Home » , » Candi Sumberawan, Taman Surga Tersembunyi Di Lereng Gunung Arjuna

Candi Sumberawan, Taman Surga Tersembunyi Di Lereng Gunung Arjuna

Ayo Dolen Rek Ke Candi Sumberawan, Toyomarto, Singosari, Malang – Candi Sumberawan adalah satu tempat tersembunyi di lereng Gunung Arjuna yang menawarkan objek sejarah berupa stupa di tengah taman dan dikelilingi alam yang indah. Fungsinya sebagai penjaga air suci atau “tirta amerta” membuat candi di dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Singosari ini semakin unik dan menarik untuk dikunjungi.

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan
Candi Sumberawan, Taman Surga Tersembunyi Di Lereng Gunung Arjuna

Keunikan Candi Sumberawan terletak pada bentuk dan fungsinya. Pada umumnya, candi merupakan bangunan dengan desain yang kompleks dan berfungsi sebagai tempat perabuan atau pendarmaan seorang raja. Namun, Candi Sumberawan  berbentuk stupa seperti yang terdapat pada puncak Candi Borobudur dan tidak berfungsi sebagai tempat penyimpanan atau tempat pendarmaan.

Karena Candi Sumberawan Singosari bercorak Budha, maka sering digunakan sebagai tempat peribadatan bagi umat Budha terutama pada perayaan hari-hari besarnya seperti Hari Raya Waisak. Namun, masyarakat yang beragama lain juga menggunakannya sebagai tempat ritual terutama berkaitan dengan penyucian diri yang erat kaitannya dengan air.

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan
Candi Sumberawan, Singosari, Malang, Jawa Timur

Pada perayaan Hari Raya Waisak tahun ini yang jatuh pada tanggal 19 Mei 2019, Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang bersama komunitas pemeluk agama Budha akan menggelar acara seni budaya sekaligus ngabuburit dengan tajuk “Sendyakalaning Kasuranggan.”

Satu acara dalam rangka menjalin toleransi beragama dengan agenda bincang budaya, penampilan seni tari di areal Candi Sumberawan Singosari dan buka bersama.

Daya tarik lainnya dari Candi Sumberawan Malang, Jawa Timur ini adalah keberadaan mata air yang dianggap sebagai air suci atau tirta amerta, keindahan alamnya dan misteri serta mitos-mitos berkaitan dengan penyembuhan, derajat dan pangkat serta proses pencarian jati diri.

Baca Juga :

Candi Sumberawan, Toyomarto, Singosari, Malang

Arsitektur Candi Sumberawan

Meskipun berbentuk stupa, namun peninggalan bersejarah yang pertama kali ditemukan oleh orang Belanda pada tahun 1845 ini lebih dikenal dengan nama Candi Sumberawan. Kemudian, pada tahun 1935, para peneliti dan dinas purbakala melakukan kunjungan pertama yang dilanjutkan dua tahun kemudian dengan pemugaran pada bagian kaki candi.

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan
Arsitektur Candi Sumberawan Singosari

Tidak seperti candi-candi lain di Jawa Timur seperti Candi Jago, Candi Kidal dan Candi Singosari, yang memiliki tangga naik ruangan untuk menyimpan benda suci. Candi Sumberawan berbentuk sederhana saja yaitu berupa stupa.

Para ahli memperkirakan bangunan candi Sumberawan ini didirikan sekitar abad 14 hingga 15 masehi atau lebih tepatnya, pada jaman kerajaan Majapahit. Hal ini didasarkan pada pada bentuk batur dan stupanya.  Seperti halnya Borobudur, Candi Sumberawan merupakan tempat peribadatan bagi umat Budha.

Stupa Sumberawan

Stupa adalah lambang dari agama Buddha yang berbentuk mangkuk terbalik, dengan bentuk persegi empat atau segi delapan (harmika), serta bentuk tongkat di atasnya. Terdapat persamaan antara stupa Sumberawan dengan stupa puncak Candi Borobudur yang juga berbentuk seperti mangkuk terbalik atau genta atau lonceng.

Timbul pertanyaan, apa yang terdapat di dalam Stupa Sumberawan?

Tentang isi stupa ini, menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Dimana, ada yang berpendapat bahwa rongga tersebut dahulunya merupakan ruangan untuk tempat menyimpan arca atau relik (peninggalan-peninggalan yang dianggap suci seperti benda-benda, pakaian, tulang belulang Sang Buddha, arhat dari bhiksu terkemuka). 

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan
Stupa Sumberawan Malang, Jatim

Sebagian lagi berpendapat bahwa rongga dalam stupa ini memang kosong, mengingat bahwa stupa pada tingkat arupadhatu seperti stupa pada puncak Candi Borobudur, menyimbolkan unsur tak berwujud.

Pada umumnya, di  puncak stupa, terdapat chattra yang merupakan payung bersusun tiga. Secara filosofi keagamaan memang ada bentuk seperti ini,misalnya di Bodh Gaya. 

Di bawah bentuk chattra terdapat susunan batu berbentuk tongkat yang dinamakan yasti. Di bawah yasti terdapat harmika. Harmika adalah bagian antara badan dan puncak stupa. Harmika pada Candi induk mempunyai dua bentuk, yaitu persegi empat dan persegi delapan. 

Kisah Tentang Bentuk Stupa Sumberawan

Dari sisi arsitektur dan bentuk stupa, ada sebuah cerita yang menguraikan tentang awal mula terbentuknya stupa Sumberawan. Dari tempat kejadian dan para pelakunya yang berada jauh dari pulau Jawa yaitu di negeri India, diperkirakan kisah ini merupakan hasil pengalaman spiritual.

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan
Kisah Bentuk Stupa Sumberawan

Sang Budha Gautama memiliki dua orang penganut pertama agama Budha di pulau Jawa.  Kepada kedua pengikutnya itu, Sang Budha memberikan sebuah kenang-kenangan atau tanda mata berupa kuku dan rambutnya.

Lalu, keduanya disuruh untuk menyimpannya dalam sebuah stupa. Karena belum mengetahui bagaimana bentuk stupanya, maka Sang Budha membuka pakainya lalu dilipat segi empar dan diletakkan di atas tanah. Pakaian itu digunakan sebagai alas, lalu ditaruhnya sebuah mangkuk terbalik kemudian diatasnya didirikan tongkatnya.

Itulah, bentuk dan arsitektur stupa untuk menyimpan tanda mata Sang Budha. Saat ini, hanya ada dua bentuk stupa yang ada di Indonesia yaitu Candi Borobudur dan Candi Sumberawan. Mungkinkah kedua pengikut Sang Budha Gautama itu yang mendirikannya?

Maka, gambaran ideal dari bentuk stupa Sumberawan adalah berbentuk kubah yang berdiri diatas sebuah lapik segi empat dan diatasnya diberi payung  sebagai tanda kehormatan  atau lambang kahyangan. Payung itu kadang terbuka dan kadang tertutup. 

Sejarah Candi Sumberawan

Stupa Sumberawan atau Candi Sumberawan diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit, tepatnya pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk.  Proses pembangunannya dilakukan setelah Raja Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling ke Lumajang. Seperti yang tersebut dalam kitab Negarakretagama pupuh XVIII.

Dalam kitab Negarakretagama, dikisahkan jika raja Hayam Wuruk mengunjungi tiga mata air yang dianggap suci, untuk membersihkan dirinya. Mata air tersebut  adalah Kasuranggan atau Sumberawan, Sumber Biru atau Kedung Biru dan Bureng atau Wendit. Dimana jejak perjalanan itu bisa dijumpai di Sumber Biru atau Kdung Biru, lewat kolam yang berlantai batu bata berukuran besar khas Majapahit. 

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan

Pada masa itu, Sumberawan merupakan  taman bunga yang indah dikelilingi dengan air yang mengalir langsung dari sumbernya. Melihat keindahan Taman Kasuranggan ini membuat Raja Hayam Wuruk memutuskan untuk membangun stupa,  pada tahun 1359 dan menjadikan Sumberawan sebagai tempat peristirahatan dan peribadatan. 

Pemilihan bangunan stupa karena pada saat itu di Singosari dan sekitarnya bermukim pendeta-pendeta Siwa-Budha. Dan. tanah Sumberawan dianugerahkan raja kepada para pendeta. Karena ‘pemilik hak’ atas tanah di Telaga Sumberawan adalah para pendeta Siwa-Budha, maka yang didirikan di tempat itu adalah candi Budha berbentuk stupa dengan ukuran bagian dasarnya 6,25m x 6,25m dan tinggi 5,23m.

Puncak Stupa Sumberawan tidak utuh. Menilik batu-batu reruntuhan stupa yang masih cukup banyak, diperkirakan stupa Sumberawan memiliki ‘selimut luar’ yang melingkupi kubahnya, dan tingginya masih sekitar 2-3 meter lagi. 

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan
Reruntuhan Puncak Stupa Sumberawan

Reruntuhan puncak stupa itu menjadi ‘altar’ karena merupakan bagian paling suci, diletakkan di sebelah utara candi. Mereka yang berdoa meletakkan dupa, bunga, dan persembahan lainnya di reruntuhan batu puncak sekaligus menghadap candi. 

Pada masa Majapahit sudah memelihara toleransi antar umat beragama, dimana agama Hindu dan Budha dapat hidup berdampingan. Dengan adanya stupa ini, Sumberawan menjadi tempat ibadah pemeluk agama Budha, kemudian Kasuranggan atau Sumberawan ini dikenal dengan nama Candi Sumberawan.

Setelah masa kerajaan Majapahit berlalu, Candi Sumberawan ditemukan tahun 1904 oleh orang Belanda lalu diadakan pemugaran pada bagian kaki candi tahun 1937 oleh pemerintah Hindia Belanda. Candi ini direnovasi tahun 1925-1938 (Wurianto 2009).

Saat ini, mata air yang melimpah sejak era Singosari dan berlanjut di era Majapahit hingga kini masih memancar. Dimana, terdapat 26 pipa milik PDAM Kabupaten Malang yang menjual air Sumberawan kepada warga desa Toyomarto, Singosari.

Fungsi Candi Sumberawan Singosari

Fungsi Candi Sumberawan Malang ini selain digunakan sebagai tempat peribadatan bagi umat Budha juga menjadi salah satu objek wisata sejarah unggulan kecamatan Singosari. Selain itu, Stupa Sumberawan dengan misteri dan mitos-mitosnya juga merupakan simbol penjaga kelestarian mata airnya.

Foto-foto Candi Sumberawan dan Taman Surga

Foto-foto atau gambar-gambar berikut ini menunjukkan Candi Sumberawan, taman surga dan alam sekitarnya sebagai objek wisata alam, sejarah dan spiritual.

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan


candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan

candi sumberawan; candi sumberawan singosari; candi sumberawan bercorak; candi sumberawan malang jawa timur; candi sumberawan malang jawa timur 65153; candi sumberawan jatim; gambar candi sumberawan; mitos candi sumberawan; misteri candi sumberawan; fungsi candi sumberawan


Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Candi Sumberawan yang berada di dusun Sumberawan, desa Toyomarto, kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Keindahan alam dan tamannya membuat Candi Sumberawan Malang ini dijuluki sebagai Kasuranggan atau Taman Surga yang tersembunyi di lereng gunung Arjuna.

Nah, tunggu apalagi? Ayo Dolen Rek...

0 comments:

Post a Comment