Home » » 5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018

5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018

5 Tradisi Unik Di Indonesia Saat Terjadi Gerhana Bulan – Pada tanggal 28 Juli 2018, kita dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total terlama sepanjang sejarah 100 tahun terakhir. Satu kesempatan langka. Namun, bagi masyarakat Indonesia yang memiliki mitos seputar gerhana bulan akan menggelar ritual yang sudah menjadi tradisi turun temurun ini.

5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018
Gerhana Bulan

Bagi mereka, apa yang terjadi pada alam semesta atau makro kosmos akan berpengaruh pada kehidupan manusia atau mikro kosmos sehingga melalui tradisi ini mereka memanjatkan doa kepada Penguasa Alam Raya agar terhindar dari bencana dan mala petaka.

Untuk menambah wawasan dan mengingatkan kembali tradisi-tradisi tersebut, berikut ini adalah ulasan ayodolenrek.

5 Tradisi Unik Di Indonesia Saat Terjadi Gerhana Bulan

1. Tradisi Menumbuk Lesung Di Jawa

Bagi masyarakat Jawa, purnama adalah penerang alam semesta pada malam hari sehingga ketika matahari berada di peraduannya, alam tidak sepenuhnya gelap. Namun, fenomena gerhana bulan dianggap sebagai perbuatan raksasa jahat yakni Batara Kala yang hendak menelan bulan dan membuat alam menjadi gelap gulita.

5 Tradisi Unik Di Indonesia Menyambut Gerhana Bulan Total Juli 2018
Tradisi Menumbuk Lesung Di Jawa

Sehingga dengan melakukan tradisi menumbuk atau memukul lesung padi, dipercaya dapat mengusir Batara Kala sehingga melepaskan kembali bulan yang sudah ditelannya.

2. Tradisi Nasi Liwet Untuk Perempuan hamil Di Jawa

Tradisi lain dari masyarakat Jawa yang unik dan menarik adalah tradisi liwetan atau membuat nasi Liwet bagi keluarga atau warga desa yang hamil.

Pada saat terjadi gerhana bulan, orangtua atau kerabat dari ibu hamil akan menanak nasi liwet. Kemudian tepat pada saat terjadi gerhana, sang ibu hamil diminta untuk bersembunyi ke kolong tempat tidur sebanyak tiga kali dengan menggigit pecahan genteng.

Kepada anak-anak yang hadir pada acara ini, sesepuh desa menyuruhnya untuk bergelantungan di atas pohon yang berada di halaman dengan harapan adanya anak yang bergelantungan di pohon itu dapat membuat bayi yang dikandung nantinya akan lahir dengan sempurna dan tanpa cacat.

3. Tradisi Memukul Kentongan atau Gong pada Masyarakat Dayak

Hampir sama dengan tradisi masyarakat Jawa, suku Dayak juga menganggap fenomena gerhana bulan disebabkan oleh mahluk gaib yang disebut “Ruhu”. Maka, mereka memukul kentongan, gong atau bebunyian lainnya agar mahluk gaib tersebut segera melepaskan sang purnama.

Sementara suku Dayak lainnya yakni Dayak Ngaju, saat terjadi gerhana bulan, mereka memukul-mukul atau menggoyang batang pohon buah-buahan dengan tujuan membangkitkan “Gana”, yaitu roh dari pohon tersebut sehingga pohon tersebut berbuah lebat.

4. Tradisi Memukul Kentongan Pada Masyarakat Tidore

Berbeda nama dan berbeda pula tempatnya namun bertujuan sama. Itulah tradisi “Dolo-dolo” yang dilakukan oleh masyarakat Tidore. Tradisi memukul kentongan yang terbuat dari bambu secara bersamaan agar raksasa yang menelan bulan segera melepaskannya.

5. Tradisi Mencuri Beras Tetangga Suku Bugis

Ini yang sangat unik dan menarik. Di saat orang lain terpana menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi ini, masyarakat suku Bugis khususnya yang berada di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, akan berusaha mencuri segenggam beras milik tetangganya.

Karena sudah menjadi tradisi yang turun temurun, sang tetangga pun tidak merasa dirugikan meskipun berasnya dicuri. Dan, sang tetangga juga melakukan hal yang sama kepada tetangga lainnya.

Menurut kepercayaan mereka, segenggam beras hasil curian tersebut diolah menjadi bedak. Dan, bedak tersebut dipercaya dapat mempercantik wajah pemakainya.


Sebagai penutup,
“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”
Jika ingin mengetahui berbagai tradisi unik dan menarik lainnya maka mari jalan-jalan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

2 comments:

  1. Wah ternyata banyak tradisi aneh2 yg blm saya ketahui.....

    ReplyDelete
  2. Aduh....kalau aku nyuri berasnya ya gak segenggam.....sekarung lebih mantap....mumpung dihalalkan

    ReplyDelete