Home » » Menengok Leluhur Dan Menikmati Keindahan Taman Surga Bukit Wairinding, Sumba Timur

Menengok Leluhur Dan Menikmati Keindahan Taman Surga Bukit Wairinding, Sumba Timur

Menengok Leluhur Dan Menikmati Keindahan Taman Surga Bukit Wairinding, Sumba – Bukit Wairinding, Sumba Timur, terkenal memiliki keindahan alam yang unik dan eksotik berupa hamparan padang rumput yang menyelimuti perbukitan. Peluang untuk menikmati keindahan Taman Surga di Sumba Timur sekaligus menengok leluhur merupakan kesempatan emas yang jarang dimiliki oleh semua orang.

Adalah Acen, sahabat masa kuliah yang bekerja di BCA Kediri, sebagai nara sumber perjalanan wisata ayodolenrek kali ini. Sebagai seorang karyawati Bank ternama,kesempatan untuk libur dan berwisata bersama keluarga sangat susah dilakukan terlebih lagi saat menjelang Lebaran.

Kesempatan itu datang sesuai dengan rencana cuti yang diambilnya, tepat seminggu setelah Lebaran. Maka, berangkatlah Acen menuju tanah kelahiran suaminya, Sumba Timur, NTT. Tujuan utamanya adalah menjemput kedua anaknya yaitu Febrianti Rambu Anadjawa dan Christian Umbu Nggimuwali yang sedang liburan di tanah kelahiran ayahnya, Manda Nggimuwali, di Waingapu, Sumba Timur.

Acen dan keluarga di Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT
Acen dan keluarga dengan pakaian adat
di Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT

Mumpung berada di tanah Sumba, terbersit keinginan untuk menikmati keindahan Bukit Wairinding yang terkenal sebagai kepingan surga di pulau Komodo ini.
“Sekali tepuk, dua tiga pulau terlampaui.”
Itulah yang dilakukan Acen, wanita cantik yang ramah ini.

Perjalanan wisata sekaligus menengok Leluhur suaminya dilakukan Acen bersama keluarganya. Kebetulan sang suami adalah seorang putera Sumba asli yang sudah mengenal seluk-beluk tanah Sumba sehingga perjalanan mereka tidak memerlukan pemandu wisata lagi.

Dan tujuan utama wisata mereka pertama kali adalah Bukit Wairinding yang dijuluki sebagai Taman Surga di Sumba Timur.

Berikut ini adalah ulasan ayodolenrek tentang perjalanan wisata Acen bersama keluarganya saat mengunjungi Bukit dengan hamparan padang rumput yang unik dan eksotis ini.

Sekilas Tentang Bukit Wairinding, Sumba 

Bukit Wairinding mulai terkenal sejak Mira Lesmana, Sutradara film Pendekar Tongkat Emas, menjadikan perbukitan ini sebagai salah satu lokasi syutingnya. Selain itu, bukit ini juga pernah dijadikan sebagai lokasi syuting video klip lagu “Man Upon The Hill”, salah satu band indie “Stars & And Rabbit” bergenre Folks dari Indonesia.

Putri Sumba dan Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT
Pose cantik dan unik Febrianti Rambu Anadjawa di Bukit Tenau
Kecantikan khas perpaduan China-Sumba dengan hamparan rumput yang indah
Girl Upon The Hill 

Wairinding, satu nama yang membuat bulu kuduk merinding karena keindahan alamnya yang sangat menakjubkan dengan vegetasi padang rumputnya nan luas. Seolah menemukan sekeping surga yang terhampar diantara perbukitan.

Bukit yang terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur ini memiliki lanskap yang begitu elok dan sangat mempesona, hingga membuat mata para wisatawan seolah tak ingin berkedip menatapnya.

Acen dan Putranya di Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT
Acen dan Christian Umbu Nggimuwali di Bukit Tenau

Dari puncak salah satu bukit yang menjadi tempat untuk menikmati keindahan Taman Surga ini akan terlihat hamparan rumput yang menyelimuti perbukitan berpadu dengan indahnya cakrawala yang membentang sepanjang mata memandang.

Acen menikmati keindahan Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT
Acen menikmati keindahan Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT

Bukit Wairinding akan berwarna kuning saat musim kemarau ketika rumput-rumput mulai kering dan layu. Namun, akan berwarna hijau pada musim penghujan saat hamparan rumput itu tumbuh subur.

Kesan yang akan kita tangkap saat mengunjungi Bukit Wairinding di kedua musim tersebut pastinya akan berbeda. Antara Bulan Juli hingga Bulan Oktober, saat datang musim kemarau, maka suasana alam di sana terasa seperti berada di padang rumput Afrika. Namun, pada musim penghujan, suasana alam Bukit Wairinding layaknya berada di perbukitan New Zealand.

Acen dan Febrianti dengan pakaian adat Sumba di Bukit Wairinding
Acen dan Febrianti dengan pakaian adat Sumba di Bukit Tenau

Anda akan merasakan sendiri perbedaan tersebut jika mengunjungi sekeping surga di tanah Sumba ini.

Bagi Anda yang ingin menikmati kesunyian, keheningan dan keindahan yang masih sangat alami, maka Bukit Wairinding adalah pilihan wisata yang tepat.

Dan, keindahan sekeping tanah surga ini akan semakin lengkap dengan munculnya sang Bagaskara di ufuk timur dan tenggelam di peraduannya di barat. Pemandangan sunrise dan sunset di Bukit Wairinding memang diburu oleh wisatawan bahkan mereka rela bermalam di bukit ini.

Pose Febriani dengan latar sunset di Bukit Wairinding
Pose Indah, sepupu Febri dengan latar sunset di Bukit Wairinding

Pemandangan sunset yang indah di Bukit Wairinding, Sumba Timur
Pemandangan sunset yang indah di Bukit Wairinding, Sumba Timur

Pemandangan matahari terbit di Bukit Wairinding yang eksotis
Pemandangan matahari terbenam di Bukit Wairinding yang eksotis

Akses Menuju Bukit Wairinding

Untuk mengunjungi Bukit Wairinding yang berada sekitar 25 km dari pusat Kota Waingapu, wisatawan dapat menggunakan jasa travel, bis umum atau yang lebih mudah dapat menyewa kendaraan bermotor di Waingapu dengan kisaran harga sebagai berikut.

  • Tarif sewa mobil antara Rp. 500.000 – Rp. 600.000 termasuk supirnya
  • Tarif sewa motor sekitar Rp. 100.000 per harinya.

Infra struktur jalan menuju objek wisata ini cukup bagus, sudah beraspal halus meskipun jalannya berkelok-kelok.

Acen dan Febri di Bukit Wairinding pada pagi hari
Acen dan Febri di Bukit Wairinding pada siang hari menjelang sore

Waktu tempuh menuju lokasi wisata ini sekitar 30-45 menit. Sebagai patokan kita sudah sampai di lokasi adalah sebuah warung kecil yang berada di sisi kanan jalan. Dari warung itu, kita dapat memarkirkan kendaraan di lahan parkir yang tersedia di sekitar warung yang sekaligus menjadi tempat tinggal masyarakat setempat. 

Kemudian dari warung ini pula, kita masih harus berjalan kaki mendaki bukit yang berada di belakangnya kurang lebih 500 m.

Tarif Masuk Bukit Wairinding

Untuk menikmati keindahan sekeping surga di tanah Sumba ini, wisatawan tidak dikenakan tarif masuk resmi, namun setiap tamu yang datang disarankan untuk mengisi buku tamu dan memberikan uang sukarela untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat.

Fasilitas di Bukit Wairinding

Belum terdapat fasilitas penunjang apapun yang disediakan di sekitar lokasi wisata ini. Hanya sebuah warung kecil di pinggir jalan saja namun masih belum menyediakankeperluan wisatawan dengan lengkap. 

Sehingga, bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bukit Wairinding sebaiknya membawa bekal makanan sendiri, khususnya minuman karena cuaca di Sumba Timur yang sangat panas terlebih pada siang hari. 

Akhir Perjalanan Wisata Ke Bukit Wairinding

Betapa kayanya Negara kita dengan tempat-tempat wisata yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga kita harus bangga dan turut mempromosikan dan menyebarkan informasi tentang objek-objek wisata ini. Dengan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada maka akan turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Itulah ulasan ayodolenrek tentang perjalanan Acen, puteri Kediri yang menikah dengan putera Sumba, saat mengunjungi Bukit Wairinding, sekeping surga di tanah Sumba.

Sebagai penutup,
“Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai.”
Maka senyampang nyawa masih dikandung badan, mari kita pergunakan waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika ada kesempatan, salah satunya dengan melakukan perjalanan wisata ke seluruh Indonesia atau bahkan dunia bersama keluarga.

Tunggu apalagi, ayo dolen rek..

Semoga bermanfaat..

Artikel Wisata Lainnya :




1 comments: