Seru Dan Menyenangkan ! Berburu Sunset Di Pantai Ngudel, Malang 2018

Berburu Sunset Di Pantai Ngudel, Malang 2018 – Keindahan pemandangan alam saat matahari terbit maupun terbenam memang memiliki keistimewaan tersendiri, apalagi jika dapat kita saksikan di objek wisata yang indah seperti di Pantai Ngudel, Malang. Dan, dapat mengabadikan moment tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang traveller.

Berburu Sunset Di Pantai Ngudel, Malang 2018
Panca Wijaya Berburu Sunset Di Pantai Ngudel, Malang 2018

Sehingga banyak traveller yang berburu moment indah saat matahari bangun atau sedang menuju peraduannya. Tidak ketinggalan, Panca Wijaya bersama keluarga. Satu keluarga yang memang menyukai keindahan alam.

Bersma istri tercinta menikmati keindahan Pantai Ngudel, Malang
Bersama istri tercinta menikmati keindahan Pantai Ngudel, Malang

Kali ini, mereka berburu moment sunset di Pantai Ngudel, Malang. Keren dan berkelas!

Dapat mengisi hari libur bersama istri, anak dan cucu di pantai yang indah merupakan satu kesempatan yang jarang bisa kita lakukan di usia Lolita. Namun, semangat kebersamaan keluarga ini memang patut dihargai mengingat kesibukan masing-masing yang cukup padat.

Panca dan keluarga di Pantai Ngudel, Malang
Panca dan keluarga di Pantai Ngudel, Malang
Selepas tengah hari, mereka berangkat menuju Pantai Ngudel. Dan, tepat pada sore hari, saat matahari sudah mulai beranjak dari singgasananya, mereka tiba di pantai Ngudel. Persiapan menunggu sang surya tenggelam pun segera dilakukan.

Tikar dihampar, meja kecil yang khusus untuk travelling pun segera ditata dengan cangkir-cangkir gelas yang masih kosong. Dan, biji-biji kopi pilihan segera diolah. Sebuah kursi santai ditata tepat menghadap ke pantai.

Persiapan kopi menyambut matahari tenggelam di Pantai Ngudel
Persiapan kopi menyambut matahari tenggelam di Pantai Ngudel
Maka, menunggu matahari tenggelam terasa lebih indah dengan secangkir kopi original sambil menikmati suasana romantis di Pantai Ngudel. Hembusan angin, kelembutan pasir pantai dan deru suara ombak serta pengunjung pantai yang mulai sepi semakin menambah syahdu suasana.  

Menikmati kopi sambil menatap pemandangan indah di Pantai Ngudel, Malang
Menikmati kopi sambil menatap pemandangan indah di Pantai Ngudel, Malang
Baca Juga : Toko Kopi Koopen, Malang : Bukan Sekedar Kedai Kopi Biasa

Serasa Pantai Ngudel pada hari itu adalah milik kita sendiri.

Sementara anak-anak kecil bebas bermain pasir, mencari keong dan berlarian kesana kemari di hamparan pasir yang membentang di sepanjang Pantai Ngudel ini.



Waktu yang ditunggu, akhirnya datang juga. Sinar bagaskara mulai meredup dan alam pun perlahan menjadi gelap. Saat perjalanan matahari menyentuh batas lautan maka tercipta pemandangan yang sangat indah.

Pemandangan matahari tenggelam di Pantai Ngudel
Pemandangan  indah saat matahari tenggelam di Pantai Ngudel

Moment inilah yang dinantikan oleh Panca Wijaya dan keluarganya atau oleh para pemburu keindahan alam lainnya. Maka, berfoto dengan latar matahari tenggelam di Pantai Ngudel menjadi satu kenangan yang tak terlupakan.

Indahnya matahari tenggelam di Pantai Ngudel, Malang
Indahnya matahari tenggelam di Pantai Ngudel, Malang

Sahabat dolenners, itulah perjalanan wisata Panca Wijaya bersama keluarga saat berburu sunset di Pantai Ngudel, Malang.

Namun, pada kenyataannya, Pantai Ngudel memang kalah populer dengan pantai-pantai lainnya di Jalur Lintas Selatan (JLS) Malang seperti Pantai Teluk Asmara, Pantai Batu Bengkung, Pantai Ngantep dan Pantai Balekambang.

Sehingga untuk mengenal lebih jauh tentang objek wisata yang tak kalah indahnya dengan pantai-pantai lainnya, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Baca Juga :

Tentang Pantai Ngudel, Malang

Pantai Ngudel memang tergolong objek wisata pantai yang baru. Keberadaannya baru diketahui orang setelah proyek pembangunan jalur lintas selatan Malang selesai dilakukan. Tepatnya pada tahun 2016, nama Pantai Ngudel mulai ramai dibicarakan di media sosial setelah beberapa traveller mengunggah foto-fotonya.

Pantai Ngudel, Malang, Jawa Timur
Pantai Ngudel, Malang, Jawa Timur

Pantai Ngudel tergolong pantai yang masih perawan. Karena masih sepi pengunjung membuat pihak pengelolah masih enggan untuk mempercantiknya.

Lokasi Pantai Ngudel, Malang

Lokasi Pantai Ngudel berada di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Harga Tiket Masuk ke Pantai Ngudel 

Untuk dapat menikmati keindahan alam di Pantai Ngudel, wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp.15.000 per orang. Akan lebih murah lagi jika kita datang bersama rombongan.

Fasilitas Di Pantai Ngudel

Karena tergolongobjek wisata baru dan masih sepi pengunjung, maka fasilitas yang disediakan pihak pengelolah di Pantai Ngudel, masih belum lengkap dan masih sederhana. Tapi, fasilitas umum seperti toilet dan kamar mandi sudah tersedia meskipun kondisinya kurang terawat.

Akses Menuju Ke Pantai Ngudel

Akses menuju ke Pantai Ngudel cukup mudah. Selesainya jalan di Jalur Lintas Selatan Malang, lebih memudahkan wisatawan untuk menjelajah objek-objek wisata yang ada di sekitarnya termasuk  Pantai Ngudel yang lokasinya bersebelahan dengan Pantai Ngantep.

Jika kesulitan, sebagai pedoman adalah Desa Sumbermanjing. Nah, ketika sudah sampai disini, banyak penunjuk arah yang menuju ke objek wisata sepanjang JLS atau gunakan Google Maps di ponsel anda atau Tanya pada penduduk setempat.

Video Berburu Sunset Di Pantai Ngudel

Berikut ini adalah foto-foto kenangan Panca Wijaya dan keluarga yang mengabadikan moment berburu matahari tenggelam di Pantai Ngudel, Mlang. Foto-foto tersebut dikemas dalam bentuk video berikut ini.


Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Pantai Ngudel dan perjalanan wisata Panca Wijaya saat berburu moment matahari terbenam di pantai ini.
“Dibalik keindahan alam semesta tersembunyi kebesaran Sang Penciptanya. Sehingga menikmati keindahannya akan menumbuhkan rasa tunduk dan kagum kepada Sang Maha pencipta. Tuhan Yang Maha Indah.”
Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama.



Menikmati Wajah Baru Makam Bung Karno Di Hari Sumpah Pemuda 2018

Menikmati Wajah Baru Makam Bung Karno Di Hari Sumpah Pemuda 2018 – Makam Bung Karno memang memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan dari berbagai daerah. Tujuannya pun beragam baik untuk berziarah maupun sekedar menikmati keindahan wajah baru yang semakin cantik atau menyaksikan kegiatan-kegiatan yang digelar di tempat ini.

Dalam benak saya, mengunjungi dan berziarah ke Makam Bung Karno pada hari-hari biasa terkesan kurang istimewa, maka bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018, saya berkunjung ke makam Proklamator Indonesia ini.

Matt Dolan di Makam Bung Karno
Matt Dolan di Makam Bung Karno Blitar

Dan, ternyata memang lebih istimewa. Selain dapat melihat langsung wajah baru MBK, berbagai kegiatan dan ritual ziarah dapat saya ikuti. Salah satunya adalah kegiatan “IKRAR SUMPAH PEMUDA” yang dilakukan oleh Lintas Komunitas Blitar Raya dalam rangka penggalangan dana untuk gempa dan tsunami Palu – Donggala.

Nah, berikut ini adalah ulasan ayodolenrek tentang perjalanan wisata Matt Dolan saat mengunjungi MBK pada hari Sumpah Pemuda 2018.

Wajah Baru Makam Bung Karno, Blitar

City Walk Makam Bung Karno

Ada beberapa hal yang saya amati dalam perjalanan wisata sejarah ke Kota Blitar kali ini. Ternyata Makam Bung Karno telah mengalami banyak perubahan. Terlihat semakin megah, indah dan mampu memberikan lebih banyak kesempatan dan peluang kerja bagi warga sekitarnya. 

City Walk di Makam Bung Karno, Blitar
City Walk di Makam Bung Karno, Blitar
Salah satu yang terlihat mencolok adalah pembangunan city walk dan taman di seputaran kawasan makam yang terletak di tengah Kota Blitar tersebut.  Jalanan lebar berpaving dengan hiasan indah membentang sepanjang jalan menuju makam. 

Suasana city walk di Makam Bung Karno, Blitar
Suasana city walk di Makam Bung Karno, Blitar
Di sisi kanan jalan, kursi-kursi taman yang cantik terbuat dari kayu pilihan telah dipasang di sepanjang jalan ditambah dengan beberapa pot bunga besar berisi bunga warna-warni, walaupun belum semuanya ditanami bunga.

Delman di City Walk MBK, Blitar
Delman di City Walk MBK, Blitar
Setelah adanya city walk ini, pengunjung dilarang memasuki areal MBK dengan menggunakan kendaraan. Tetapi, diminta berjalan kaki sejauh 800 meter atau menggunakan becak atau delman yang menyambut para pengunjung di ujung jalan memasuki city walk

Kios pedagang di City Walk MBK, Blitar
Kios pedagang di City Walk MBK, Blitar
Disamping untuk memperindah areal makam, dengan adanya city walk ini akan dapat meningkatkan minat beli pengunjung sehingga terjadi transaksi jual beli antara pengunjung dengan para pedagang oleh-oleh yang berada di sepanjang Jalan Ir Soekarno.

Pelataran Baru Makam Bung Karno

Sebelum memasuki gerbang MBK , kita akan disambut dengan sosok patung Bung Karno yang sedang duduk membaca buku. Bukunya terbuka, namun wajah beliau menatap lurus ke depan. Seolah patung tersebut ingin menyampaikan pesan kepada kita betapa pentingnya memiliki pengetahuan, wawasan yang luas dan keahlian. Salah satunya dapat dilakukan dengan cara rajin membaca buku.

Patung Bung Karno di Pelataran MBK, Blitar
Kakak Matt Dolan berpose di
Patung Bung Karno Pelataran MBK, Blitar

Di sisi kanan Patung tersebut memang terdapat Perpustakaan dan toko buku Gramedia. Namun, sayang saat itu tutup sehingga penulis tidak dapat memasuki ruangan tersebut.

Toko Buku Gramedia di Pelataran MBK, Blitar
Toko Buku Gramedia di Pelataran MBK, Blitar

Kemudian, ditengah pelataran, sebuah kolam persegi yang panjang berisi air yang jernih membentang sebelum melewati rangkaian tangga menuju pemakaman. Tiang-tiang bulat dengan ornament etnis di atasnya, berjajar di sisi kiri kolam. Sementara pot-pot bunga   juga berbaris di sepanjang dua sisi kolam.

Kolam di Pelataran MBK, Blitar
Kolam di Pelataran MBK, Blitar

Para pedagang aksesories dan pernak-pernik berjajar di sisi kiri pelataran sedangkan sisi kanannya tembok dengan hiasan relief membentang hingga ujung pelataran.

Tembok dengan relief di Pelataran MBK, Blitar
Tembok dengan relief di Pelataran MBK, Blitar

Pedagang Aksesories di Pelataran MBK, Blitar
Pedagang Aksesories di Pelataran MBK, Blitar

Inilah salah satu wajah baru Makam Bung Karno selain city walk.

Kegiatan Di MBK Pada Hari Sumpah Pemuda 2018

Peringatan Sumpah Pemuda 2018

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Blitar yang diselenggarakan oleh Lintas Komunitas Blitar Raya dalam rangka penggalangan dana untuk gempa dan tsunami Palu – Donggala menjadikan Makam Bung Karno sebagai lokasi acaranya.

Matt Dolan dengan latar Sumpah Pemuda di MBK, Blitar
Matt Dolan dengan latar Sumpah Pemuda di MBK, Blitar
Tanggal 28 Oktober 2018, hari Minggu kemarin, saat memasuki MBK, kita akan disambut dengan spanduk besar bertuliskan IKRAR SUMPAH PEMUDA. Sementara di sisi kiri, sebuah panggung berdiri dengan megah di kelilingi oleh para aktivis dari berbagai daerah di Blitar Raya.

Berbagai atraksi dan hiburan ditampilkan di panggung ini seperti penampilan band dan atraksi hiburan lainnya.  Hiburan yang unik dan menarik adalah Ludruk, satu kesenian rakyat yang sudah mulai ditinggalkan penggemarnya khususnya oleh generasi milenia.

Sungguh kegiatan yang patut dihargai. Merayakan hari Sumpah Pemuda di makam pahlawan nasional Indonesia yang menjadi aktor sejarah dalam moment tersebut pada masa lalu.

Ziarah Makam Bung Karno

Memasuki pintu gerbang komplek pemakaman, penulis harus antri terlebih dahulu mengingat begitu banyak rombongan pengunjung dari berbagai daerah yang ingin berziarah.  Sementara pengunjung lainnya beristirahat di sisi kanan area pemakaman atau duduk menghindari sengatan matahari dibawah pohon.

Makam Bung Karno, Blitar
Makam Bung Karno, Blitar

Dan, ketika memasuki makam, suara tasbih dan tahmid dari rombongan pengunjung terdengar mengalun memenuhi kompleks . Selesai satu rombongan, berganti dengan rombongan lainnya. 

Rombongan yang berziarah ke Makam Bung Karno, Blitar
Rombongan yang berziarah ke Makam Bung Karno, Blitar

Sangat padat pengunjung yang ingin mendoakan sosok flamboyant ini. Hingga penulis pun mengalah dan hanya dapat berdoa di sisi makam saja.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah perjalanan Matt Dolan bersama keluarga saat Menikmati Wajah Baru Makam Bung Karno dan menyaksikan berbagai kegiatan di Hari Sumpah Pemuda 2018. 

Salah satu Dinding City Walk MBK, Blitar
Keluarga Matt Dolan
di salah satu Dinding City Walk MBK, Blitar

Satu kesan yang begitu mendalam terpatri dalam hati, sosok Bung Karno memang merupakan tokoh besar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bagaimana kita dapat menyangkalnya, ketika pada saat beliau meninggal pun masih mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Sungguh luar biasa. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat kepada orang lain.

Sementara, diri ini merasa sangat kecil dan jauh dari nilai-nilai manfaat bagi sesama. Hanya dapat mengagumi dan berusaha meniru sebagian kecil saja apa yang telah dilakukan oleh beliau dan para pahlawan-pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia. 
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya.”
Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama dengan mengunjungi objek-objek wisata yang adadi sekitar kita termasuk ke Makam Bung Karno di Blitar ini.




Artikel Lainnya :



Kampung Coklat, Blitar 2018 : Wisata Edukasi Yang Wajib Dikunjungi

Kampung Coklat, Blitar 2018 : Wisata Edukasi Yang Wajib Dikunjungi  - Jika di Malang ada Kampung Warna-warni, Kampung Biru, Kampung Topeng dan lain-lain, Maka di Blitar kita akan menemukan Kampung Coklat. Bukan kampung yang didominasi dengan warna coklat namun kampung yang menjadi wisata edukasi dalam budidaya coklat dan pengolahannya.

Wisata agro yang dikemas secara profesional sehingga dapat menjadi tempat hangout, rekreasi sekaligus edukasi.

Matt Dolan di Kampung Coklat, Blitar
Matt Dolan di Kampung Coklat, Blitar

Coklat merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Disamping citarasanya yang manis, Coklat dikenal memiliki manfaat yang mampu menenangkan jiwa yang lagi galau.

Buah Coklat yang menguning di Kampung Coklat, Blitar
Buah Coklat yang menguning di Kampung Coklat, Blitar

Namun, banyak dari kita yang belum tahu seperti apa pohon coklat, buah dan bagaimana pengolahannya sehingga menjadi makanan dengan berbagai varian yang dapat kita nikmati sehari-hari.

Nah, di Kampung Coklat ini, kita dapat melihat dari dekat bagaimana bentuk pohon, buah dan cara pengolahan serta proses memasaknya menjadi makanan maupun minuman siap saji.

Untuk lebh mengenal Kampung Coklat yang berada di Desa Plosorejo, Kecamatan kademangan, Kabupaten Blitar Jawa Timur ini, mari ikuti ulasan terbaru di tahun 2018 dari ayodolenrek berikut ini.

Kampung Coklat, Blitar, Jawa Timur

Kampung Coklat adalah sebuah kebun coklat yang menempati lahan seluas 750 meter persegi. Berbeda dengan kebun coklat pada umumnya dengan atap terbuka, disini kebun dengan pohon-pohon coklat berjajar rapi berada dalam ruangan tertutup dengan atap tinggi. Ventilasi dan pencahayaan sinar matahari diatur sedemikian rupa sehingga pohon-pohon itu tetap tumbuh dengan subur.

Pintu Gerbang Kampung Coklat, Blitar
Pintu Gerbang Kampung Coklat, Blitar

Uniknya lagi, penempatan pohon-pohon coklat tersebut dikelompokkan dalam area-area yang secara keseluruhan membentuk satu perkampungan. Setiap area dibentuk dengan desain dan tata ruang, pencahayaan dan warna serta ornament-ornamen yang indah sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Suasana Kampung Coklat, Blitar
Suasana di Kampung Coklat, Blitar 2018 

Ciri khas dari hampir semua area di Kampung coklat ini adalah adanya pohon coklat dan meja kursi terbuat dari kayu yang didominasi warna coklat serta diatur dengan rapi sehingga pengunjung merasa nyaman berada ditempat ini.

Spot Foto menarik di Kampung Coklat, Blitar
Spot Foto menarik di Kampung Coklat, Blitar

Secara keseluruhan, pengelolah Kampung Coklat ini menerapkan konsep one stop shopping dimana pengunjung disuguhi suasana indah dan nyaman sambil menikmati kuliner, belajar, mencoba wahana permainan, nongkrong  serta berbelanja aneka kuliner dan oleh-oleh khas Kampung Coklat.

Itulah Kampung Coklat yang indah, sejuk dan nyaman.

Keberadaan Kampung Coklat, Blitar ini membawa dampak positif bagi warga sekitar. Selain lahan parkir yang dikelolah warga, penjual oleh-oleh khas desa Plosorejo seperti Krupuk pasir dan lain-lain, Kampung Coklat juga mempekerjakan kurang lebih 50 an petani kakao atau petani coklat dari daerah setempat. 

Fasilitas Kampung Coklat

Fasilitas yang terdapat di Kampung Coklat terbilang cukup lengkap mulai lahan parkir, toilet, mushola, kios dan café mini yang menjual aneka varian kuliner berbahan coklat, foodcourt, tempat ngobrol, tempat istirahat dan live music.

Live music di Kampung Coklat, Blitar
Live music di Kampung Coklat, Blitar

Dan, satu fasilitas yang banyak diminati pengunjung yaitu Terapi Ikan. Dengan membayar Rp. 5.000 kita dapat merendam kaki di kolam-kolam berisi ikan-ikan kecil yang disediakan.  Saat kaki kita menyentuh air, maka ikan-ikan kecil akan mengerumuni lalu dengan giginya yang mungil akan menggigit kaki kita.

Kolam Terapi Ikan diKampung Coklat, Blitar
Kolam Terapi Ikan diKampung Coklat, Blitar

Rasanya geli. Namun, hanya bagian-bagian tertentu yang mengandung kotoran atau penyakit saja yang akan digigitnya. Sehingga, pulang dari Kampung Coklat, Insha Allah, penyakit kita pun akan berkurang atau sembuh sama sekali.

Akses Menuju Kampung Coklat

Jika sampai di kota Blitar, maka kita tinggal mencari arah menuju ke Desa Plosorejo dengan cara bertanya pada warga sekitar atau menggunakan fasilitas Google Maps di ponsel kita atau mengikuti petunjuk jalan yang mengarah ke Kampung Coklat. 

Jam buka Kampung Coklat mulai pukul 09.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Kampung Coklat Blitar

Untuk dapat menikmati suasana nyaman dan indah di Kampung Coklat, pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000 saja namun untuk biaya parkir kendaraan, wahana permainan, terapi ikan dan kulinernya, kita harus mengeluarkan biaya tersendiri.

Makanan Tradisional di Kampung Coklat, Blitar
Makanan Tradisional di Kampung Coklat, Blitar

Dari luar, Kampung Coklat akan terlihat seperti sebuah bangunan mewah atau seperti sebuah restoran elit. Akan tetapi, setelah memasuki pintu gerbang, maka kita akan disambut dengan deretan pohon-pohon coklat yang berderet rapi dan banyak sekali tempat duduk di bawahnya.

Terlihat sangat unik dan menarik, kebun yang berada dalam ruangan dengan penataan yang indah dan artistik.

Sejarah Kampung Coklat

Seseorang yang menjadi pelopor berdirinya Kampung Coklat ini bernama Kholid Mustofa, seorang warga asli Blitar yang dulunya merupakan seorang peternak ayam petelur. Karena wabah virus flu burung yang sedang melanda, maka usaha ternaknya gulung tikar dan mengalami kerugian sangat besar.

Pengolahan Coklat Di Kampung Coklat, Blitar
Area Pengolahan Coklat Di Kampung Coklat, Blitar

Tidak putus asa, Kholid pun berusaha mencari usaha yang baru. Dan, ketika melihat harga buah Kakao atau coklat yang begitu murah, naluri pengusahanya bangkit. Lalu, ia berusaha mempelajari berbaga hal tentang Coklat dengan cara magang di PTPN Blitar dan Pusat Penelitian Coklat di Jember.

Area Pembibitan di Kampung Coklat, Blitar
Area Pembibitan di Kampung Coklat, Blitar

Kemudian, selangkah demi selangkah, Kholid mengembangkan usaha coklatnya. Hingga sekarang jadi Kampung Coklat.

Oleh-oleh Khas Kampung Coklat

Oleh-oleh atau buah tangan khas Kampung Coklat adalah produk hasil olahan coklat dengan berbagai varian. Harganya relatif terjangkau.

Hasil olahan coklat yang dapat kita bawa sebagai oleh-oleh diantaranya keripik coklat, brownies dan kue-kue semacamnya dengan campuran coklat, serta beberapa produk dengan bahan dasar coklat murni dan campuran buah-buahan seperti :
  • Cokelat Original
  • Coklat Krispi
  • Coklat Apel
  • Coklat Jeruk
  • Coklat Hitam 60%
  • Coklat Murni 100%

Cooking Class Ala Kampung Coklat

Selain dapat melihat secara langsung proses pembibitan coklat oleh para petani, pohon-pohon coklat beserta buahnya dan menikmati berbagai jenis olahan coklat. Kita juga dapat mengikuti Cooking Class ala Kampung Coklat, yaitu kelas memasak yang dipandu oleh para ahli dan kita akan mempelajari bagaimana langkah-langkah dalam mengolah coklat.

Ruang Cooking Class di Kampung Coklat, Blitar
Ruang Cooking Class di Kampung Coklat, Blitar

Video Tentang Kampung Coklat, Blitar

Untuk lebih mengenal secara detil tentang wisata edukasi Kampung Coklat, Blitar ini, maka berikut ini adalah foto-foto hasil penelusuran Matt Dolan saat bersama keluarga mengunjungi kota Blitar yang dikemas dalam bentuk video.


Penutup

Sahabat Dolenners, itulah ulasan tentang Kampung Coklat Blitar, Wisata Edukasi yang wajib kita kunjungi saat berada di Kota Patria, Blitar. 

Kegiatan di Kampung Coklat, Blitar
Penunjuk arah dan Kegiatan di Kampung Coklat, Blitar

Objek wisata yang cocok bagi keluarga, komunitas, pasangan maupun nongkrong bersama teman-teman. Ketika berkunjung ke tempat ini, penulis melihat ada kegiatan yang menggunakan fasilitas di Kampung Coklat  yaitu arisan alumni dan komunitas lainnya.

Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama dengan mengunjungi Kampung Coklat yang memiliki ciri khas tersendiri.


Artikel Tentang Kampung Wisata Lainnya :



Menikmati Suasana Hutan Pinus di Sumbersuko Forest, Wagir, Malang

Menikmati Suasana Hutan Pinus di Sumbersuko Forest, Wagir, Malang  – Satu lagi objek wisata alam di Malang hasil swadaya masyarakat yaitu Sumbersuko Forest yang berada di Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Hutan pinus di lereng Gunung Kawi yang disulap oleh warga setempat menjadi objek wisata alam pegunungan yang indah, unik dan menarik.

Suasana yang tenang, udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan dan beberapa wahana permainan serta spot-spot foto yang menarik dan  instagramable menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. 

Sumbersuko Forest, Wagir, Malang
Sumbersuko Forest, Wagir, Malang

Sumbersuko Forest tergolong objek wisata baru di Malang Raya yang dibuka pada akhir 2017. Meskipun baru, wana wisata ini telah banyak dikunjungi baik oleh warga setempat maupun wisatawan dari luar kota. Terutama  bagi keluarga yang ingin menikmati kesejukan dan kedamaian  suasana hutan pinus.

Yuntyas di rumah pohon Sumbersuko Forest, Wagir, Malang
Yuntyas di rumah pohon Sumbersuko Forest, Wagir, Malang

Daya tarik Sumbersuko Forest, membuat Yuntyas bersama keluarganya tergerak untuk turut menikmati suasana hutan pinus ini. Kebetulan sang suami yang bertugas di luar kota sedang libur sehingga wanita penggemar travelling dan kuliner ini, memanfaat kebersamaan tersebut untuk jalan-jalan ke hutan pinus di lereng Gunung Kawi ini. 

Agustin di Sumbersuko Forest, Wagir, Malang
Agustin di Sumbersuko Forest, Wagir, Malang

Begitu pula dengan Agustin Setyorini yang datang jauh-jauh dari kota Probolinggo khusus untuk menikmati suasana alam hutan pinus ini.

Nah, berikut ini adalah ulasan ayodolenrek tentang objek wisata alam Sumbersuko Forest, Wagir, Malang ini dengan nara sumber dua orang wanita yang tetap cantik di usia jelita.


Ada Apa Di Sumber suko?

Selain suasana alam yang sejuk, tenang dan damai beberapa wahana permainan anak dan spot selfie kekinian telah disediakan pihak pengelolah Sumbersuko Forest Wagir, Malang.

Rumah Panggung di Sumbersuko Forest, Wagir, Malang
Izzy dan Azriel di Rumah Panggung di Sumbersuko Forest, Wagir, Malang

Gardu pandang, rumah panggung dan jembatan layang dari kayu, spot selfie di rumah pohon dan jembatan penyeberangan berhias bola lampu warna-warni, juga ada ditempat ini. Kemudian spot selfie pohon warna berbentuk I Love You, kincir air dan jembatan bambu yang berwarna warni, juga menambah daya tarik tempat ini.

Gardu pandang dan jembatan kayu di Sumbersuko Forest
Azriel di Gardu pandang dan jembatan kayu Sumbersuko Forest

Saat ini, pengelolah Sumbsersuko Forest, juga menyediakan fasilitas persewaan motor ATV dan kuda untuk berkeliling mengikuti rute perjalanan yang ditentukan. Khusus persewaan kuda, hanya tersedia pada hari Minggu saja. Entah, jika pengunjung yang datang setiap hari semakin bertmabah banyak.

Ayunan di Sumbersuko Forest
Yunti dan Izzy main ayunan di Sumbersuko Forest

Selain itu, ada kolam renang anak, taman bunga yang cantik, serta meja dan kursi terbuat dari bambu guna tempat istirahat bagi para  wisatawan. Jika lapar, wisatawan tidak perlu merasa khawatir karena tersedia warung lesehan yang menyuguhkan beberapa menu makanam seperti bakso. 

Fasilitas umum lainnya seperti toilet dan  lahan parkir yang sangat luas juga tersedia.

Tarif Masuk Sumbersuko Forest

Untuk dapat menikmati suasana di Sumbersuko Forest, wisatawan hanya dikenakan tarif masuk sebesar Rp. 5.000 plus biaya parkir kendaraan saja.

Agustin mencoba motor ATV di Sumbersuko Forest
Agustin mencoba motor ATV di Sumbersuko Forest

Sementara untuk sewa motor ATV dengan 3x putaran dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000 namun jika hanya 2x putaran saja hanya membayar Rp. 15.000.

Video Tentang Sumbersuko Forest

Untuk lebih mengenal  Sumbersuko Forest, berikut ini adalah video yang dibuat berdasarkan foto-foto dari kedua nasasumber dan sumber lain di internet dengan tujuan memberikan gambaran situasi dan kondisi yang ada di objek wisata ini.



Penutup

Bagi masyarakat Dusun Kenongo dan sekitarnya, keberadaan Sumbersuko Forest diharapkan dapat turut membantu menggerakkan roda perekonomian warga. Sehingga semakin banyak wisatawan yang datang mengunjungi objek wisata ini maka akan semakin banyak pendapatan yang diterima oleh masyarakat yang terlibat maupun kas desa.

Nah, tunggu apa lagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama mengunjungi Sumbersuko Forest, Wagir, Malang.



Wisata Hutan Lainnya :



Mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dieng

Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dieng – Dataran tinggi Dieng memang menyimpan banyak pesona dan keindahan alam yang sudah tidak diragukan lagi. Perpaduan keindahan alam pegunungan dengan keunikan candi-candi warisan kerajaan Mataram Kuno yang menempati lahan seluas 90 hektare. Dari beberapa kompleks candi,  satu yang terluas adalah Kompleks Candi Arjuna.

Anies Fatchuria dan Keluarga di Kompleks Candi Arjuna, Dataran tinggi Dieng
Anies Fatchuria dan Keluarga
di Kompleks Candi Arjuna, Dataran tinggi Dieng

Kali ini, perjalanan wisata ke dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah khususnya ke Kompleks Candi Arjuna ini, dilakukan oleh Anies Fatchuria bersama keluarga.

Nah,untuk lebih mengenal objek wisata sejarah yang ada Dataran Tinggi Dieng, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dan merupakan salah satu bagian yang baru saja selesai dipugar. Dengan luas sekitar 1 hektare, kompleks ini terdiri dari beberapa candi yaitu  Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. 

Anies di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng
Anies di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng

Dari kelima candi di komplek Candi Arjuna, hanya Candi Semar yang tidak digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu khususnya pada hari-hari besar seperti Galungan dan lain-lain.

Dari sisi arsitekturnya, terutama dari bentuk serta ornamen yang terdapat pada setiap candi, diperkirakan keempat candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda sehingga arsitekturnya sedikit berbeda.

Pada Candi Arjuna terlihat masih sangat kental dengan gaya arsitektur candi-candi dari India. Kemudian  pada Candi Sembadra, pengaruh kebudayaan lokal terlihat sangat dominan dapat dilihat dari relung yang ada pada candi. Dimana ciri khas candi-candi bergaya India memiliki relung yang menjorok ke dalam, sementara pengaruh kebudayaan lokal akan memiliki relung yang menjorok ke luar.

Jika dilihat dari urutan pembuatannya, Candi Arjuna merupakan candi yang dibangun terlebih dahulu sementara Candi Sembadra merupakan yang dibangun paling akhir.

Sejarah Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna  ditemukan pertama kali oleh seorang tentara Belanda bernama Theodorf Van Elf pada sekitar abad 18 dalam kondisi tergenang air. Lalu dilakukan upaya penyelamatan oleh HC Corneulius yang berkebangsaan Inggris sekitar 40 tahun kemudian. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J Van Kirnbergens.

Keluarga Anies di Kompleks Candi Arjuna
Pose bersama di Kompleks Candi Arjuna

Secara garis besar, keempat candi utama di kompleks ini memiliki beberapa ornamen yang sama antara lain sebagai berikut :

  • Penil (ornamen pada bagian tangga, seperti pegangan), 
  • Kala (wajah raksasa tanpa rahang bawah yang terdapat di bagian atas pintu)
  • Makara (diletakkan di sisi-sisi pintu dan dipercaya mampu mengusir kejahatan)
  • Jalatmara (saluran air untuk mengalirkan air dari bagian dalam candi ke salah satu sisi)
  • Istadewata (terdapat pada bagian atas candi dan dipercaya sebagai tempat masuknya pada dewa)
  • serta antefik (ornamen yang terdapat di bagian ujung tiap sisi). 
  • Selain itu, di setiap candi, dapat ditemukan diksa (jalur bagi umat untuk mengelilingi candi sebelum masuk ke area candi utama).


Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sementara, Candi Srikandi dibangun untuk menyembah trimurti (tiga dewa) yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu.

Candi Arjuna, sebagai candi utama di kompleks ini juga diperkirakan sebagai candi tertua, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.

Kegiatan Di Kompleks Candi Arjuna

Kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di Kompleks Candi Arjuna ini?

Tentunya, akan banyak kegiatan menarik bagi para wisatawan yang dapat dilakukan ditempat ini apalagi jika penggemar situs budaya dan purbakala. Ada momen-momen penting dan menarik yang dapat kita saksikan di Kompleks Candi Arjuna ini yaitu pelaksanaan upacara Galungan dan pelaksanaan ruwatan anak gimbal. 

Anies dan Suami di Kompleks Candi Arjuna
Anies dan Suami di Kompleks Candi Arjuna

Pada hari-hari biasa jika berkunjung ke objek wisata ini, kita dapat menikmati pemandangan yang indah, spot-spot foto yang menarik serta orang-orang yang berpakaian wayang. 

Pose Anies dan putrinya di Kompleks Candi Arjuna
Pose Anies dan putrinya di Kompleks Candi Arjuna

Tarif Masuk Kompleks Candi Arjuna

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000,  wisatawan dapat mendatangi Kompleks Candi Arjuna, Sendang Sedayu, Sendang Maerokoco, Dharmasala dan Kawah Sikidang. 

Penutup

Jalan-jalan bersama keluarga mengunjungi objek-objek wisata yang tersebar di seluruh tanah air maupun manca negara akan semakin mempererat ikatan batin diantara anggota keluarga. Apalagi jika objek wisata tersebut mengandung edukasi dan nilai-nilai sejarah seperti halnya Kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng ini.

Ditengah derasnya pengaruh budaya asing dan semakin mudahnya mengakses informasi di dunia maya maka mengenal sejarah, budaya dan jati diri bangsa menjadi benteng pertahanan terakhir menghadapi berbagai serangan informasi dari luar. 

Sehingga kita tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Siapa Kita? INDONESIA..

Maka tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama keluarga, teman dan kerabat.


Sumber : Indonesia Kaya, Anies fatchuria

Wisata Sejarah Lainnya :



Visit Sumenep : Menikmati Aneka Ragam Wisata Bumi Aria Wiraraja

Visit Sumenep : Menikmati Aneka Ragam Wisata Bumi Aria Wiraraja – Dalam rangka mengikuti acara Reuni Alumni UNISMA Malang, Mas Amrullah bersama keluarga sekaligus melakukan tour to Sumenep untuk mengunjungi beberapa objek wisata di bumi Aria Wiraraja ini. 

Kebetulan sang istri adalah alumnus UNISMA Malang, maka seperti peribahasa, “sambil menyelam minum air”, maka mereka mengikuti acara reuni sekaligus juga berwisata.

Visit Sumenep : Menikmati Aneka Ragam Wisata Bumi Aria Wiraraja
Pose Unik Mas Amrullah di Pantai Sembilan, Sumenep

Objek wisata di Sumenep memang beraneka ragam mulai dari wisata religi, pulau-pulau kecil yang indah dan alami hingga kekayaan wisata pantai yang tersebar di berbagai wilayahnya. Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata ke wilayah Sumenep, dinas pariwisata membuat program “Visit Sumenep, Soul Of Madura.”

Visit Sumenep
Istri dan putra Mas Amrullah dengan papan "Visit Sumenep"

Nah, ulasan ayodolenrek tentang perjalanan wisata sekaligus reuni ini diharapkan dapat turut membantu mengenalkan program wisata “Visit Sumenep,” yang merupakan bagian dari program nasional “Visit Indonesia.”

Visit Sumenep  

Berikut ini adalah beberapa objek wisata yang dikunjungi oleh Mas Amrullah bersama keluarga selama berada di Sumenep, Madura. 

Pulau Gili Genteng

Mengutip dari Wikipedia, Gili Genteng adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Madura. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Gili Genting, Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

Kantor Kepala Desa Bringsang, Sumenep, Madura
Kantor Kepala Desa Bringsang, Sumenep, Madura
Dari kota Sumenep untuk menuju pelabuhan penyeberangan bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan jarak sekitak 17 km. Sampai di pelabuhan penyebrangan Tanjung sudah menungggu kapal kayu , dengan tarif 10.000, kita bisa mengunjungi pula pulau Gili Genteng.

kapal Kayu Menuju Pulau Gili Genting
kapal Kayu Menuju Pulau Gili Genting

Pulau Gili Genting dan pulau Gili Raja Adapun desa yang ada di Pulau Gili Genting adalah Aeng Anyar dan Galis - yang letaknya berada di bagian barat, sementara deretan timur terdapat Bringsang dan Gedugan.

Untuk Gili Raja, paling timur terdapat desa Lombang, Desa Jate yang menjorok ke selatan, serta Desa Banbaru dan Banmaleng.

Makam Asta Tinggi

Ini yang unik dan menarik, sebuah makam yang menjadi objek wisata religi di Sumenep yaitu Makam Asta Tinggi, merupakan kompleks makam para raja di Madura yang ditengah-tengahnya terdapat  bangunan masjid menggunakan arsitektur Belanda tapi menampilkan ciri khas Islam. Kubahnya mirip dengan kubah yang ada di Timur Tengah.

Makam Asta Tinggi
Makam Asta Tinggi

Asta Tinggi atau Asta Raja yang berasal dari bahasa Madura memiliki makna tempat para Pangradja atau para Pembesar Kerajaan yang berupa makam. Lokasi makam Asta tinggi ini berada di kawasan dataran bukit tinggi Kebon Agung, Sumenep.

Makam Asta Tinggi, Sumenep, Madura
Makam Asta Tinggi, Sumenep, Madura

Pada awalnya, pembangunan dan perencanaan makam Asta Tinggi dilakukan oleh Panembahan Somala kemudian dilanjutkan oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat I dan Panembahan Natakusuma II. 

Masjid Agung Sumenep

Setelah mengunjungi Makam Asta Tinggi, Mas Amrullah melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Sumenep. Salah satu dari 10 Masjid tertua yang dibangun pada tahun 1779 M hingga 1787 M dengan menggunakan arsitektur khas Nusantara.

Masjid Agung Sumenep, Madura
Masjid Agung Sumenep, Madura
Gambar : jejakpiknik.com

Disebut menggunakan arsitektur khas Nusantara karena secara keseluruhan bangunannya menggunakan perpaduan dari beberapa negara seperti Eropa, Tiongkok, Portugal maupun beberapa daerah yakni Jawa dan Madura.

Gapura Masjid Agung, Sumenep, Madura
Gapura Masjid Agung, Sumenep, Madura
Salah satu ciri khas Masjid Agung Sumenep yang mengandung filosofi adalah bagian pintu yang berbentuk gapura. Kata gapura berasal dari bahasa Arab “Ghafur” yang merupakan salah satu Asmaul Husna dengan makna “Maha Pengampun.” Dengan memasuki masjid maka manusia akan memohon ampunan dari Allah SWT.


Salah satu sudut Masjid Agung Sumenep
Salah satu sudut Masjid Agung Sumenep

Dan, pintu gerbang ini sampai sekarang  masih tetap dipertahankan keasliannya dan menjadi daya tarik bagi jamaah masjid maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tanggal 20 Oktober kemarin, Masjid Agung Sumenep menjadi pusat acara Carnival Night Jawa Timur 2018.

Kabupaten Malang ikut berpartisipasi pada acara itu dengan menampilkan kereta kerajaan yang melambangkan kebesaran kerajaan yang ada di Malang. Kereta kencana tersebut dihiasi dengan perpaduan kepala naga dan belalai gajah yang melambangkan perpaduan budaya dan agama dari China dan India.

Pantai Sembilan

Setelah wisata religi, kini giliran memanjakan mata dan menikmati ketegangan wahana permainan di Pantai Sembilan, Sumenep. Puas menikmati keindahan Pantai Sembilan yang merupakan objek wisata baru dan menjadi salah satu daya tarik program “Visit Sumenep, Soul Of Madura” Mas Amrullah bersama putranya, menjajal salah satu permainan yang cukup memicu adrenalin. 



Naik pelampung berdua lalu ditarik dengan speed boat dalam kecepatan tinggi membelah ombak Pantai Sembilan. Cukup menegangkan.




Video Visit Sumenep 

Berikut ini adalah beberapa foto kunjungan ke objek wisata di Sumenep, Madura yang dikemas dalam bentuk video.


Penutup

Sahabat dolenners, itulah perjalanan wisata sekaligus reuni yang dilakukan Mas Amrullah bersama keluarganya dengan judul Visit Sumenep : Menikmati Aneka Ragam Wisata Di Bumi Aria Wiraraja, Sumenep, Madura.

Satu kebersamaan keluarga yang sangat berkesan. Dengan melakukan perjalanan wisata dan kuliner bersama-sama akan membuat ikatan batin diantara anggota keluarga terjalin semakin erat dan kuat sehingga dapat menjadi keluarga yang samawa.

Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama keluarga.


Wisata Madura Lainnya :