Tahukah Anda? Ternyata Ada Pantai Syariah di Banyuwangi, Jawa Timur

Syariah Beach Pulau Santen, Banyuwangi - Karena lokasinya berada di sebelah selatan Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia, maka banyak objek wisata pantai di sepanjang pesisir Banyuwangi. Namun, hanya satu objek wisata pantai yang menerapkan konsep Halal Tourism yaitu Pantai Syariah Banyuwangi.

Syariah Beach Pulau Santen Banyuwangi
Syariah Beach Pulau Santen Banyuwangi

Bagaimana Caranya?

Pengelolah objek wisata ini memisahkan pengunjung wanita dan pria dalam tempat yang berbeda. Tidak berbaur seperti objek wisata pantai pada umumnya. Caranya, saat memasuki pintu gerbang pantai ini, petugas mengarahkan pengunjung wanita untuk mengambil jalan sebelah kiri sedangkan pengunjung pria di sebelah kanan.

Suasana Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi
Suasana Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi

Khusus pada bagian perempuan, petugasnya juga wanita.

Saat terdengar adzan sholat Dhuhur atau Asar, maka seluruh aktifitas di pantai ini akan dihentikan untuk melaksanakan ibadah sholat terlebih dahulu bagi yang tidak berhalangan. Selain itu, makanan di tempat ini juga dijamin halal. Selain itu, pengunjung juga dilarang berpakaian tidak sopan.

Rina Rayis di Jembatan Kayu Menuju Syariah Beach Pusan
Rina Rayis di Jembatan Kayu Menuju Syariah Beach Pusan

Nah, untuk mengenal lebih dekat Syariah Beach Pulau Santen, Banyuwangi ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berdasarkan perjalanan wisata sahabat dolenners asli Banyuwangi yaitu Rina Rayis. Menjelang liburan Natal kemarin, wanita ayu yang tinggal di Serpong ini pulang kampung dan menyempatkan diri mengunjungi objek wisata baru di ujung timur pulau Jawa ini.

Pantai Syariah Pulau Santen Banyuwangi

Sebelumnya, pantai di Pulau Santen ini adalah sebuah daerah lokalisasi yang kurang terawat dan kotor sekali. Atas instruksi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, maka tempat ini dirubah menjadi objek wisata berkonsep syariah yang bersih dan indah.

Petugas Wanita di Syariah Beach Pusan, Banyuwangi
Petugas Wanita di Syariah Beach Pusan, Banyuwangi

Awalnya, destinasi wisata di Pulau Santen ini hanya dikhusukan untuk perempuan saja. Namun, karena daya tarik keindahan pantai ini membuat para pria juga ingin menikmatinya. Sehingga pengelolah objek wisata ini membuat tempat lagi yang dikhususkan untuk para pria saja.

Baca Juga : Syariah Guest House, Jl. Emas No. 23 Malang 

Pantai Syariah Untuk Wanita

Pada area wanita ini, fasilitas yang disediakan cukup menarik. Terdapat kursi meja laybag pasir beserta payung khas Bali dengan variasi warna yang mencolok sehingga terlihat mirip dengan Pantai Double Six di pulau Bali. Fasilitas ini disewakan dengan tarif sebesar 10 ribu rupiah dan pengunjung mendapatkan dua kursi laybag beserta mejanya.

Area Wanita di Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi
Area Wanita di Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi
(brillio.net)

Satu ciri khas Pantai Syariah Pulau Santen ini adalah deretan pohon Santen yang berjejer rapi sehingga menambah keindahan pantai ini.

Deretan pohon Santen di Syariah Beach Pusan, Banyuwangi
Deretan pohon Santen di Syariah Beach Pusan, Banyuwangi
(gomuslim)

Karena masih tergolong baru, belum ada penjual makanan dan minuman yang dijajakan keliling sehingga pengunjung dapat menikmati suasana pantai sambil menikmati makanan.

Baca Juga : Hutan De Djawatan, Wana Wisata Terkenal di Banyuwangi 

Pantai Syariah Untuk Pria

Sedangkan pada area pria, suasananya terbilang masih alami dan merupakan wilayah asli dari Pulau Santen. Terdapat pohon-pohon Santen yang berjejer rapi diselingi pohon Waru laut yang berbunga kuning.

Area Pria di Pantai Syariah Pusan, Banyuwangi
Area Pria di Pantai Syariah Pusan, Banyuwangi
(merdeka banyuwangi)

Meja dan kursi terbuat dari batang pohon, disedikan untuk pengunjung dibawah deretan pohon-pohon Santen dan Waru laut.

Selain itu, di area pria ini juga terdapat tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan atau jukung tradisional yang biasanya digunakan warga setempat untuk mencari ikan di pesisir pulau Santen.

Akses Menuju Pantai Syariah Pulau Santen

Untuk menikmati keindahan dan keunikan Syariah Beach Pusan, tidaklah sulit. Dengan patokan Simpang Lima kota Banyuwangi, kita menuju persimpangan Hotel Slamet lalu ambil kiri hingga menemukan perempatan Pasar Burung atau Pujasera. Setelah itu ambil jalan kiri sampai menemukan pertigaan SDN 2 Karangrejo, pilih kiri dan ikuti jalan itu maka kita akan sampai di tempat parkir Syariah Beach Pusan. 

Kawasan Santen disebut pulau karena daratan ini terpisah dari pulau utama. Dan, dipisahkan oleh sebuah sungai yang bermuara ke Selat Bali. Sungai ini pula yang memisahkan Pulau Santen dengan Pantai Boom.

Jembatan Kayu Syariah Beach Pusan, Banyuwangi
Jembatan Kayu Syariah Beach Pusan, Banyuwangi

Karena hanya dipisahkan sungai, maka kita tidak perlu menyeberang naik perahu untuk mencapainya. Cukup jalan kaki menyeberangi jembatan kayu. Kawasan ini disebut Pulau Santen karena hampir seluruh wilayahnya ditumbuhi pohon-pohon Santen yang berjejer rapi.

Peraturan dan Penunjuk di Syariah Beach Pusan
Peraturan dan Penunjuk di Syariah Beach Pusan (catatannobi.com)
Ketika memasuki kawasan Pulau Santen, kita akan disambut dengan papan besar berisikan petunjuk yang memisahkan wanita dan pria serta peraturan yang ditetapkan di area ini.

Keistimewaan Syariah Beach Pusan, Banyuwangi

Selain keindahan alamnya, spot-spot foto menarik di sepanjang pantai dan suasana wisata halalnya, Syariah Beach Pusan memiliki keistimewaan yakni keindahan alam saat matahari terbit atau sunrise. Karena Banyuwangi sendiri mempunyai julukan sebagai 'sunrise of Java'.

Keindahan sunset di Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi
Keindahan sunrise di Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi
Gambar : brillio.net

Menunggu datangnya sunset di Pantai Syariah ini memberikan sensasi tersendiri. Suasana alam yang tenang seolah mampu menghilangkan beban fikiran dan memberi kedamaian di hati. Asalkan tidak melamun atau membuat fikiran kita kosong, maka berada di pantai ini sendirian pun akan aman dan tidak sampai kesurupan, hehehe.

Menunggu Sunset di Syariah Beach Pusan, Banyuwangi
Menunggu Sunrise di Syariah Beach Pusan, Banyuwangi

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Syariah Beach Pusan, Banyuwangi. Mungkin, masih satu-satunya objek wisata pantai di Indonesia yang menerapkan konsep wisata halal.

Tunggu apalagi? Jika Anda penasaran, mari kunjungi Pantai Syariah Pulau Santen, Banyuwangi.

Ayo dolen rek…


Menjajal Kelezatan Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang

Menjajal Kelezatan Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang – Ternyata, diujung persimpangan Jl. Kawi dan Jl. Dieng, Malang, tepatnya di depan Kantor BPN Malang, terdapat rumah makan dengan menu andalan ayam kremes yang empuk dan lezat yaitu Rumah Makan Potre Koneng Madura.

Selain Ayam Kremes, rumah makan yang asri di Jl. Dieng 2A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang ini, juga memanjakan lidah pengunjung dengan aneka kuliner khas dari Pulau Garam, seperti Nasi Lodeh Madura, Ayam Je’pe, Ayam Bumbu, Bebek Kremes dan lain-lain.

Menjajal Kelezatan Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
dr. Ida Rochmawati bersama teman-teman alumni smanda88
di Ayam Goreng Kremes Potre Koneng Madura

Kesempatan untuk menjajal kelezatan Ayam Kremes di Jl. Dieng 2A Malang ini datang ketika dr. Ida Rochmawati Sp. Kj, dari kota Jogyakarta pulang ke kampung halamannya. Seperti biasa, dokter mungil ini mengajak teman-teman masa SMA untuk berkumpul membicarakan berbagai hal.

Kali ini, topik pembicaraannya agak serius sehingga memilih rumah makan Potre Koneng Madura ini karena menyediakan private room untuk pertemuan dan rapat.

