Home » , , » Geliat Sadar Wisata Kampung Kamboja Merah, Randu Agung, Singosari, Malang

Geliat Sadar Wisata Kampung Kamboja Merah, Randu Agung, Singosari, Malang

Kampung Kamboja Merah, Randu Agung, Singosari, Malang – Maraknya kampung-kampung tematik di Malang Raya, membuat warga kota dingin ini seolah berlomba memperbaiki diri, lingkungan dan kekompakannya dalam rangka menunjang pariwisatanya. Tak ketinggalan, kampung di pinggiran Kali Getih, sungai kecil yang memiliki sejarah panjang masa lalu yaitu Kampung Kamboja Merah.

kampung kamboja; kampung kamboja pontianak; kampung kamboja sungai buloh; kampung dewa kamboja; kampung di kamboja; kampung jawa di kamboja; kampung islam di kamboja; kampung kamboja merah; kampung kamboja merah randuagung singosari malang; ayodolenrek; kampung tematik di malang; ayo dolen rek
Bunga Kamboja Merah

Meskipun lokasinya dekat dengan pemakaman umum dan agak jauh dari jalan provinsi Malang – Surabaya, namun Kampung Kamboja Merah menggeliat berusaha menunjukkan eksistensinya dengan berbagai kegiatan yang positif.  Tepatnya, Kampung Kamboja Merah berada di RT. 3 RW. 3 Kelurahan Randuagung, Singosari, Malang.

kampung kamboja; kampung kamboja pontianak; kampung kamboja sungai buloh; kampung dewa kamboja; kampung di kamboja; kampung jawa di kamboja; kampung islam di kamboja; kampung kamboja merah; kampung kamboja merah randuagung singosari malang; ayodolenrek; kampung tematik di malang; ayo dolen rek
Bunga Kamboja Jepang atau Kamboja Merah

Disebut Kampung Kamboja Merah karena banyak tanaman Kamboja Merah ditempat ini. Dan, ada rencana untuk melakukan penanaman pohon-pohon Kamboja Merah di Kampung ini sehingga terlihat unik dan menarik seperti penanaman pohon Sakura di daerah Pendem, Batu. Tentunya, akan terlihat indah jika di sepanjang jalan kampung ini berwarna merah karena merahnya bunga Kamboja.

Kali Getih yang terkenal angker dengan rumpun-rumpun pohon bambu yang berada disekelilingnya ditambah keberadaan pemakaman umum, seolah membuat kampung ini jadi ikut menyeramkan dan angker. Sehingga bapak Catur Basuki selaku ketua RT berusaha mengubah image tersebut dengan berusaha mempercantik lingkungannya.

Lahan sempit di pinggir pemakaman dihiasi dengan tanaman hias maupun tanaman obat dan pinggiran jembatan Kali Getih dibersihkan sehingga kesan angker sedikit berkurang. Kegiatan kerja bakti, senam pagi pada hari Minggu, rekreasi bersama dan kegiatan Dasa Wisma secara rutin digelar di kampung ini. 

Dan, secara perlahan warga Kampung Kamboja Merah, tidak lagi takut dengan suasana lingkungannya. Selain itu, ronda malam selalu dilakukan setiap malam sehingga warga merasa aman dan nyaman tinggal di kampung ini.

Menjelang peringatan hari kemerdekaan RI ke-74, Kampung Kamboja Merah semakin aktif beraktifitas. Mulai dari karnaval maupun lomba untuk anak-anak dan orang dewasa diselenggarakan di kampung ini meskipun dalam skala kecil. Tapi kemeriahan dan kebersamaan warganya, itu yang utama.

Kampung Kamboja Merah, Randu Agung, Singosari, Malang

 

Lomba 17 Agustus di Kampung Kamboja Merah


Panggung Hiburan


Sekilas Tentang Kali Getih

Pada masa runtuhnya kerajaan Singhasari dibawah pemerintahan Raja Kertanegara, terjadi pemberontakan Jaya Katwang, raja muda Gelang-gelang yang memanfaatkan kekosongan pasukan di istana Singhasari.

Pasukan Jayakatwang masuk melalui wilayah Lawang lalu bergerak menuju ke istana Singhasari. Namun, pasukan Singhasari menghadang mereka dan bertemulah di pinggir sungai kecil. Perang tidak dapat dielakkan lagi sehingga terjadi pertempuran antara pasukan Kediri melawan pasukan Singhasari.

Dan, sungai kecil ini menjadi saksi peristiwa berdarah tersebut. Saat tetesan darah mengalir, maka cairan darah para prajurit itu membuat air sungai menjadi merah. Merah darah. Sehingga sungai kecil ini diberi nama Kali Getih atau sungai darah.

Penutup

Sahabat dolenners, itulah sekelumit ulasan tentang geliat kebersamaan sebuah kampung di pinggir Kali Getih, Singosari, Malang yaitu Kampung Kamboja Merah. Kali Getih dengan sejarah dan kisah masa lalu dan pohon-pohon Kamboja Merah, jika dikelolah dengan baik niscaya dapat mengubah kampung ini menjadi salah satu kampung tematik yang banyak dikunjungi wisatawan.

Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek..



0 comments:

Post a Comment