Home » » Mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dieng

Mengunjungi Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dieng

Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Terbesar di Dieng – Dataran tinggi Dieng memang menyimpan banyak pesona dan keindahan alam yang sudah tidak diragukan lagi. Perpaduan keindahan alam pegunungan dengan keunikan candi-candi warisan kerajaan Mataram Kuno yang menempati lahan seluas 90 hektare. Dari beberapa kompleks candi,  satu yang terluas adalah Kompleks Candi Arjuna.

Anies Fatchuria dan Keluarga di Kompleks Candi Arjuna, Dataran tinggi Dieng
Anies Fatchuria dan Keluarga
di Kompleks Candi Arjuna, Dataran tinggi Dieng

Kali ini, perjalanan wisata ke dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah khususnya ke Kompleks Candi Arjuna ini, dilakukan oleh Anies Fatchuria bersama keluarga.

Nah,untuk lebih mengenal objek wisata sejarah yang ada Dataran Tinggi Dieng, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Tentang Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dan merupakan salah satu bagian yang baru saja selesai dipugar. Dengan luas sekitar 1 hektare, kompleks ini terdiri dari beberapa candi yaitu  Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. 

Anies di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng
Anies di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng

Dari kelima candi di komplek Candi Arjuna, hanya Candi Semar yang tidak digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu khususnya pada hari-hari besar seperti Galungan dan lain-lain.

Dari sisi arsitekturnya, terutama dari bentuk serta ornamen yang terdapat pada setiap candi, diperkirakan keempat candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda sehingga arsitekturnya sedikit berbeda.

Pada Candi Arjuna terlihat masih sangat kental dengan gaya arsitektur candi-candi dari India. Kemudian  pada Candi Sembadra, pengaruh kebudayaan lokal terlihat sangat dominan dapat dilihat dari relung yang ada pada candi. Dimana ciri khas candi-candi bergaya India memiliki relung yang menjorok ke dalam, sementara pengaruh kebudayaan lokal akan memiliki relung yang menjorok ke luar.

Jika dilihat dari urutan pembuatannya, Candi Arjuna merupakan candi yang dibangun terlebih dahulu sementara Candi Sembadra merupakan yang dibangun paling akhir.

Sejarah Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna  ditemukan pertama kali oleh seorang tentara Belanda bernama Theodorf Van Elf pada sekitar abad 18 dalam kondisi tergenang air. Lalu dilakukan upaya penyelamatan oleh HC Corneulius yang berkebangsaan Inggris sekitar 40 tahun kemudian. Usahanya kemudian dilanjutkan oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama J Van Kirnbergens.

Keluarga Anies di Kompleks Candi Arjuna
Pose bersama di Kompleks Candi Arjuna

Secara garis besar, keempat candi utama di kompleks ini memiliki beberapa ornamen yang sama antara lain sebagai berikut :

  • Penil (ornamen pada bagian tangga, seperti pegangan), 
  • Kala (wajah raksasa tanpa rahang bawah yang terdapat di bagian atas pintu)
  • Makara (diletakkan di sisi-sisi pintu dan dipercaya mampu mengusir kejahatan)
  • Jalatmara (saluran air untuk mengalirkan air dari bagian dalam candi ke salah satu sisi)
  • Istadewata (terdapat pada bagian atas candi dan dipercaya sebagai tempat masuknya pada dewa)
  • serta antefik (ornamen yang terdapat di bagian ujung tiap sisi). 
  • Selain itu, di setiap candi, dapat ditemukan diksa (jalur bagi umat untuk mengelilingi candi sebelum masuk ke area candi utama).


Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Sementara, Candi Srikandi dibangun untuk menyembah trimurti (tiga dewa) yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu.

Candi Arjuna, sebagai candi utama di kompleks ini juga diperkirakan sebagai candi tertua, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno.

Kegiatan Di Kompleks Candi Arjuna

Kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di Kompleks Candi Arjuna ini?

Tentunya, akan banyak kegiatan menarik bagi para wisatawan yang dapat dilakukan ditempat ini apalagi jika penggemar situs budaya dan purbakala. Ada momen-momen penting dan menarik yang dapat kita saksikan di Kompleks Candi Arjuna ini yaitu pelaksanaan upacara Galungan dan pelaksanaan ruwatan anak gimbal. 

Anies dan Suami di Kompleks Candi Arjuna
Anies dan Suami di Kompleks Candi Arjuna

Pada hari-hari biasa jika berkunjung ke objek wisata ini, kita dapat menikmati pemandangan yang indah, spot-spot foto yang menarik serta orang-orang yang berpakaian wayang. 

Pose Anies dan putrinya di Kompleks Candi Arjuna
Pose Anies dan putrinya di Kompleks Candi Arjuna

Tarif Masuk Kompleks Candi Arjuna

Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000,  wisatawan dapat mendatangi Kompleks Candi Arjuna, Sendang Sedayu, Sendang Maerokoco, Dharmasala dan Kawah Sikidang. 

Penutup

Jalan-jalan bersama keluarga mengunjungi objek-objek wisata yang tersebar di seluruh tanah air maupun manca negara akan semakin mempererat ikatan batin diantara anggota keluarga. Apalagi jika objek wisata tersebut mengandung edukasi dan nilai-nilai sejarah seperti halnya Kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng ini.

Ditengah derasnya pengaruh budaya asing dan semakin mudahnya mengakses informasi di dunia maya maka mengenal sejarah, budaya dan jati diri bangsa menjadi benteng pertahanan terakhir menghadapi berbagai serangan informasi dari luar. 

Sehingga kita tidak melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Siapa Kita? INDONESIA..

Maka tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama keluarga, teman dan kerabat.


Sumber : Indonesia Kaya, Anies fatchuria

Wisata Sejarah Lainnya :



2 komentar: