Home » » Kampung Topeng, Malang : Wisata Desa Penggerak Roda Ekonomi Warga

Kampung Topeng, Malang : Wisata Desa Penggerak Roda Ekonomi Warga

Kampung Topeng, Malang : Wisata Desa Penggerak Roda Ekonomi Warga – Maraknya keberadaan Kampung wisata di Malang memang membawa dampak positif bagi peningkatan roda perekonomian warga setempat. Kampung Topeng yang diresmikan pada tanggal 14 Februari 2017 merupakan desa wisata yang menjadi ajang kreatifitas dan diharapkan mampu meningkatkan roda ekonomi warga.

Kampung Topeng, Tlogowaru, Kedungkandang, Malang

Desa wisata Kampung Topeng, seperti namanya, merupakan wisata alam pedesaan yang menyuguhkan spot-spot foto menarik, unik dan instagramable dengan latar topeng beraneka macam maupun ukurannya.

Kampung Topeng berada di lahan seluas 5.000 hektar  dan di dalam naungan pemerintah daerah kota Malang. Kementrian Sosial melalui program “desa ku menanti” menjadi penyebab berdirinya Kampung Topeng ini. Dimana di lahan tersebut dibangun sekitar  40 unit rumah yang sebagian besar penghuninya adalah pedagang kecil, pengemis dan gelandangan.

Desaku Menanti
Gerbang Desaku Menanti
Kampung Topeng, Malang

Kepopuleran Kampung Topeng memang belum setenar Kampung Warna Warni, Kampung Biru dan kampung wisata lainnya di Malang Raya. Namun,  daya tarik dan keindahannya tak kalah dengan kampung wisata lainnya.

Perjalanan wisata ke Kampung Topeng ini dilakukan oleh sahabat dolenners yaitu Endah bersama teman-temannya. Untuk lebih mengenal desa wisata di Kedung kandang ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Kampung Topeng, Malang

Kampung Topeng merupakan sebuah kampung yang berisi ratusan topeng beraneka warna dari berbagai karakter yang diletakkan secara berselang-seling sehingga terlihat indah. Ditambah lagi tanaman bunga beraneka ragam semakin menambah cantik kampung ini.

Topeng Raksasa di Kampung Topeng, Malang


Yang menjadi ciri khas dan ikon kampung ini adalah dua  topeng raksasa dengan tinggi 7,5 meter dan lebar 5 meter. Kedua topeng tersebut merupakan gambaran dua tokoh dalam kisah Panji yaitu Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji.

Ande-ande Lumut

Salah satu kisah yang dikenal masyarakat adalah kisah “Ande ande Lumut.” Kisah ini sangat merakyat dan menjadi kisah yang dituturkan turun temurun dari generasi ke generasi tentang perjalanan Panji Asmorobangun mencari Dewi Sekartaji, kekasihnya, yang ngambek karena salah pengertian.

Pose unik dengan latar ikon Kampung Topeng, Malang
Pose unik dengan latar ikon Kampung Topeng, Malang

Panji Asmorobangun mengatakan jika cintanya kepada sang dewi hanya seujung kuku saja. Dewi Sekartaji menanggapi jika Panji tidak mencintainya atau cintanya hanya sedikit saja sehingga ia marah lalu pergi meninggalkan kekasihnya. 

Padahal, Panji bermaksud mengatakan, cintanya kepada Dewi Sekartaji akan terus tumbuh meskipun dipotong setiap hari seperti ujung kuku.

Tapi, Dewi Sekartaji sudah terlanjur marah dan pergi, maka Panji berkelana untuk mencarinya dan akan menjelaskan kesalahpahaman itu. Akhirnya, ia bertemu dengan tokoh Mbok Rondo Dadapan lalu menjadi anak angkatnya. Panji diberi nama Ande-ande Lumut.

Fragmen Panji
Fragmen Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji
Gambad : myimage.id

Sementara Dewi Sekartaji menjadi anak angkat juga dari seorang janda dengan 3 orang putri. Ketiga putri tersebut bernama Kleting Abang, Kleting Kuning dan Kleting Ijo. Dewi Sekartaji diberi nama Kleting Putih.

Kisah ini menjadi semakin seru dengan kehadiran soosok Yuyu Kangkang. Dan, akhirnya Panji dapat menemukan kembali kekasihnya, Dewi Sekartaji, setelah Mbok Rondo Dadapan mengadakan sayembara mencari jodoh untuknya.

Sahabat dolenners, itulah sekelumit kisah “Ande ande Lumut”, cerita tentang Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji yang menjadi ikon Kampung Topeng ini. 

Apa saja yang ada di Kampung Topeng?

Gubuk artistik di Kampung Topeng, Malang
Gubuk artistik di Kampung Topeng, Malang
  • Kita dapat menikmati sejuknya hawa pegunungan layaknya di Hutan Pinus Wajak dengan hiasan topeng-topeng bergantungan.
  • Gubuk-gubuk peristirahatan terbuat dari bambu dengan desain indah dapat menjadi tempat bersantai sambil menikmati makanan dan minuman.
  • Gardu Pandang juga tersedia ditempat ini jika kita ingin melihat indahnya pemandangan alam di sekitar Kampung Topeng ini.
  • Jalanan berpaving akan mengantarkan kita berjalan kaki berkeliling Kampung Topeng sambil bercengkerama dengan teman, sahabat atau kekasih.
  • Tentunya, spot-spot foto menarik dengan latar Topeng beraneka macam dapat membuat foto kita lebih unik dan mboiss.
  • Selain itu, pengunjung juga diperkenankan membuat dan mewarnai topeng secara mandiri didampingi para seniman.
  • Masuk lebih kedalam wisata kampung Topeng, maka pengunjung akan mendapati fasilitas omah topeng, anda dapat melakukan kegiatan transaksi membeli souvenir berbentuk topeng dengan beragam model menarik. Di omah topeng diperbolehkan membuat hingga mewarnai topeng se-ukuran telapak tangan bayi menurut kreativitas sendiri.
Payung warna warni di Kampung Topeng, Malang
Payung warna warni di Kampung Topeng, Malang

Perkembangan Kampung Topeng

Sebagai objek wisata baru di Kota Malang, daya tarik dan keunikannya membuat pengunjung penasaran kemudian cerita dari mereka yang pernah berkunjung menyebar baik dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial. Maka, objek wisata ini menjadi semakin terkenal.

Pihak pengelolah Kampung Topeng juga makin berbenah dan memperbaiki diri dengan menambahkan sejumlah fasilitas dan wahana permainan  baru.

Spot foto unik di Kampung Topeng, Malang
Spot foto unik di Kampung Topeng, Malang

Pemerintah daerah Kabupaten Malang membina warga setempat untuk mendukung kegiatan wisata di Kampung 100 Topeng Tlogowaru ini dengan membuat organisasi kesenian, pelatihan tari topeng, hingga pelatihan bagi ibu-ibu untuk memproduksi souvenir wisata dan membuat beragam menu makanan untuk wisata kuliner.

Pohon-pohon dengan hiasan topeng di Kampung Topeng
Pohon-pohon dengan hiasan topeng di Kampung Topeng

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan wisata Kampung Topeng ini selain mampu meningkatkan pendapatan di sektor pariwisata  Malang, juga mampu meningkatkan roda perekonomian warga setempat. 

Gardu Pandang di Kampung Topeng, Malang
Gardu Pandang di Kampung Topeng, Malang

Peran pemerintah daerah dalam mendukung, membina dan mengembangkan kegiatan wisata di Kampung Topeng ini memang patut diberikan apresiasi. Sehingga dapat membuat masyarakat Tlogowaru semakin mandiri.

Rute Dan Lokasi Kampung Topeng

Kampung Topeng Malang berada di Desa Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Dari Alun alun Kota Malang berjarak sekitar 9 kilometer.

Tidak sulit untuk menemukan lokasi Kampung Topeng ini. Sedangkan rute yang dapat kita pilih tergantung pada posisi kita, dengan bantuan Google Maps lalu mengikuti petunjuknya, maka kita akan sampai di objek wisata unik ini.

Harga Tiket Masuk Kampung Topeng

Untuk menikmati keunikan dan keindahan Kampung Topeng ini, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp. 5.000 dan biaya parkir sebesar Rp. 3.000.

Bagi pengunjung datang dalam rangka wisata sekolah maka akan mendapatkan potongan harga masuk yang berlaku bagi dua orang. Sedangkan untuk menikmati wahana permainan seperti Flying Fox maka dikenakan tarif tersendiri sebesar Rp. 20.000 per orang.

Penginapan Dekat Kampung Topeng

Bagi pengunjung yang berasal dari luar Kota Malang dan ingin menginap, ada banyak pilihan hotel dan penginapan dengan tarif yang bervariasi, namun kami menyarankan sebuah Guest House baru dengan konsep Syariah yaitu Syariah Guest House yang berada d Jl. Emas No. 23, Sulfat, Malang.


Wisata Dekat Kampung Topeng

Nah, untuk lebih memaksimalkan liburan, kita dapat mengunjungi objek-objek wisata lainnya yang berada tak jauh dari Kampung Topeng, Malang. Berikut ini adalah beberapa objek wisata lainnya di sekitaran Malang mengutip dari datawisata.

  • Wisata Coban Amprong, lokasi wisata di Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65137. Jaraknya 6,6 kilometer dengan waktu tempuh 21 menit dari lokasi wisata.
  • Wisata Kampung Warna Warni Jodipan, lokasi wisata di Gg. 1, Jodipan, Blimbing, Kesatrian, Blimbing, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65126. Jaraknya 8,3 kilometer dengan waktu tempuh 30 menit dari lokasi wisata.
  • Wisata Ternak Kandang Macan, lokasi wisata di Jl. Danau Djonge No.22, Sawojajar, Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65139. Jaraknya 8,3 kilometer dengan waktu tempuh 22 menit.
  • Wisata Alas Bereng, lokasi wisata di Jalan Kalianyar Buring No. 79, Buring, Kedungkandang, Gorgenarok, Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65135. Jaraknya 4,3 kilometer dengan waktu tempuh 13 menit dari lokasi wisata.
  • Wisata Rolak stream, lokasi wisata di Jalan.K.Hasyim Kedungkandang 5, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur 65137. Jaraknya 7,7 kilometer dengan waktu tempuh 21 menit dari lokasi wisata.

Penutup

Sahabat dolenners, kadang sebagai warga Malang, kita sendiri tidak mengetahui apabila ada objek-objek wisata baru di sekitar kita. Justru dari teman di luar kota atau dari media sosial, kita baru mengetahuinya. Seperti halnya Kampung Topeng ini.

Nah, agar tidak ketinggalan informasi mari kita kunjungi  objek-objek wisata di sekitar daerah kita sendiri.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

2 komentar:

  1. nang dhi ae aq yoooo
    kok baru tau akeh banget tujuan
    wisata dek malang
    jiaaan info spt ini jgn berhenti lur....

    BalasHapus
  2. Siiip Brother.....manalagiiii

    BalasHapus