Home » » Studi Banding Disbudpar Banjarmasin Ke Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat 2018

Studi Banding Disbudpar Banjarmasin Ke Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat 2018

Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat – Tidak hanya terkenal akan pemandangan alamnya yang indah dan kelezatan masakannya, kota Padang juga  memiliki satu tempat yang mengandung banyak nilai sejarah dan budaya yaitu Istana Pagaruyung. 

Istana yang sudah ada sejak jaman kerajaan Malayapura ini memang memiliki banyak daya tarik yang membuat wisatawan dari berbagai daerah termasuk manca negara berbondong-bondong ingin menikmati keindahannya.

Studi Banding Disbudpar Banjarmasin Ke Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat 2018
Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat

Istana Pagaruyung Batusangkar atau Istano Basa Pagaruyuang merupakan pusat dari tiga kerajaan Minangkabau yang disebut Luhak Nan Tigo yaitu Luhak Tanah Datar, Luhak Agam dan Luhak Limo Puluah.

Desain arsitektur dan struktur bangunannya sangat unik dan indah serta mengandung falsafah hidup maupun sejarah ditambah dengan barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dan terjaga dengan baik. Maka tak heran bila Istana Pagaruyung menjadi destinasi wisata budaya favorit di Padang.

Perjalanan wisata ke ranah Minang ini dilakukan oleh sahabat dolenners yaitu Lily Rosyadah bersama rombongan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Lily Rosyadah bersama rombongan di Padang
Lily Rosyadah (baju merah) bersama rombongan saat mengikuti rapat di Padang

Jauh-jauh dari bumi Kalimantan, rombongan Lily bertujuan untuk menggodok rencana pembuatan Perda wisata dan kuliner halal dengan staff Kemnekum HAM.

Nah, untuk mengenal lebih dekat Istana yang menjadi destinasi wisata budaya di Padang ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek yang diambil dari berbagai sumber.

Tentang Istana Pagaruyung

Sebagai salah satu objek wisata sejarah di kota Padang, Istana Pagaruyung banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan juga manca negara. Pengunjung mancanegara yang paling banyak berasal dari negeri Malaysia. 

Hal ini disebabkan adanya ikatan emosional antara Malaysia dan Suku Minangkabau yang sama-sama satu rumpun.

Pintu Gerbang Istana Pagaruyung, Padang, Sumbar
Pintu Gerbang Istana Pagaruyung, Padang, Sumbar
Gambar : liputan6.com

Kegiatan menarik yang dapat kita lakukan saat berkunjung ke Istana Pagaruyung selain menikmati keindahan berbagai hal yang ada di istana ini adalah mengabadikan setiap moment selama berada di tempat yang indah dan bersejarah ini.

Bagi penggemar fotografi, berpose dengan latar belakang istana dan setiap sudut serta perabotan yang ada di dalamnya akan menjadi foto kenangan yang unik, menarik dan instagramable.

Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat

Hal lain yang tak kalah menyenangkan adalah mencoba mengenakan pakaian adat Minang lalu berfoto dengan bantuan fotografer istana. Maka, hasilnya akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan saat berada di Istana Pagaruyung ini.

Lily Rosyadah dalam busana adat Minang di Istana Pagaruyung
Lily Rosyadah dalam busana adat Minang di Istana Pagaruyung

Pakaian adat Minang baik untuk pria dan wanita memang disediakan oleh pengelolah bagi para wisatawan. Kita tinggal menyewanya saja sesuai dengan tarif yang ditetapkan. Selain itu, kita juga dapat menikmati hasil karya warga Minang berupa kain-kain dengan ciri khas yang unik, Jika tertarik, kita dapat membelinya sebagai oleh-oleh.

Sejarah Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung merupakan istana dari salah satu kerajaan yang pernah berdiri di pulau Sumatera yaitu Kerajaan Pagaruyung. Nama Pagruyung diambil dari nama pohon Nibung atau Ruyung. Ketika terjadi perang Paderi, kerajaan Pagaruyung jatuh ke tangan Belanda dengan ditandatanganinya perjanjian antara kaum adat dengan pihak Belanda. Lalu wilayah kerajaan Pagaruyung berada dalam pengawasan Belanda.

Tampak belakang Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Tampak belakang Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Gamar : cumi lebay 
Baca Juga : Jam Gadang Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat
Hubungan antara kerajaan Pagaruyung dengan Majapahit terbilang sangat erat karena tercatat dalam sejarah, jika Adityawarman pernah menjadi raja di Kerajaan Pagaruyung. Dalam prasasti Amoghapasa disebutkan bahwa Adityawarman pernah mengukuhkan dirinya sebagai penguasa Bhumi Malayu di Suwarnabhumi.

Dimana sebelumnya kerajaan Pagaruyung tergabung dalam Malayapura bersama kerajaan Dharmasraya dan beberapa kerajaan atau daerah taklukan Adityawarman lainnya. Sedangkan Adityawarman sendiri merupakan kerabat dekat dari keluarga kerajaan Majapahit. Bahkan pernah disebutkan, ketika bersama Gajahmada, Adityawarman menaklukan Bali dan Palembang sehingga kerajaan Sriwijaya berada dibawah panji Majapahit.

Pada mulanya, Istana Pagaruyung  merupakan pusat pemerintahan sekaligus juga kediaman dari Raja Alam. Sistem kepemimpinan dari pemerintahan ini merupakan sistem konfederasi yang dipimpin oleh tiga pemimpin atau triumvirat dan dikenal dengan sebutan ‘Rajo Tigo Selo’ yaitu pemipin utama, Raja Alam dibantu oleh dua wakilnya, yakni Raja Adat yang berkedudukan di Buo dan Raja Ibadat yang berkedudukan di Sumpur Kudus.

Arsitektur Istana Pagaruyung

Pembangunan Istana Pagaruyung  yang indah ini dimulai pada abad ke-17 menggunakan arsitektur  berbentuk empat persegi panjang seperti rumah panggung dengan memakai atap lancip yang menonjol seperti tanduk kerbau yang biasa disebut gonjong.

Tampak samping Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Tampak samping Istana Pagaruyung, Padang, Sumatera Barat
Gambar : Choky Sihombing
Selain itu, bangunan istana juga dilengkapi dengan tabuah, rangkaian patah sembilan, surau, serta didominasi beragam craft atau ukiran yang unik. Dimana setiap bentuknya memiliki falsafah sejarah dan budaya Minangkabau yang sangat kental. 

Bangunan Istana Pagaruyung terdiri dari 11 gonjong, 72 tonggak, dan 3 lantai ini. Di dalamnya terdapat barang-barang peninggalan kerajaan yang masih terpelihara dan dijaga dengan baik. Di halaman istana terdapat pula Medan Nan Bapaneh, tempat yangu digunakan sebagai tempat musyawarah para pejabat istana dan Bundo Kanduang. 

Dalam budaya Minangkabau, Bundo Kanduang merupakan budaya yang sangat berpengaruh dalam sejarah emansipasi wanita di ranah Minang.

Lokasi Istana Pagaruyung

Istana Pagaruyung berada di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar dan 108 kilometer dari kota Padang. Jika berangkat dari pusat kota Batusangkar yang merupakan ibukota Kabupaten Tanah Datar, maka kita harus menempuh jarak kurang lebih sekitar 5 kilometer. 

Pemilihan lokasi istana Pagaruyung sebagai istana kerajaan dilakukan karena lokasinya yang sangat strategis  dan mudah diakses dari berbagai arah dalam wilayah provinsi Sumatera Barat. Tercatat,  jika ditempuh dari Bukittinggi akan melewati Baso dengan jarak sekitar 45 Kilometer, lalu dari kota Payakumbuh berjarak sekitar 40 Kilometer dan dari kota Solok berjarak 55 Kilometer. 

Konon, meskipun banyak istana lain yang tak kalah indahnya, Pagaruyung memiliki lokasi yang paling strategis sehingga itulah salah satu alasan kenapa Batusangkar dipilih sebagai pusat kerajaan Minangkabau.

Penutup

“Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.”
Dengan mengenal budaya, sejarah dan berbagai hal tentang Istana Pagaruyung ini akan membuat kita semakin bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki beraneka ragam suku dan budaya. Keragaman yang semakin memperkaya budaya warisan leluhur bangsa Indonesia.

Sahabat dolenners, itulah perjalanan Lily Rosyadah bersama rombongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Perjalanan Llily dan rombongan akan dilanjutkan dengan mengunjungi Danau Singkarak.


0 comments:

Post a Comment