Home » » Menyusuri Jalan Kayutangan Mencoba Mengais Kenangan Lama

Menyusuri Jalan Kayutangan Mencoba Mengais Kenangan Lama

Menyusuri Jalan Kayutangan Mencoba Mengais Kenangan Lama  – Setelah menyusuri Kampung Kayutangan dengan nuansa tempo dulu, maka untuk menyegarkan kembali memory yang telah lama tersimpan tentang salah satu kampung heritage di kota Malang ini, penulis melanjutkan perjalanan menyusuri Jl. Jenderal Basuki Rahmad atau jalan Kayutangan ini.

Beda di kampung beda pula di jalan raya.

Jalan Basuki Rahmad atau Jalan Kayutangan ini hingga sekarang merupakan jalan poros utama menuju pusat kota Malang lalu terpusat di Alun-alun Kotak yang berada di depan Masjid Jami Malang. 

Jalan Kayutangan, Malang
Jalan Kayutangan atau Kajoetangan, Malang

Seperti lagu “Sepanjang jalan kenangan” seperti itu pula penelusuran sahabat dolenners yaitu Fery Feriansyah sambil bersepeda dalam rangka mengais kenangan lama. Karena sudah puluhan tahun meninggalkan kota Malang, maka perjalanan yang dianggap biasa menjadi istimewa.

Fery Feriansyah di Jalan Kayutangan, Malang
Fery Feriansyah di Jalan Kayutangan, Malang

Kondisi yang ada saat ini, tentunya jauh berbeda dengan Kayutangan tempo dulu dimana  kami masih seorang remaja yang penuh gairah, tepatnya pada era 80-90an. Saat ini sudah banyak terjadi perubahan dan alih fungsi, penambahan infra struktur dan munculnya bangunan-bangunan baru di sepanjang jalan Kayutangan ini.

Suasana Jalan dibawah penyeberangan Kayutangan, Malang
Suasana Jalan dibawah penyeberangan Kayutangan, Malang

Meskipun bukan warga Kayutangan asli, namun banyak kenangan suka dan duka pada masa lalu yang terpatri di jalanan ini.

Maka, untuk lebih mengenal Jalan Kayutangan saat ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Sepanjang Jalan Kayutangan

Bioskop Merdeka

Sepanjang ingatan penulis, pada era 80-90an, di Jl. Kayutangan ini terdapat sebuah gedung bioskop yang memutar film-film agak lama. Mengingat pada masa itu sudah mulai bermunculan industry perfilman baru melalui Cineplex 21 yang berada di pusat perbelanjaan seperti Matahari, Malang Plaza dan lain-lain.

Bioskop Merdeka, Jalan Kayutangan, Malang
Bioskop Merdeka, Jalan Kayutangan, Malang

Bioskop Merdeka. 

Itulah, gedung hiburan yang berada di Jl. Basuki Rahmad ini. Dulu, ditempat ini, kami generasi 80-90 sering menikmati film-film disini terutama pada hari libur sekolah. Namun sekarang, gedung bioskop itu telah dibongkar. Terlihat masih tertutup seng. Entah mau dijadikan bangunan apalagi.

Warung Biru

Sedangkan pada sisi kanan jalan Basuki Rahmad ini, terdapat sebuah warung yang terkenal dengan ciri khas sate usus dan sate komo-nya yaitu Warung Biru. Ternyata warung itu sudah tidak ada lagi di daerah Kayutangan.

Warung Biru sekarang, Kayutangan, Malang
Warung Biru sekarang, Kayutangan, Malang
Gambar : foody.id

Saat penulis menelusuri lebih jauh, akhirnya menemukan sebuah warung di daerah Ciliwung, Malang, yang menggunakan nama “Warung Biru Kayutangan”. Mungkin, warung biru yang dulu berada di Kayutangan memang sudah pindah ke tempat ini.

Toko Oen

Satu bangunan yang menyimpan banyak kenangan di ujung jalan Kayutangan adalah sebuah toko ice cream yang berdiri pada tahun 1930 dan sampai sekarang masih tetap kokoh dengan desain bangunan yang masih sama adalah Toko Oen.  Toko yang berjualan ice cream sejak tahun 1920 ini memang hampir sama saat saya melihatnya dulu pada masa 80-90an. Tetap unik, menarik dan antik.

Toko Oen, Kayutangan, Malang
Toko Oen, Kayutangan, Malang

Toko Oen memiliki gaya bangunan art deco yang mulai populer pada era 1920-an, terlihat dari interior, elemen kaca patri dan perabotan yang digunakan. Meja dan kursi terbuat dari rotan yang menjadi ciri khas jaman dulu, masih tertata rapi sehingga menimbulkan kesan nyaman seperti layaknya di rumah. 

Kesan heritage semakin kental dengan adanya beberapa barang seperti piano dan radio kuno, gambar-gambar pada masa awal kemerdekaan, bahkan ubin (tegel) yang digunakan pun masih orisinil dengan nuansa lampau yang melekat.

Keberadaan toko ini menambah kesan antik dan bersejarah pada kawasan Kayutangan yang sudah diresmikan sebagai Kampung Heritage.

Gereja Kayutangan

Seperti judul sebuah lagu kenangan, saat menyusuri kawasan Kayutangan, kita akan menemukan sebuah gereja tua. Salah satu gereja tertua di Malang selain gereja Ijen yaitu gereja Kayutangan yang tepat berada di persimpangan jalan.  

Gereja Kayutangan, Malang
Gereja Kayutangan, Malang

Gereja Kayutangan merupakan gereja terbesar di Malang pada jaman kolonial Belanda dulu yang didirikan pada tahun 1905. Sampai sekarang masih berdiri megah dan indah dengan dua menaranya yang menjulang tinggi. 

Gereja Kayutangan bergaya Neogothik,  desain arsitektur  yang sedang tren pada banyak bangunan gereja di Eropa pada abad XIX.  Saat memasuki kawasan Kayutangan, dari  jauh akan terlihat menara gereja warisan Belanda ini.

Video Tentang Kota Malang

Berikut ini adalah video tentang kota Malang yang mungkin dapat memberikan sedikit gambaran dan mengingatkan kembali kondisi dan suasana kota Apel ini.


Penutup

Sahabat dolenners, itulah penelusuran Fery Feriansyah dalam mengais jejak kenangan lama di Kampung Kayutangan. Meskipun hanya kenangan tak bermakna, tapi dapat mengenang kembali memory yang tergores hampir 30 tahun lebih itu, terasa menyenangkan.
“Sepanjang jalan kenangan, kita kan selalu bergandeng tangan..”
Seperti penggalan syair dalam lagu “Sepanjang jalan kenangan”, maka mari kita bersama-sama bergandengan tangan melestarikan warisan budaya dan peninggalan masa lalu baik fisik maupun   non fisik, agar kita dapat selalu memiliki kenangan indah.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..


2 komentar: