Festival Kampung Cempluk 2018 : Sederhana Tapi Penuh Pesona

Festival Kampung Cempluk 2018 : Sederhana Tapi Penuh Pesona – Bagi generasi milenial, nama “cempluk” mungkin tidak dikenal. Namun berbeda dengan generasi terdahulu dimana listrik merupakan satu kebutuhan mewah, cempluk adalah alat penerangan yang digunakan hampir di setiap rumah terutama daerah pedesaan. Begitu pula dengan dusun Sumber rejo, desa Kalisongo, kecamatan Dau, Malang.

Sehingga untuk mengenang kembali masa-masa itu, setiap tahun di desa Sumber rejo, diadakan Festival Kampung Cempluk. Tahun 2018 ini merupakan kali yang ke delapan. Acara di buka pada tanggal 23 Sampai 27 September 2018 dimulai sejak pukul 17.00 sore hingga 22.00 WIB.

Rita bersama ibunda di Festival Kampung Cempluk 2018
Rita bersama ibunda di Festival Kampung Cempluk 2018

Tujuan diadakannya festival ini adalah untuk terus mempertahankan budaya dan menjadikannya sebagai benteng dari arus globalisasi sekaligus memberdayakan desa Kalisongo sebagai Kampung Cempluk  tanpa mengubah warna aslinya.

Festival Kampung Cempluk 2018 dibuka dengan pawai budaya dan ditutup dengan acara selamatan bersih desa.

Selain kegiatan budaya dan sastra seperti Pentas Kampung Cempluk, Cempluk Bersastra, Wahana Budaya, Zona Foto dan Permainan Tradisional, yang tak kalah menariknya adalah sajian kuliner khas tempo dulu.

Kuliner tempo dulu di Festival Kampung Cempluk 2018
Kuliner tempo dulu di Festival Kampung Cempluk 2018

Mbothe dan Tebu sundukan di Fastival Kampung Cempluk 2018
Mbothe dan Tebu sundukan di Fastival Kampung Cempluk 2018

Makanan alami yang jauh dari sentuhan modernisasi seperti telo godok, kedele, sate tebu atau tebu sundukan, cenill, lopis, tiwul, gatot dan lain-lainnya tersedia di festival tahunan ini dan semuanya disajikan dalam temaram gubuk desa.

Perut Ayam, Kucur dan Onde-onde di Festival Kampung Cempluk 2018
Perut Ayam, Kucur dan Onde-onde di Festival Kampung Cempluk 2018

Dadar jagung, mendol dan Gudeg di Festival Kampung Cempluk 2018
Dadar jagung, mendol dan Gudeg di Festival Kampung Cempluk 2018

Gulali atau Glali di Festival Kampung Cempluk 2018
Penjual Gulali atau Glali di Festival Kampung Cempluk 2018

Makanan anak-anak tempo dulu juga ada seperti Glalii, permen dari gula hasil olahan sendiri yang di warnai hijau dan merah lalu dibentuk dengan cetakan kayu sehingga menjadi bentuk bunga, burung, dan lain-lain. 

Sangat unik dan menarik.

Demi mengenang masa-masa dimana tradisi, makanan tempo dulu dan penggunaan lampu cempluk masih marak dipakai masyarakat pedesaan, Rita bersama Ibunya mengunjungi Festival Kampung Cempluk 2018 di desa Sumberjo, Kalisongo, Dau, Malang.

Rita di Festival Kampung Cempluk 2018
Rita di Festival Kampung Cempluk 2018

Sebagai orang yang pernah merasakan indahnya masa lalu, mengunjungi Festival Kampung Cempluk 2018 ini seolah membangkitkan kembali memori tempo dulu yang hampir terlupakan. Bagi para jelita atau jelang lima puluh tahun, pada umumnya pernah merasakan belajar menggunakan lampu cempluk, bermain dengan lumpur sawah dan mainan tradisional lainnya serta menikmati bermain dibawah terangnya rembulan.

Ibunda Rita di estival Kampung Cempluk 2018
Ibunda Rita di estival Kampung Cempluk 2018

Satu kenangan indah yang tak dapat dilupakan meskipun jaman telah berubah.

Festival Kampung Cempluk 2018 telah usai dan diakhir dengan acara bersih desa. Namun, apa yang disajikan dalam festival ini, mampu membangkitkan kembali kenangan masa lalu bersama lampu cempluk.

Semoga bermanfaat..


Asiknya Rame Rame Menikmati Keunikan Cokelat Klasik Café Sulfat

Asiknya Rame Rame Menikmati Keunikan Cokelat Klasik Café Sulfat – Setelah sukses di beberapa kota dan cabang di kawasan Joyo Agung dan Dieng, maka Cokelat Klasik Café sejak tanggal 18 Agustus 2018 membuka cabang baru di kawasan Sulfat, Sawojajar, Malang. Maka, sebagai warga Sawojajar, Indah bersama teman-teman alumni smanda88 tidak mau ketinggalan untuk ikut rame-rame menikmati keunikan Cokelat Klasik Café ini.

Asiknya Rame Rame Menikmati Keunikan Cokelat Klasik Café Sulfat
Indah dan Yuntyas di Cokelat Klasik Cae, Sulfat, Malang

Memasuki area Cokelat Klasik Café, tempat parkir yang luas dan tertata rapi, halaman yang luas dengan taman yang indah serta kerlap kerlip lampu, menyambut kedatangan kami. Melihat tempat yang unik dan indah ini, maka naluri model era 80an seolah bangkit lalu berfoto bersama di halaman depan café ini.

Asiknya Rame Rame Menikmati Keunikan Cokelat Klasik Café Sulfat
Pose bersama ala model 80an di Cokelat Klasik Cafe, Sulfat, Malang

Cokelat Klasik Café mengusung konsep semi permanen dengan luas lahan sekitar 3.200 meter persegi maka café ini dapat memuat sekitar 500 orang. Selain lokasinya yang berada ditengah kota sehingga mudah dijangkau, Cokelat Klasik Café juga memiliki view yang bagus terutama di halaman luar lantai atasnya dengan udara terbuka.

Lantai dasar Cokelat Klasik Café Sulfat
Lantai dasar Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang

Lantai bawah Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang
Lantai bawah Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang

Lantai atas Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang
Lantai atas Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang

Namun sayang, pada saat musim hujan tiba, lantai atas itu tidak bisa ditempati karena tidak ada atapnya, kecuali jika kita mau hujan-hujanan. 

Fasilitas lainnya yang disediakan untuk pengunjung adalah wifi, playground dan juga hall dengan kapasitas sekitar 200 sampai 300 orang. Melihat besarnya kapasitas hall ini, nampaknya area ini akan dapat digunakan untuk pertemuan, pesta pernikahan atau acara besar lainnya.

Pengunjung Cokelat Klasik Cafe di lantai atas
Pengunjung Cokelat Klasik Cafe di lantai atas

Jika dilihat dari para pengunjung yang datang ke café ini, sepertinya pihak pengelolah membidik pasar pelajar, mahasiswa dan keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama. Kami pun merasa agak sedikit canggung ketika menyadari pengunjung di sekeliling kami adalah pasangan muda-mudi dan keluarga. Namun, sebagai pecinta kuliner dan objek wisata baru, kami berusaha menyesuaikan diri.

Indah dkk di Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang
Indah dkk di Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang

Sajian menu di Cokelat Klasik Café terdapat banyak pilihan mulai dari snack hingga makanan berat. Dan sebagai minuman andalan adalah Cokelat Klasik seperti Ice Choco Original dan Hot Chocolate Original dengan harga mulai dari Rp 6 ribu sampai Rp 30 ribu. Sedangkan makanan yang banyak dicari adalah Lalap Malangan dengan harga Rp 11 ribu hingga menu ayam geprek seharga Rp 19,5 ribu. 

Untuk makanan ringan adalah Banana Bread yang dibanderol Rp 11,5 ribu dan Pancake dengan harga Rp 22 ribu.

Indah dkk di Cokelat Klasik Cafe Sulfat, Malang
Indah, Fatchul dan Qomariah di Cokelat Klasik Café Sulfat

Setelah puas menikmati keunikan, suasana yang cozy dan mencicipi kuliner Cokelat Klasik Café, maka kami pun pulang dengan membawa keinginan kembali lagi bersama keluarga atau teman-teman lainnya.

Itulah sekelumit ulasan ayodolenrek tentang asiknya rame-rame bersama teman-teman menikmati keunikan Cokelat Klasik Café yang berada di kawasan Sulfat, Malang.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..


Menikmati Kehangatan STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire

Menikmati Kehangatan STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire – Jika pada umumnya kita menikmati kehangatan STMJ di warung, cafe atau stand di pinggir jalan, maka berbeda dengan STMJ dan Wedang Uwuh yang berada di jalan Candi Mendut, Malang ini. Disini, sambil menikmati hangatnya STMJ atau Wedang Uwuh, kita bisa melihat berbagai desain kaos unik dengan label “LIFE WIRE”.

Menikmati Kehangatan STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire
Menikmati Kehangatan STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire

Sebelumnya, Ruko ini hanya digunakan untuk berjualan kaos Lifewire saja. Namun, Epick, sang pemilik, menangkap adanya peluang usaha lainnya dengan membuka warung STMJ dan Wedang Uwuh. Lokasinya yang berada di pinggir jalan yang banyak dilalui oleh banyak orang terutama mahasiswa menjadi salah satu pertimbangan untuk mengoptimalkan tempat usahanya ini.

Menikmati Kehangatan STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire

Dengan kemampuannya meracik STMJ dan Wedang Uwuh dengan berbagai varian termasuk memadukannya dengan kopi murni hasil olahan Toko Kopi Koopen, Malang, Pria gagah yang juga seorang gitaris ini, yakin akan dapat memberikan sajian dengan citarasa unik dan berkhasiat bagi kesehatan para pelanggannya.

Display kaos Lifewire
Ruang display kaos "Life wire" di Kedai Epick

Tanpa meninggalkan usaha yang telah lama digelutinya yaitu produksi berbagai kaos terutama pesanan dengan label Lifewire, Epick memadukan usaha kaos dengan warung STMJ dan Wedang Uwuhnya. Sehingga pelanggan yang akan menikmati STMJ atau Wedang Uwuh juga dapat melihat-lihat aneka desain kaosnya, demikian pula sebaliknya.

STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire
Epick (kiri) bersama Matt Dolan
Menikmati STMJ Dan Wedang Uwuh Sambil Memilih Kaos Lifewire

Satu terobosan usaha yang menarik dan membutuhkan kreativitas yang tinggi. Dengan demikian, Epick harus menciptakan desain-desain kaos baru yang akan menjadi daya tarik bagi pelanggan dan juga para penikmat STMJ atau Wedang Uwuh.

Keistimewaan STMJ di kedai Epick adalah variasi bahan yang digunakan. Tidak hanya Susu, telor, madu dan jahe saja melainkan menggunakan bahan-bahan lainnya seperti coklat, rempah dan kopi Robusta. Selain itu STMJ Epik dapat disajikan panas maupun dingin seperti terlihat pada menu berikut ini.

Menu pilihan di STMJ dan Wedang Uwuh
Menu pilihan di STMJ dan Wedang Uwuh

Sementara, Wedang Uwuh, minuman yang biasa kita temukan di propinsi Jawa Tengah, juga merupakan minuman dengan citarasa unik serta memiliki kandungan zat-zat yang sangat baik bagi kesehatan kita. Konon dahulu, Wedang Uwuh hanya disajikan untuk para bangsawan di lingkungan keraton Jogyakarta Hadiningrat saja.

Tidak hanya STMJ dan Wedang Uwuh saja, Epick juga melayani pemesanan Kaos / Kemeja dan Jaket Komunitas dengan standart kualitas distro.

Nah, tunggu apalagi gaess? Mari kunjungi kedai STMJ Wedang Uwuh yang ada di jalan terusan Candi Mendut kavling 2, Malang.

Toko Kopi Koopen, Malang : Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa

Toko Kopi Koopen, Malang : Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa – Satu lagi yang terbaru di kota Malang, sebuah café unik dan menarik yang mengusung konsep sebuah toko khusus kopi yang berasal dari para petani kopi di berbagai daerah di Malang Raya. Koopen, sebuah nama dari bahasa Belanda yang artinya kopi. 

Secara historis, kota Malang memang memiliki kedekatan hubungan dengan negara Belanda, karena pada masa lalu, VOC pernah menguasai kota Malang tercinta ini. Sehingga tidak hanya meninggalkan bangunan-bangunan saja tapi banyak juga warga Belanda yang menetap di kota dingin ini.

Toko Kopi Koopen, Malang : Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa
Toko Kopi Koopen, Malang : Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa

Sehingga Ipong, pemilik toko kopi ini, memilih nama Koopen, dari bahasa Belanda sebagai nama kedainya karena mengandung makna histori yang erat kaitannya dengan kota Malang. Bahkan sampai sekarang, banyak warga Belanda yang berkunjung ke kota Malang baik sekedar jalan-jalan maupun silaturahmi dengan keluarganya.

Warga Belanda di Toko Kopi Koopen
Ipong bersama dua warga Belanda di Toko Kopi Koopen

Toko kopi Koopen berada di salah satu sudut perempatan Jalan Trunojoyo atau lebih dikenal dengan sebutan Klojen.  Sebuah tempat strategis di pinggir jalan dengan ruang parkir yang luas, aman dan nyaman serta mudah dijangkau.

Tidak hanya itu, Toko Kopi Koopen juga sangat dekat letaknya dengan Stasiun Kereta Api Kota Baru, Balaikota Malang dan Alun-alun Tugu. Maka, sambil melakukan berbagai aktifitas di daerah ini, anda dapat menjajal citarasa kopi khas Malang di kedai ini.

Aneka ragam kopi di Toko Kopi Koopen, Malang
Aneka ragam kopi di Toko Kopi Koopen, Malang

Sebagai salah satu kota yang menjadi destinasi wisata baik warga Jawa Timur, Indonesia maupun manca negara, Malang memiliki banyak café atau kedai-kedai kopi yang tersebar di berbagai daerah dengan keunikannya masing-masing. Namun, Anda akan merasakan sensasi rasa yang berbeda ketika mencoba kopi di Koopen.

Karena ditempat ini, kita bisa merasakan kopi yang fresh dan memiliki citarasa murni. Dimana para pelanggan dapat memilih jenis kopi yang disukai masih dalam bentuk biji-bijian lalu digiling langsung ditempat ini dan selanjutnya terserah keinginan kita. Mau dinikmati sambil ngobrol,  mendengarkan musik atau dibawa pulang. 

Jenis Kopi dalam bentuk biji di Toko Kopi Koopen
Jenis Kopi dalam bentuk biji di Toko Kopi Koopen, Malang

Terdapat banyak ragam kopi di Koopen seperti Robusta, Arabica dan lain-lain. Uniknya, masing-masing jenis kopi diberi nama sesuai dengan daerah tempatnya ditanam, seperti Robusta Pronojiwo, Robusta Dampit dan lain sebagainya.

Proses pengolahan kopi di Koopen, Malang
Proses pengolahan kopi di Koopen, Malang

Selain dapat menikmati citarasa kopi murni, di Toko Kopi Koopen ini, kita dapat belajar berbagai hal tentang kopi mulai dari budidaya hingga pengolahannya sehingga menjadi biji-biji kopi dengan citarasa unik dan sensasional.

Ipong, Pemilik Toko Kopi Koopen, Malang
Ipong, Pemilik Toko Kopi Koopen, Malang

Ipong, pemilik Koopen adalah seorang aktivis dunia kopi di Malang. Alumnus SMA Negeri 1 Tugu Malang dan Fakultas Ekonomi, UNEJ ini aktif dalam kegiatan pemberdayaan petani kopi di berbagai daerah dan pernah mendirikan sekolah bagi para barista bekerjasama dengan Rembug Pawon. Sehingga pengetahuan, ketrampilan dan keahliannya dalam meracik kopi yang nikmat, sudah tidak diragukan lagi.

Foto-foto di Toko Kopi Koopen

Berikut ini adalah beberapa foto-foto yang diabadikan di Toko Kopi Koopen.

Sesuai namanya yang berasal dari bahasa Belanda, toko kopi Koopen banyak menarik wisatawan dari negeri Belanda, seperti foto berikut ini.

Turis Belanda di Toko Kopi Koopen
Ipong bersama turis Belanda di Koopen

Wisman Belanda di Toko Kopi Koopen
Semakin banyak wisman Belanda yang datang ke Koopen
Selain wisatawan mancanegara, umum dan penggermar kopi, Toko Kopi Koopen juga menjadi tujuan hangout teman-teman baik teman SD, SMP, SMA maupun Kuliah.

Ipong dan Fery di Koopen
Ipong dan Fery Ja Fargo

Fery Ja Fargo di Koopen
Fery Feriansyah Ja Fargo di Koopen

Persiapan buka toko
Persiapan buka toko

Alumni SMPN 2 Malang di Koopen
Alumni SMPN 2 Malang di Koopen

Toko Kopi Koopen, Malang : Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa
Toko Kopi Koopen, Malang : Memang Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa

Penutup

Itulah sekelumit ulasan ayodolenrek tentang Toko Kopi Koopen, yang terbukti bukan sekedar kedai kopi biasa.

Maka, tunggu apalagi? Mari menikmati citarasa kopi murni sambil belajar dan diskusi berbagai hal tentang kopi. Tidak hanya kepuasan saja yang kita dapat namun pengetahuan dan wawasan tentang kopi juga akan semakin bertambah.

Jika sedang memiliki kesibukan yang padat namun ingin merasakan citarasa kopi Koopen, maka anda dapat menggunakan jasa Gojek, Go Send maupun Go Food.

Tunggu apalagi? Mari kita kunjungi Toko Kopi Koopen !



Asyiknya Rame-rame Menikmati Keindahan Pantai Gemah, Tulungagung

Asyiknya Rame-rame Menikmati Keindahan Pantai Gemah, Tulungagung – Di sepanjang pesisir selatan pulau Jawa memang terdapat banyak pantai yang eksotis, salah satunya adalah Pantai Gemah, Tulungagung. Pantai yang berada dalam kawasan teluk popoh Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung ini memang memiliki pemandangan indah dimana hamparan pasir coklatnya membentang luas hingga kurang lebih satu kilometer membentuk garis pantai.

Asyiknya Rame-rame Menikmati Keindahan Pantai Gemah, Tulungagung
Asyiknya Rame-rame Menikmati Keindahan Pantai Gemah, Tulungagung
Baca Juga :

Pantai Gemah ini menghadap ke arah timur, dimana di sisi utara dan selatannya berupa tebing batu yang eksotis dan dipinggir pantainya terdapat deretan kursi dengan atap payung ditambah dengan rindangnya pohon cemara yang berjejer rapi. Dari sini, kita bisa melihat beberapa perahu nelayan terombang ambing ombak lautan.

Tebing di Pantai Gemah, Tulungagung
Mbak Yuli di Pantai Gemah, Tulungagung

Sungguh satu pemandangan yang indah, tak kalah indahnya dengan pantai Kuta, Bali.


Objek wisata ini tergolong masih baru, seiring dengan rampungnya pembangunan infrastruktur jalan menuju tempat ini sehingga belum dikenakan tarif masuk dan parkir.

Ada satu spot yang unik di pantai Gemah ini yaitu adanya sungai air tawar kecil yang berada dibawah tebing batu dimana airnya seolah membentuk garis pembatas alami di pasir pantai. Saat jalan-jalan ke sisi selatan, terdapat banyak batu - batu besar dan tebing yang berwarna hijau karena banyak ditumbuhi semak belukar. 

Tebing eksotis di Pantai Gemah, Tulungagung
Mbak Yuli di tebing Pantai Gemah, Tulungagung

Dan, jarang kita temukan di pantai - pantai lain di Tulungagung adalah tersedianya penyewaan motor ATV yang akan semakin memanjakan petualangan pengunjung di Pantai Gemah ini dengan harga sewa Rp.40.000,- per 30 menit.

Persewaan Motor ATK di Pantai Gemah, Tulungagung
Persewaan motor ATK di Pantai Gemah, Tulungagung

Perjalanan wisata kali ini dilakukan oleh Mbak Yuli bersama teman-teman dari LKP Blue Arsy Training Center, suatu lembaga pendidikan yang ada di kota Malang pada hari Minggu, 23 September 2018 yang lalu.

Makan bersama di Pantai Gemah, Tulungagung
Makan bersama di Pantai Gemah, Tulungagung

Bersama-sama di Pantai Gemah, Tulungagung
Asyiknya Rame-rame Menikmati Keindahan Pantai Gemah, Tulungagung

Sungguh seru dan mengasyikkan saat rame-rame bersama teman dan keluarga menikmati segala keindahan dan fasilitas yang ada di Pantai Gemah, Tulungagung. Jalan-jalan, bermain pasir, makan-minum bersama dan yang paling seru saat menjajal mengendarai motor ATK. Dan, yang tidak ketinggalan adalah berfoto ria seperti terlihat pada foto-foto berikut ini.

Jalan-jalan di Pantai Gemah, Tulungagung
Jalan-jalan di Pantai Gemah, Tulungagung

Bebatuan di Pantai Gemah, Tulungagung
Bebatuan di Pantai Gemah, Tulungagung

Menjajal motor ATK di Pantai Gemah, Tulungagung
Mbak Yuli menjajal motor ATK di Pantai Gemah, Tulungagung

Itulah perjalanan wisata Mbak Yuli bersama teman-teman dari LKP Blue Arsy Training Center, Malang, saat mengunjungi dan menikmati keindahan Pantai Gemah, Tulungagung.

Pantai Gemah, Tulungagung
Pantai Gemah, Tulungagung

Tunggu apalagi? Mari jalan rame-rame bersama teman, keluarga atau pasangan mengunjungi Pantai Gemah, Tulungagung atau objek wisata lainnya di Indonesia.




Lembah Tumpang Resort, Malang : Lembah Yang Indah Dengan Tema Kerajaan Majapahit

Lembah Tumpang Resort, Malang  – Jauh di pelosok desa Slamet, Tumpang, Kabupaten Malang, terdapat objek wisata baru yang mengusung tema kejayaan kerajaan Majapahit. Sangat indah dan menawan serta membawa pengunjung untuk mengenang kembali kejayaan kerajaan yang menjadi cikal bakal negara Indonesia yang kita cintai ini.

Perjalanan wisata kali ini yang dituturkan kepada ayodolenrek dilakukan oleh Yuntyas bersama teman-teman dari alumni smanda88 Malang saat mencoba menjajaki keindahan Lembah Tumpang sebagai salah satu referensi tempat untuk mengadakan pertemuan dan acara kebersamaan lainnya. 

Lembah Tumpang Resort, Malang : Lembah Yang Indah Dengan Tema Kerajaan Majapahit
Lembah Tumpang Resort, Malang : Lembah Yang Indah Dengan Tema Kerajaan Majapahit

Foto-foto dan ulasan berikut ini akan lebih memberikan gambaran kepada kita tentang keindahan, keunikan dan kemegahan Lembah Tumpang Resort, Malang.

Saat memasuki Lembah Tumpang, kita akan disambut dengan suasana taman yang indah dengan deretan patung yang berjejer di sisinya. Layaknya memasuki sebuah istana kerajaan, setelah memasuki pintu gerbang, akan terlihat patung Dwarapala yang melambangkan prajurit penjaga dengan senjata gada, berjejer di kanan-kiri jalan. Disela-selanya terdapat aneka bunga dan tanaman yang tertata rapi memanjakan mata.

Patung Ratu Tribhuana Tungga Dewi di Lembah Tumpang Resort, Malang
Alumni smanda88 dengan latar Patung Tribhuana
di Lembah Tumpang, Malang

Ditengah resort ini, patung Raja Putri Tribhuana Tungga Dewi, berdiri dengan anggun bersama patung para pendampingnya yang tertata rapi dipisahkan jalanan paving yang bersih. Di belakangnya, tampak sebuah candi tiruan yang megah.

Erdi dan Matt Dolan dengan latar patung Tribhuana di Lembah Tumpang, Malang
Erdi dan Matt Dolan dengan latar patung Tribhuana
di Lembah Tumpang, Malang

Masuk ke dalam lagi, kita akan menemukan tiga patung besar dengan posisi Raja di depan dan Mahapatih bersama Penasehat Raja berjejer dibelakangnya. Ketiga patung tersebut menggambarkan konsep tri tunggal pada masa kejayaan kerajaan Majapahit dahulu yaitu Raja Hayam Wuruk, Mahapatih Gajah Mada dan Penasehat Raja, Sabdo Palon.

Patung Tri Tunggal di Lembah Tumpang Resort, Malang
Patung Tri Tunggal di Lembah Tumpang Resort, Malang

Semakin indah dengan adanya patung-patung para Dewa, Ratu bersama para pengawalnya dan patung-patung unik lainnya. Sementara, pohon-pohon Palem berjajar dengan rapi semakin melengkapi keindahan tempat ini.

Satu spot yang unik dan menarik lainnya adalah kolam renangnya. Dimana terdapat kolam renang dengan air yang biru dan disekelilingnya, berdiri patung-patung para puteri. Dan, lebih unik dan menarik lagi adalah sebuah kolam dimana sebuah candi berada ditengah-tengahnya. Seolah kita berada di tamansari kerajaan.

Kolam Renang Lembah Tumpang Resort, Malang
Kolam Renang Lembah Tumpang Resort, Malang

Kolam renang candi di Lembah Tumpang Resort, Malang
Kolam renang  dengan candi di Lembah Tumpang Resort, Malang
Gambar : travelingyuk.com

Lembah Tumpang memang sangat indah dan menawan.  Cukup panjang untuk menggambarkan detail tiap sudut keindahannya. Banyak sekali spot-spot yang indah dan instagramable dan membuat pengunjung objek wisata ini akan menambah waktu kunjungannya bahkan akan menginap ditempat ini.

Penginapan di Lembah Tumpang Resort, Malang
Penginapan di Lembah Tumpang Resort, Malang
Gambar : Travelingyuk.com

Memang tidak cukup satu-dua jam untuk menikmati keindahan Lembah Tumpang ini, oleh karena itu pihak pengelolah menyediakan penginapan-penginapan bagi para tamu yang ingin menginap dengan tarif sekitar Rp. 350.000 hingga 1 juta per malamnya.

Spot menarik di Lembah Tumpang Resort, Malang
Pose menarik alumni smanda88 dengan latar patung-patung
di Lembah Tumpang Resort, Malang

Selain itu, di Lembah Tumpang Resort juga terdapat sebuah air terjun dengan hiasan ornament patung-patung unik dan menyediakan area outbound, rumah makan serta fasilitas penunjang yang bersih dan sangat memadai.

Jalanan di Lembah Tumpang Resort, Malang
Alumni smanda88 di jalanan Lembah Tumpang Resort, Malang

Lembah Tumpang Resort, Malang : Lembah Yang Indah Dengan Tema Kerajaan Majapahit
Pose unik alumni smanda88 di Lembah Tumpang, Malang
Patung Ganesha di Lembah Tumpang, Malang
Erdi dan Yuntyas dengan latar Patung Ganesha
di Lembah Tumpang Resort, Malang

Lembah Tumpang Resort, Malang : Lembah Yang Indah Dengan Tema Kerajaan Majapahit
Pose Unik Yuntyas dan Fatchul
di Lembah Tumpang
Matt Dolan di halaman depan
Lembah Tumpang Resort, Malang

Itulah sekelumit ulasan ayodolenrek tentang Lembah Tumpang Resort yang mengusung keindahan dan tema kejayaan Kerajaan Majapahit tempo dulu.

Lembah Tumpang sangat cocok untuk dijadikan pilihan utama dalam mengisi akhir pekan dan liburan bersama keluarga, pasangan dan teman-teman. Selain itu, pertemuan-pertemuan keluarga dan acara kebersamaan lainnya, juga sangat nyaman jika dilakukan ditempat ini.

Tunggu apalagi? Mari kunjungi Lembah Tumpang Resort !