Home » » Menyusuri Kampung Kayutangan Heritage 2018

Menyusuri Kampung Kayutangan Heritage 2018

Menyusuri Kampung Kayutangan Heritage 2018 – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 2018, komunitas Save Malang Heritage menggelar acara dengan tajuk “uklam uklam nang kayutangan yuk”. Satu acara yang menampilkan berbagai keunikan Kampung Kayutangan yang merupakan kampung peninggalan kolonial Belanda atau kampung heritage.

Menyusuri Kampung Kayutangan Heritage 2018
Menyusuri Kampung Kayutangan Heritage 2018

Gaung gerakan Save Malang Heritage sudah jauh hari terdengar sehingga terselenggaranya acara ini semakin memantapkan gerakan untuk melestarikan peninggalan-peninggalan masa lalu di kota Malang ini.

Miing dan Matt Dolan di Kampung Kayutangan
Miing dan Matt Dolan di Kampung Kayutangan

Nah, untuk lebih mengenal Kampung Kayutangan sebagai kampung heritage, berikut ini ulasan ayodolenrek berdasarkan perjalanan Matt Dolan saat menyusuri Kampung Kayutangan bersama salah satu penggerak acara ini yaitu Miing, pemilik AEO photo and Galery di Jl. AR. Hakim Gg. 2 No. 1234.

Tentang Kampoeng Kajoetangan

Dulu, kawasan Kayutangan atau Kajoetangan merupakan tempat para pedagang dan para pegawai Belanda pada masa penjajahan lalu menjadi kawasan elit para warga menengah keatas.  Kawasan yang terkenal dengan bioskop Merdeka ini sekarang dikenal dengan Jl. Jenderal Basuki Rahmad.

Daerah Kayutangan telah ditetapkan sebagai kawasan heritage oleh Pemerintah Kota Malang, alasannya adalah Jalan Kayutangan sejak dulu merupakan jalan porosnya kota Malang sehingga banyak terdapat peninggalan berupa rumah warga yang memiliki arsitektur khas kolonial Belanda.

Rumah lawas di Kampung Kayutangan
Rumah lawas di Kampung Kayutangan

Selain itu sepanjang jalan Kayutangan juga merupakan poros ekonomi Kota Malang sejak jaman penjajahan Belanda hingga sekitar era 1990 an.

Kawasan Kayutangan merupakan daerah yang memiliki peninggalan-peninggalan masa lalu seperti bangunan toko, makam eyang Honggo Kusumo, Kuburan Tandak, pasar krempyeng, irigasi Belanda, saluran air, tangga 1000, rumah-rumah peninggalan Belanda dan spot-spot foto menarik lainnya.

Cerita-cerita masa lalu berkaitan dengan tempat tersebut dapat dijadikan sebagai komoditi dalam menghadirkan wisatawan di tengah kota Malang.

Asal Nama Kayutangan

Menurut sejarah, nama kayu tangan berasal  dari sebuah pohon besar yang berada di sekitar seberang bangunan Telkom. Pohon itu ketika terkena sinar matahari akan membentuk bayangan yang menyerupai tangan.

Sehingga lama kelamaan, daerah ini disebut Kayutangan atau Kajoetangan.

Uklam-uklam Nang kayutangan Yuk

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Minggu, 28 Oktober 2018 kemarin, komunitas Gerakan Save Malang Heritage menggelar acara dengan tajuk “uklam-uklan nang kayutangan yuk.” Satu ajakan untuk mengunjungi kawasan Kayutangan yang merupakan salah satu kampung heritage di Malang.

Uklam-uklam nang Kayutangan
Uklam-uklam nang Kayutangan

Untuk menarik datangnya wisatawan ke kayutangan, beberapa acara menarik untuk menyemarakkan acara ini seperti :
  • Pameran rumah dan barang lawas
  • Pameran Jajanan lawas
  • Hunting foto HI
  • Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD
  • Bakti social dan pengobatan gratis
  • Pementasan Musik lawas Kroncong
  • Pentas seni dan sarasehan

Dan, acara di Kampung Kayutangan ini berlangsung meriah. Kemeriahan acara ini dapat anda saksikan melalui video berikut ini.



Penutup

Sahabat dolenners, dengan semakin banyaknya bermunculan kampung-kampung wisata di Malang Raya akan menjadikan kota Malang semakin kaya dengan objek-objek wisata sehingga program “visit to Malang” yang dicanangkan dinas Pariwisata dapat berjalan dengan lancar.

Begitu pula dengan Kampung kayutangan. Selain mampu memberikan kenangan masa lalu, semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke kampung wisata ini diharapkan akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian warga setempat.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

3 komentar: