatan yang sayang untuk dilewatkan di tempat ini.

Saat snorkling, pada kedalaman pantai sekitar 60 cm, kita akan menemukan vegetasi bawah laut yang disebut padang lamun, yaitu sejenis tumbuhan rumput laut yang berdaun panjang. Ketika kita menyelam ke tengah pada kedalaman 3 m, akan terlihat jelas pemandangan beraneka warna terumbu karang, ikan dan hewan air yang unik.

Akhir Reuni Kost Di Taman Nasional Baluran

Meskipun tidak menjelajahi tempat-tempat menarik yang ada di Baluran, namun Rina dkk sudah cukup puas dapat menikmati keindahan Padang Savana Bekol dan mengabadikan kenangan tersebut. Satu kebanggaan tersendiri dapat berada di Padang Savana Bekol yang dijuluki sebagai African Van Java.

Rina di Padang Savana Bekol, Taman Nasional Baluran
Rina di Padang Savana Bekol, Taman Nasional Baluran

Sebagai penutup,
Selain keluarga, sahabat adalah harta yang berharga.
Maka, mari kita jaga persahabatan kita sebaik mungkin dan kalau bisa hingga kita tua nanti. Menikmati keindahan tempat wisata bersama para sahabat dapat semakin mempererat jalinan persahabatan.