Home » » Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah

Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah

Wisata Sejarah Ke Candi Gedong Songo, Ungaran – Selain menikmati pemandangan alam di pantai, pegunungan dan objek wisata lainnya, wisata yang mengandung nilai-nilai sejarah juga dapat menjadi pilihan wisata kita. Apalagi jika wisata sejarah tersebut memiliki pemandangan alam yang indah seperti Candi Gedong Songo di Ungaran, Jawa Tengah.

Kita dapat melestarikan nilai-nilai sejarah leluhur kita segaligus menikmati keindahan alamnya. Seperti yang dilakukan mas Chusbianto bersama teman-teman alumni SMP Negeri 2 Malang angkatan 1976 dan sebagian besar juga merupakan alumni SMA Negeri 2 Malang angkatan 80.

Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah
Jalan-jalan Ke Wisata Sejarah Candi Gedong Songo, Ungaran, Jawa Tengah

Nah, untuk lebih mengenal objek wisata sejarah di lereng gunung Ungaran ini, mari kita ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Candi Gedong Songo

Di lereng Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah terdapat objek wisata sejarah berupa kompleks candi yang menyimpan sejarah masa kerajaan dahulu dan memiliki pemandangan alam yang sangat indah yaitu Candi Gedong Songo.

Seperti namanya, “Gedong Songo” yang berarti bangunan berjumlah Sembilan, secara fisik memang terdapat 9 candi yang letaknya terpisah dan tersebar sepanjang lereng Gunung Ungaran.  

Saat memasuki pelataran Candi Songo ini, maka kenangan akan kejayaan kerajaan masa lalu akan memenuhi benak kita. Dan, saat menaiki kuda berkeliling kompleks candi, kita akan merasakan seolah berada pada masa silam dan kita menjadi salah satu pelaku sejarah pada waku itu.

Alumni SMPN 2 Malang di Candi Gedong Songo, Ungaran
Alumni SMPN 2 Malang 1976 di Candi Gedong Songo, Ungaran

Tidak dapat dipungkiri jika keberadaan Candi Gedong Songo merupakan bukti otentik keberadaan leluhur kita pada masa lalu. Sehingga dengan jalan-jalan ke objek wisata sejarah, kita akan menyadari bahwa leluhur kita sudah memiliki peradaban dan budaya yang tinggi. Terbukti dari bentuk arsitektur candi dan tata letaknya yang indah dan menarik serta mengandung kedalaman makna filosofis.

Ketika mengalihkan pandangan dari bangunan candi lalu menatap lingkungan di sekelilingnya, maka akan kita dapati hamparan pohon pinus yang berbaris rapi, terlihat hijau segar menyejukkan mata. Membuat udara menjadi segar penuh daya hidup. Mata air yang mengandung belerang menambah keindahannya.

Pada pagi dan sore hari, kabut tipis yang berasal dari puncak gunung, turun menyelimuti kawasan ini. Saat bagaskara muncul, secara perlahan menyibak selimut kabut yang menutupinya.

Sungguh satu pemandangan alam yang indah.

Karena berada pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut, maka suhu udara di Candi Gedong Songo ini cukup dingin hingga mampu menembus tulang kita.

Sejarah Candi Gedong Songo

Belum diketahui secara pasti tentang kapan berdirinya Candi peninggalan agama Hindu ini. Hingga sekarang masih belum diketahui siapa pendirinya dan pada masa kerajaan apa, bahkan para arkeolog juga belum menemukannya. Dan, sampai saat ini, para arkeolog masih menelitinya.

Mas Chusbianto di Candi Gedong Songo, Ungaran
Mas Chusbianto di Candi Gedong Songo, Ungaran

Menurut peninjauan dari sisi bangunan, bentuk relief dan coraknya, beberapa ahli mengatakan jika Candi Gedong Songo di bangun pada jaman Mataram Kuno yakni pemerintahan dinasti Sanjaya yang beragama Hindu  sekitar abad VIII meskipun belum dipastikan tahun pembangunannya.

Berikut ini adalah kronologis berkaitan dengan penemuan Candi Gedong songo ini.
  • Pada tahun 1740, Candi Gedong Songo baru dimasukkan dalam catatan sejarah Nusantara setelah dikemukakan oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Pada saat itu, Sir raffles menemukan tujuh buah bangunan candi sehingga ia menyebutnya sebagai Candi Gedong Pitu.
  • Seorang arkeolog Belanda yaitu Van Stein Callenfels, pada tahun 1908, menemukan dua candi lainnya di lereng Gunung Ungaran, masih berada dalam area Candi Gedong Pitu, sehingga total candi berjumlah 9. Sejak itu, nama Candi Gedong Pitu berubah menjadi Candi Gedong Songo.
  • Di tahun 1928, Candi Gedong I dan Gedong II telah dilakukan pemugaran yang memakan waktu setahun. Pada tahun 1972, pemerintah Indonesia melakukan pemugaran secara keseluruhan pada Candi Gedong Songo yang memakan waktu hingga 10 tahun. 

