Home » » Air Terjun Coban Rondo 2018, Semakin Lengkap Dan Mempesona

Air Terjun Coban Rondo 2018, Semakin Lengkap Dan Mempesona

Air Terjun Coban Rondo 2018, Semakin Lengkap Dan Mempesona – Air terjun Coban Rondo merupakan salah satu objek wisata di Pujon, kabupaten Malang yang sudah lama dikenal oleh para wisatawan dari berbagai daerah.  Objek wisata ini semakin lama semakin mempercantik diri dengan fasilitas yang semakin lengkap dan tentu saja menjadi semakin mempesona.

Pada tahun 1980, air terjun Coban Rondo secara resmi  menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Jika dahulu objek wisata ini masih alami dengan fasilitas penunjang yang masih sederhana, maka setelah 38 tahun lamanya, Coban Rondo menjadi objek wisata yang memiliki banyak pesona dan wahana permainan yang bertambah lengkap.

Susi dkk di Coban Rondo, Pujon, Malang
Susi dkk di Coban Rondo, Pujon, Malang

Saat ini terdapat banyak wahana permainan di Coban Rondo seperti Fun Tubing, Paint Ball, Satwa dan Kebun serta menjadi semakin lengkap dengan adanya Taman Labirin dan Dancok Café.

Perjalanan menikmati keindahan Coban Rondo dilakukan oleh Susilowati bersama Andini, putrinya serta teman-teman dari Mahkamah Agung RI.

Susilowati dkk di air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang
Susilowati dkk di air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang

Untuk lebih mengenal Air Terjun Coban Rondo 2018, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Air Terjun Coban Rondo 2018 

Air terjun Coban Rondo berada pada ketinggian 1.135 meter dpl diatas pegunungan sehingga udaranya sangat sejuk dan pemandangan alamnya sangat asri dan alami. Tinggi air terjunnya mencapai 84 meter dengan debit air mencapai 90 hingga 150 liter per detik. Mata air Coban Rondo berasal dari sumber air yang berada di lereng Gunung Kawi yaitu mata air Cemoro Mudo.

Susilowati dkk di air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang
Susilowati dkk di air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang

Lokasi Air terjun Coban Rondo

Banyak yang mengatakan jika air terjun Coban Rondo berada di kota Batu. Namun, secara administratif objek wisata ini berada di jalan Coban Rondo, desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Dari pusat kota Malang,  objek wisata ini berJarak kurang lebih 20 km dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. 

Andini dengan latar air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang
Andini dengan latar air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang

Akan lebih dekat lagi jika ditempuh dari kota Batu, kurang lebih hanya 12 km dan memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Rute Menuju Lokasi Air Terjun Coban Rondo

Untuk menuju objek wisata Coban Rondo tidaklah sulit mengingat banyak angkutan umum yang melewati lokasinya, baik dari arah Malang maupun Kediri dan Jombang terutama bus mini dengan rute Malang – Kediri, Malang-Jombang dan sebaliknya. Kemudian turun di Patung Sapi, Pujonlalu dilanjutkan dengan naik ojek ke lokasi Air Terjun Coban Rondo.

Andini di air terjun Coban Rondo
Pose menarik Andini di air terjun Coban Rondo


Jikamenggunakan kendaraan pribadi, akan lebh mudah lagi karena banyak petunjuk arah menuju lokasi air terjun Coban Rondo.

Wahana  Air Terjun Coban Rondo Malang

Selain pemandangan alam yang indah di Coban Rondo, banyak wahana permainan menantang dan menyenangkan  yang ditawarkan kepada pengunjung. Berikut ini adalah wahana permainannya.

Andini dengan latar keindahan air terjun Coban Rondo
Andini dengan latar keindahan air terjun Coban Rondo

1. Fun Tubing
Fun tubing adalah permainan menyusuri sungai dengan cara berenang menggunakan ban pelampung. Dimana setiap peserta mendapatkan perlengkapan ban dan baju pelampung. Harga untuk wahana permainan ini sebesar Rp. 35.000 per orang.

2. Paint Ball
Wahana permainan yang dilakukan beregu dengan menggunakan senapan mainan dan peluru karet adalah Paint Ball. Masing-masing peserta mendapatkan berbagai peralatan perlindungan diri seperti rompi, helm dan lain-lain.

Untuk menikmati permainan ini dikenakan biaya sebesar Rp. 450.000 untuk 6 orang dengan formasi 3 lawan 3 dilengkapi dengan 150 peluru karet.

3. Satwa dan Kebun
Wahana permainan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama keluarga adalah kebun dan satwa. Dimana pengunjung dapat melihat beraneka ragam satwa dan dapat melakukan berbagai kegiatan di alam terbuka seperti : berkuda, naik sepeda gunung, naik kereta kelinci, menjadi sahabat peternak, petik apel  dan kegiatan lainnya.

Monyet, salah satu Satwa di Coban Rondo
Monyet, salah satu satwa di Coban Rondo


4. Outbond
Bagi penggemar outbound, Pengelolah Coban Rondo menyediakan paket outbound untuk pelajar dan outbound untuk anak-anak atau outbound kid.

5. Coban Rondo Labirin
Selain itu, wahana permainan yang sangat menantang dan menyenangkan serta layak dicoba adalah taman labirin.

Susi dengan latar taman Labirin, Coban Rondo
Susi dengan latar taman Labirin, Coban Rondo


6. Dancok Café
Setelah lelah menikmati pemandangan alam air terjun dan mencoba berbagai wahana permainan di Coban Rondo, kita dapat bersantai sambil menikmati kuliner khas Dancok Café.

Andini dengan latar Dancok Cafe
Andini dengan latar Dancok Cafe

Itulah beberapa wahana permainan yang ada di air terjun Coban Rondo, Pujon, Malang. Berwisata ke objek wisata ini terasa semakin lengkap dan mempesona.

Harga Tiket Masuk Air Terjun Coban Rondo

Untuk memasuki air terjun Coban Rondo, pengunjung dikenakan 3 jenis biaya yang harus dikeluarkan yaitu tiket masuk , biaya kendaraan, dan biaya parkir. Harga selengkapnya sebagai berikut :
  • Tiket wisatawan domestik Rp. 8.000
  • Tiket Wisatawan asing         Rp. 10.000
  • Kendaraan roda 2              Rp. 2.000
  • Kendaraan roda 4                 Rp. 4.000
  • Kendaraan roda 6                 Rp. 6.000
  • Parkir roda 2                         Rp. 4.000
  • Parkir roda 4                         Rp. 4.000
  • Parkir roda 6                         Rp. 6.000

Catatan : Harga tersebut diatas dapat berubah sewaktu waktu

Beda biaya masuk, beda pula dengan biaya untuk menikmati wahana permainan karena selain air terjun akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan jenis permainannya.

Penginapan dekat Air Terjun Coban Rondo

Bagi wisatawan yang ingin menginap, karena di area Coban Rondo belum ada asilitas penginapan maka dapat mencari penginapan diluar objek wisata ini. Banyak pilihan hotel dan penginapan baik di Batu maupun di Malang.

Karena jarak tempuh Malang – Coban Rondo tidak terlalu lama, jika ingin mendapatkan penginapan yang relati murah dengan kisaran harga Rp. 150.000 per malam, kita dapat mencarinya di Malang.

Jika gemar suasana alam, kita juga bisa menginap di Coban Rondo dengan berkemah di bumi perkemahan atau camping ground di dekat kawasan wisata ini.

Asal Usul Nama Air Terjun Coban Rondo

Dibalik nama Coban Rondo tersimpan kisah sedih tentang tragedy cinta Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma sehingga berakhir dengan nasib sang Dewi yang menyendiri di bawah air terjun berharap kekasihnya kembali.

Nama Coban Rondo, berasal dari kata “coban” atau air terjun dan “rondo” yang artinya janda. Sehingga Coban Rondo berarti air terjun janda.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang asal-usul nama Coban Rondo, mari ikuti kisah berikut ini.

Kisah diawali oleh sepasang kekasih bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma yang baru saja menikah. Dimana Dewi Anjarwati adalah seorang gadis yang berasal dari Gunung Kawi, sementara Raden Baron kusuma adalah seorang pemuda yang berasal dari Gunung Anjasmoro.

Suatu ketika, Dewi Anjarwati ingin mendatangi tempat kediaman suaminya di Gunung Anjasmoro bersama dengan Raden Baron Kusuma, namun niatan itu tidak mendapatkan restu dari orang tua Dewi Anjarwati, karena pernikahan mereka yang belum genap selapan atau 40 hari.

Namun, kedua pasangan ini tidak mengindahkan larangan itu, mereka bersikukuh untuk berangkat ke tempat kediaman orang tua Baron Kusuma. 

Dalam perjalanannya, sepasang suami istri ini bertemu dengan seorang pemuda yang bernama Joko Lelono. Pemuda asing ini terpikat akan kecantikan Dewi Anjarwati lalu jatuh hati pada pandangan pertama. Demi cintanya, Joko Lelono berusaha merebut Dewi Anjarwati dari suaminya, Raden Baron Kusuma.

Raden Baron, marah dan tidak rela kekasihnya direbut, maka terjadilah perkelahian  antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusuma. Sebelumnya, Raden Baron menyuruh Dewi Anjarwati beserta pembantunya untuk melarikan diri dan menunggu di sebuah air terjun.

Tidak diketahui bagaimana akhir perkelahian ini. Apakah Joko Lelono yang menang ataukah Raden Baron atau keduanya mati sampyuh.

Namun, hari demi hari, bulan demi bulan, Dewi Anjarwati masih menunggu kedatangan suaminya dan tetap setia menunggu di sebuah air terjun tersebut. 

Malangnya, kekasih yang ditunggu tidak datang juga. Maka, setelah batas waktu tertentu, Dewi Anjarwati menjadi seorang janda. Rondo yang setia menunggu dibawah air terjun.

Sehingga air terjun itu oleh masyarakat setempat dinamakan Coban Rondo.

Misteri Air Terjun Coban Rondo

Latar belakang kisah sedih dibalik air terjun Coban Rondo memunculkan misteri atau mitos yang dipercaya oleh masyarakat. Kisah kegagalan cinta Dewi Anjarwati seolah menjadi doa atau kutukan bagi pengunjung air terjun ini.

Berikut ini adalah mitosnya.
  1. Jika pengunjung merupakan pasangan kekasih atau pasangan suami istri, konon setelah itu dipercaya bila hubungan mereka akan putus di tengah jalan.
  2. Sedangkan pengunjung yang datang sendiri lalu bertemu dengan pasangannya di tempat ini, maka dipercaya hubungan mereka akan langgeng hingga kakek dan nenek.

Satu mitos yang aneh. Namun kebenarannya, kembali pada diri kita masing-masing.

Penutup

“Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasai.”
Begitu halnya dengan Susilowati dkk, jauh dari kota Jakarta untuk melihat dan menikmati keindahan air terjun Coban Rondo yang terkenal.

Nah, bagaimana dengan kita? 

Mari jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di Indonesia dan kuliner bersama. Ayo dolen rek…

3 comments: