Home » » Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura

Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura

Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura – Jika saat ini banyak bermunculan desa-desa yang menjadi objek wisata atau desa wisata, berbeda dengan yang terjadi di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Desa ini berubah menjadi Desa Digital. Desa yang memanfaatkan teknologi internet untuk memberikan layanan maupun memantau kegiatan ekonomi dan keseharian  warganya.

Desa Pintar atau Smart Village. 

Desa Waru Barat memanfaatkan aplikasi berbasis internet untuk lebih memberi kemudahan dan kenyamanan kepada warga desanya. Hal ini di dukung dengan semakin banyaknya warga desa yang menggunakan internet baik melalui komputer maupun ponsel.

Desa Waru Barat, Desa Digital Di Pantai Utara Pamekasan, Madura
Aktivitas warga dapt di monitor langsung oleh Kepada Desa di
Desa Waru Barat, Desa Digital, Pamekasan, Madura

Dari sisi pelayanan administrasi, peragkat desa mampu memberikan layanan surat-menyurat dan lain-lain dengan cepat dan mudah.  Warga desa dapat mengakses sendiri jenis pelayanan administrasi yang dikehendaki dengan cara mengunduhnya secara langsung melalui Google Play

Desa Digital ini menggunakan Aplikasi e-Desa Same Sae. Nama Sama sae sendiri merupakan akronim dari bahasa Madura yang memiliki arti satu menit selesai.

Dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) dan password ke dalam aplikasi, warga dapat memilih jenis pelayanan apa  yang dikehendaki dan akan segera diproses oleh aparat desa.

Selain itu, terdapat beberapa fitur lainnya dalam aplikasi ini seperti e-surat, darurat Kamtibmas, darurat kesehatan, laporan kamtibmas, domisi warga, surat tidak mampu, catatan laporan keuangan desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) juga Dana Desa (DD). 

Sangat menarik.

Pada dasarnya, semua bentuk pelayanan yang diinginkan warga desa terdapat dalam aplikasi tersebut termasuk fitur siaga bencana. Bahkan, bila ada warga desa yang sakit mendadak dan membutuhkan mobil sehat atau jasa tenaga kesehatan desa, maka mereka tinggal membuka aplikasi dan petugas akan langsung datang ke rumahnya.

Pihak aparat setempat juga sangat menghargai hadirnya aplikasi Sama Sae ini karena Polisi menjadi cepat tanggap dalam merespon laporan warga tentang darurat keamanan seperti kecelakaan di jalan, pencurian motor, atau tindak kejahatan lainnya.

Sebagai penggagas dari Smart Village Desa Waru Barat ini adalah Abdussalam Ramli, seorang sarjana Fisika lulusan Universitas Brawijaya  yang menjadi Kepala  Desa sejak tahun 2015.

Karena  selama ini desa yang ia bangun dianggap selalu tertinggal jika dibandingkan dengan desa lainnya di selatan Pamekasan dengan alasan desanya berada di pelosok wilayah pantai utara Pamekasan. Maka, ia menggagas hadirnya sebuah desa pintar dengan basis layanan internet. Didukung dengan mayoritas warga desanya yang telah menggunakan internet.

Penghargaan kepada Desa Waru Barat, Desa Digital DiPamekasan, Madura
Abdussalam Ramli (3 dari kiri) saat menerima penghargaan
Madura Award

Kemudian  Abdussalam menggandeng konsultasn informasi teknologi dari Universitas Madura (Unira) Pamekasan. Ketika pada tahun 2016 dimana internet masih belum maksimal masuk ke desanya, ia mulai membuat data base desa yang meliputi data kependudukan, layanan administrasi yang sistematis, dan peta lokasi serta potensi desa.

Pada tahun 2018 ini, perjuangannya membuahkan hasil. Seluruh pelayanan yang ada di desanya menjadi online dan berbasis android sehingga warga desa  mendapatkan layanan yang cepat dan mudah, dalam waktu satu menit semuanya dapat terselesaikan.

Dalam kesehariannya, Kepala Desa ini selalu memberikan sapaan yang khas kepada seluruh warganya di pagi hari. Seolah pernah lelah dan tidak merasa bosan untuk selalu menyapa warganya melalu mic toa yang terpasang di 32 titik di seluruh desa.

Selain dalam bentuk sapaan yang selalu ia lontarkan setiap pagi, ia dapat memantau seluruh aktivitas serta keseharian warganya melalui kamera pemantau Close Circuit Television (CCTV) yang terpasang di desa tersebut. 

Dengan menggunakan layar televisi sebesar 55 inchi, Abdussalam dapat memantau kegiatan di pasar, puskesmas, rumah sakit, kantor Polisi dan Koramil, masjid, mushala, jalan masuk perbatasan desa, kantor perpustakaan desa, hingga beberapa titik keramaian warga yang juga dipasangi CCTV.

Terdapat juga Petugas Command Center yang menggunakan mic siaran untuk menghimbau kondisi terkini secara langsung kepada warga. Agar warga desa tidak parkir kendaraan sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan. Sementara, si lapangan juga terdapat petugas parkir desa yang ikut menertibkan kendaraan warga.

Abdussalam sendiri juga dapat menerima notifikasi permintaan pelayanan surat keterangan tidak mampu dari salah seorang warganya. Lalu, ia mengecek hal tersebut ke bagian Command Center, yang akan segera ditindak-lanjuti oleh petugasnya. Dan, ia dapat langsung  memberikan tandatangan.

Keren..

Sangat menarik inovasi yang dihadirkan oleh Alumnus Unibraw Malang ini. Harapannya, desa-desa lainnya di Indonesia juga dapat meniru apa yang dilakukan oleh Abdussalam dan semakin banyak kepala desa lainnya yang mampu menggerakkan pembaruan bagi daerahnya.

Semoga bermanfaat..

Sumber : GNFI

2 comments: