Home » , » Unik dan Menarik ! Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji 2019

Unik dan Menarik ! Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji 2019

Grebeg Tengger Tirto Aji 2019 - Pada hari Minggu pagi, 28 April 2019, pelataran Taman Wisata Air Wendit sudah ramai dipadati orang-orang sambil membawa umbul-umbul dan berpakaian hitam mengenakan ikat kepala serta berselempang kain. Sementara para wanitanya mengenakan kebaya dengan atasan ungu atau hitam. Mereka adalah warga suku Tengger yang akan melaksanakan Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Grebeg Tengger Tirto AJi 2019

Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji merupakan acara tahunan Suku Tengger yang dilakukan antara bulan April atau Mei. Dan, sebagai lokasi acara adalah Taman Wisata Air Wendit atau Mendit.

Warga Tengger dari tujuh desa yang tersebar di kawasan gunung Bromo ini rela menempuh perjalanan cukup jauh menuju taman wisata air Wendit guna mengambil air suci di sumber Widodaren. Tradisi ini sudah dilaksanakan turun temurun, sehingga acara ini disebut sebagai Grebeg Tengger. 

Sedangkan Tirto Aji  berasal dari kata “tirto” yang berarti air dan “aji” bermakna berharga sehingga tirto aji dapat diartikan sebagai air yang sangat berharga atau air suci. Mengingat  air merupakan unsur utama dalam kehidupan manusia maka memelihara tradisi ini diharapkan dapat melestarikan dan menjaga kelestarian sumber-sumber air yang menjadi penopang kehidupan.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Warga Suku Tengger di halaman Taman Wisata Air Wendit, Malang

Tidak hanya airnya saja namun ekosistem yang mendukung kelestarian sumber air ini harus tetap dijaga dan dilestarikan seperti hutan, pohon-pohon dan tanaman pelindung lainnya termasuk dahnyang, leluhur dan spirit yang turut menjaga kelestariannya.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Salah satu anggota panitia Grebeg Tengger Tirto Aji 2019 bersama warga Tengger

Itulah tujuan utama dari tradisi Grebeg Tengger  Tirto Aji ini. Menjaga dan melestarikan sumber air sehingga tetap lestari dan dapat dimanfaatkan. Tidak hanya untuk warga Tengger saja namun juga untuk warga daerah lain dan generasi mendatang.

Pentingnya Menjaga Kelestarian Air

Saat musim kemarau datang, barulah kita merasakan betapa berharganya air. Ketika hujan tidak turun, sungai-sungai kering, sumur-sumur pun mulai berkurang debit airnya dan PDAM mulai mengatur jalannya air ke rumah-rumah warga. Kita pun harus rela antri menunggu giliran air menetes dari kran-kran air di rumah kita.

Dalam kondisi seperti ini, kita akan menerima kondisi air bagaimana pun bentuknya, meskipun air itu keruh dan kotor. Karena kita sangat membutuhkannya.  

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Air melimpah dan jernih di pemandian Wendit, Malang

Beruntunglah kita yang memiliki sumber-sumber air yang mengalir sepanjang masa. Penulis pernah melihat dan merasakan sendiri bagaimana sulitnya mencari air bersih ketika singgah di kawasan Sungai Karang Mumus, Samarinda, Kalimantan Timur. Sungai ini pernah dinyatakan sebagai sungai terkotor di dunia.

Air dari sungai yang kotor dengan berbagai macam kotoran di dalamnya termasuk kotoran manusia, ditampung dalam tong-tong atau tempat air lainnya lalu diberi obat-obatan dan harus menunggu semalam untuk dapat menggunakannya. Bagi yang tidak terbiasa, maka akan muncul gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.

Lalu, kemana lagi kita harus mencari air jika sumber-sumber air ini rusak dan kering? Sementara hujan tidak kunjung turun membasahi bumi. 

Bahkan, munculnya tradisi “ngujung”, “tiban” dan lain-lain adalah upaya manusia untuk memohon turunnya hujan. Dan, ketika hujan turun , apakah kita cukup menyimpannya dalam tandon-tandon air yang kita miliki saja?  Alam-lah yang akan menyimpannya untuk manusia.

Sehigga ketika kita mengabaikan bahkan merusak alam dengan menebang pohon-pohon demi kepentingan pribadi, maka kelangsungan hidup manusia akan terancam. Musibah banjir, tanah longsor dan lain-lain akan datang. Tinggal menunggu waktunya saja.

Dan, Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji ini adalah tradisi masyarakat suku Tengger dalam upaya melestarikan dan menjaga kelestarian air.

Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji 2019

Tahun 2019 ini, tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji ini dilaksanakan di Taman Wisata Air Wendit dengan dukungan pemerintah Kabupaten Malang. Pemkab Malang melalui dinas Pariwisata dan Budaya, menjadikan event ini sebagai agenda wisata budaya yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

Baru pada tahun 2013, Pemkab Malang bekerjasama dengan Ketua Adat Suku Tengger untuk menjadikan tradisi tahunan warga Tengger ini sebagai bagian dari pariwisata daerah sehingga masyarakat umum dan wisatawan dari berbagai daerah dapat turut menyaksikannya.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Bupati Malang M. Sanusi bersama jajarannya tampak bersama warga Tengger
dalam tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji 2019

Melihat pentingnya acara ini, Bapak M. Sanusi selaku pejabat Plt. Bupati bersama jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Muspika, Kepala Desa serta para undangan lainnya, turut hadir dalam event tahunan ini.

Kurang lebih pukul 10 pagi, tradisi Grebeg Tengger dimulai. Bapak Sanusi bersama jajarannya  turut dalam barisan masyarakat Tengger mengarak jampana sayuran dan buah-buahan hasil bumi mulai dari pintu masuk hingga pendopo taman wisata air Wendit. 

Tarian 7 Bidadari

Setelah doa, sambutan Kadin Pariwisata Kabupaten Malang Bapak Made Arya Wedhantara dilanjutkan dengan sepatah kata dari Bapak Bupati serta ditutup dengan doa dari Ketua Adat Suku Tengger, maka para hadirin disuguhi atraksi seni tari 7 Bidadari yang dimainkan oleh tujuh gadis cantik.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
7 Bidadari beriringan menuju pendopo Taman Wisata Wendit

Ketujuh gadis cantik berpakaian bak bidadari berjalan beriringan memasuki pendopo. Semuanya cantik jelita laksana bidadari dari kahyangan dan berbusana sama, yang membedakan hanyalah selendang warna-warni yang melilit tubuhnya. Merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu seperti warna pelangi.

Dan masing-masing bidadari ini membawa sebuah kendi.

Diiringi suara sang dalang, ketujuh bidadari ini mengawali tariannya dengan melakukan sembah bumi. Lalu dengan gemulai mereka memulai tariannya. Sangat serasi, indah dan penuh pesona. Ketujuh gadis cantik ini bergerak lemah lembut diiringi suara gamelan.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Tokoh Rama dan Hanoman mengantarkan rombongan menuju Sendang Widodaren

Setelah ketujuh bidadari ini menari, datanglah dua penari yang memerankan tokoh Ramayana dan Hanoman. Setelah memberi hormat, kedua tokoh pewayangan ini bersama tujuh bidadari mengantarkan Bapak Bupati bersama rombongan menuju Sendang Widodaren untuk mengambil air suci.

Pengambilan Air Suci di Sendang Widodaren

Rombongan berjalan beriringan menuju sendang Widodaren yang lokasinya tidak jauh dari pendopo. Sebelum prosesi pengambilan air suci berlangsung, rombongan berdoa di makam Mbah Kabul, sosok yang dipercaya sebagai penemu sumber air Wendit.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Rombongan peserta Grebeg Tengger menuju sendang Widodaren

Kemudian, ketujuh bidadari beriringan memasuki sendang untuk mengisi kendi-kendi yang mereka bawa dengan air dari sendang Widodaren. Setelah itu rombongan berkumpul di depan makam Mbah Kabul untuk berdoa bersama. Doa untuk kelestarian air, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dan doa untuk bangsa Indonesia.

Pertama, doa dilakukan dengan cara Islam kemudian dilanjutkan dengan cara Hindu yang dipimpin oleh ketua dukun masyarakat Tengger.

Rebutan Sesaji 

Setelah bacaan doa selesai dilantunkan, serentak masyarakat yang mengerumuni tempat ini berebut untuk mendapatkan isi jampana sayuran maupun buah-buahan serta tumpeng. Cukup seru dan ramai. Para pengunjung baik laki-laki dan perempuan serta anak-anak berebut mendapatkan buah-buahan dan sayuran yang ada.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Pengunjung Grebeg Tengger 2019 berebut sesaji

Saking antusiasnya, mereka tidak menunggu bapak Bupati dan rombongannya meninggalkan tempat terlebih dahulu. Sehingga bapak bupati bersama rombongan harus berdesak-desakan lebih dulu dengan pengunjung lain yang memenuhi tempat ini agar dapat meninggalkan tempat menuju pendopo.

Memberi Makan Monyet

Prosesi berikutnya dari rangkaian Grebeg Tengger Tirto Aji ini adalah memberi makan kera atau monyet yang berada di taman wisata air Wendit ini. Ini merupakan bentuk rasa berbagi kasih dengan sesama mahluk yang menjadi penghuni tempat ini.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Monyet-monyet di Taman Wisata Air Wendit

Keunikan Taman Wisata Air Wendit ini terletak pada monyet-monyet yang berkeliaran bebas di tempat ini. Konon, mereka adalah para penjaga mata air yang jumlahnya tidak pernah berkurang atau bertambah banyak. Dan, penduduk setempat tidak berani untuk mengganggu atau menangkapnya.

Larung Sesaji

Prosesi terakhir dari tradisi Grebeg Tengger ini adalah Larung Sesaji. Diwakili oleh Kabid Budaya Kabupaten Malang, Bapak Ir. Edy Purwanto MM bersama tujuh bidadari, menaiki perahu membawa seperangkat sesajen yang ditaruh dalam sebuah tampah dan seekor bebek.

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Larung Sesaji pada Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji 2019

Setelah mengelilingi kolam, rombongan berhenti di tengah  kolam. Dan, Bapak Edi melepaskan bebek dan sesaji tersebut ke dalam air.  

grebeg tengger; grebeg tengger tirto aji; wendit; mendit grebeg tengger wendit; grebeg tengger mendit; taman wisata air wendit; taman wisata air mendit; pemandian wendit; pemandian mendit
Tiga anak laki-laki berenang mengejar bebek pada acara Grebeg Tengger 2019

Pemandangan yang unik dan menarik ketika tiga orang bocah belasan tahun dengan bertelanjang dada, berenang untuk mengejar bebek. Terjadi kejar-kejaran. Namun, sang bebek lebih pandai berenang sehingga sampai acara ini berakhir, bebek itu tidak dapat ditangkap dan ketiga bocah tersebut kelelahan.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Tradisi Grebeg Tengger Tirto Aji yang rutin dilaksanakan setiap tahun di Taman Wisata Air Wendit, Pakis, Kabupaten Malang. Sangat menarik dan menyenangkan dapat menyaksikan budaya yang diwariskan turun temurun ini. Satu prosesi yang mulai jarang kita temukan pada jaman modern seperti sekarang ini.

Selain untuk melestarikan sumber air, esensi dari Grebeg Tirto Aji ini merupakan wujud rasa syukur yang dihaturkan warga Tengger kepada Sang Pencipta.

Sebagai salah satu wisata budaya, Grebeg Tengger Tirto Aji ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin Kabupaten Malang yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah dan manca negara. Tentunya, dibutuhkan promosi  yang intensif baik melalui media cetak, televisi maupun media online sehingga agenda wisata ini dapat menyebar ke berbagai daerah.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

0 comments:

Post a Comment