Home » , , » Meriahnya Peringatan Grebeg Suro Di Kampung Romantis RT.5 RW 4 Bareng Malang

Meriahnya Peringatan Grebeg Suro Di Kampung Romantis RT.5 RW 4 Bareng Malang

Kampung Romantis RT.5 RW 4 Bareng Malang – Hari Sabtu malam, 7 september 2019 di Kampung Romantis RT.5 RW 4 Bareng Malang, dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan acara yang bertajuk “GREBEG BUBUR SURO 2019”. Satu kegiatan positif dari masyarakat RT. 5 RW. 4 Bareng kulon, Malang, dalam rangka menyambut tahun baru 1 Muharam.

wayang suket malang; wayang suket; wayang suket made in purbalingga diburu kolektor asing; wayang suket mbah gepuk; wayang suket semarang; wayang suket indonesia; wayang suket mbah kardjo; wayang suket puspa sarira; puspa sarira; ayo dolen rek; grebeg suro; grebeg suro malang; grebeg bubur suro; bubur suro; malam 1 suro; peringatan 1 muharam; peringatan 1 suro; bambu gila; jaelangkung; jaelangkung show
Slamet W (kontributor ayodolenrek.com) di Kampung Romantis Bareng, Malang
Event budaya yang dimotori oleh Pakdhe Karyadi, warga Bareng yang seorang budayawan dan penyiar Radio RRI Malang ini, melibatkan seniman dan budayawan kota Malang serta menampilkan seni budaya yang jarang tampil di muka umum. Selain itu, kegiatan warga Kampung Romantis ini juga menyertakan anak-anak dengan mengadakan Lomba Mewarnai Tingkat SD.

Seperti kegiatan menyambut tanggal 1 Muharam lainnya, acara warga Bareng Kulon, Malang ini juga berlangsung pada malam hari, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Namun, hingga pukul 12.00 tengah malam, anak-anak yang hadir dalam acara ini, tidak juga beranjak pulang.

Kehadiran wayang pusposarira atau wayang suket dengan dalang Mbah Kardjo Grandim, Jaelangkung Show  dan acara dongeng lainnya, membuat mereka betah dan sangat antusias mengikuti jalannya acara. Karena secara keseluruhan, acara  “Grebeg Bubur Suro 2019” ini tidak menonjolkan sisi mistis dan kegiatan spiritual saja, tetapi lebih menekankan pada sisi edukasi kepada anak-anak.

Grebeg Bubur Suro 2019

Seperti judul acara, dalam kegiatan memperingati 1 Suro atau 1 Muharam ini, pengunjung mendapatkan kesempatan menikmati citarasa Bubur Suro khas Bareng Kulon. Bubur Suro adalah kuliner yang dibuat hanya pada acara suroan saja seperti malam itu.

Ibu-ibu RT. 5 RW 4 Bareng kulon sedang mempersiapkab bubur Suro
Berikut ini adalah rangkaian acara dalam Event “Grebeg Bubur Suro 2019,”
  • Lomba Mewarnai Tingkat SD
  • Demo Lukisan Kaligrafi
  • Jaelangkung Show bersama Mbah Yongki
  • Wayang Pusposarira bersama Mbah Karjo Grandim
  • Limbuk Cangik Show bersama Pakdhe Kariyadi RRI Malang
  • Sarasehan Budaya dengan tema “Sungai Budaya”
  • Parade Puisi dan Geguritan
  • Anton Penang Keramat Show
  • Mbah Demin Sarapan Pecel RRI Malang Show
  • Jajanan dan Minuman Tempo Doeloe
  • Bagi-bagi Bubur Suro Gratis
  • Sajian Tembang Religi
Itulah agenda kegiatan yang berlangsung pada acara di pinggir sungai Bareng ini. Mulai pukul 19.00 Wib,

Wayang Pusposariro atau Wayang Suket

Satu atraksi budaya yang unik dan menarik digelar dalam rangka memperingati hari 1 Muharam atau grebeg Suro di Bareng Kulon, Malang, yaitu Pagelaran Wayang Suket dengan Dalang Mbah Kardjo Dhalim. Konon, baru ditempat inilah,  pertama kalinya, Mbah Kardjo menerima tanggapan pada tahun 2019 ini.

wayang suket malang; wayang suket; wayang suket made in purbalingga diburu kolektor asing; wayang suket mbah gepuk; wayang suket semarang; wayang suket indonesia; wayang suket mbah kardjo; wayang suket puspa sarira; puspa sarira; ayo dolen rek; grebeg suro; grebeg suro malang; grebeg bubur suro; bubur suro; malam 1 suro; peringatan 1 muharam; peringatan 1 suro; bambu gila; jaelangkung; jaelangkung show
Wayang Puspasarira atau Wayang Suket Mbah Kardjo
Fenomena yang cukup langka. Pada umumnya, acara untuk memperingati tanggal 1 Muharam atau malam satu Suro dirayakan dengan melakukan berbagai ritual dan doa. Tapi, warga Bareng Kulon, Malang, merayakannya dengan mengenalkan seni budaya kepada anak-anak dan masyarakatnya. Salah satunya adalah Wayang Suket ini.

Mbah Kardjo Grandim adalah seorang seniman yang mengubah rumput mendong, bahan dasar pembuatan tikar, menjadi kerajinan wayang suket. Dan, wayang terbuat dari rumput atau “suket” buatannya ini diberi nama wayang Puspa Sarira.

Menurut Mbah Kardjo, “puspa sarira” yang berasal dari bahasa sansekerta berarti badan yang terbuat dari bunga. Sedangkan, “wayang” sendiri berarti “ayang-ayang” atau bayangan. Pembuatannya dilakukan secara spontan berdasarkan filosofi dari cerita yang akan dimainkan.

Dan, lakon yang dimainkan berbeda dengan lakon dalam wayang kulit, yaitu kisah kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalamnya. Berikut ini video pagelaran wayang suket di Kampung Romantis, Erte Lima, Bareng Kulon, Malang.


Jaelangkung Show

Selain wayang suket, acara yang ditunggu dan menarik minat anak-anak adalah permainan Jaelangkung. Dalam kesempatan ini, Mbah Yongki memberikan edukasi kepada anak-anak tentang Jaelangkung yang selama ini dikaitkan dengan upacara pemanggilan arwah seperti yang kita tonton pada film-film nasional.

Video berikut ini adalah penjelasan Mbah Yongki tentang Jaelangkung.



Tidak hanya itu, anak-anak juga mendapatkan kesempatan untuk turut serta dalam permainan Jaelangkung seperti terlihat pada video berikut ini.

Permainan Bambu Gila

Berbeda dengan anak-anak, pengunjung dewasa dalam acara ini juga mendapatkan kesempatan merasakan permainan Bambu Gila seperti terlihat pada video berikut ini.


Pembacaan Puisi dan Geguritan

Selain sarasehan budaya dengan tema Sungai Budaya, acara pembacaan puisi dan geguritan adalah acara yang menarik seperti terlihat pada video berikut ini.


Penutup

Sahabat dolenners, inilah ulasan ayodolenrek tentang kegiatan atraksi seni dan budaya yang berlangsung dalam acara “Grebeg Bubur Suro 2019” di Kampung Romantis Erte Lima Bareng Kulon, Malang. Satu acara budaya dalam menyambut tahun baru Islam atau 1 Suro.


Nah, tunggu apalagi? Ayo dolen rek…

0 comments:

Post a Comment