Home » » Kampung Coklat, Blitar 2018 : Wisata Edukasi Yang Wajib Dikunjungi

Kampung Coklat, Blitar 2018 : Wisata Edukasi Yang Wajib Dikunjungi

Kampung Coklat, Blitar 2018 : Wisata Edukasi Yang Wajib Dikunjungi  - Jika di Malang ada Kampung Warna-warni, Kampung Biru, Kampung Topeng dan lain-lain, Maka di Blitar kita akan menemukan Kampung Coklat. Bukan kampung yang didominasi dengan warna coklat namun kampung yang menjadi wisata edukasi dalam budidaya coklat dan pengolahannya.

Wisata agro yang dikemas secara profesional sehingga dapat menjadi tempat hangout, rekreasi sekaligus edukasi.

Matt Dolan di Kampung Coklat, Blitar
Matt Dolan di Kampung Coklat, Blitar

Coklat merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Disamping citarasanya yang manis, Coklat dikenal memiliki manfaat yang mampu menenangkan jiwa yang lagi galau.

Buah Coklat yang menguning di Kampung Coklat, Blitar
Buah Coklat yang menguning di Kampung Coklat, Blitar

Namun, banyak dari kita yang belum tahu seperti apa pohon coklat, buah dan bagaimana pengolahannya sehingga menjadi makanan dengan berbagai varian yang dapat kita nikmati sehari-hari.

Nah, di Kampung Coklat ini, kita dapat melihat dari dekat bagaimana bentuk pohon, buah dan cara pengolahan serta proses memasaknya menjadi makanan maupun minuman siap saji.

Untuk lebh mengenal Kampung Coklat yang berada di Desa Plosorejo, Kecamatan kademangan, Kabupaten Blitar Jawa Timur ini, mari ikuti ulasan terbaru di tahun 2018 dari ayodolenrek berikut ini.

Kampung Coklat, Blitar, Jawa Timur

Kampung Coklat adalah sebuah kebun coklat yang menempati lahan seluas 750 meter persegi. Berbeda dengan kebun coklat pada umumnya dengan atap terbuka, disini kebun dengan pohon-pohon coklat berjajar rapi berada dalam ruangan tertutup dengan atap tinggi. Ventilasi dan pencahayaan sinar matahari diatur sedemikian rupa sehingga pohon-pohon itu tetap tumbuh dengan subur.

Pintu Gerbang Kampung Coklat, Blitar
Pintu Gerbang Kampung Coklat, Blitar

Uniknya lagi, penempatan pohon-pohon coklat tersebut dikelompokkan dalam area-area yang secara keseluruhan membentuk satu perkampungan. Setiap area dibentuk dengan desain dan tata ruang, pencahayaan dan warna serta ornament-ornamen yang indah sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Suasana Kampung Coklat, Blitar
Suasana di Kampung Coklat, Blitar 2018 

Ciri khas dari hampir semua area di Kampung coklat ini adalah adanya pohon coklat dan meja kursi terbuat dari kayu yang didominasi warna coklat serta diatur dengan rapi sehingga pengunjung merasa nyaman berada ditempat ini.

Spot Foto menarik di Kampung Coklat, Blitar
Spot Foto menarik di Kampung Coklat, Blitar

Secara keseluruhan, pengelolah Kampung Coklat ini menerapkan konsep one stop shopping dimana pengunjung disuguhi suasana indah dan nyaman sambil menikmati kuliner, belajar, mencoba wahana permainan, nongkrong  serta berbelanja aneka kuliner dan oleh-oleh khas Kampung Coklat.

Itulah Kampung Coklat yang indah, sejuk dan nyaman.

Keberadaan Kampung Coklat, Blitar ini membawa dampak positif bagi warga sekitar. Selain lahan parkir yang dikelolah warga, penjual oleh-oleh khas desa Plosorejo seperti Krupuk pasir dan lain-lain, Kampung Coklat juga mempekerjakan kurang lebih 50 an petani kakao atau petani coklat dari daerah setempat. 

Fasilitas Kampung Coklat

Fasilitas yang terdapat di Kampung Coklat terbilang cukup lengkap mulai lahan parkir, toilet, mushola, kios dan café mini yang menjual aneka varian kuliner berbahan coklat, foodcourt, tempat ngobrol, tempat istirahat dan live music.

Live music di Kampung Coklat, Blitar
Live music di Kampung Coklat, Blitar

Dan, satu fasilitas yang banyak diminati pengunjung yaitu Terapi Ikan. Dengan membayar Rp. 5.000 kita dapat merendam kaki di kolam-kolam berisi ikan-ikan kecil yang disediakan.  Saat kaki kita menyentuh air, maka ikan-ikan kecil akan mengerumuni lalu dengan giginya yang mungil akan menggigit kaki kita.

Kolam Terapi Ikan diKampung Coklat, Blitar
Kolam Terapi Ikan diKampung Coklat, Blitar

Rasanya geli. Namun, hanya bagian-bagian tertentu yang mengandung kotoran atau penyakit saja yang akan digigitnya. Sehingga, pulang dari Kampung Coklat, Insha Allah, penyakit kita pun akan berkurang atau sembuh sama sekali.

Akses Menuju Kampung Coklat

Jika sampai di kota Blitar, maka kita tinggal mencari arah menuju ke Desa Plosorejo dengan cara bertanya pada warga sekitar atau menggunakan fasilitas Google Maps di ponsel kita atau mengikuti petunjuk jalan yang mengarah ke Kampung Coklat. 

Jam buka Kampung Coklat mulai pukul 09.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Kampung Coklat Blitar

Untuk dapat menikmati suasana nyaman dan indah di Kampung Coklat, pengunjung hanya dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000 saja namun untuk biaya parkir kendaraan, wahana permainan, terapi ikan dan kulinernya, kita harus mengeluarkan biaya tersendiri.

Makanan Tradisional di Kampung Coklat, Blitar
Makanan Tradisional di Kampung Coklat, Blitar

Dari luar, Kampung Coklat akan terlihat seperti sebuah bangunan mewah atau seperti sebuah restoran elit. Akan tetapi, setelah memasuki pintu gerbang, maka kita akan disambut dengan deretan pohon-pohon coklat yang berderet rapi dan banyak sekali tempat duduk di bawahnya.

Terlihat sangat unik dan menarik, kebun yang berada dalam ruangan dengan penataan yang indah dan artistik.

Sejarah Kampung Coklat

Seseorang yang menjadi pelopor berdirinya Kampung Coklat ini bernama Kholid Mustofa, seorang warga asli Blitar yang dulunya merupakan seorang peternak ayam petelur. Karena wabah virus flu burung yang sedang melanda, maka usaha ternaknya gulung tikar dan mengalami kerugian sangat besar.

Pengolahan Coklat Di Kampung Coklat, Blitar
Area Pengolahan Coklat Di Kampung Coklat, Blitar

Tidak putus asa, Kholid pun berusaha mencari usaha yang baru. Dan, ketika melihat harga buah Kakao atau coklat yang begitu murah, naluri pengusahanya bangkit. Lalu, ia berusaha mempelajari berbaga hal tentang Coklat dengan cara magang di PTPN Blitar dan Pusat Penelitian Coklat di Jember.

Area Pembibitan di Kampung Coklat, Blitar
Area Pembibitan di Kampung Coklat, Blitar

Kemudian, selangkah demi selangkah, Kholid mengembangkan usaha coklatnya. Hingga sekarang jadi Kampung Coklat.

Oleh-oleh Khas Kampung Coklat

Oleh-oleh atau buah tangan khas Kampung Coklat adalah produk hasil olahan coklat dengan berbagai varian. Harganya relatif terjangkau.

Hasil olahan coklat yang dapat kita bawa sebagai oleh-oleh diantaranya keripik coklat, brownies dan kue-kue semacamnya dengan campuran coklat, serta beberapa produk dengan bahan dasar coklat murni dan campuran buah-buahan seperti :
  • Cokelat Original
  • Coklat Krispi
  • Coklat Apel
  • Coklat Jeruk
  • Coklat Hitam 60%
  • Coklat Murni 100%

Cooking Class Ala Kampung Coklat

Selain dapat melihat secara langsung proses pembibitan coklat oleh para petani, pohon-pohon coklat beserta buahnya dan menikmati berbagai jenis olahan coklat. Kita juga dapat mengikuti Cooking Class ala Kampung Coklat, yaitu kelas memasak yang dipandu oleh para ahli dan kita akan mempelajari bagaimana langkah-langkah dalam mengolah coklat.

Ruang Cooking Class di Kampung Coklat, Blitar
Ruang Cooking Class di Kampung Coklat, Blitar

Video Tentang Kampung Coklat, Blitar

Untuk lebih mengenal secara detil tentang wisata edukasi Kampung Coklat, Blitar ini, maka berikut ini adalah foto-foto hasil penelusuran Matt Dolan saat bersama keluarga mengunjungi kota Blitar yang dikemas dalam bentuk video.


Penutup

Sahabat Dolenners, itulah ulasan tentang Kampung Coklat Blitar, Wisata Edukasi yang wajib kita kunjungi saat berada di Kota Patria, Blitar. 

Kegiatan di Kampung Coklat, Blitar
Penunjuk arah dan Kegiatan di Kampung Coklat, Blitar

Objek wisata yang cocok bagi keluarga, komunitas, pasangan maupun nongkrong bersama teman-teman. Ketika berkunjung ke tempat ini, penulis melihat ada kegiatan yang menggunakan fasilitas di Kampung Coklat  yaitu arisan alumni dan komunitas lainnya.

Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama dengan mengunjungi Kampung Coklat yang memiliki ciri khas tersendiri.


Artikel Tentang Kampung Wisata Lainnya :



2 komentar: