Home » , » Menyusuri Jejak Joko Lola Di Situs Karuman

Menyusuri Jejak Joko Lola Di Situs Karuman

Situs Karuman Dinoyo, Malang - Setelah mengunjungi Situs Ken dedes di Polowijen, menuruti rasa penasaran tentang sosok tokoh pemuda dari dinoyo dalam dongeng warga Polowijen, Penulis melanjutkan perjalanan menyusuri jejak Joko Lola di Situs Karuman yang berada di ujung jalan Tlogomas gang VIII, Dinoyo, Malang. Sebuah gang kecil tepat berada di sebelah Rumah Makan Soto Lamongan. 

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Situs Karuman Tlogomas, Dinoyo, Malang

Tlogomas Gang VIII ini merupakan sebuah perkampungan yang padat penduduk dengan jalanan hanya dapat dilewati menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Jika menggunakan sepeda motor, kita dapat lebih leluasa menjelajah tempat ini hingga mencapai petirtaan yang berada di ujung jalan. Karena, jika berjalan kaki kita harus meniti tangga yang cukup banyak dan cukup menguras tenaga .

Situs Karuman Tlogomas Gg. VIII, Dinoyo, Malang

Situs Karuman atau lebih dikenal dengan nama Punden Karuman ini memiliki tiga titik lokasi yang terpisah di antara padatnya rumah warga. Lokasi pertama berada di pinggir jalan, lokasi kedua berada di belakang sekolah TK dan  lokasi terakhir berada dekat dengan sungai Brantas. 

Lokasi pertama adalah sebuah komplek pemakaman yang dikelilingi pagar dan di depan pintunya terdapat patung seekor harimau hitam.  Dalam kompleks pemakaman ini terdapat deretan makam yang dinaungi pohon kamboja berumur puluhan atau ratusan tahun.

Di tempat ini terpasang sebuah papan informasi atas nama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang yang menjelaskan jika Situs Karuman, merupakan sebuah situs purbakala penting dan bernilai sejarah tinggi.

Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang, yang mengatakan jika situs Karuman ini menjadi penegas bahwa kawasan ini merupakan desa kuno yang sudah ada sejak masa Kerajaan Kanjuruhan di abad VIII. Kawasan ini juga tempat bersejarah yang keberadaannya dicatat dalam Kitab Pararaton.

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Makam Mbah Aruman
Lokasi kedua adalah sebuah makam yang berada di belakang sebuah sekolah TK yaitu makam Mbah Aruman. Makam itu tertutup dalam ruangan yang terkunci dan hanya dapat dibuka atas seijin juru kuncinya saja. Di samping makam ini terdapat sebuah taman kecil yang berisi arca Durga dan arca Siwa yang sudah hilang bagian kepalanya. Ada pula batu sima, batu sebagai penanda penetapan status desa bebas pajak. 

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo


Selain itu juga terdapat arca Lembu Nandi yang sudah pecah bagian kepalanya, yoni dan lingga berbeda ukuran. Ada pula beberapa balok batu dan bata kuno.

Lokasi ketiga berada di ujung jalan Tlogomas VIII yang berbatasan dengan sungai Brantas. Jalanan menuju tempat ini cukup baik dengan dinding pembatas pada sisi kanannya berisi beragam lukisan mural. Dan, terdapat gubuk-gubuk bambu  sebagai tempat ngobrol sambil menikmati kopi atau minuman hangat lainnya yang dijual disini.



Penjualnya adalah pengelolah tempat ini bernama Elang Karuman, seorang pemuda yang banyak mengenal budaya dan sejarah khususnya sejarah Situs Karuman ini.`Ditempat ini, terdapat sebuah goa dan sumber air yang jernih dan mengeluarkan debit air sangat besar. 

Air dari sumber ini dialirkan ke pemandian kuno yang sudah dibangun menyerupai pemandian umum dan dipisahkan untuk pria dan wanita. Dahulu, si sekitar patirtan ini ada beberapa jaladwara berbahan batu andesit yang berfungsi sebagai pancuran. 

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Elang Aruman (kiri) Pengelolah Situs Karuman

Namun, jaladwara maupun patirtan itu sudah lenyap tak tersisa. Hanya aliran air dari arung yang masih bisa dijumpai. Sebagian air dari mata air Karuman ini juga dialirkan ke sebuah kolam pemandian wisata yang berada di samping situs ini dalam jumlah besar.

Diatas tempat pemandian ini terdapat sebuah goa yang konon dahulu dibuat oleh Ken Arok.  Menurut penuturan Elang, dalam jarak 10 m, goa tersebut sudah tertutup reruntuhan tanah diatasnya. Sehingga goa itu ditutup. Diatas pintu goa terdapat dua patung kecil yaitu Lembu Nandi dan Syiwa serta dua gada berwarna hitam dan kuning.  Disamping goa ini berdiri sebuah pohon besar yang diselimuti sarung berwarna kuning dan dibawahnya terdapat alat-alat sesaji.

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Goa Ken Arok atau Joko Lola

Salah satu ciri khas tempat yang pernah disinggahi Ken Arok adalah tempat yang memiliki goa baik goa yang dibuatnya sendiri maupun goa peninggalan kerajaan sebelumnya. Seperti goa yang ditemukan di Polowijen, Goa Polaman dan goa-goa lainnya termasuk di Karuman ini.

Joko Lola dan Dukuh Karuman

Nama Karuman disebut beberapa kali dalam Kitab Pararaton, sebuah kitab yang mengisahkan perjalanan hidup Ken Arok sebagai pendiri Kerajaan Singasari. Dan, Karuman pernah menjadi tempat tinggal Ken Arok semasa kecil hingga tumbuh remaja saat tinggal bersama ayah angkatnya yang kedua, yakni Bango Samparan.

"Pergilah Bango Samparan dari Rabut Jalu, berjalan pada waktu malam, akhirnya menjumpai seorang anak. Dicocokkannya anak itu dengan petunjuk Hyang, sungguhlah itu Ken Angrok. Dibawa pulang ke Karuman, diakui anak oleh Bango Samparan," demikian bunyi kutipan Kitab Pararaton.
Usia Ken Arok saat itu sebaya dengan anak gembala. Ia ikut Bango Samparan hingga tumbuh remaja. Arok meninggalkan rumah, saat mulai tak cocok dengan anakanak ayah angkatnya. Ia Pergi berkelana kemana saja, dan menjadi berandalan yang diburu oleh penguasa Tumapel maupun Daha.

Kitab Pararaton juga menuliskan, di sela masa pengabdiannya pada Tumapel, Ken Arok kembali pulang ke Karuman. Meminta pertimbangan Bango Samparan saat hendak menggulingkan Tunggul Ametung dari kekuasaannya sekaligus memperistri Ken Dedes. Melalui ayah angkatnya itu pula, Ken Arok tahu tentang Mpu Gandring dan memesan senjata untuk mengkudeta Tunggul Ametung.

Sehingga kuat dugaan, jika Joko Lola yang terdapat dalam dongeng lisan warga Polowijen yang mau meminang Ken Dedes adalah Ken Arok. Meskipun dalam dongeng itu disebut daerah Dinoyo. Karena Karuman sendiri berada dalam wilayah Dinoyo.

Dukuh Karuman Saat Ini

Temuan artefak dan gambaran paleo-ekologi di kawasan ini menguatkan bahwa di sinilah Karuman sebagaimana yang ditulis Pararaton,” kata Dwi Cahyono.

Sekarang, Karuman menjadi Kampung Tlogomas dimana dahulu merupakan desa kuno sejak masa Hindu-Buddha abad VIII hingga era Kesultanan Mataram Islam abad XVII. Maka, di kampung ini selain ada situs Karuman juga ada Makam Mbah Aruman, seorang penyebar Islam dari Mataram.

Situs Karuman itu sendiri bukan punden biasa. Sebenarnya situs itu adalah sebuah candi yang dibangun atas perintah Ken Arok di awal berdirinya Kerajaan Singasari. Sebagai balas budi terhadap Bango Samparan, sekaligus menetapkan statusnya sebagai desa sima atau desa bebas pajak.

Karena itulah kuat dugaan masih banyak peninggalan arkeologis yang terpendam di dalam tanah di kawasan ini,”  kata Dwi Cahyono.
Warga Tlogomas sendiri masih sering menemukan sisa batu bata kuno saat menggali tanah sekitar. Termasuk di bekas lokasi patirtan yang kini jadi tempat pemandian umum. Mereka juga memanfaatkan bata kuno temuan itu untuk pemugaran jalan di pemandian umum itu.

Perlahan tapi pasti, warga mulai sadar lalu menyelamatkan temuan-temuan itu. Tembok di Situs Karuman, misalnya, baru dibangun warga di awal tahun 2000-an. Dahulu, cagar budaya itu dibiarkan dalam ruang terbuka. Situs kini dianggap memiliki nilai penting untuk sejarah desa.

Warga juga ada keinginan membongkar kolam pemandian dan memindahkannya. Di tempat itu ingin dibangun patirtan tiruan, setidaknya mengingatkan warga bahwa kampung mereka adalah desa kuno. Air yang keluar dari arung juga akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH).

Hal Menarik di Situs Karuman

Sebenarnya banyak hal menarik yang dapat kita lakukan di Situs Karuman, asalkan kita dapat menarik sudut pandang yang sama atau menyamakan frekwensi pemikiran tentang tempat ini beserta penghuni gaib di dalamnya.

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo


Karena saat memasuki kawasan ini, kesan mistis dan angker memang terasa begitu kuat sehingga sebaiknya kita segera menyandarkan diri pada kekuasaan Tuhan lalu memandang suasana mistis tersebut sebagai keberadaan mahluk-mahluk gaib penghuninya.

Nah, ketika kita memandang mereka sebagai sesama mahluk Tuhan, maka tata krama dan aturan sesama mahluk harus kita terapkan dengan cara mengucapkan salam lalu mengutarakan niat kita untuk bersilaturahmi. Akan lebih baik lagi apabila kita mau mendoakan mereka.
“Asalamu alaikum salam, Eyang pun wayah ingkang sowan.”
Itulah salam yang biasa diajarkan oleh para juru kunci tempat-tempat angker. Secara tidak langsung, akan membawa fikiran dan perasaan kita kepada suasana berkunjung ke rumah kakek atau nenek kita sendiri sehingga kita merasa nyaman dan aman.

Setelah itu, barulah kita dapat menikmati keindahan alam sekitarnya dan merasakan suasana tenang dan damai ditempat ini. 

Ternyata, di lokasi ketiga Situs Karuman atau di sumber air, memiliki banyak potensi yang sangat layak dijadikan sebagai objek wisata baik wisata sejarah, wisata alam dan wisata edukasi.

Beberapa daya tarik Situs Karuman adalah sebagai berikut.

Goa Ken Arok

Goa yang berada di atas pemandian dengan pohon-pohon besar di kanan-kirinya merupakan goa bersejarah peninggalan kerajaan Singosari atau kerajaan terdahulu. Menurut penuturan juru kunci, goa ini adalah goa yang dibuat oleh Ken Arok sehingga sangat sayang jika dirusak atau dibiarkan terbengkalai.

Sumber Air Ken Arok

Sumber air yang berada di situs Karuman ini merupakan sumber air yang juga mengandung nilai sejarah berkaitan dengan keberadaan Joko Lola atau Ken Arok. Manfaatnya pun banyak dirasakan oleh masyarakat sehingga mata air ini harus tetap dijaga kelestariannya  termasuk lingkungan pendukungnya seperti pohon-pohon berumur puluhan atau ratusan tahun.

Goa Pertapa di Pinggir Sungai Brantas

Menurut Elang, terdapat goa batu yang berada di pinggiran sungai Brantas. Konon, goa ini sering digunakan untuk bertapa oleh leluhur kita dahulu sehingga peninggalan unik dan langka ini sebaiknya tetap dijaga dan dilestarikan serta dapat menambah daya tarik tempat ini.

Tangga dan Dinding dengan lukisan Mural

Keberadaan tangga dan dinding dengan lukisan mural di situs Karuman ini dapat menjadi spot foto yang unik dan menarik. Di dinding itu, tampak lukisan pejuang HAM yaitu Munir dan beberapa lukisan unik lainnya.

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Lukisan mural di dinding Situs Karuman

Lukisan di dinding itu akan lebih tepat bila bertemakan kerajaaan atau kondisi pada masa lalu karena berhubungan dengan jejak sejarah kerajaan jaman dulu.

Saung-saung Bambu 

Deretan saung atau gubuk terbuat dari bambu semakin menambah keunikan tempat ini. Pengunjung dapat memanfaatkannya untuk beristirahat, nongkrong bersama teman-teman maupun berdiskusi sambil menikmati kopi atau minuman hangat lainnya.

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Menikmati Kopi di saung bambu Situs Karuman

Jembatan Unik dan Menarik

Jembatan gantung yang menghubungkan daerah Telogo Mas dengan kampung sebelahnya ini memiliki desain unik dan menarik sehingga dapat dijadikan sebagai spot foto bagi penggemar fotografi.

situs karuman; situs karuman dinoyo; situs karuman tlogomas; situs karuman tlogomas dinoyo malang; jejak masa muda ken arok; joko lola; jejak joko lola; karuman; dinoyo
Jembatan gantung yang unik dan menarik di Situs Karuman

Asal Nama Telogo Mas

Konon, pada jaman dulu, sebelum dibuatkan pemandian, sumber air di situs Karuman ini mengalir membentuk sebuah telaga. Saat hujan, tetesan air dari langit yang menimpa telaga ini terlihat seperti gumpalan-gumpalan emas sehingga daerah ini disebut sebagai Tlogo Mas atau Telaga Emas.

Nah, inilah Situs Karuman yang menjadi jejak sejarah keberadaan Joko Lola yang menjadi sebutan atau julukan warga Panawijen bagi Ken Angrok.

0 comments:

Post a Comment