Home » » Gathering Penderita Autoimun Di Tristar International Restaurant, Surabaya

Gathering Penderita Autoimun Di Tristar International Restaurant, Surabaya

Gathering Penderita Autoimun Di Tristar International Restaurant, Surabaya – Tristar International Restaurant Surabaya pada hari Minggu, 21 Oktober 2018 menjadi tempat gathering bagi para penderita autoimun. 

Tristar International Restaurant adalah salah satu restoran lama dan terkenal pada jamannya di kota Surabaya yang menyajikan berbagai masakan chinesse food. Selain menjadi tujuan para pecinta kuliner chinesse, Tristar Resto juga sering digunakan untuk berbagai acara besar seperti pernikahan, ulang tahun dan gathering.

Gathering Penderita Autoimun Di Tristar International Restaurant, Surabaya
Gathering Penderita Autoimun Di Tristar International Restaurant, Surabaya

Jika bagi masyarakat muslim, makanan di restoran ini memang tidak halal dan harganya cukup menguras kantong kita. Namun, sebagai tempat kumpul-kumpul dan acara besar lainnya Tristar yang menggabungkan pub, restoran,karaoke dan panggung hiburan ini merupakan tempat yang sangat layak.

Gathering Penderita Autoimun Di Tristar International Restaurant, Surabaya

Sehingga Yayasan MG Indonesia memilihnya sebagai ajang kumpul-kumpul dan berbagi informasi para penderita auto imun.

Nah, ini mungkin yang baru kita dengar sebagai masyarakat awam. Penyakit autoimun. Dan,yang membuat kita terkejut, ternyata seorang sahabat dolenners yaitu Endang Setyawati, alumnus smanda Malang angkatan 1988 adalah salah satu pengidap penyakit langka ini.  

Endang bersama dr. Yudith sesama penderita autoimun dan pembicara
Endang bersama dr. Yudith sesama penderita autoimun dan pembicara

Sungguh tidak menyangka. Dibalik sosoknya yang cantik, ramah dan pandai bergaul ternyata memendam kepedihan akibat penyakit aneh yang telah lama dideritanya.

Untuk lebih mengenal penyakit autoimun lebih jauh, mari ikuti penuturan Endang Setyawati berikut ini.

Tentang Penderita Autoimun 

Menjadi seorang penyandang penyakit Autoimun bukanlah hal yang memalukan. Juga bukan suatu hal yang harus di takuti. 

Kita tidak pernah menyangka ketika tiba-tiba kita terpilih untuk menerima cobaan ini. Mungkin awalnya merasa sangat menderita dan hampir putus asa. Tetapi jika kita ihklas menerimanya akan lebih tenang menjalaninya.

Seperti yang di alami oleh penderita Autoimun yang nama keren  penyakitnya "Myasthenia Gravis" ini. Sebuah penyakit langka yang ternyata penderitanya sudah cukup banyak di Indonesia. 

Para penderita autoimun Jawa Timur
Para penderita autoimun Jawa Timur

Bahkan di Indonesia sudah di dirikan "Yayasan Myasthenia Gravis Indonesia". 

Sebuah yayasan yang mensupport dan melindungi semua penderita. Yang membantu penderita mendapatkan perawatan, obat,  bahkan jika harus menjalani operasi Tycmetomy. Tentu saja bekerja sama dengan Rumah Sakit dan BPJS.

Endang bersama temannya


Di masing-masing Propinsi juga ada  pengurus korwil yang juga membentuk komunitas dan organisasi.

Di Jawa Timur sendiri juga ada pengurus korwil nya. Bekerja sama dengan Rumah Sakit besar seperti RS.Dr.Soetomo, RSSA dan lainnya. Sekarang penderita tidak kesulitan mendapatkan obat karena di cover BPJS dan dapat penuh tiap bulannya.

Penderita autoimun


Dan senangnya, tiap tahun ada agenda Gathering. Semua penderita bisa datang, bisa ketemu dengan sesama penderita, bisa sharing, saling support dan saling menguatkan. Tiap Gathering pasti juga di hadirkan dokter spesialis syaraf atau dokter bedah torax. Semua bisa konsultasi gratis. Dan sponsor utamanya Transfarma, distributor Mestinon, satu-satunya obat yang selalu di konsumsi penderita Myasthenia Gravis.

Tahun ini, Gathering Jatim di adakan di Surabaya. Di hadiri kurang lebih 25 penderita dari seluruh Jatim.

Acara di mulai pukul 09.00 sampai 13.00.

Di awali dengan penjelasan oleh dr.Yudith tentang "hidup lebih berkualitas". Kemudian ada sesi tanya jawab dan sharing pengalaman pribadi. Berahkir dengan makan siang bersama dan ramah tamah.

penderita autoimun


Jika ingin tahu lebih detail tentang Myasthenia Gravis bisa langsung buka di google karena semuanya sudah ada di situ. Di acara Gathering ini lebih di utamakan untuk sosialisasi dan bagaimana kita penderita ini bisa hidup lebih baik dengan segala keterbatasan yang di miliki. Masalah kematian, tentu kita serahkan kepada Allah swt. Kita harus tetap hidup dan semangat untuk bisa sembuh.

Dengan banyak teman dan komunitas kita tidak lagi merasa sendiri. Tidak lagi merasa paling menderita.

Dalam kesempatan ini, Dr.Yudith menjelaskan, setiap MG'er (penderita Myasthenia Gravis) harus bisa menjaga :
  1. Pola hidup (banyak istirahat dan buat hidup lebih bahagia)
  2. Pola pikir (hindari stress berlebihan dan emosi)
  3. Pola makan (hindari makanan yang memicu MG) 

Untuk makanan tiap-tiap MG'er tidak sama pantangannya. Tergantung kondisi badan dan ada tidaknya penyakit penyerta lainnya.

Semoga suatu saat nanti kami semua bisa sembuh dari penyakit ini. Dan bisa hidup normal seperti yang lain. Walaupun setiap saat ancaman kematian selalu menyertai kami. Dan satu persatu dari kami telah tumbang, meninggalkan kami, tapi kami tetap yakin dengan kasih sayang keluarga dan teman2.....kami akan kuat. Insyaallah.....

Penutup

“Tuhan yang menciptakan penyakit dan Tuhan pula yang menciptakan obatnya.”
Semoga kutipan tersebut dapat memberikan harapan kepada para penderita autoimun di Indonesia khususnya bagi Endang Setyawati sehingga tetap semangat dan terus berusaha mengupayakan kesehatan dan sembuh dari penyakitnya.

Selain makanan, pikiran adalah pintu dari berbagai penyakit. Sehingga menjaga pikiran tetap jernih dan hati tetap tenang, jalan terbaiknya adalah mendekat kepada Tuhan yang maha segalanya. Semoga Tuhan cepat mengangkat penyakit saudara kami. Amiin...

Jalan-jalan dan kuliner bersama keluarga, teman dan sahabat merupakan salah satu cara membuat hati riang sehingga pikiran tenang.

Tunggu apalagi? Ayo dolen rek..
  
Artikel Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar