Tradisi Ngulapin : Cara Orang Bali Mengantarkan Roh Gentayangan

Tradisi Ngulapin : Cara Orang Bali Mengantarkan Roh Gentayangan – Ketika seseorang meninggal dengan cara yang tidak wajar seperti kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri dan lain-lainnya, maka roh atau arwahnya masih tertinggal di tempat kejadian. Inilah yang disebut roh gentayangan. Kehadirannya akan memberikan aura negatip dan berusaha mengganggu manusia di sekitarnya.

Tradisi Ngulapin merupakan tradisi masyarakat Hindu Bali untuk mengantarkan roh agar pulang kembali asalnya dan tidak bergentayangan di lokasi dimana ia meninggal.

Tradisi Ngulapin : Cara Orang Bali Mengantarkan Roh Gentayangan
Tradisi Ngulapin : Cara Orang Bali Mengantarkan Roh Gentayangan
Gambar : Tribun News

Kata “Ngulapin” berasal dari bahasa Jawa Kuno dan Bali yakni  “ulap” yang berarti silau atau menyilaukan. Dapat diartikan mengembalikan roh penasaran kepada cahaya menyilaukan yang menjadi pintu menuju alam arwah, tempat semestinya roh-roh itu berada. Atau bisa juga diartikan sebagai penghalau energi negatif yang datang.

Ketika terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa seseorang, maka rohnya akan tetap berada di lokasi kejadian. Biasanya, mereka berusaha mencari teman dengan cara mengganggu pengguna jalan yang melewati tempatnya berada.

Tradisi Ngulapin ini bertujuan untuk memanggil roh penasaran tersebut lalu mengantarnya pulang ke alamnya.

Menurut Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda, Dosen Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, mengatakan, “Upacara Ngulapin merupakan upacara pra Pitra Yadnya (upacara untuk para leluhur) yang bertujuan agar roh yang telah meninggal tidak bergentayangan.” 

Kemudian, setelah dilakukan ritual Ngulapin, keluarga masih tetap harus menyelesaikan rangkaian upacara Pitra Yadnya selanjutnya seperti Ngaben.

“Tetap harus diaben atau dikremasi, Ngulapin hanya menuntun Sang Atman (roh) yang tertinggal di lokasi, untuk diajak pulang. Selanjutnya kembali lagi kepada keluarga, mau langsung di lakukan upacara atau dititipkan dulu di pertiwi,” Lanjutnya.

Agar Ritual Ngulapin berjalan dengan baik, upacara harus dilengkapi dengan banten (sesajen). Diaman banten inilah yang dipercaya dapat membawa roh kembali pulang.

Banten dalam Tradisi Ngulapin
Banten dalam Tradisi Ngulapin
Gambar : Baliexpress Jawapos

Sesajen atau Banten yang disediakan berupa banten Pangresikan atau banten Ayaban Tumpeng Lima. Dimana, pada banten Ayaban Tumpeng Lima terdapat Sanggah Urip yang akan diletakkan di samping jasad saat upacara Ngaben.

Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda melanjutkan, “dalam upacara Ngaben pasti ada Sanggah Urip yang ditaruh di dekat jenazah. Nah, Sanggah Urip itu fungsinya sebagai tempat istananya Sang Atman (roh) agar tetap berada di dekat jenazah. Agar Sang Atman tidak lepas atau gentayangan.” 

Dosen Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini pun melanjutkan, “Atman perlu berada di dekat jenazah ketika prosesi pangabenan karena pada saat upacara Pangaskaran atau inisiasi Roh (pelepasan Atman dengan suksma sariranya), Atman harus tetap berada di dekat jenazahnya. Maka itu, sangat penting bagi mereka yang meninggal salah pati, keluarganya melaksanakan ritual Ngulapin.” 

Sahabat dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang Tradisi Ngulapin yang menjadi cara orang Bali dalam mengantarkan roh gentayangan.

“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”

Dengan mengetahui salah satu tradisi di Pulau Dewata ini, maka akan semakin bertambah perbendaharaan kita tentang berbagai ragam tradisi yang ada di Nusantara tercinta.

Nah, Tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

6 Objek Wisata Yang Terlahir Dari Bencana Alam Terbaru di Indonesia

6 Objek Wisata Yang Terlahir Dari Bencana Alam Terbaru di Indonesia – Negara Indonesia merupakan wilayah di Asia Tenggara yang rawan akan bencana alam mulai dari letusan gunung api, gempa, hingga Tsunami. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan negeri kita ini di jalur gempa teraktif di dunia, karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yaitu Indo-Australia dari sebelah selatan, Pasifik dari timur dan Eurasia dari utara.

6 Objek Wisata Yang Terlahir Dari Bencana Alam Terbaru di Indonesia
6 Objek Wisata Yang Terlahir Dari Bencana Alam Terbaru di Indonesia

Dampak terhadap wilayah yang dilanda bencana alam tersebut sangat parah. Saking parahnya, seolah tidak dapat dipulihkan lagi. Namun, ada beberapa wilayah yang dapat bangkit kembali dari kerusakan akibat bencana tersebut dan saat ini malah menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Bahkan Danau Toba yang indah juga merupakan objek wisata yang terbentuk dari letusan dahsyat gunung berapi ribuan tahun yang lalu. Dan, banyak lagi lainnya.

Sahabat dolenners, inilah ulasan ayodolenrek tentang 6 objek wisata yang terlahir dari bencana alam atau dibuat setelah adanya bencana terbaru di Indonesia.

6 Objek Wisata Yang Terlahir Dari Bencana Alam Terbaru di Indonesia 

1. Rumah "Teletubbies" Anti Gempa, Sleman.

Pada tahun 2006, Yogyakarta dilanda gempa yang membuat banyak rumah dan fasilitas umum menjadi rusak. Hal ini dikarenakan struktur dan kondisi rumah dan fasilitas umum tersebut tidak kuat menahan guncangan gempa sebesar 5.9 skala richter, terutama di daerah Bukit Nglepen, Sleman.

Banyak rumah warga yang rusak kala itu. Sehingga Lembaga Internasional "Domes For The World" memberikan bantuan bagi para korban bencana yang tidak memiliki tempat tinggal lagi berupa rumah-rumah anti-gempa.

Bentuknya sangat unik, karena menyerupai kubah ala Iglo yaitu rumah khas Suku Eskimo atau seperti rumah dalam film “Teletubbies

Rumah "Teletubbies", Sleman
Rumah Teletubbies Anti Gempa, Sleman
sumber : reservasi

Dan karena keunikannya ini, membuat banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Bukit Nglepen, Sleman. Animo wisatawan yang cukup tinggi membuat dinas pariwisata setempat, menambahkan sentuhan dengan memberi warna pada rumah-rumah tersebut sehingga tempat ini menjadi objek wisata yang unik dan menarik.

Sebagai objek wisata, Rumah "Teletubbies" Anti Gempa, Sleman memiliki fasilitas yang cukup beragam seperti out bond, trekking , homestay, edukasi tentang rumah dome hingga jasa penyewaan Jeep atau gerobak tradisional yang ditarik dengan sapi.

2. Museum Sisa Hartaku, Sleman. 

Tidak larut dalam kesedihan akibat bencana letusan Merapi,  rumah Bapak Kimin, rumah warga yang menjadi korban bencana, diubah menjadi sebuah museum kecil dan sederhana. Dengan inisiatif anaknya, mereka sekeluarga mengumpulkan sisa-sisa barang yang masih ada lalu ditata lagi di tempat yang sama.

Museum Sisa Hartaku, Sleman
Museum Sisa Hartaku, Sleman
Gambar : zonalibur

Sisa-sisa harta mereka ini merupakan saksi bisu akan kedahsyatan letusan Merapi pada tahun  2010 yang silam. 

Koleksi Museum kecil ini berupa barang-barang milik pribadi Bapak Kimin sendiri seperti kerangka sapi, buku-buku, koleksi piring, foto-foto mengenai erupsi merapi dan lain- lainnya. Bentuk bangunan Museum Sisa Hartaku ini benar-benar masih asli sehingga terlihat mengenaskan dengan dinding yang kotor dan beberapa bagian sudah hancur.

3. Monumen Lumpur Lapindo, Sidoarjo

Sejak tahun 2006, bencana alam berupa semburan lumpur yang hingga saat ini masih belum berhenti, telah menenggelamkan kurang lebih 16 desa di 3 kecamatan dan banyak keluarga yang kehilangan rumah.

Monumen Lumpur Lapindo, Sidoarjo
Monumen Lumpur Lapindo, Sidoarjo
Gambar : disidoarjo

Namun, musibah ini tidak membuat warga Sidoarjo terus menerus meratapi kesedihannya, mereka bangkit lalu membuat suatu tempat wisata di atas tanggul lumpur Lapindo ini. Dimana lumpur yang telah mengering dimanfaatkan menjadi satu objek wisata  bernama "Wisata Lumpur Lapindo". 

Patung manusia di Lumpur Lapindo, Sidoarjo
Patung manusia di Lumpur Lapindo, Sidoarjo
Gambar : wowkeren

Satu pemandangan yang menjadi kenangan warga Sidoarjo adalah beberapa  patung manusia yang diletakkan di lumpur yang telah mengering. Patung-patung itu membawa berbagai perabotan rumah tangga, seolah menggambarkan kondisi warga yang menjadi korban semburan lumpur. 

Terlihat lebih dramatis lagi ketika ada beberapa patung separuh badan seperti manusia yang tenggelam dimakan lumpur.


4. Pulau Sarinah, Pulau yang 'lahir' dari Lumpur Lapindo.

Satu lagi objek wisata yang terbentuk akibat semburan lumpur Lapindo yaitu Pulau Sarinah, sebuah pulau yang 'terlahir' akibat sedimentasi lumpur yang keluar dari semburan Lapindo. Selama bertahun-tahun lumpur tersebut dibuang ke Sungai Porong sehingga lama kelamaan menghasilkan sebuah hamparan pulau buatan di pesisir timur Sidoarjo.

Lokasi Pulau Sarinah berada di kampung Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon. Sidoarjo.  Pada mulanya, kondisi pulau ini sangat gersang, namun warga mencoba menanam pohon-pohon bakau dan beberapa tanaman lainnya. Hasilnya sangat mengejutkan.

Pulau Sarinah, Sidoarjo
Pulau Sarinah, Sidoarjo
Gambar : indonesiakaya

Tanaman-tanaman itu tumbuh dengan subur sehingga membuat Pulau Sarinah menjadi hijau dan menarik, Keindahannya akan semakin terlihat jika kita berada di Pantai Tlocor. Saat ini, pulau hasil sedimentasi lumpur ini, sering digunakan sebagai tempat riset perguruan tinggi di Indonesia.

5. Boat on the Roof Top, Kenangan Tsunami Aceh Belasan Tahun Lalu

Sementara itu, di Banda Aceh, sebuah kapal sepanjang 30 meter tetap dibiarkan berada di atap sebuah rumah sebagai kenangan adanya bencana alam Tsunami pada 26 Desember 2004. Kemudian, tempat ini berubah menjadi lokasi wisata andalan di Banda Aceh yang menyedot wisatawan dari berbagai daerah terutama mereka yang ingin melihat kedahsyatan bencana tsunami.

Kapal diatas rumah, Banda Aceh
Kapal diatas rumah, Banda Aceh
Gambar : abc
Kapal nelayan dengan penumpang 59 orang itu selamat saat terjadi musibah Tsunami Aceh. Ombak laut mengantarkannya hingga berhenti di atas rumah warga di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. 

Dan, sebagai kenang-kenangan nama-nama penumpang tersebut diabadikan diatas sebuah plakat dan ditaruh dibawah kapal. 

Sebagai objek wisata, hampir setiap hari, ada saja wisatawan yang datang berkunjung baik turis mancanegara maupun domestik.

6. Kapal PLTD yang Hanyut Saat Tsunami

Masih di Banda Aceh, selain kapal nelayan, salah satu bukti dari kedahsyatan Tsunami Aceh adalah sebuah Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang terseret gelombang, padahal bobot kapal tersebut 2,6 ribu ton. Namun, gelombang Tsunami mampu membuatnya bergeser sejauh 5 km ke arah daratan.

Kapal PLTD Banda Aceh
Kapal PLTD Banda Aceh
Gambar : indonesiakaya
Saat ini Kapal PLTD ini juga menjadi satu objek wisata ditambah dengan monumen untuk mengingat bencana tsunami serta dihiasi dengan foto-foto akibat bencana tersebut.

Penutup

Mengutip sebuah kalimat bijak,
“Dibalik semua musibah terkandung hikmah di dalamnya.”
Sahabat dolenners, itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi yang terjadi pada 6 objek wisata yang terlahir akibat bencana alam di Indonesia ini. Memang, bencana alam telah memporak-porandakan wilayahnya. Namun, setelah bencana berlalu, mereka mendapatkan hikmahnya sehingga wilayah yang rusak berubah menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

Bahkan Gunung Bromo, Gunung Merapi, Gunung Kelud dan gunung berapi aktif lainnya di Indonesia, setelah menumpahkan amarahnya berupa debu dan lahar volkanik, membuat tanah pertanian yang ada di sekitarnya menjadi subur.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..


Sumber : Wowkeren, Disidoarjo, lokal101, zonalibur, reservasi.com, Indonesiakaya, GNFI


Potret Semangat Pantang menyerah Nenek Penjual Pangsit Mie Di Jl. Bromo Malang

Potret Semangat Pantang menyerah Nenek Penjual Pangsit Mie Di Jl. Bromo Malang – Seorang nenek dengan badan sedikit bongkok bergerak dengan trampil dan cekatan membuat porsi pangsit mie untuk pelanggannya. Warungnya berada tepat didepan gapura Jalan Bromo Gang 1, dibawah penerangan jalan umum.

Potret Semangat Pantang menyerah Nenek Penjual Pangsit Mie Di Jl. Bromo Malang
Potret Semangat Pantang menyerah Nenek Penjual Pangsit Mie Di Jl. Bromo Malang
Nenek ini berjualan pangsit mie pada malam hari, beliau menggelar dagangannya sekitar pukul 9 malam hingga habis dagangannya, "biasanipun ngantos jam setunggal." jawabnya sambil tersenyum ketika saya tanya hingga jam berapa beliau berjualan setiap hari.

"Niki mie-ne basah napa kering?" sambungnya.

Kemudian, beliau mulai meracik mie pesanan saya, badannya yang sudah bungkuk tidak mengurangi keterampilannya dalam mengolah masakan. Mungkin pekerjaan ini sudah ditekuninya sejak lama.

Warung Nenek Penjual Pangsit Mie di Jl. Bromo
Warung Nenek Penjual Pangsit Mie di Jl. Bromo

Beberapa menit berselang, satu mangkok mie pangsit beliau sajikan. Rasanya enak dan gurih khas mie pangsit "malangan". Mie kenyal, kuah sedap, dengan taburan cincangan ayam, daun bawang, bawang merah goreng, dan krupuk pangsit yang gurih. Semangkok pangsit dihargai 8.000 rupiah.

Pangsit Mie nenek Jl. Bromo Malang
Pangsit Mie nenek Jl. Bromo Malang

Saat melihatnya bekerja, hati terasa berdenyut nyeri. Rasa haru menyeruak dalam hati.  Orang setua ini masih mau bekerja keras seorang diri di malam hari. Seharusnya, ia beristirahat dirumah bersama anak-cucunya, menikmati sisa hidup.

Namun, sosok nenek ini tetap bekerja membanting tulang yang sudah renta untuk menyambung hidupnya. Ia pantang  berpangku tangan apalagi meminta-minta dalam menjemput rejeki ALLAH. Terucap doa dalam hati.

Ya ALLAH semoga engkau permudah segala usahanya, berkahi rejekinya, dan berikan kesehatan pada nenek penjual pangsit mie ini..
Sahabat dolenners, inilah salah satu potret kehidupan tentang semangat pantang menyerah dari seorang nenek penjual pangsit mie di Jl. Bromo Malang. Satu sikap yang patut diteladanioleh generasi dibawahnya.

Terbersit niat dalam hati, untuk selalu mengunjungi warung kecil di Jl. Bromo ini. Baik untuk menikmati kelezatan pangsit mie buatan sang Nenek Perkasa ini atau hanya sekedar minum kopi panasnya.

Nah, tunggu apalagi? Jika anda peduli, mari kita kunjungi warung pangsit mie Nenek ini di Jl. Bromo Malang.



Sumber : IG @danisugeng

Artikel Kuliner Lainnya :





Menikmati Kenyamanan Bohemian Café Ditengah Kesibukan Kerja

Menikmati Kenyamanan Bohemian Café Ditengah Kesibukan Kerja – Suasana tenang, musik yang lembut dan lampu yang temaram mampu meredakan ketegangan akibat beban kerja atau permasalahan hidup lainnya. Selain minuman dan makanan ringan, itulah yang ditawarkan Bohemian Café kepada para pengunjungnya.

Seperti namanya, café ini mengusung konsep Bohemian. Satu konsep yang dianut oleh kaum Hiipie atau hipster atau disebut juga gypsy pada abad ke-19 di Eropa dan Amerika. Kelompok ini dikenal dengan ideologinya yang menentang perang atau pemerintah yang senang berperang.

Mereka menginginkan hidup damai dengan sesama tanpa mengenal sekat, dapat dengan bebas meluapkan ekspresinya melalui karya seni, menyukai kesunyian dan mendekat dengan alam. Nah, masa inilah yang pada akhirnya disebut sebagai era Bohemian.

Konsep Bohemian inilah yang ingin diterapkan oleh café yang berada di Jl. Manggis No. 2 Malang ini. Meskipun tidak diterapkan 100%, namun sebagian besar sudah dapat diwujudkan dalam lingkungan dan suasana café ini. 

Menikmati Kenyamanan Bohemian Café Ditengah Kesibukan Kerja
Lily dan Dhani di Bohemian Cafe, Jl. Manggis No. 2 Malang
Disinilah, Lily Rosyadah dari Disbudpar Banjarmasin, menyempatkan diri menikmati kenyamanan Bohemian Café bersama teman-teman masa kuliah dulu. Sayangnya, cuaca tidak mendukung pertemuan ini. Hujan mengguyur kota Malang dengan derasnya sehingga banyak yang tidak dapat hadir memenuhi undangannya. 

Hanya satu orang yang menemaninya yaitu Kusuma Wardhani atau Dhani, yang kebetulan kantornya tidak terlalu jauh dari café ini.

Kedatangan wanita cantik meskipun sudah menginjak masa jelita ini dari Banjarmasin ini, adalah kelanjutan dari rangkaian kegiatan bersama Kemenkumham untuk membuat 3 Perda dan 1 Perwal berkaitan dengan pengembangan pariwisata  di Kota Banjarmasin. Sebelumnya, mereka mengadakan studi banding ke Kota Padang, Sumatera Barat.

Nah, untuk lebih mengenal Bohemian Café dan kegiatan Lily bersama Dani, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Baca Juga Perjalanan Lily Rosyadah Lainnya : 

Bohemian Café, Jl. Manggis No. 2 Malang

Café di Jl. Manggis No. 5, satu tempat di sudut kota Malang ini mengusung konsep Bohemian karena lokasinya memang agak jauh dari keramaian. Sehingga lebih mudah membuat suasana yang tenang, nyaman dan penuh kehangatan.

Lly dan Dhani di Bohemian Cafe Malang
Dua Jelita STIKI88 di Bohemian Cafe Malang

Ditambah dengan alunan musik yang lembut, lampu yang redup dan aneka jenis tanaman sebagai pemanis serta hiasan dinding bernuansa unik, menjadikan Bohemian Café  sebagai tempat yang tepat untuk bersenda gurau bersama kawan maupun keluarga. 

Seperti halnya para Bohemian, café ini memang dibuat untuk para pencari ketenangan yang sudah bosan dengan hingar binger suasana perkotaan.

Menu Andalan Bohemian Cafe

Selain suasana ala Bohemian, café ini juga memiliki beberapa menu andalan yang sangat menggugah selera. Seperti aneka jenis minuman cokelat  dan makanan ringan. Chocoffee menjadi salah satu minuman andalan café ini, campuran kopi dengan cokelat yang memiliki citarasa menyegarkan dan sangat layak untuk dicoba.

Ice Coffee di Bohemian Cafe Malang
Ice Coffee di Bohemian Cafe Malang
Gambar : Lingkar Malang
 Baca Juga : Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang

Matcha Affocado di Bohemian Cafe
Matcha Affocado di Bohemian Cafe
Gambar : Lingkar Malang
Sedangkan makanan yang menjadi andalan café ini adalah chicken picata. Selain itu ada waffle matcha, waffle sandwich, dan lain-lain.

Waffle Sandwitch di Bohemian Cafe Malang
Waffle Sandwitch di Bohemian Cafe Malang
Gambar : Lingkar Malang

Matcha Pancake With Ice Cream di Bohemian Cafe Malang
Matcha Pancake With Ice Cream di Bohemian Cafe Malang
Gambar : Lingkar Malang

Harga Makanan di Bohemian Cafe

Dari sisi harga makanan, Bohemian Café yang berlokasi di Jalan Manggis No.2 ini cukup ramah dengan kantong.  Harga yang dibandrol di daftar menu berkisar antara Rp. 5.000,- hingga 25.000. Harga yang murah dengan suasana nyaman, tenang dan hangat.

Perjalanan Kuliner Lily Rosyadah

Setelah puas menikmati kenyamanan Bohemian Cafe dan setelah hujan yang mengguyur Kota Malang reda, Lily dan Dhani melanjutkan perjalanan kulinernya dengan menikmati makan malam di Soto Dog depan GOR Pulosari Malang.

Soto Dog depan GOR Pulosari Malang
Lily dan Dhani di Soto Dog depan GOR Pulosari Malang

Dulu pada tahun 1990an, kuliner Soto Lamongan inilah yang menjadi langganan mereka. Suara "Dog" saat botol kecap dibanting oleh penjualnya menjadi ciri khas dan membuat rindu para pelanggannya.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang sebuah café yang mengusung konsep Bohemian di Jl. Manggis No. 5 Malang. Bohemian Café namanya.

Nah, tunggu apalagi? Jika anda butuh suasana tenang, nyaman dan musik yang lembut, kunjungilah Bohemian Café.

Menjajal Spot Foto Unik dan Instagramable di Goa Pinus, Gunung Banyak, Batu

Menjajal Spot Foto Unik dan Instagramable di Goa Pinus, Batu – Banyak yang belum mengenal nama objek wisata Goa Pinus, Batu ini. Namun berbeda dengan di media sosial, namanya cukup populer di kalangan nitizen karena banyak yang mengunggah foto-foto yang unik dan instagramable di tempat ini.

Dalam foto-foto tersebut, terlihat spot-spot foto di Goa Pinus ini yang unik dan menarik serta membuat para netizen penasaran dan ingin mengunjungi salah satu area wisata di Gunung Banyak, Batu ini. Termasuk Mariza dan keluarganya, salah satu sahabat dolenners yang berasal dari Tanjung Selor, Kalimantan Timur.

Menjajal Spot Foto Unik dan Instagramable di Goa Pinus, Gunung Banyak, Batu
Menjajal Spot Foto Unik dan Instagramable di
Goa Pinus, Gunung Banyak, Batu
Selain mengunjungi objek-objek wisata lainnya di Kota Batu, Mariza bersama Gufron dan Citra, suami dan putrinya, juga menjajal spot-spot foto unik dan instagramable di Goa Pinus ini.

Nah, untuk lebih mengenal objek wisata Goa Pinus, Gunung Banyak, Pujon, Kota Batu ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Goa Pinus, Gunung Banyak, Pujon, Batu 

Goa Pinus berada dalam kawasan Wisata Gunung Banyak, Batu, yang menyajikan beragam tempat wisata alam yang menarik. Mengutip dari Kompasiana, kawasan ini setidaknya memiliki enam spot wisata yang dibagi ke dalam dua zona, yaitu :

1. Zona Paralayang

Zona pertama ini meliputi spot wisata Paralayang, Oemah Kayu, dan Taman Langit.

2. Zona Goa Pinus

Sedangkan zona kedua terdiri dari spot memanah, spot wisata Rumah Papua dan Goa Pinus. 

Kembali pada Goa Pinus, Awalnya, goa ini, merupakan gua yang menjadi lokasi penambangan pasir. Karena sudah tidak dipergunakan lagi, maka oleh pengelolahnya disulap menjadi tempat wisata yang unik dan menarik sehingga mampu menarik perhatian banyak wisatawan untuk datang berkunjung ke tempat ini.

Pintu Gerbang Goa Pinus Pujon, Batu
Pintu Gerbang Goa Pinus Pujon, Batu

Pintu masuk menuju Goa Pinus terbuat dari dahan-dahan pohon yang kering. Jalanan setapak berpaving dengan tanaman bunga di kanan-kirinya, membelah hutan pinus menuju spot-spot yang ada. Di jalanan ini, terdapat sebuah joglo untuk istirahat dimana dinding joglo ini terbuat dari bahan-bahan kayu dengan desain unik.

Goa Pinus Pujon, Batu
Goa Pinus Pujon, Batu
Gambar : Kompasiana

Sedangkan goa pinusnya sendiri, ternyata adalah sebuah lobang yang menjorok ke dalam tanah sekitar 5 meter. Menurut cerita penduduk setempat, goa itu dulunya, merupakan bekas peninggalan Jepang. Versi lainnya mengatakan jika gua itu merupakan bekas galian tambang. 

Goa Pinus memiliki diameter sekitar 1.5 m di mulut gua dihiasi dengan ornament terbuat dari kayu dengan bentuk yang menyeramkan. Sehingga suasananya berkesan sedikit "seram" tapi sebenarnya tidak menakutkan.

Spot-Spot Fot Unik dan Instagramable di Goa Pinus Pujon

Bagi pengunjung Goa Pinus yang gemar fotografi, ada beberapa spot foto yang unik dan menarik yang disediakan oleh pengelolah tempat ini antara lain sebagai berikut.

1. Rumah Joglo

Setelah memasuki pintu gerbang Goa Pinus, kita akan menemukan rumah joglo yang digunakan sebagai  tempat istirahat. Bangunan rumah joglo ini terbuat dari kayu dengan bentuk tak beraturan sehingga membuat desain rumah ini menjadi unik termasuk perabotan kursi-kursinya yang juga terbuat dari kayu.

Mariza dan Citra di Rumah Joglo, Goa Pinus, Pujon, Batu
Mariza dan Citra di Rumah Joglo, Goa Pinus, Pujon, Batu

Citra di Rumah Joglo, Goa Pinus, Batu
Citra di Rumah Joglo, Goa Pinus, Batu

Kunikannya ini yang membuat rumah joglo ini menjadi spot foto yang unik dan menarik.


2. Replika Perahu

Setelah rumah joglo, spot menarik lainnya adalah sebuah replika perahu dengan posisi anjungan yang menjorok ke arah luar tebing hutan pinus.  Tempat foto yang cukup menantang, namun jika kita dapat mengambil sudut foto yang tepat, maka hasilnya, kita seolah naik perahu di udara.

Mariza di Replika Perahu Goa Pinus Pujon, Batu
Mariza di Replika Perahu Goa Pinus Pujon, Batu

Citra di Replika Perahu Goa Pinus, Gunung Banyak
Citra di Replika Perahu Goa Pinus, Gunung Banyak

Inilah daya tarik yang menjadikan tempat ini juga menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto.

3. Rumah Papua

Spot menarik lainnya adalah Rumah Papua. Spot yang berisi replika rumah-rumah kecil yang terbuat dari kayu dengan atap bulat yang terbuat dari bahan mirip ilalang, seperti rumah yang ada di pedalaman Papua.

Citra dan Gufron di Rumah Papua
Citra dan Gufron di Rumah Papua

Posisi replika rumah ini berjejer di sepanjang pinggiran tebing hutan pinus sehingga rumah ini juga berfungsi sebagai gardu pandang dimana pengunjung dapat bersantai dan menikmati indahnya pemandangan kawasan perbukitan dengan udaranya yang sejuk.

Mariza di Rumah Papua
Mariza di Rumah Papua

Dari jendela rumah Papua ini, pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan matahari terbit yang muncul dari balik kaki Gunung Arjuno.

Citra di Rumah Papua
Citra di Rumah Papua 

Pada saat turun kabut pada pagi atau sore hari, berfoto di Rumah Papua ini akan terlihat sangat eksotis dengan latar kabut menyelimutinya. Sehingga spot satu ini menjadi buruan wisatawan untuk berfoto.

4. Pintu Bulat

Spot lainnya yang sering digunakan untuk berfoto adalah sebuah pintu bulat yang terbuat dari kayu. Pintu ini merupakan pintu masuk menuju ke Rumah Papua. Bentuknya yang bulat dan terbuat dari susunan kayu-kayu yang di pernis terlihat unik dan menarik. Sehingga banyak wisatawan yang menjadikannya spot foto.

Pintu Bulat di Goa Pinus Pujon, Batu
Pintu Bulat di Goa Pinus Pujon, Batu

5. Pohon Pinus Degan Tulisan Lucu

Sebuah tren yang lagi marak diterapkan pada objek wisata alam hutan pinus yaitu sebuah papan dengan tulisan-tulisan lucu yang dipasang pada pohon-pohon pinus. Kesan unik dan lucu akan terlihat ketika kita berfoto dibawahnya.

Pohon Pinus Dengan Tulisan Lucu
Pohon Pinus Dengan Tulisan Lucu

6. Spot Di Tepi Tebing

Nah, spot foto ini yang cukup menantang nyali. Sebuah spot yang dibuat hingga menjorok keluar tebing. Sehingga saat berada di atasnya, disekeliling kita tidak ada pijakan lagi dan dibawahnya adalah jurang. Untuk menuju spot foto menantang ini, tersedia jalanan kayu yang melingkar seperti ular tanpa pagar.

Spot di tepi tebing Goa Pinus Pujon, Batu
Spot di tepi tebing Goa Pinus Pujon, Batu

Jarang pengunjung yang berani berfoto ditempat ini. Namun, jika kita berani, maka hasil fotonya akan terlihat ekstrem dan menarik sekali.

Itulah beberapa spot foto yang unik, menarik dan menantang serta instagramable yang ada di objek wisata Goa Pinus.

Lokasi Goa Pinus Batu

Goa Pinus ini berada di kawasan Pujon, Batu. Tepatnya di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Provinsi  Jawa Timur. 

Rute Goa Pinus Batu

Untuk menuju lokasi Goa Pinus ini, dengan patokan Alun-alun Kota Batu, maka kita akan menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 11,6 kilometer kea rah Pujon melalui Jalan Brigjend Abdul Manan Wijaya dengan waktu tempuh sekitar 25 menit.

Ketika sampai di daerah Pujon, kita akan menemukan sejumlah rambu petunjuk arah yang menuju ke arah Goa Pinus Pujon. Tidak terlalu jauh. Jika bingung, kita bisa bertanya pada penduduk sekitar.

Memang akses menuju Goa Pinus Batu atau juga dikenal dengan Goa Pinus Pujon ini agak sulit karena belum ada transportasi umum yang menuju ke sini, sehingga hanya bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Harga Tiket Masuk Goa Pinus Batu

Untuk dapat menikmati keindahan alam di Goa Pinus dan menjajal spot-spot Foto yang unik dan menarik, wisatawan akan dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Tarif yang sama juga dikenakan pada beberapa spot wisata yang berada di sekitar kawasan Pujon, seperti Taman Kelinci dan Rumah Papua. 

Fasilitas Di Goa Pinus Pujon

Karena terbilang objek wisata baru, fasilitas umum yang ada ditempat ini belumlah lengkap. Namun seiring perkembangan jumlah wisatawan, maka pihak pengelolah akan terus berbenah untuk memperbaiki dan menambah fasilitasnya.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah pengalaman Mariza bersama suami dan anaknya dari Tanjung Selor, Kaltim, saat menjajal spot-spot foto yan unik dan instagramable di Goa Pinus Pujon, Batu.

Tentunya, kenangan berada di Goa Pinus ini akan menjadi kenangan indah keluarga kecil ini. Dan, pengalaman berwisata ke Batu akan disebarluaskan kepada teman-teman dan kerabat yang ada di Kalimantan Timur.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang

Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang – Menikmati secangkir kopi original pada malam hari dengan suasana Klojen tempo dulu, terasa lebih nikmat dan penuh kenangan. Sambil nyruput kopi lalu membiarkan rasa pahitnya mengalir perlahan menyusuri lidah kita maka ciri khas dari jenis kopi tersebut akan terasa. Murni, alami dan tanpa gula, segera akan menunjukkan darimana kopi itu berasal.

Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang
Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang
Kedai Koopen, Klojen, Malang, memang hanya menyediakan kopi original dari berbagai daerah di Malang Raya saja. Bukan campuran. Jika ada pengunjung yang menginginkan perpaduan dari beberapa jenis kopi, maka Ipong, sang pemilik kedai, tidak menanggung citarasanya. Sepenuhnya diserahkan pada selera pengunjung.

Itulah bentuk jaminan yang diberikan oleh Kedai Koopen atas citarasa original dari produk kopi yang dihasilkannya.

Dengan secangkir kopi original di hadapan kita, lepas dari obrolan bersama teman, perlahan kita akan mengalihkan pandangan mengamati lingkungan di sekitar kedai kopi murni ini. Dan, tepat di sudut perempatan Klojen, suasana tempo dulu terasa sangat kental.   

Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang
Kedai Koopen, Klojen, Malang di Malam Hari

Sebagian besar bangunan-bangunan yang ada masih tetap dipertahankan keasliannya, meskipun tidak sepenuhnya, namun ciri khas bangunan pada masa kolonial Belanda, masih jelas terlihat.Memang kawasan Klojen merupakan salah satu kawasan heritage di kota Malang yang tetap dilestarikan.

Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang
Suasana Heritage Perempatan Klojen, Malang

Menikmati Kopi Original Dengan Suasana Heritage Di Kedai Koopen, Klojen, Malang
Suasana malam hari di perempatan Klojen, Malang

Nah, sangat tepat sekali. Minum kopi asli dan murni ditambah suasana lingkungan yang masih asli juga, akan membuat kita merasa berada pada masa lalu yang penuh kenangan. Apalagi pada malam hari, saat lalu lintas kendaraan mulai sepi.

Tunggu apalagi? Mari kita coba citarasa kopi original dari Kedai Koopen, Klojen, Malang, sambil menikmati suasana heritage kawasan Klojen.


Menjajal Kelezatan Aneka Coklat Di Dapur Cokelat Malang

Menjajal Kelezatan Aneka Coklat Di Dapur Cokelat Malang – Pada tanggal 11 sd 15 November 2018, Dapur Cokelat di Jl. Guntur 15 Malang, membuat promo yang berjudul “Pay as you like” atau “bayar sesukamu.” Dimana pengunjung dapat memilih dan menikmati minuman varian cokelat yang tersedia dan boleh membayar sesukanya baik kurang maupun sesuai dengan harga jualnya.

Menjajal Kelezatan Aneka Coklat Di Dapur Cokelat Malang
Dapur Cokelat Jl. Guntur 15 Malang

Satu promo yang sangat menarik terutama bagi para pecinta cokelat di Malang. Selain salah satu makanan yang cukup digemari dengan citarasa lezat, cokelat juga menyimpan beberapa manfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan resiko stroke, meningkatkan kesehatan jantung, memerangi diabetes dan lain-lain.

Erdik dan Istri Di Dapur Cokelat Malang
Erdik dan Istri Di Dapur Cokelat Malang
Nah, sambil menikmati kebersamaan bersama keluarga, Erdik Wahyu, seorang sahabat dolenners, menyempatkan diri menjajal kelezatan aneka cokelat di Dapur Cokelat ini.

Nama Dapur Cokelat sendiri mungkin hanya dikenal oleh para pecinta cokelat saja sehingga kali ini, ayodolenrek mengulasnya sehingga masyarakat luas juga turut mengenal gerai di Jl. Guntur 15 Malang ini.

Baca Juga : 

Dapur Cokelat Malang

Dapur Cokelat menjual berbagai kuliner lezat dengan bahan dasar cokelat seperti shortcake fruit, chocolate java, cup cake, tiramisu, chococheez, dan masih banyak menu lainnya. Bahkan pengunjung juga bisa memesan berbagai bentuk atau replika cokelat yang diinginkan di sini. 

Dapur dari Dapur Cokelat
Dapur dari Dapur Cokelat
Dilihat dari desainnya, ruangan Dapur Cokelat terbilang unik, dengan menampilkan suasana rumah dalam gerainya. Dan, salah satu ciri khas yang mencolok dari gerai cokelat ini adalah keberadaan replika tugu Kota Malang yang terbuat dari cokelat. 

Sejarah Dapur Cokelat

Awalnya, Dapur Cokelat merupakan bisnis rumahan paruh waktu milik pasangan Okky Dewanto dan Ermey Trisniarty yang menciptakan kue-kue yang luar biasa. Kemudian bisnis rumahan ini berkembang, setelah rekan-rekan pemilik dengan sukses mentransformasi bisnis berbasis rumah mereka menjadi perusahaan yang saat ini memiliki lebih dari dua puluh gerai penjualan ritel di beberapa kota besar di Indonesia.

Putri Erdik bersama temannya di Dapur Cokelat
Putri Erdik bersama temannya di Dapur Cokelat
Pada tahun 2016 Dapur Cokelat sudah memiliki 21 outlet cabang, dimana management perusahaan kue berbahan dasar cokelat ini berkantor pusat di daerah serpong tangerang. 

Sesuai dengan nama yang digunakan, hampir seluruh produknya terbuat dari bahan dasar cokelat dengan produk varian cakes yang sangat beragam, mulai dari cake ultah, kue kering, personal cakes, permen cokelat, dan cokelat batangan.

Produk olahan dari Dapur Cokelat ini memiliki desain premium dan mewah. Terutama adalah rasa yang lezat dan akan melekat di lidah pelanggan. Meskipun produknya serba premium, namun Dapur Cokelat tetap mematok harga yang masih terjangkau. Harga untuk cake tart ulang tahun, Dapur Cokelat membanderol mulai Rp.125.000 hingga Rp.950.000 sesuai ukuran yang anda inginkan.

DAFTAR HARGA MENU DAPUR COKELAT

Harga Kue Dapur Cokelat
  • Choco Monkey Rp.126.500
  • Fruit Shortcake Rp.126.500
  • Mocca Cake      Rp.121.000
  • Triple Decker    Rp.137.500
  • Mango Cassata Rp.137.500
  • Pudding Cheese Cake Rp.143.000
  • Apple Forest              Rp.143.000
  • Tiramissu                   Rp.148.000
  • Caramel Chocolate     Rp.165.000
  • Red in Black              Rp.165.000
  • Two Seasons              Rp.170.500
  • Opera                         p.170.500
  • DC's Choco 20x20cm Rp.247.000
  • Java Chocolate 20x20cm Rp.247.500
  • Rainbow Cake Rp.187.000
  • Chococheez               Rp.192.500

Promo Dapur Cokelat

Pada tanggal 11 -15 November 2018, Dapur Cokelat menjamu pengunjungnya dengan segelas kopi hangat atau mix fruit juice yang menyegarkan dari Dapur Cokelat Malang dengan membayar sesuka kita. Pay as you like.

Promo "Pay as you like" di Dapur Cokelat


Promo ini mendapat respon yang luar biasa dari para pecinta cokelat di kota Malang. Para pengunjung tampak bergiliran menikmati aneka varian cokelat yang disediakan di halaman gerai Dapur Cokelat di Jl. Guntur 15 Malang ini. Selain itu, pengunjung juga dapat berfoto di dalam ruangan Dapur Cokelat. 

Keramaian pengunjung yang Menjajal Kelezatan Aneka Coklat Di Dapur Cokelat Malang
Keramaian pengunjung yang menjajal kelezatan
Aneka Coklat Di Dapur Cokelat Malang

Kehadiran Heni, seorang artis FTV yang sering berperan antagonis, semakin menambah semarak acara promo “Pay as you like” ini. Tidak ketinggalan pula Erdik bersama istrinya, mereka mengabadikan moment bersama artis ini sebagai satu kenangan di Dapur Cokelat.

Erdik dan Istri berfoto dengan artis FTV
Erdik dan Istri berfoto dengan artis FTV di Dapur Cokelat

Penutup

Sahabat dolenners, itulah pengalaman Erdik bersama keluarga saat menjajal aneka varian cokelat di Dapur Cokelat Jl. Guntur 15 Malang.

Tentunya, pengalaman bersama keluarga di Dapur Cokelat ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan dan semakin menambah kemesraan dan kehangatan rumah tangga.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..