Private room RM. Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
Private room RM. Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang

Nah, untuk mengenal lebih dekat Rumah Makan Potre Koneng Madura dengan menu andalan Ayam Kremesnya, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang

Rumah Makan Potre Koneng berada di Jl. Dieng 2A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang. Lokasinya sangat strategis yakni berada di pojok Jl. Dieng dan tepat berada di depan kantor BPN Malang dengan tempat parkir yang cukup luas. Tanaman hias dan aneka macam bunga semakin menambah keasrian tempat makan ini.

Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang

Suasan asri di Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
Suasan asri di
Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang

Pintu utama RM. Potre Koneng Malang
Pintu utama RM. Potre Koneng Malang

Rumah Makan Potre Koneng mengusung konsep keluarga dengan makanan khas dari Madura. Tata ruangnya cukup nyaman dan aksesories yang menghiasi rumah makan ini antik dan unik serta dapat menjadi spot foto yang instagramable.

Perabotan antik di RM. Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
Perabotan antik di RM. Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
Perabotan meja dan kursi terbuat dari kayu tertata rapi ditambah sofa model lama turut menghiasi rumah makan. Tidak hanya meja dan kursinya yang memberi kesan kuno, namun aksesoris pelengkapnya juga bernuansa tempo dulu, seperti rantang kembang - kembang, mug besar, dan berbagai kelengkapan lainnya yang semakin menambah kesan jaman dulu.

Menu Andalan Rumah Makan Potre Koneng Madura

Menu andalan dari rumah makan Potre Koneng adalah Ayam Kremes sehingga resto ini lebih dikenal dengan nama Ayam Kremes Potre Koneng Madura. Namun, selain Ayam Kremes, masih banyak menu pilihan lainnya yang tak kalah lezatnya.

Berikut ini adalah beberapa menu andalan di rumah makan Potre Koneng Madura.

1. Ayam Kremes
Ayam Kremes merupakan menu yang paling banyak dipesan ditempat ini karena rasanya memang lezat. Nasi putih atau nasi jagung dengan sayur urap plus bayam krispi, tidak lupa ayam goreng yang empuk.

Ayam Kremes Potre Koneng
Ayam Kremes Potre Koneng


2. Nasi Lodeh Madura
Nasi putih atau nasi jagung dengan sayur lodeh khas Madura ditambah lauk semur ati sapi, potongan telur, abon asin dan sambal.

Nasi Lodeh Madura
Nasi Lodeh Madura


3. Ayam Je’pe
Ayam Je’pe atau ayam jepit ini memiliki citarasa gurih dan manis seperti ayam bumbu rujak, namun yang khas adalah ayamnya yang dijepit dengan tusukan bambu. Ditambah dengan bayam krispi dan mentimun. Sederhana tapi nikmat.

Ayam Je'pe Potre Koneng
Ayam Je'pe Potre Koneng


4. Ayam Bumbu
Sama-sama terbuat dari ayam, Ayam Bumbu ini memiliki citarasa asin dengan bumbu meresap sampai ke dalam. 

Ayam Bumbu Potre Koneng
Ayam Bumbu Potre Koneng

Selain menu pilihan diatas masih banyak pilihan makanan lainnya seperti aneka varian Gurame, Cumi, Ampela ati dan lain-lain.

Untuk minumannya, hampir sama dengan rumah makan lainnya seperti teh manis, es teh, kopi, juice dan lain-lain.

Fasilitas di Rumah Makan Potre Koneng Madura

Fasilitas yang ada di rumah makan ini terbilang cukup lengkap mulai dari toilet, tempat parkir, smoking area hingga private room sebagai ruang pertemuan khusus.

Secara keseluruhan, ruangan di rumah makan ini menggunakan air conditioner (AC) sehingga pengunjung merasa nyaman dan tidak kegerahan meskipun habis merasakan pedasnya sambal khas Madura.

Smoking Area RM. Potre Koneng Malang
Smoking Area RM. Potre Koneng Malang

Agak repot bagi pengunjung yang merokok, namun pengelolah tempat ini menyediakan ruangan khusus terbuka untuk para ahli hisap ini yang berada di samping rumah makan. Tempatnya sangat nyaman dengan meja kursi dari kayu dan aksesoris antik sehingga para perokok betah berada disini.

Harga Makanan di RM. Potre Koneng Madura

Harga makanan di Rumah Makan ini cukup terjangkau dan sesuai dengan citarasa makanan dan tempatnya yang nyaman.

Spot Foto Unik, Menarik Dan Instagramable

Bagi penggermar fotografi, RM. Potre Koneng Madura ini merupakan tempat yang menyediakan spot-spot foto yang unik, menarik dan instagramable. Perabotan unik dan suasana heritage dapat menjadi latar yang bagus buat berfoto-ria.

