Home » » Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina  - Pencak Silat adalah seni bela diri asli Nusantara yang berkembang sejak jaman kerajaan dahulu, mulai dari Mataram Kuno hingga Majapahit. Namun, semenjak runtuhnya kerajaan Majapahit, banyak warisan budaya maupun pusaka leluhur yang turut lenyap dari perbendaharaan sejarah. Salah satunya adalah aliran bela diri yang bernama Sundang Majapahit.

Bela diri Asli Majapahit
Sundang Majapahit, Bela diri pasukan Majapahit
Gambar : idsejarah.net

Hingga sekarang di Indonesia, aliran pencak silat yang tercatat di organisasi IPSI tidak ada yang bernama Sundang Majapahit. Namun, di negeri tetangga Filiphina justru aliran bela diri ini sangat populer hingga menjadi salah satu teknik bela diri yang wajib dikuasai oleh petugas kepolisian di sana dengan nama Kali Majapahit.

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Kali Majapahit, Populer di Filiphina
Gambar : Boombastis.com

Hingga detik ini, aliran bela diri warisan kerajaan Majapahit ini menjadi olahraga bela diri yang sangat populer dan menjadi ciri khas negara Filiphina.

Sungguh Ironis ! Terlupakan di negeri asalnya namun terkenal di negeri lain.

Apakah negara Filiphina mencurinya dari Indonesia? Tidak. Tapi perjalanan sejarah yang membawa aliran bela diri ini masuk ke negeri Ferdinand Marcos melalui Kerajaan Sulu yang kala itu di bawah kekuasaan Majapahit.

Nah, biar gak salah paham, silahkan minum Milagros dulu biar lebih fokus lalu mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini. 

Sejarah Sundang atau Kali Majapahit 

Bila kita berfikir jika kejayaan kerajaan Majapahit  hanya rekaan saja, sungguh sangat disayangkan, terlebih lagi jika yang berfikir itu adalah anak bangsa Indonesia sendiri. Karena,
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawan dan Leluhurnya.”
Mari kita camkan dalam benak kita, jika Nusantara atau Majapahit adalah cikal bakal dari negeri Indonesia yang kita cintai ini. Pada masanya, Majapahit adalah  kerajaan terbesar di Nusantara ini dengan wilayah kekuasaan yang cukup luas hingga mencakup berbagai wilayah yang kini telah menjadi negara tersendiri seperti Laos, Kamboja, Malaya dan Filiphina.

Wilayah kerajaan Majapahit
Wilayah kerajaan Majapahit
Gambar : Historiana

Dan, Majapahit banyak meninggalkan warisan budaya yang tersebar ke negeri seberang termasuk Filiphina. Salah satunya adalah warisan ilmu bela diri Sundang Majapahit.

Adalah Mahesa Anabrang, Senopati perang kerajaan Singhasari yang dikirim ke manca negara dalam Ekspedisi Pamalayu, yang mengenalkan pertama kali seni bela diri Sundang Majapahit.

Dalam buku “Senopati Pamungkas” karya Arswendo Atmowiloto, disebutkan jika pada masa Kerajaan Singhasari dibawah pimpinan Raja Kertanegara, telah membentuk satu kesatuan khusus yang digembleng dengan berbagai ilmu bela diri, tata negara dan keprajuritan dengan nama “Satria Pingitan.

Dan, Mahesa Anabrang adalah salah satunya. Sehingga jika dikatakan Sundang Majapahit berasal dari kerajaan Singhasari adalah sangat beralasan karena Anabrang adalah gemblengan senopati pada masa kerajaan Singhasari berdiri.

Mahesa Anabrang Laksamana Laut Singhasari
Ilustrasi Mahesa Anabrang Laksamana Laut Singhasari
Gambar : Indocropcircles

Namun, karena melaksanakan tugas dalam Ekspedisi Pamalayu, Mahisa Anabrang tidak mengetahui jika Singhasari telah runtuh di saat para senopati perangnya dikirim ke manca negara. Jayakatwang memanfaatkan kemarahan Pasukan Tartar untuk menguasai kerajaan Singhasari yang sedang ditinggalkan oleh para senopati perangnya.

Sepulang dari Pamalayu, Mahesa Anabrang tidak mendapatkan lagi kerajaan Singhasari sehingga ia menemui Raden Wijaya, pewaris kerajaan Singosari yang telah mendirikan kerajaan baru bernama Majapahit. Maka sejak saat itu, Mahisa Anabrang bergabung dalam kerajaan Majapahit.

Kemudian, Mahesa Anabrang mendapatkan tugas untuk memadamkan pemberontakan Ranggalawe. Terjadilah perang tanding antara dua teman seperjuangan ini, dalam pertempuran tersebut, Anabrang berhasil mengalahkan Ranggalawe, namun akhirnya ia sendiri terbunuh oleh Lembu Sora, paman Ranggalawe yang menuntut balas. 

Akan tetapi, sebelumnya, Mahesa Anabrang telah mewariskan ilmu bela diri yang dimilikinya  pada keturunannya yakni Mahesa Teruna atau lebih dikenal dengan nama Adityawarman. Kemudian, Adityawarman menggabungkan seni bela diri militer yang dimiliki oleh Kerajaan Singasari itu dengan bela diri dari Kerajaan Dharmasraya sehingga seni bela diri inilah yang akhirnya bernama Sundang Majapahit.

Perjalanan Sundang Majapahit Dari Nusantara Sampai ke Filipina

Setelah tewasnya Mahesa Anabrang, Adityawarman yang juga adalah penguasa Kerajaan Malayapura dengan ibukota di Dharmasraya, negara dibawah kekuasaan Majapahit, yang mengajarkan seni bela diri ini kepada para prajuritnya. 

Kemudian berkembang hingga ke kerajaan-kerajaan yang masih dibawah kekuasaan Majapahit seperti Riau, Semenanjung Melayu, Bugis, Wajo dan Sulu atau Mindanau, Filiphina.

Mengutip dari laman historia.id, Mark V.Wiley mengatakan jika penyebaran seni bela diri Sundang Majapahit ini berasal dari migrasi orang-orang Melayu ke wilayah Filipina bagian selatan, tengah dan utara pada abad ke 14.

Ketika kerajaan Majapahit runtuh, Sundang Majapahit sebagai seni bela diri para prajuritnya, secara perlahan hilang, sementara di Mindanau, Filiphina,  seni bela diri ini berkembang pesat dalam kehidupan masyarakatnya hingga sekarang ini.

Nama Sundang Majapahit berubah menjadi Kali Majapahit. Hal ini diakui oleh Fred Edvard, seorang praktisi Kali Majapahit yang menyatakan jika Kali Majapahit memang berakar dari Kerajaan Majapahit Kuno, kemudian berpadu dengan  budaya Filipina.

Ilustrasi Mahesa Anabrang
Ilustrasi Mahesa Anabrang
Gambar : indocropcircles

Sesuai dengan perjalanan Mahesa Anabrang ke manca negara, maka selain pencak silat terdapat unsur bela diri lain dari negeri yang pernah disinggahinya seperti Muaythai, Hakka Kuntao serta Chen Taijin Quan. 

Kemudian, Kali Majapahit mengalami perkembangan sehingga muncul aliran baru dengan nama Eskrima yang berakar dari kata Esgrima, dalam Bahasa Spanyol berarti anggar atau pedang. Selanjutnya, Kali Majapahit menjadi salah satu seni bela diri yang makin digemari hingga sekarang.

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Gambar : mediumpress

Perkembangannya semakin meluas, tidak hanya warga Filiphina saja namun warga negara asing seperti Perancis juga menyukai olahraga ini. Dan, di Filiphina, Kali Majapahit menjadi satu dari sekian jenis bela diri yang harus dikuasai oleh pasukan khusus militer dan kepolisian Filipina.

Keistimewaan Bela Diri Kali Majapahit

Kali Majapahit merupakan teknik bela diri yang sangat mematikan, mengingat seni bela diri ini berasal dari Majapahit, kerajaan besar dengan pasukan militer yang kuat dan gagah perkasa. Hanya pasukan elit dalam militer Kerajaan Majapahit, yakni mereka yang berada dalam jajaran pasukan terbaik kerajaan yang dapat mempelajari  teknik bela diri Sundang Majapahit ini.

Teknik pertarungan yang digunakan adalah kombinasi teknik patahan dengan beberapa senjata, seperti pedang dan keris. Maka, bukan tidak mungkin apabila lawan bisa dikalahkan dalam waktu yang cukup singkat.

Sundang Majapahit, Bela Diri Warisan Majapahit Yang Populer Di Filiphina
Kali Majapahit
Gambar : Goodnewsfromindonesia.com

Sebagai bela diri khusus untuk pasukan elite Majapahit, maka Sundang Majapahit memiliki kelengkapan unsur, mulai dari cara bertahan, cara menyerang, penaklukan, penyusupan serta perlindungan.

Kelima unsur tersebut diberi nama sesuai sifat alam semesta dimana Sundang Gunung digunakan untuk kemampuan pertahanan, lalu untuk menyerang dan menaklukan, dinamakan Sundang Kali dan Sundang Laut. 

Sedangkan teknik penyusupan, diberi nama Sundang Angin  serta kemampuan untuk melindungi raja dan keluarganya disebut teknik Sundang Matahari. Kombinasi senjata pedang dan keris di kedua tangan, menjadikan seseorang yang menguasai kelima teknik Sundang ini akan menjadi tidak terkalahkan dalam pertarungan.

Penutup

Itulah ulasan ayodolenrek tentang salah satu warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia berupa seni bela diri bernama Sundang Majapahit yang tidak dikenal di negara asalnya tapi terkenal di negara Filipihina.

Satu pertanyaan yang mengusik dalam hati, 
“Benarkah seni bela diri Sundang Majapahit sudah hilang di Indonesia?”
Jika benar, memang sangat disayangkan. Akan tetapi, Senopati Perang pada jaman kerajaan Singhasari cukup banyak, tidak hanya Mahesa Anabrang saja melainkan banyak Senopati lainnya yang tidak tercatat dalam sejarah. Sehingga kemungkinan, seni bela diri Sundang Majapahit ini juga dikuasainya namun tidak diajarkan secara terbuka melainkan diturunkan kepada anak-cucunya.

Semoga warisan budaya adiluhung ini masih tetap ada di bumi Nusantara ini. Entah kapan, akan muncul seni bela diri Sundang Majapahit yang asli?



5 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Sungguh sangat disayangkan...
    Siapa yang harus bertanggun jawab kalo sampe di " PATEN "kan olwh Pilipina ?😢😢u

    ReplyDelete
  3. Sungguh sangat disayangkan...
    Siapa yang harus bertanggun jawab kalo sampe di " PATEN "kan olwh Pilipina ?😢😢

    ReplyDelete