Home » » Kisah Joko Belik Dan Bidadari Belekan Di Coban Parang Tejo

Kisah Joko Belik Dan Bidadari Belekan Di Coban Parang Tejo

Kisah Joko Belik Dan Bidadari Belekan Di Coban Parang Tejo – Pagi itu, aku menyusuri jalanan setapak yang masih sepi menuju Coban Parang Tejo, Dusun Princi, Dau, Malang. Dingin udara pagi pegunungan tidak menyurutkan langkahku untuk menikmati gemercik air terjun yang tebingnya penuh dengan pelangi atau tangga bidadari itu. 

Coban Parang Tejo, Dau, Malang
Coban Parang Tejo, Dau, Malang
Gambar : Ngalam.co

Dengan mengenakan jaket dan penutup kepala, perlahan kulangkahkan kaki membelah keheningan hutan pinus di lereng Gunung Butak ini. Suara burung-burung berkicau terdengar bagai irama indah dari surgaloka. Udara pagi yang bersih dan sangat jauh dari polusi udara, membuat paru-paruku terasa mengembang.

Segar..

Setelah melewati lebatnya hutan pinus, sampailah aku di Bukit Terbang, sebuah lahan luas dengan bangku-bangku kayu yang tertata rapi. Sejenak kurebahkan tubuhku dibangku kayu. Sebatang rokok kusulut dan kutuang kopi dalam termos menggunakan tutupnya. Aroma kopi menyebar, kuhirup pelahan lalu kubiarkan rasa pahit menyusuri kerongkongan.

Dan, rokok kuhisap dengan penuh penghayatan lalu kusebulkan asapnya pelan-pelan. Karena tidak ada orang lain lagi, aku bermain-main dengan asap rokokku. Menghisap lalu menghembuskannya membentuk lingkaran beberapa kali.

Tiba-tiba, udara seolah berhenti bergerak. Lingkaran asap di atas kepalaku berubah bentuk menjadi daun Waru dengan titik putih ditengahnya lalu buyar pelahan. 

Aneh. 

Kucoba lagi membuat lingkaran asap, berubah lagi. Kubuat lagi, dan lagi. 

Dan bentuk daun waru semakin lama semakin besar, rupanya, ada mahluk kasat mata yang sedang mengajakku bermain-main. Kucoba sekali lagi membuat lingkaran asap, namun sebelum bentuk itu berubah, rangkaian asap itu kutebas dengan lambaian tanganku.

Tiba-tiba serangkum angin dingin berputar di hadapanku, semakin lama semakin besar hingga membuat rambutku yang terurai berkibar laksana iklan shampoo di televisi.

Bidadari Belekan dari Coban Parang Tejo
Bidadari Coban Parang Tejo
Gambar : vemale.com

Lalu, dalam pandanganku angin itu berubah menjadi sosok wanita cantik mengenakan busana dewi dari kahyangan. Kuusap mataku, kukejapkan berkali-kali tapi sosok itu tetap berdiri di hadapanku. 

Apakah ini bidadari Parang Tejo?” Batinku.

Akhirnya, keberanikan diri menatapnya, dari ujung kepala hingga kaki.

Sosok wanita cantik jelita, rambut hitam legam dan panjang tergerai hingga ke bokongnya, wajahnya bak memancarkan cahaya redup. Tubuhnya molek dan padat berisi. Wajahnya sangat cantik. Namun, diujung matanya tampak noda hitam seperti belek.

Clegukks..” Terdengar suara lirih dari tenggorokanku melihat pemandangan indah yang terbentang dihadapanku.

Setelah mampu menguasai diri, kuberanikan untuk menyapanya.
Duhai bidadari cantik rupawan, mengapa kau muncul dihadapanku? Jika aku mengganggu ketenanganmu, mohon maafkan aku.”

Sosok cantik itu hanya tersenyum simpul tanpa berkata sekecap pun.

Tiba-tiba, sifat iseng dan ingin tahu dalam diriku seolah tak terbendung lagi hingga meluncur kalimat dari mulutku.

Mohon maaf dewi. Konon, menurut cerita, bidadari itu adalah sosok yang tanpa cela. Tapi, mengapa ada belek di matamu?

Tidak terdengar jawaban. Aku pun berdebar-debar menunggu reaksinya.

Sebenarnya, aku ingin menjadi sempurna seperti bidadari lainnya. Namun, aku masih suka mengintip para pria saat mandi dibawah guyuran air terjun itu sehingga Ratu Bidadari marah lalu memberikan noda ini kepadaku.”

Oh, ternyata sama saja, wanita pun suka mengintip juga.” Batinku sambil tersenyum sendiri.

Tapii..”

Tiba-tiba suaranya berubah menjadi garang.

Karena kamu, Joko Belik, sudah mengetahui rahasiaku. Maka, kamu harus ikut aku ke alamku!!!

Deg…

Jantungku terasa bergetar keras. Jika ikut dia, maka aku akan meninggalkan alam manusia dimana aku terbiasa mengintip wanita dan bidadari mandi. 

Aku tidak mau!” Tolakku dengan lantang.

Harus mau. Sekarang juga, kamu ikut denganku.” Katanya sambil bergerak hendak menangkapku. Aku menghindar, namun ia memburuku. Terjadilah kejar mengejar. 

Rupanya, Bidadari Belekan ini juga suka dengan permainan kejar tangkap ini sehingga kemana pun aku berlari dan sembunyi, ia selalu ada di belakangku.

Sampai akhirnya, aku kehabisan tenaga lalu terduduk lemas dibawah sebuah pokok pinus.

Dan, Bidadari belekan itu berdiri dihadapanku dengan muka menyeringai seram. Hilang segala kecantikannya. Dengan tertawa terkekeh-kekeh, ia berusaha menarik tanganku.

Emmooh… Emmooh.. Emmoh..” Teriakku.

Tiba-tiba, seorang pencari rumput telah berdiri dihadapanku sambil menggoyang-goyangkan tubuhku.

Mas… Eling .. Eling.. Mas..

Aku pun sadar lalu meminum segelas air yang disodorkannya kepadaku.

Lapo sampean isuk-isuk wes ndek tengah alas kene?” Tanyanya.

Kemudian, kuceritakan kejadian yang baru saja aku alami.

Oalah.. Sampean mari ketemu penunggu alas kene.. Makane isuk-isuk ojok nglamun ae..

Itulah, kisahku pagi ini saat mengunjungi Coban Parang Tejo, Dau, Malang.


Salam dari Joko Belik… Ayo dolen rek..


4 comments:

  1. Lumayan....nglamun iso ketemu bidadari cantik
    Lek aku nglamun opo iso ketemu bidadara ganteng yo ???

    ReplyDelete
  2. Hadeeuw... mangkane ojok ngalmun aee...

    ReplyDelete