Foto bersama Ida dkk di Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang
Foto bersama Ida dkk di
Ayam Kremes Potre Koneng Madura, Jl. Dieng 2A Malang

Trio Gemes in action di Ayam Kremes Potre Koneng Malang
Trio Gemes in action di Ayam Kremes Potre Koneng Malang

Trio Gemes di RM. Potre Koneng Dieng, Malang
Trio Gemes di RM. Potre Koneng Dieng, Malang

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan ayodolenrek tentang kesempatan menjajal kelezatan Ayam Kremes Potre Koneng Madura di Jl. Dieng No. 2A Malang ini bersama dr. Ida Rochmawati Sp. Kj dan teman-teman alumni smanda88 Malang.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..

Soto Ayam Ambengan, Jl. Patimura, Malang : Memang Mak Nyuss

Soto Ayam Ambengan, Jl. Patimura, Malang – Salah satu pilihan kuliner di Kota Malang yang sayang kita lewatkan dan rasanya memang mak nyuss adalah Soto Ayam Ambengan di Jl. Patimura. Lokasinya yang berada di pusat kota  membuat kuliner asal Surabaya ini hampir tidak pernah sepi pengunjung.

Damanhuri di Soto Ayam Ambengan, Patimura, Malang
Damanhuri di Soto Ayam Ambengan, Patimura, Malang

Porsinya yang pas dengan kuah gurih dan isi tidak hanya daging suwiran ayam plus jerohan saja namun banyak pilihan isi yang lainnya, tentunya berbahan ayam. 

Dan, ciri khas dari Soto Ambengan adalah koya yang disediakan dalam wadah kecil. Sehingga kita dapat menambahkan sendiri sesuai selera ditambah perasan jeruk nipis, kecap manis atau asin serta sambel khas Ambengan. Sebagai pelengkapnya tiga jenis kerupuk tersedia di masing-masing meja. 

Soto Ayam Ambengan, Jl. Patimura, Malang
Soto Ayam Ambengan, Jl. Patimura, Malang 

Memang mak nyuss, meniru kata Pak Bondan Winarno.

Nah, sebagai pengobat rasa pedas dan pelepas dahaga, warung di pojok Jl. Patimura ini menyediakan banyak pilihan minuman seperti jeruk hangat, teh hangat, kopi, aneka es , jus dan lain-lain. 

Selain citarasanya yang membuat ketagihan, tempatnya cukup nyaman, bersih dan luas. Namun sayangnya, tempat parkirnya kurang luas sehingga terkadang kita harus rela parkir di pinggir jalan.

Tetapi, daya tarik Soto Ayam Ambengan ini terbukti sangat kuat, terlihat dari banyaknya pengunjung yang bergantian datang, bahkan mereka rela antri menunggu meja yang kosong.

Damanhuri bersama Pak Budi Agaric di Soto Ayam Ambengan, Malang
Damanhuri bersama Pak Budi Agaric di Soto Ayam Ambengan, Malang

Wisata kuliner kali ini dilakukan oleh Damanhuri saat menjamu tamunya dari Kediri dalam rangka mengenalkan  produk kesehatan terbaru yang memiliki khasiat sangat fenomenal yaitu Agaric Herbal Drink.    

Dengan minuman herbal ini, mereka tidak takut kolesterol dan asam urat sehingga dapat menikmati kelezatan citarasa Soto Ayam Ambengan di pojok Jl.Patimura ini dengan puas.

Sahabat dolenners, itulah ulasan singkat tentang Soto Ayam Ambengan di Jl. Patimura, Malang dengan citarasa memang mak nyuss..

Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama.



6 Spot Foto Unik, Menarik dan Instagramable Di Pantai Pasir Putih Situbondo

6 Spot Foto Menarik Di Pantai Pasir Putih Situbondo – Pantai Pasir Putih Bondowoso merupakan objek wisata pantai yang sudah sangat dikenal masyarakat karena menawarkan keindahan panorama alam yang menakjubkan. Sehingga menikmati keindahan alamnya lalu berfoto ditempat ini, tentunya akan menjadi satu kenangan indah yang tak terlupakan.

6 Spot Foto Unik, Menarik dan Instagramable Di Pantai Pasir Putih Situbondo
6 Spot Foto Unik, Menarik dan Instagramable Di Pantai Pasir Putih Situbondo

Banyak spot-spot foto yang unik dan menarik di Pantai Pasir Putih ini yang dapat kita manfaatkan sebagai latar belakang pose kita. Hasil fotonya akan terlihat unik, menarik dan bervariasi tergantung pada bagaimana kita mengambil sudut gambarnya.

Bagi penggemar fotografi, selain keindahan alamnya, Pantai Pasir Putih Situbondo memang menawarkan spot-spot foto unik, menarik dan instagramable.

Sahabat dolenners, berikut ini adalah beberapa spot foto menarik dengan latar belakang suasana alam di Pantai Pasir Putih Situbondo. Foto-foto ini diabadikan oleh beberapa sahabat dolenners yang mengunjungi pantai di pesisir utara pulau Jawa ini.

6 Spot Foto Menarik Di Pantai Pasir Putih Situbondo

1. Kapal Nelayan di Pantai Pasir Putih Situbondo

Kapal-kapal nelayan yang banyak bersandar di Pantai Pasir Putih ini, dapat kita jadikan sebagai latar yang akan menghasilkan  foto yang menarik seperti ini.

Kapal Nelayan sebagai spot foto yang menarik
Dhanik dan keluarga dengan latar kapal nelayan

2. Dermaga Cinta

Sebuah dermaga yang dijuluki sebagai dermaga cinta di pantai ini juga merupakan spot foto yang unik dan menarik. Kita dapat bergaya sesuai dengan keinginan kita dan tentunya disesuaikan dengan usia kita.

Dermaga Cinta Pantai Pasir Putih Situbondo

Dermaga Cinta Pantai Pasir Putih Situbondo

Entah apa yang sedang difikirkan dan dinantikan oleh sosok jelita pada foto diatas. Namun, foto wanita cantik ini terlihat unik dan menarik saat berada di Dermaga Cinta Pantai Pasir Putih Situbondo.

Baca Juga : Seru ! Arisan Sambil Menikmati Keindahan Pantai Goa Cina, Malang

3. Rumah Adat Madura

Sebuah rumah dengan desain khas suku Madura yang berada di kawasan Pantai Pasir Putih Situbondo ini, juga merupakan  spot foto yang unik dan menarik.

Rumah adat Madura di Pantai Pasir Putih Situbondo
Yuntyas di Rumah Adat Madura, Pasir Putih Situbondo

Rumah adat Madura 2 di Pantai Pasir Putih Situbondo
Izzy di Rumah Adat Madura, Pasir Putih Situbondo

4. Penjual Sate Di Pantai Pasir Putih Situbondo

Berfoto bersama penjual sate lalat di kawasan pantai juga dapat menjadi kenangan unik yang tak terlupakan saat berada di objek wisata.

Bersama Penjual Sate Lalat, Pantai Pasir Putih Situbondo
Yuntyas bersama Penjual Sate Lalat, Pantai Pasir Putih Situbondo

5. Pohon dan Pasir 

Pepohanan yang rindang di pinggir pantai dan hamparan pasir putih dapat menjadi spot foto yang menarik juga. Naluri seorang penggemar fotografi akan memanfaatkannya menjadi satu hasil karya foto yang unik dan menarik seperti berikut ini.

Pohon dan pasir di Pantai Pasir Putih Situbondo
Pohon dan pasir di Pantai Pasir Putih Situbondo

6. Ombak dan Air laut Pantai Pasir Putih Situbondo

Ombak dan air laut merupakan pemandangan utama yang ada di objek wisata pantai, begitu juga dengan Pantai Pasir Putih Situbondo ini. Sehingga berfoto dengan latar belakang ombak dan air laut merupakan momen yang menarik.

Ombak dan air laut di Pasir Putih Situbondo
Ombak dan air laut di Pasir Putih Situbondo

Penutup

Sahabat dolenners, itulah beberapa spot foto yang dapat kita manfaatkan untuk mengabadikan kenangan saat berada di Pantai Pasir Putih Situbondo. Cukup unik, menarik, instagramable dan tentunya menyimpan kenangan indah saat berada di objek wisata populer di Situbondo ini.

Melihat foto-foto diatas, maka kita akan membayangkan bagaimana jika kita sendiri yang berada di sana. Tentunya, kita akan merancang berbagai gaya dan memilih latar belakang yang lebih unik, lebih menarik dan lebih dari foto-foto diatas.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…


Catatan Bakol Lilin Di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018

Catatan Bakol Lilin Di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018

Oleh : Yono Ndoyit

Catatan Bakol Lilin Di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018

Amiya tercinta,
Kemarin kami menonton pertunjukan wayang. Mereka Muslim, tapi tahu seluk beluk dewa dewi Hindu.
Mereka telah merangkul semua narasi kuno India sebagai milik mereka sendiri ... 
Surat Rabindranath Tagore.
Surakarta, 17 September 1927

Petikan surat Tagore tercetak di kaos yang di jual seratus ribu-an di Borobudur Writers and Cultural Festival 2018 yang bertema "Diary and Traveling, Membaca Ulang Catatan Harian Pelawat Asing di Nusantara." 

Candi Borobudur
Candi Borobudur
Tema membuka kembali catatan-catatan harian pelawat asing di Nusantara, di mulai dari catatan I-Tsing atau Yi Jing 1.300 tahun yang lampau. Sebuah event  perayaan literasi tahunan yang diselenggarakan di Yogyakarta dan Magelang 22 - 24 November 2018. Tahun ini merupakan perayaan yang ke tujuh.

Drama Perjalanan I Tsing di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018
Drama Perjalanan I Tsing di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018


-------

Nusantara adalah kepulauan yang sejak berabad-abad lalu menjadi lintasan perjalanan para pelawat dunia. Berbagai macam catatan harian, buku laporan pengamatan di tulis dari hasil perjalanan para "petualang" dan "pelancong" manca tatkala mengunjungi nusantara.

Mereka yang menulis dari kalangan agamawan, saudagar-saudagar, pelaut, staf administrasi kolonial, geografer, naturalis, kalangan militer sampai ilmuwan botani. Mereka mencatat hal ihwal nusantara dari minat, kepentingan dan sensibilitas masing-masing.

Menurut kurator BWCF, catatan-catatan mereka ada kalanya di catat sangat personal. Ada kalanya di tulis dengan "sudut mata eksotis" hingga mampu menangkap hal-hal kecil yang tak terlihat. Mereka mencatat dengan teliti segala hal yang tidak ada di negerinya sendiri. 

"Catatan dari orang manca ini menjadi pembanding penting atas informasi-informasi yang berasal dari dalam yang muncul dalam babad, syair, kisah lisan, legenda, lakon dalam pentas tradisi, dan lainnya. Tanpa pembanding, informasi dari dalam ini seringkali bias oleh pelbagai hal sehingga fungsi sejarahnya terkikis.
Catatan-catatan dari orang manca ini menjadi penting dalam beberapa hal. Pertama, melihat masa lalu Nusantara secara lebih wajar  dari penglihatan orang manca; kedua, tidak menjadikan  sumber dari dalam  sebagai satu-satunya  acuan dalam melihat masa lalu; ketiga, menyadari dari masa lalu bahwa Nusantara sebagai tempat perjumpaan pelbagai gagasan dan keyakinan."

"Membaca kembali catatan catatan harian itu tapi kita masih tetap bisa menemukan sesuatu cara pandang yang lain dan terduga tentang diri kita sendiri. Kerap kita menemukan dari diary-diary itu sesuatu informasi dari arah yang  tak disangka-sangka bahkan untuk ukuran masa kini. Sejarah kita memang belum sepenuhnya terkuak."

Banyak catatan harian para pelawat asing yang di tulis di nusantara yang kemudian menjadi buku standard keilmuan dunia. Misalnya buku Alfred Russel Wallace: The Malay Archipelago terbit tahun 1869 yang menjadi rujukan para peneliti sampai kini. 

Karya yang merupakan catatan pengamatan Wallace selama mengembara di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Ia adalah ahli botani, geografer dan ahli antropologi, ilmuwan dari Britania Raya yang mencetuskan Garis Wallace. Garis yang membagi kepulauan Indonesia menjadi dua bagian yang berbeda: bagian barat di mana sebagian besar faunanya berasal dari Asia dan bagian timur faunanya berasal dari Australia.

Drama Perjalanan I-Tsing di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018

Drama Perjalanan I-Tsing di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018

Drama Perjalanan I-Tsing di Borobudur Writers And Cultural Festival 2018


Atau catatan harian tua seorang biksu Cina terkenal bernama I-Tsing ( Yi Jing ) yang pernah melawat ke Sumatera pada abad 7 M sebanyak dua kali. Dalam perjalanannya dari Chang'an Cina untuk belajar ke Universitas Nalanda India pada tahun 671 M, ia singgah selama 6 bulan di Sriwijaya ( Palembang ) dan 2 bulan di Melayu ( Jambi ). Setelah belajar di Universitas Nalanda, ia tak langsung pulang ke Cina, namun selama sepuluh tahun antara 685 - 695 M, ia menetap di Sriwijaya untuk menerjemahkan sutra-sutra.

"Pada dasarnya, Nusantara tidak pernah hidup mengisolasi diri. Dari dahulu kala Nusantara merupakan tempat perjumpaan dan pertemuan dengan bangsa-bangsa manca. Dalam sejarahnya, perjumpaan telah terjadi dengan India, China, Arab, Portugis, Inggris, Belanda.
Dari perjumpaan ini mengalirlah gagasan dan keyakinan Budha, Hindu, Islam dan Kristiani ke Nusantara."

Malang, Desember 2018

Catatan pertama Yono Ndoyit
Catatan pertama Yono Ndoyit

Seru dan Menyenangkan ! Arisan sambil Menikmati Keindahan Pantai Goa Cina, Malang

Arisan sambil Menikmati Keindahan Pantai Goa Cina, Malang - Keindahan Pantai Goa Cina memang sudah tidak diragukan lagi semakin populer dengan banyaknya wisatawan yang meng-upload foto-fotonya di media social. Daya tariknya membuat ibu-ibu wali murid SMP Negeri 18 Malang, mengadakan arisan sekaligus menikmati keindahan Pantai di Malang Selatan ini.

Seru dan menyenangkan !

Ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang di Pantai Goa Cina Malang
Ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang di Pantai Goa Cina Malang

Disela-sela kesibukan mengurus rumah tangga dan aktifitas sehari-hari lainnya, para ibu muda ini menyempatkan diri untuk sejenak memanjakan diri dengan berkumpul bersama teman-teman sekaligus berwisata.

Yuntyas di Pantai Goa Cina Malang
Yuntyas di Pantai Goa Cina Malang

Dan, seorang sahabat dolenners yaitu Yuntyas, turut serta dalam keseruan dan kegembiraan acara ibu-ibu wali murid teman-teman anaknya ini. 

Nah, untuk lebih mengenal objek wisata Pantai Goa Cina di dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini, mari ikuti ulasan ayodolenrek berikut ini.

Pantai Goa Cina, Malang

Pada awalnya pantai ini bernama Pantai Rowo Indah. Namun kehadiran seorang Biksu dari Cina yang menggunakan goa di tempat ini sebagai pertapaannya dan akhirnya menjadi tempat terakhirnya, maka nama pantai ini berubah menjadi Pantai Goa Cina. Perubahan nama ini terjadi pada tahun 1903.

Foto bersama dengan latar Pantai Goa Cina yang indah
Foto bersama dengan latar Pantai Goa Cina yang indah

Keberadaan pertapa Cina ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya tulang belulang dan tulisan-tulisan berbahasa China di dinding goa beserta sebuah mangkok. Hal ini mengingatkan pada cerita karya-karya Asmaraman Kho Ping Hoo atau pada sosok Mei Sin, pendekar wanita dari Cina dalam kisah Tutur Tinular, yang mengembara hingga ke pulau Jawa.

Dan, sejak jaman kerajaan dahulu, banyak orang-orang dari daratan Cina atau Mongolia yang mengunjungi pulau Jawa baik untuk berdagang, mangajarkan agama Budha maupun ingin menaklukkan kerajaan di Jawa. Seperti halnya, pasukan Tartar utusan Ku bilai Khan.

Hal-hal Menarik di Pantai Goa Cina, Malang

Sebagai objek wisata, Pantai Goa Cina menawarkan banyak hal menarik bagi pengunjungnya. Berikut ini beberapa hal menarik yang dapat kita lakukan di Pantai Rowo Indah ini.

Menikmati Suasana Pantai Goa Cina

Hal pertama yang kita lakukan saat memasuki satu objek wisata adalah merasakan dan menyesuaikan diri dengan suasana alam sekitarnya lalu perlahan berusaha menikmat keindahan alam di sekeliling kita dengan panca indra dan segenap perasaan.

Hal ini pula yang kita lakukan saat memasuki kawasan Pantai Goa Cina. Pandangan mata kita akan menjelajahi setiap sudut pemandangan yang terhampar di depan kita. Seolah menikmati sebuah lukisan karya yang Maha Indah.

Pose bersama ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang di Pantai Goa Cina
Pose bersama ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang di Pantai Goa Cina

Hamparan laut dengan air yang jernih, ombak-ombak yang berkejaran, cakrawala yang biru, hembusan angin yang menyejukkan serta suara deburan ombak ditambah kelembutan pasir putih yang menyentuh telapak kaki kita. Ditambah lagi gugusan pulau kecil dan deretan tebing.

Semua panca indera kita termasuk perasaan seolah terbawa dalam suasana yang baru dan memberi kedamaian. Sehingga pantas kiranya, jika Biksu dari Cina itu memilih pantai ini sebagai tempat pertapaannya. 

Pemandangan alam yang indah dan suasana sepi, tenang dan damai tanpa gangguan sehingga membuat tenang dalam menyatukan diri dengan alam semesta. Dan, puncaknya menyatukan raga, perasaan , jiwa dan suksma dengan kebesaranNya.  

Menyusuri Jejak Sang Pertapa 

Setelah puas menikmati keindahan alam dan suasananya, maka akan terbersit satu keinginan dalam hati kita untuk menyusuri jejak sang pertapa. Keinginan yang sama dalam hati setiap orang yang mengunjungi Pantai Goa Cina ini. Namun, tidak semua orang melakukannya karena lebih tertarik pada hal lainnya.

Satu tempat dimana biksu ini menyembunyikan diri dari kehidupan manusia, ternyata berada di salah satu pulau kecil ditengah pantai yang disebut pulau Goa Cina. Sebetulnya bukanlah sebuah pulau namun batuan karang yang besar dan ditumbuhi rumput sehingga menyerupai pulau.

Kompak penampilan ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang saat di Pantai Goa Cina
Kompak penampilan ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang
dengan mengenakan dresscode yang sama saat di Pantai Goa Cina

Pulau Goa Cina ini berada 50 meter di sisi kanan Pantai.  Di sebuah goa atau ceruk di pulau inilah, Sang Biksu bertapa hingga akhir hayatnya.

Untuk menyusuri jejak sang pertapa ini kita harus berhati-hati karena rute yang akan dilewati cukup sulit berupa jalanan sempit dan bebatuan karang yang licin dan tajam. Dan, goa itu memiliki pintu setinggi setengah meter saja, namun di dalamnya cukup untuk menampung satu orang dalam posisi bersila.

Jika kita menyusuri jejak pertapa ini karena rasa penasaran saja. Maka, berbeda dengan beberapa orang yang menjadikan goa ini sebagai tempat ritual untuk meminta berkah dengan syarat membawa batang pepaya.

Itulah, salah satu daya tarik pertapaan Goa Cina.

Berkemah Di Pantai Goa Cina

Jika kurang puas menikmati segala keindahan dan daya tarik Pantai Goa Cina lainnya, maka kita bisa mendirikan kemah dan bermalam ditempat ini. Terutama bagi wisatawan yang datang dari luar Malang, pengelolah menyediakan area camping ground yang cukup luas.

Menikmati Kuliner di Pantai Goa Cina

Lelah melakukan berbagai hal yang menarik di pantai ini, saatnya kita menikmati kuliner yang tersedia. Banyak pilihan warung makan ditempat ini. Namun, jika kita membawa bekal sendiri maka akan lebih menyenangkan lagi seperti yang dilakukan oleh ibu-ibu wali murid SMPN 18 Malang ini.

Makan bersama di Pantai Goa Cina Malang
Makan bersama di Pantai Goa Cina Malang

Makan bersama di hamparan pasir dengan menu yang terlihat unik dan mengundang rasa untuk turut mencicipinya. Nasi putih, ikan bakar, sambel dan yang paling menarik adalah petai bakarnya. Sebagai pelepas dahaga yang menyegarkan adalah air kelapa muda, masih lengkap dengan serabutnya, hanya dilobangi diatasnya saja.

Tarif Masuk Pantai Goa Cina

Untuk menikmati keindahan Pantai Goa Cina, wisatawan hanya dikenakan tiket masuk seharga Rp 4.000 per orangnya. Dan, untuk tempat parkir, satu kendaraan akan dipungut biaya Rp 5.000.

Rute Menuju Lokasi Pantai Goa Cina

Untuk menuju pantai yang berada di dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini, tidaklah susah hanya harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam. Dari pusat kota Malang, kita dapat langsung menuju Sumbermanjing wetan dengan melalui Bululawang, Turen dan Dampit.

Sebagai patokan jika kita sudah dekat dengan Pantai Goa Cina ini adalah Jembatan Sumawe atau disebut Jembatan Bajul Mati, karena lokasinya tepat berada di kawasan Pantai Bajul Mati.

Jembatan Sumawe, Patokan Menuju Pantai Goa Cina
Jembatan Sumawe, Patokan Menuju Pantai Goa Cina

Kita dapat berhenti sejenak untuk berfoto sambil menikmati keindahan arsitektur jembatan ini dengan panjang 80 meter dan lebarnya lebih kurang 20 meter untuk kedua jalur. Terlihat cukup menarik karena ada tiang setinggi 20 meter yang melengkung dengan posisi membujur. 

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Pantai Goa Cina yang berada di Jalur Lintas Selatan Kabupaten Malang. Semakin seru dan menyenangkan dengan kehadiran ibu-ibu wali murid SMP Negeri 18 Malang yang mengadakan arisan sekaligus berwisata di pantai yang dulunya bernama Rowo Indah ini.

Apalagi jika membawa makanan yang unik dan menarik seperti Petai Bakar..

Nah, tunggu apalagi? Mari jalan-jalan dan kuliner bersama di Pantai Goa Cina Malang.