Tiket Masuk Candi Gedong Songo

Untuk menikmati keindahan candi dan pemandangan alam di lereng gunung Ungaran ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5.000 untuk dewasa atau 5 tahun ke atas dan Rp 25.000 per orang untuk Wisatawan Asing.

Sedangkan untuk dapat menikmati sensasi berkuda di objek wisata ini, pengunjung  dikenakan tarif sebagai berikut :
  • Wisata Desa untuk wislok Rp 25.000, wisman Rp 35.000
  • Berkuda ke Air Panas untuk wislok Rp 40.000, wisman Rp 60.000
  • Berkuda ke Candi II untuk wislok Rp 30.000, wisman Rp 40.000
  • Paket candi Songo untuk wislok Rp 50.000, wisman Rp 70.000

Akses Menuju Candi Gedong Songo

Perjalanan menuju Candi Gedong Songo ini memerlukan waktu sekitar 40 menit dari kota Ambarawa dengan jalanan menanjak dan memiliki sisi kemiringan yang sangat tajam sehingga pengunjung harus berhati-hati.

Dari objek wisata Bandungan, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit menuju Candi Gedong Songo ini. 
Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
  • Dari Ungaran ke Gedong Songo sekitar 25 km
  • Dari Ambarawa ke Gedong Songo sekitar 15 km
  • Dari Semarang ke Gedong Songo sekitar 45 km

Dari kompleks Candi, kita harus berjalan kaki sejauh 200 meter melalui jalanan menanjak untuk sampai ke Candi Gedung Songo I. Jasa penyewaan kuda berkeliling kawasan Candi Gedong Songo dapat kita manfaatkan apabila kita enggan berjalan kaki.

Mitos dan Legenda Candi Gedong Songo

Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat seputar kisah mistis dibalik Candi Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran ini.

1. Tempat Dasamuka Dikuburkan

Dalam epos Ramayana, disebutkan bahwa Dasamuka atau Rahwana pada akhirnya kalah perang melawan Rama. Namun, karena memiliki ajian Pancasona maka Rahwana tidak dapat mati meskipun berbagai senjata sakti telah melukainya.

Mas Chusbianto bersama istri di Candi Gedong Songo
Mas Chusbianto bersama istri di Candi Gedong Songo

Hingga akhirnya, Anoman menimbunnya dengan sebuah gunung yang membuat Rahwana terkubur hidup-hidup. Masyarakat setempat mempercayai jika gunung yang digunakan untuk menindih tubuh Dasamuka adalah Gunung Ungaran. Karena mereka sering mendengar suara rintihan yang dipercaya sebagai jerit kesakitan sang raja Alengka.

Gejolak perasaan Rahwana ini mempengaruhi pemandian air panas, sehingga masyarakat menandai kemarahannya dengan semakin meningkatnya suhu air yang semakin panas.

Rahwana adalah simbol dari angkara murka sehingga segala kemaksiatan menjadi kegemarannya setiap hari termasuk minum minuman keras. Sehingga ketika ada pengunjung yang membawa minuman keras ke tempat ini, aroma dari minuman keras ini akan membangunkannya.

Ketika ia terbangun akan membuat air di pemandian berubah menjadi semakin panas atau bahkan sampai menimbulkan gempa kecil.

2. Mbah Murdo

Mitos lainnya dibalik Candi Gedong Songo ini adalah adanya sosok mahluk gaib yang dipercaya sebagai penunggu candi. Sosok tersebut dikenal dengan nama Mbah Murdo.

3. Ratu Sima

Mitos berikutnya dibalik Candi di lereng Gunung Ungaran ini adalah Ratu Sima, Ratu dari Kerajaan Kalingga, kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Masyarakat percaya jika Ratu Sima adalah pendiri Candi Gedong Songo ini sebagai tempat semedi dan pemujaan kepada Dewata.

Itulah berbagai versi mitos yang berkembang di masyarakat seputar misteri dibalik Candi Gedong Songo.

Akhir Perjalanan Ke Candi Gedong Songo

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.”
Jika bukan kita, lalu siapa lagi? Apakah kita mau budaya dan warisan leluhur kita diakui oleh bangsa lain? Tentunya tidak.

Alumni SMPN 2 Malang 1976 di pelataran Candi Gedong Songo, Ungaran
Alumni SMPN 2 Malang 1976 di pelataran Candi Gedong Songo, Ungaran

Sehingga mari kita lestarikan budaya warisan para leluhur ini dengan menjaga dan turut melestarikan nilai-nilai sejarahnya lalu mengenalkan kepada anak cucu kita. Dengan jalan-jalan ke tempat wisata sejarah, minimal kita mengenal dan mengetahui keberadaan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama. Ayo dolen rek..

Semoga bermanfaat..

Objek Wisata Sejarah Lainnya :



2 comments: