Home » , » Taman Kota Ken Dedes Arjosari : Monumen Selamat Datang Kota Malang

Taman Kota Ken Dedes Arjosari : Monumen Selamat Datang Kota Malang

Taman Kota Ken Dedes Polowijen - Kedekatan warga Malang Raya dengan tokoh-tokoh sejarah kerajaan Singhasari dapat terlihat dengan adanya monumen dan penamaan tempat-tempat ikonik di kota Malang. Salah satu bentuk penghormatan warga Malang terhadap sosok Ken Dedes diwujudkan dalam bentuk taman yang indah dengan patung raksasa Prajna Paramitha sebagai ikonnya. Taman di pintu masuk kota Malang itu diberi nama Taman Ken Dedes atau Taman Patung Ken Dedes.

Sehingga saat memasuki kota Malang dari arah utara, kita akan disambut dengan dua taman yaitu taman seluas 800 m2 yang berada di lembah Kali Mewek dan taman pembelah jalan. Namun, pemandangan yang mencolok dari kedua taman ini adalah adanya patung raksasa yang menjadi perwujudan ikon sejarah kota Malang yaitu arca Prajna Paramitha yang merupakan persembahan bagi Ken Dedes.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Taman Kota Ken Dedes Arjosari, Malang
Baca Juga : Ijen Boulevard, Kawasan Cagar Budaya Yang Menjadi Ikon Kota Malang

Meskipun lokasi taman secara administratif berada di kelurahan Arjosari, tetapi taman ini berada dekat dan menghadap wilayah Polowijen yang disebut dalam serat Pararaton sebagai Panawijen, tempat kelahiran ratu Ken Dedes.

Di desa Panawijen inilah, sosok wanita yang menjadi ibu dari raja-raja Jawa ini tumbuh besar sebagai anak dari Mpu Purwa, seorang pendeta agama Budha Mahayana. Ken Dedes hidup damai di desa ini. Ketika tumbuh menjadi seorang gadis, pesona kecantikannya menyebar keberbagai penjuru daerah sehingga membuat banyak pria ingin meminangnya. 

Salah satunya adalah Joko Lola dari Dinoyo atau Karuman. Namun sayang, cinta tulus dari Joko Lola harus bertepuk sebelah tangan. Kemudian, Ken Dedes tidak kuasa menolak ketika Tunggul Ametung dengan paksa membawanya lari dan memperistrinya.

Dan, tepat di sebelah taman ini membentang sungai yang disebut sebagai Kali Mewek. Sungai yang menjadi jejak sejarah ketika Ken Dedes dibawa lari oleh Tunggul Ametung.

\taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;

Baca Juga : Alun-alun Tugu Kota Malang

Sebagian besar masyarakat beranggapan jika arca besar yang berada di taman itu adalah patung perwujudan asli dari sosok Ken Dedes. Sebenarnya, patung Prajna Paramitha adalah replika atau duplikat dari patung aslinya yang ditemukan di Candi Putri pada Desa Pagentan Kec. Singosari Kab. Malang. 

Dan, patung itu merupakan perwujudan Ken Dedes setelah meninggal. Bukan perwujudan asli sosok wanita Polowijen ini. Karena dalam kepercayaan Hindu-Budha, setelah seorang raja atau ratu meninggal maka sebagai bentuk penghormatannya akan dibuatkan arca Budha atau perwujudan Dewa atau Dewi sesuai dengan keyakinannya pada masa itu.

Karena arca aslinya pernah berada di Leiden, Belanda dan sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta, maka pada tahun 1980an dibuatlah duplikatnya oleh “Ebes” Sugiyono, Walikota Malang pada waktu itu sebagai ikon sejarah kota Malang.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Patung Pejuang 45 di Taman Ken Dedes Malang

Selain patung Prajna Paramitha,di taman Ken Dedes ini juga terdapat patung lain yaitu patung Pejuang 45 sebagai pengingat akan jasa dan pengorbanan para pahlawan yang berjuang membela tanah air tercinta. 

Untuk lebih mengenal lebih dekat dengan taman Ken Dedes termasuk arca Prajna Paramitha, mari ikuti ulasan berikut ini.

Taman lain di kota Malang : Taman Rekreasi Sengkaling 2019

Taman Kota Ken Dedes Malang

Fungsi Taman Ken Dedes

Taman Patung Ken Dedes memiliki banyak fungsi antara lain sebagai monument selamat datang di kota Malang dan sebagai ikon sejarah kota Malang. Selain itu, taman seluas 800m2 ini juga disediakan bagi warga Malang atau wisatawan untuk rekreasi, melepas lelah sambil mengenang sejarah masa silam.

Adanya fasilitas trek bagi pejalan kaki, membuat taman Ken Dedes dapat menjadi pilihan tempat olahraga bagi warga Malang maupun wisatawan pada pagi dan sore hari.

Bagi penggemar fotografi, taman yang dominan dengan tanaman hias berwarna hijau, hijau muda dan ungu ini merupakan spot foto yang unik, menarik dan instagramable. Dan, berfoto dengan latar patung Prajna Paramitha atau arca Pejuang 45, akan menghasilan foto kenangan yang unik dan eksotis serta heritage.

Sayangnya, belum ada tempat parkir khusus bagi pengunjung taman ini. Tempat parkir yang ada sekarang lebih banyak digunakan sebagai tempat mangkal ojek online.

Sejarah Arca Prajna Paramitha

"Ini salah satu arca yang paling artistik dibuat oleh pemahat Jawa. Lihat kekuatan fisik dan energi yang keluar dari wujudnya. Ini sangat mengagumkan," Kurator Classical South and Southeast Asia, National Museum of World Cultures di Leiden, Marijke Klokke

Arca perwujudan Bodhisattwadewi (bodhisattwa wanita) Prajnaparamita yang paling terkenal adalah arca Prajnaparamita dari Jawa kuno. Arca ini diperkirakan berasal dari abad ke-13 Masehi pada era kerajaan Singhasari.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Arca Prajna Paramita di Museum Nasional Jakarta
Gambar : wikipedia

Arca ini ditemukan di reruntuhan Cungkup Putri dekat Candi Singhasari, Malang, Jawa Timur. Menurut kepercayaan setempat, arca ini adalah perwujudan Ken Dedes ratu pertama Singhasari, mungkin sebagai arca perwujudan anumerta dia. Akan tetapi terdapat pendapat lain yang mengaitkan arca ini sebagai perwujudan Gayatri, istri Kertarajasa raja pertama Majapahit. 

Arca ini pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1818 atau 1819 oleh D. Monnereau, seorang aparat Hindia Belanda. Pada tahun 1820 Monnereau memberikan arca ini kepada C.G.C. Reinwardt, yang kemudian memboyongnya ke Belanda dan akhirnya arca ini menjadi koleksi Rijksmuseum voor Volkenkunde di kota Leiden

Pada Januari 1978 Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Nasional untuk Etnologi) mengembalikan arca ini kepada Indonesia, dan ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta hingga kini. Kini arca yang luar biasa halus dan indah ini ditempatkan di lantai 4 Ruang Khazanah Emas, Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Arca Prajnaparamita ini adalah salah satu mahakarya terbaik seni klasik Hindu-Buddha Indonesia, khususnya seni patung Jawa kuno. Arca dewi kebijaksanaan transendental dengan raut wajah yang tenang memancarkan keteduhan, kedamaian, dan kebijaksanaan; dikontraskan dengan pakaiannya yang raya mengenakan Jatamakuta gelung rambut dan perhiasan ukiran yang luar biasa halus. 

Dewi ini tengah dalam posisi teratai sempurna duduk bersila di atas padmasana (tempat duduk teratai), dewi ini tengah bermeditasi dengan tangan melakukan dharmachakra-mudra (mudra pemutaran roda dharma). 

Lengan kirinya mengempit sebatang utpala (bunga teratai biru) yang diatasnya terdapat keropak naskah Prajnaparamita-sutra dari daun lontar. Arca ini bersandar pada stella (sandaran arca) berukir, dan di belakang kepalanya terdapat halo atau aura lingkar cahaya yang melambangkan dewa-dewi atau orang suci yang telah mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi.

Pertanyaan Seputar Patung Ken Dedes

Keberadaan Patung Prajna Paramitha di taman Ken Dedes menimbulkan banyak pertanyaan bagi mereka yang pernah melihatnya, terutama kalangan generasi muda. Hal utama yang dilihat mereka dari sosok patung Dewi Kebijaksanaan ini adalah bagian dada yang terbuka sehingga terlihat kedua payudaranya.

Sehingga kesan pertama yang ditangkap mereka tentang perwujudan patung Ken Dedes ini adalah vulgar, jorok dan porno. Kemudian, nalar mereka berkembang dipengaruhi pikiran negative sehingga menganggap jika Ken Dedes adalah sosok wanita yang senang mengumbar auratnya.

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut dan mencari kebenaran tentang sosok ibu raja-raja Singhasari dan Majapahit ini, mari ikuti ulasan berikut ini.

Moralitas Ken Dedes

Sedangkan anakku yang telah mempelajari ilmu untuk menerangi dunia, harapanku semoga dia akan menemui selamat dan besar kebahagiaannya.” Mpu Purwa dalam Serat Pararaton.
Ken Dedes, adalah putri dari Mpu Purwa seorang pendeta agama Buddha Mahayana di Desa Panawijen. Kembang Panawijen ini memang memiliki kecantikan yang luar biasa. Bukan sekedar cantik secara fisik, namun sebagai putri  seorang pendeta , Ken Dedes juga memiliki kecantikan batin atau inner beauty

Kecantikan dari dalam atau inner beauty seseorang akan terpancar ketika hati atau batinnya suci dari berbagai kotoran nafsu batiniah. Dan, Ibu Ken Dedes adalah wanita yang dikenal sebagai wanita “nareswari” yang alat rahasianya memancarkan cahaya atau aura.

Bagaimana mungkin seorang yang mengumbar kemolekan tubuhnya dapat memancarkan cahaya atau aura? 
Jawabannya, tidak mungkin. Sehingga dapat disimpulkan bila perwujudan patung Prajna Paramita dengan dada terbuka bukanlah untuk memamerkan kemolekan tubuhnya melainkan memiliki makna simbolis lainnya.

Ken Dedes Adalah Simbol Kecantikan Wanita Jawa

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, cantik berarti elok, indah. Sehingga perempuan cantik adalah perempuan yang jika dipandang akan membuat senang orang yang melihatnya.

Kita dapat melihat jejak standar kecantikan wanita dari peninggalan masa lampau. Pada masa prasejarah, patung Venus mencerminkan bagaimana wanita digambarkan. Dari perwujudan patung Venus yang pernah ditemukan, proporsi tubuh paling besar adalah bagian badannya, dibandingkan bagian kepala dan kaki. Dan, bagian badan yang menonjol terdiri dari payudara dan perut. Figurnya seakan ditekankan pada citra kesuburan, sesuai dengan bagian tubuh yang ditonjolkan (McDermott, 1996:229).

Contoh lain misalnya, Isis, seorang dewi Mesir menjadi ibu yang ideal sering digambarkan sebagai Firaun yang menyusui, sehingga membuktikan status ilahi mereka sebagai penguasa. Pada masa modern, setelah era Marlyn Monroe dengan tubuh ideal adalah yang penuh dan besar.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;


Gambaran tubuh perempuan pada masa Jawa Kuno juga ditunjukkan pada relief candi dan arca peninggalan. Pada masa Hindu-Budha, sosok perempuan yang menonjol adalah Prajna paramitha. Ia dipercaya sebagai lambing kecantikan yang sempurna. Bahkan, temuan arca Prajna paramitha di Singosari dianggap sebagai temuan arca terbaik karena kualitas fisiknya.

Dan, arca Prajna paramitha adalah simbol yang diperuntukkan bagi Ken Dedes sebagai penghormatan anumerta terhadapnya. 

Ken Dedes Adalah Perlambang Sosok Ibu 

Makna lainnya dari perwujudan arca Prajna paramitha dengan dada terbuka merupakan lambang kehidupan yang diberikan sang ibu pada keturunannya. Ibu atau wanita  adalah dewi kebijaksanaan yang memberi pendidikan pada manusia.

Perubahan Warna Patung Ken Dedes

Patung Ken Dedes yang berada di taman ini setinggi sekitar 8m dan berada di sisi timur jalan tepat menghadap barat ke arah Desa Panawijen, tempat kelahiran Ken Dedes.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Patung Ken Dedes dengan warna perunggu

Dan, Patung Ken Dedes ini 90 persen bentuk dan wajahnya mirip seperti arca Prajna Paramita yang ada di museum Nasional Jakarta. Hanya warnanya saja berbeda yakni warna perunggu bukan warna abu-abu batu seperti aslinya. Tiga tahun kemudian sempat diganti warna putih bergaya Bali dengan maksud biar menarik perhatian.

taman ken dedes; taman ken dedes kota malang; taman ken dedes malang; taman ken dedes jalan jendral ahmad yani utara balearjosari kota malang jawa timur; taman patung ken dedes;
Patung Ken Dedes dengan warna putih

Kenyataannya justru menghilangkan kesan anggun Ken Dedes.   Dan, syukurlah kini kembali ke warna asal yaitu merah coklat seperti perunggu.

Harga Tiket Masuk Taman Ken Dedes

Karena merupakan area terbuka maka Taman Ken Dedes dibuka untuk umum sehingga tidak dikenakan tiket masuk.

Objek-Objek Dekat Taman Ken Dedes

  • Perumahan Riverside
  • Kali Mewek
  • Red Building
  • Terminal Arjosari
  • Java nine Resto & Café
  • Karoseri Morodadi
  • Pabrik Rokok Bentoel
  • Kampung Budaya Polowijen
  • Situs Ken Dedes dan Joko Lola
  • Taman Baboji atau Pemandian Watu Gede
  • Hawai Water Park

Penutup

Sahabat dolenners, itulah ulasan tentang Taman Ken Dedes, satu taman yang indah di pintu masuk kota Malang. Berhenti sejenak ditempat ini sebelum melanjutkan perjalanan akan lebih menyenangkan. Karena  disini kita beristirahat sambil menikmati keindahan taman serta mengenang kembali sejarah leluhur kita.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

Sumber Referensi :
  • Gupte, R. S. (1972). Iconography of The Hindus, Buddhist and Jina. Mumbai : D.B. Taraporevala Sons & Company 
  • Dwi Cahyono, Redesain Taman Ken Dedes.


0 comments:

Post a Comment