Home » » Liburan Murah Ke Singapura ala Bambang DC, Backpacker dari Malang, Jawa Timur

Liburan Murah Ke Singapura ala Bambang DC, Backpacker dari Malang, Jawa Timur

Liburan Murah  Ke Singapura ala Bambang DC -  Travelling ke luar negeri menjadi salah satu mimpi emas milenial. Cara irit travelling ke luar negeri adalah dengan Backpacking. Dengan budget yang ringan dan ketat, bisa mengantarkanmu ke negara yang dapat dijangkau dengan mudah dari Indonesia, contoh nyatanya adalah Singapura. Singapura sering menjadi destinasi utama backpacker pemula Indonesia. Selain karena jaraknya yang tidak jauh, kendala bahasa tidak terlalu menjadi penghalang untuk berinteraksi dengan warga lokal.

Bambang DC dan Istri di Singapura
Bambang DC dan Istri di Singapura
Sebelum berangkat,  jauh-jauh hari belilah  tiket promo pesawat pulang pergi yang murah seperti promo maskapai AirAsia. Selanjutnya pesan hotel dengan harga promo atau carilah hotel budget murah yang lokasinya dekat dengan stasiun MRT. Kami memilih menggunakan MRT sebagai sarana transportasi karena transportasi ini adalah yang tercepat dan termurah untuk menjangkau hotel dan lokasi wisata di Singapura.

Bambang DC dan putranya di stasiun MRT Singapura
Bambang DC dan putranya di stasiun MRT Singapura
Baca Juga : Keren Sekali ! Reuni Polinema Malang 89, Tour Batam - Singapore

Destinasi favorit di Singapura adalah Universal Studios di Sentosa Islands, Bugis Street, dan Chinatown. Agar dapat harga murah tiket masuk Universal Studios pesanlah tiket sebelumnya di agen wisata. Biasanya anda akan mendapatkan bonus peta wilayah dan jalur MRT Singapura.

Kami sekeluarga take off dari Surabaya (Bandara Internasional Juanda) pukul 12:50 WIB menggunakan pesawat AirAsia. Waktu tempuh perjalanan kami sekitar 7 jam. Lamanya perjalanan karena tidak ada  pesawat AirAsia yang langsung ke Singapura, jadi kami harus transit dulu di Kuala Lumpur. Waktu lokal Singapura lebih awal 1 jam dari Surabaya, maka kami tiba pukul 19:40 waktu setempat. Jangan lupa sebelum di Singapura anda sudah menukarkan uang rupiah R.I ke dollar Singapura di tempat money changer.

Tiba di Bandara Internasional Changi kami melapor ke petugas imigrasi dan menyerahkan paspor, selanjutnya kami langsung menuju terminal 2 di mana terdapat Mass Rapid Transportation (MRT) yang langsung menuju pusat kota Singapura. Sebelum naik MRT belilah tiket MRT yang untuk multi trip sehingga anda menuju ke semua stasiun MRT tidak perlu beli tiket lagi. . Lokasi yang kami tuju adalah sebuah hotel di daerah Bencoolen yang cukup 10 menit berjalan kaki ke stasiun MRT.

Pagi hari pukul 07:00 kami bersiap-siap untuk wisata di Singapura. Tujuan pertama kami adalah ke patung singa air mancur Merlion di Merlion Park yang merupakan atraksi utama wisata di Singapura.

Kami menggunakan MRT dari Stasiun Bencoolen, lalu turun di Stasiun Raffles Place. Dari sini, Merlion Park bisa dijangkau dengan 10 menit berjalan kaki.

Di sini kami hanya menikmati lanskap Singapura dengan berfoto dan duduk-duduk santai. Semua landmark singapura bisa disaksikan dari Merlion Park. Di antaranya Singapore Flyer, Esplanade, Singapore ArtScience Museum, Marina Bay Sands dan tentunya Patung Merlion. 

Bambang DC dan putranya di Merlion Park Singapura
Bambang DC dan putranya di Merlion Park Singapura

Setelah puas berfoto terutama di depan patung Marlion yang merupakan lambang negara Singapura, destinasi selanjutnya mengunjungi Sentosa Island. Di Sentosa Island banyak wahana dan atraksi menarik yang bisa dicoba. Salah satu atraksi yang terpopuler di sini adalah Universal Studio Singapore.

Sebenarnya Sentosa Island bisa dibilang mirip Dunia Fantasi (Dufan) di Jakarta. Menurut saya, hal yang membedakannya adalah atraksi di Sentosa Island lebih banyak dan lebih seru.

Untuk menuju Sentosa Island, kami menggunakan MRT dari Stasiun Raffles Place lalu turun di Stasiun Harbourfront. Tiba di Stasiun Harbourfront, kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Sentosa Express dengan tarif SGD 4 untuk perjalanan pergi pulang (PP) menuju ke Vivo City. Dari Vivo City cukup berjalan kaki 10 menit masuk ke Universal Studio Singapura.

Bambang DC dan putranya di Universal Studio Singapura
Bambang DC dan putranya di Universal Studio Singapura
Di Universal Studio Singapura banyak atraksi atau wahana yang bisa dicoba di sini. Karena waktu yang terbatas tentunya tidak bisa semua atraksi atau wahana kita kunjungi, pilihlah atraksi atau wahana yang paling menarik.

Setelah puas berkeliling di Universal Studio Singapura, sore hari menjelang malam kami kembali ke hotel.

Sesudah makan malam di restoran terdekat dengan hotel kami keluar lagi menikmati suasana malam hari Singapura ke Garden By The Bay. Untuk makan di Singapura bagi orang muslim carilah restoran halal di Singapura. Biasanya di depan pintu  tertulis restoran halal atau bila ragu bisa menanyakan ke pegawai restoran tersebut.

Gardern by the bay Singapura
Gardern by the bay Singapura

Dari hotel, kami menggunakan MRT dengan tujuan Stasiun Bayfront untuk mengunjungi Marina Bay Sands. Waktu tempuh menggunakan MRT sekitar 15 menit.

Tidak jauh dari Marina Bay Sands, ada Gardens By The Bay yang merupakan taman bunga terluas di Singapura mencapai 101 hektar. Waktu paling tepat untuk mengunjunginya adalah saat malam hari untuk melihat show lampu lampu Garden Rhapsody jam 19.45. Lampu-lampu cantik akan menghiasi Supertree Grove dengan warna yang berbeda tiap menitnya, kemudian acara di lanjutkan ke mall Marina Bay Sands. Menikmati suasana malam dengan laser show-nya yang menakjubkan yaitu air mancur Spectra.

Akhirnya tengah malam kami kembali ke hotel.

Keesokan paginya sebelum kembali ke Surabaya kami sempatkan belanja oleh-oleh ke Bugis Street dan China Town. Kami membeli coklat yang harganya murah dan souvenir khas Singapura.

Tips hemat wisata di Singapura

Kartu MRT

Saya sarankan untuk membeli kartu MRT (multi trip) untuk turis yang dijual di beberapa Stasiun MRT. Dengan menggunakan kartu multi trip, kamu akan mendapatkan dua keuntungan.

Pertama, kamu akan dikenakan tarif lebih murah daripada tiket satuan (single trip). Kedua, kamu dapat menggunakan kartu multi trip tidak hanya untuk MRT tapi juga untuk bus umum.

Kartu MRT Singapura
Kartu MRT Singapura
Gambar : Sunburst Adventure
Untuk membeli kartu multi trip, cukup dengan merogoh kantong sebesar SGD 12, kamu akan mendapatkan saldo sebesar SGD 7. Jika saldo menipis, kamu bisa mengisi saldo dengan minimal top up sebesar SGD 10. Jika ternyata saldo kartu masih tersisa saat ingin meninggalkan Singapura, kamu bisa mengembalikan kartu untuk ditukar dengan uang cash sisa saldo kartu tersebut.

SIM Card

Jika kamu ingin selalu online selama wisata di Singapura, saya sarankan untuk membeli SIM card lokal dari provider Singtel. Kartu SIM ini bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko 7-11 (Seven Eleven). Pastikan kamu membawa paspor saat membelinya, karena kamu akan diminta menunjukkan paspor untuk verifikasi data.

Sim Card Singapura
Sim Card Singapura
Gambar : Sunburst Adventure

Harga SIM card hanya SGD 15, kamu akan mendapatkan saldo sebesar SGD 18. Sangat lebih dari cukup untuk langganan paket data selama seminggu wisata di Singapura.

Bila tidak ingin mengganti nomor telepon HP anda bisa juga membeli paket internet luar negeri dari  provider lokal di Indonesia.

Restoran dengan menu halal

Bagi kamu yang beragama Islam, tersedia makanan halal di warung makan khas India dan Melayu. Menu yang saya suka dari masakan India adalah nasi briyani. Nasi briyani mirip seperti nasi goreng, hanya saja ada tambahan bumbu kare khas india yang membuat rasanya semakin mak-nyus!

Nasi Briyani India
Nasi Briyani India
Gambar : Okezone Lifestyle

Saya juga menemukan warung makan khas Indonesia yang terletak tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. Warung makan ini jadi tempat makan favorit saya selama wisata di Singapura. Menu fovoritnya adalah ayam penyet.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah tips Liburan Murah  Ke Singapura ala Bambang DC, Backpacker  dari Malang, Jawa Timur.

Memang, travelling hingga ke manca negara menjadi idaman setiap pecinta perjalanan wisata. Namun, jika belum beruntung, masih banyak objek-objek wisata di Indonesia yang masih belum tersentuh tangan-tangan professional dan tak kalah indahnya.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Penulis : Bambang DC.

1 comments: